cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ijocs@unissula.ac.id
Editorial Address
Gang Mlati 8 Ds. Mlaten Mijen Demak 59583
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Services
ISSN : -     EISSN : 26848619     DOI : 10.30659/ijocs
Core Subject : Humanities, Social,
Indonesian Journal of Community Services (e-ISSN: 2684-8619) is a biannual scientific multidisciplinary journal published by UNISSULA Press, Department of Research and Community Services Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023): November 2023" : 13 Documents clear
Pengaruh Edukasi Latihan Pasien Paska Stroke dan Kemandirian Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Rosdiana, Ika; Jannah, Durrotul
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.147-155

Abstract

Stroke akan mengubah hidup secara fisik dan emosional. Kondisi tersebut diakibatkan karena kelemahan anggota badan, mati rasa atau kelumpuhan, gangguan komunikasi, gangguan penglihatan, dan gangguan pengabaian satu sisi yang terdampak. Modified Rankin Scale (mRS) adalah skala peringkat hasil global untuk pasien pasca stroke. Digunakan untuk mengkategorikan tingkat disabilitas seseorang dengan mengacu pada kegiatan sebelum mengalami stroke dalam melakukan aktivitas tertentu. Indeks Barthel adalah skala yang menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari hari. Latihan fisik setelah stroke dapat meningkatkan kemandirian dan memperbaiki kapasitas fungsional umum setelah stroke. Latihan fisik juga berpotensi memberikan manfaat psikososial, terutama melalui aktivitas kelompok. karena latihan fisik dan kebugaran kardiorespirasi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stroke. Latihan fisik dan olahraga memiliki peran mengurangi kemungkinan stroke berulang dan memperbaiki kondisi komorbiditas lainnya. Tujuan dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) ini adalah memberikan edukasi dan latihan fisik pada penderita paska stroke. Hasilnya, didapatkan bahwa edukasi dan latihan rutin penderita post stroke meningkatkan tingkat kemandirian fungsional dan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari hari. Terjadi perubahan mRS di awal rawat jalan 47.37% mengalami disabilitas sedang – berat dan 2.11% mengalami disabilitas berat, setelah menjalani latihan fisik terjadi peningkatan 36.84% menjadi disabilitas ringan dan tidak ada lagi yang mengalami disabilitas berat. Dari penilaian Indeks Barthel didapatkan pada awal rawat jalan 47.37% ketergantungan berat, 47.37% ketergantungan total, setelah melakukan Latihan fisik terjadi peningkatan kemandirian 36.84% menjadi mandiri dan 57.89% menjadi kemandirian sedang, tidak ada lagi yang mengalami ketergantungan total.A stroke will change your life physically and emotionally. This condition is caused by weakness of the limbs, numbness or paralysis, communication disorders, vision problems, and neglect of one affected side. Modified Rankin Scale (mRS) is a global outcome rating scale for post-stroke patients. Used to categorize a person's level of disability by referring to activities before experiencing a stroke in carrying out certain activities. The Barthel Index is a scale that shows the ability to carry out daily life activities. Physical exercise after stroke can increase independence and improve general functional capacity after stroke. Physical exercise also has the potential to provide psychosocial benefits, especially through group activities because physical exercise and cardiorespiratory fitness are risk factors for stroke. Physical exercise and exercise have a role in reducing the possibility of recurrent stroke and improving other comorbid conditions. The aim of this Regional Partnership Program is to provide education and physical exercise to post-stroke sufferers. As a result, it was found that education and routine exercise for post-stroke sufferers increased the level of functional independence and independence in carrying out daily activities. There was a change in mRS at the beginning of the outpatient treatment, 47.37% experienced moderate - severe disability and 2.11% experienced severe disability, after undergoing physical exercise there was an increase of 36.84% to mild disability and no one else experienced severe disability. From the Barthel Index assessment, it was found that at the start of outpatient care, 47.37% were severely dependent, 47.37% were totally dependent, after doing physical exercise there was an increase in independence, 36.84% became independent and 57.89% became moderately independent, no one experienced total dependence anymore.
Incorporating Thinking Skills and ICT-Competence to Optimize Teachers' Professional Competence in the 21st Century Shopia, Khilda; Sudarmaji, Imam; Purnawati, Purnawati
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.228-238

Abstract

Cara Berpikir dan Kompetensi TIK merupakan bagian dari keterampilan abad 21 yang menjadi kebutuhan bagi guru dan siswa saat ini. Perkembangan era informasi yang sangat pesat melalui kemajuan teknologi mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam mengakses, menyerap, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi dengan baik. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk membekali para guru dengan keterampilan abad 21 yaitu Cara Berpikir dan Kompetensi TIK serta bagaimana mengintegrasikan keduanya dalam perangkat pembelajaran seperti Rencana Proses Pembelajaran (RPS) dan kegiatan pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan guru dengan peserta sebanyak 21 orang guru. Mitra kegiatan pengabdian ini yaitu Yayasan Pendidikan Daarul Hikmah Al-Madani Kota Tangerang yang mencakup dua sekolah yakni MI Darul Hikmah dan SMP Garuda. Hasil kegiatan menggambarkan bahwa para guru setuju cara berpikir dan Kompetensi TIK penting bagi siswa di masa sekarang. Selain itu, untuk menghadapi tantangan abad 21 saat ini, mengharuskan guru untuk meningkatkan professionalisme guru abad 21. Kegiatan pengabdian ini memfasilitasi guru mendapatkan pelatihan terkait bagaimana merumuskan dan mengintegrasikan indicator cara berfikir dan kompetensi TIK dalam perangkat pembelajaran. Dengan demikian diharapkan guru dapat merumuskan indikator cara berpikir dan Kompetensi TIK secara mandiri di kemudian hari dan mengetahui bagaimana mengintegrasikan dalam perangkat pembelajaran yang dapat membantu mereka untuk mendorong siswa dalam tantangan saat ini di abad ke-21.Thinking skills and ICT-Competences as the skills in 21st century become a necessity for teachers and students nowadays because the information age is currently developing rapidly through the advancement of technology. Today's society must have the ability to access, absorb, interpret, and evaluate information properly. This community service is conducted to equip the teachers with 21st-century skills; Thinking skills and ICT-Competences and how to integrate both of them in learning tools such as Rencana Proses Pembelajaran (RPS) and learning activities in the classroom. The method used in conducting the activity is a socialization and teachers’ training with 21 teachers participating. The partner of this PKM activity is Daarul Hikmah Al-Madani Education Foundation which includes the teachers from Garuda Junior High School and MI Darul Hikmah in Tangerang Municipality. The result of the activity illustrated that teachers agree that thinking skills and ICT Competence is important for students in the present and this community service facilitate the teachers to improve their professionalism to face 21st century challenges in education. In improving the professionalism of 21st-century teachers, several ways can be done, one of them is participating this socialization and training about formulating and incorporating thinking skills and ICT-Competences in teaching and learning. Teachers are expected that in comprehending how to formulate indicators of thinking skills and ICT Competence and how to integrate in learning tools can help them to encourage the student in the current challenges in 21st century.
Dampak Penggunaan Video Tutorial terhadap Kemampuan Akhir Siswa Jurusan Animasi SMK Komputama Majenang Yudhanto, Sigied Himawan; Setyawan, Alfan
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.180-190

Abstract

Tujuan Pengkajian ini sebagai bahan evaluasi dengan mengetahui dampak pembelajaran dengan penggunaan video tutorial (audio visual) terhadap kemampuan akhir dari proses pembelajaran animasi di teaching factory pada jurusan Animasi SMK Komputama Majenang. Metode yang di gunakan adalah kuantitif dengan skala likert, Populasi yang di gunakan adalah siswa jurusan SMK Komputama Majenang angkatan 2020 dan 2021 yang berjumlah 4 kelas dengan komposisi dua kelas A 10 dan A 11 dan 2 kelas B kelas B 10 dan B11, yang ada di SMK Komputama. Rentang usia siswa berkisar 15 sampai 16 tahun yang berjumlah 127 siswa. Sample dari lokasi menggunakan metode cluster sampling. Jawaban responden didapatkan dari google form yang disebar selama 2 pekan, dimana mengandung 18 butir kuesioner. output hipotesis, merupakan hasil dari perhitungan likert scale Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran materi animasi pada video tutorial, terhadap siswa di Jurusan animasi SMK Komputama dilakukan observasi selama pembelajaran jarak jauh di lakukan. Hasil yang didapat adalah, bahwa pembelajaran dengan menggunakan video tutorial memberi dampak peningkatan hard skill kepada siswa di 4 kelas, persentase yang didapat adalah: 4839 : 4572 = 1,0 = 100%.yang berarti “sangat kuat” dalam memberikan dampak, sehingga efek kemampuan akhir siswa dapat terpenuhi, Kesimpulannya adalah rentang skala 81% - 100% = Sangat kuat yang berada pada kisaran 100% secara intrepretasi hasil dari pembahasan memiliki dampak yang cukup mempengaruhi outcome pembelajaran siswa selama pembelajaran jarak jauh.The purpose of this study is to evaluate material by knowing the impact of learning with the use of video tutorials (audio visual) on the final ability of the animation learning process in the teaching factory in the Animation Department of SMK Komputama Majenang. The method used is quantitative with a Likert scale. The population used is students majoring in SMK Komputama Majenang class of 2020 and 2021, which totals four classes with a composition of two classes, A 10 and A 11, and 2 classes B classes B 10 and B11, which are at SMK Komputama. The age range of students ranges from 15 to 16 years, totaling 127 students. Sample from location using a cluster sampling method. Respondents' answers were obtained from a Google form that was distributed for two weeks, which contained 18 questionnaire items. Hypothesis output is the result of Likert scale calculations. To find out the effect of learning animation material on video tutorials on students in the animation department of SMK Komputama, observations were made during distance learning were carried out. The results obtained are that learning by using video tutorials has an impact on increasing the hard skills of students in 4 classes; the percentage obtained is 4839: 4572 = 1.0 = 100%. Which means "very strong" in providing impact so that the effect of students' final abilities can be fulfilled; the conclusion is that the scale range of 81% - 100% = very strong, which is in the range of 100% in the interpretation of the results of the discussion has a sufficient impact on student learning outcomes during distance learning.
Peningkatan Pengetahuan tentang Keputihan dan Pemeriksaan Sekret Vagina sebagai Upaya Pencegahan Kejadian Bakterial Vaginosis pada Wanita Usia Produktif Rahayu, Rahayu; Masfiyah, Masfiyah; Soraya, Yulice; Hapsari Putri, Indri; Intisari, Dewi
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.156-163

Abstract

Mikroflora normal vagina merupakan faktor kesehatan yang penting bagi wanita. Penurunan jumlah Lactobacillus spp berhubungan dengan perubahan flora vagina dan pertumbuhan mikroorganisme patogen sehingga menyebakan infeksi pada vagina. Bakterial Vaginosis merupakan gangguan pada mikoflora vagina dimana secara normal didominasi oleh Lactobacillus spp. Pada studi cross sectional, terdapat hubungan yang signifikan antara bakterial vaginosis dengan banyak infeksi menular seksual termasuk Gonore, infeksi Chlamydia, Trichomoniasis dan HIV. Data pada kelompok pekerja wanita cleaning service di RS Islam Sultan Agung Semarang menunjukkan sebagian besar berusia 20– 40 tahun. Pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA (68,9%). Usia pernikahan terbanyak adalah > 5 tahun – 10 tahun (37,9). Sebanyak 48,2 % peserta belum pernah mendapatkan informasi tentang keputihan sebelumnya. Pengetahuan tentang keputihan fisiologis dan patologis belum banyak dimengerti oleh masyarakat khususnya dalam hal ini adalah pekerja cleaning service. Kegiatan yang diusulkan sebagai solusi adalah pemberian penyuluhan tentang keputihan dan pemeriksaan sekret vagina untuk deteksi awal bakterial vaginosis. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat sebanyak 25 dari 29 peserta (86,2%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang keputihan. Dari hasil pemeriksaan sekret vagina didapatkan hasil sebanyak 26 peserta memiliki pH normal (3-4), sedangkan sebanyak 3 peserta memiliki hasil pH > 4,5 dan mengalami bakterial vaginosis. Normal vaginal microflora is an important health factor for women. The decrease in the number of Lactobacillus spp is associated with changes in the vaginal flora and the growth of pathogenic microorganisms that cause vaginal infections. Bacterial Vaginosis is a disorder of the vaginal microflora which is normally dominated by Lactobacillus species. In a cross-sectional study, there was a significant association between bacterial vaginosis and many sexually transmitted infections including Gonorrhea, Chlamydia infection, Trichomoniasis and HIV. Data on the group of cleaning service workers at the Sultan Agung Islamic Hospital in Semarang shows that most are 20–40 years old. Most recent education is high school (68.9%). The most age of marriage is > 5 years – 10 years (37.9). As many as 48.2% of participants had never received information about vaginal discharge before. Knowledge about physiological and pathological leucorrhoea is not widely understood by the public, especially in this case cleaning service workers. Activities proposed as a solution are the provision of counseling about vaginal discharge and examination of vaginal secretions to detect early bacterial vaginosis. The result of this community service activity was that 25 of the 29 participants (86.2%) experienced an increase in knowledge about vaginal discharge. From the results of vaginal secretion examination, it was found that 26 participants had a normal pH (3 -4), while 3 participants had a pH > 4.5 and experienced bacterial vaginosis.
Pelatihan Manajemen Modal Qordhul Hasan Pendekatan Spiritual community pada Usaha Mikro Desa Rowosari, Kendal Mutamimah, Mutamimah; kartikasari, Lisa; Kartika, Indri
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.239-246

Abstract

Potensi ekonomi Desa Rowosari tinggi, namun akses permodalan terbatas, tidak ada agunan, dan risiko kredit tinggi. Oleh karena itu, mendesak untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan Qordhul Hasan Pengelolaan Modal Pendekatan Spiritual Komunitas pada Usaha Mikro di Desa Rowosari Kecamatan Rowosari Kab. Kendal. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan modal qordhul hasan, sehingga dapat meningkatkan kinerja usaha mikronya, dan tidak ada lagi risiko kredit. Qordhul hasan sangat tepat diberikan kepada usaha mikro non bankable, tidak mempunyai agunan dan tidak dikenakan bunga. Metode pengabdian masyarakat ini adalah: a). Survei awal untuk menggali potensi ekonomi dan permasalahan masyarakat di Desa Rowosari, Kecamatan. Rowosari, Kabupaten Kendal. B). Pelatihan Manajemen Modal Qordhul Hasan Menggunakan Pendekatan Spiritual Komunitas pada Usaha Mikro di Desa Rowosari Kecamatan Rowosari Kab. Kendal. C). Pemantauan dan evaluasi Qordhul. Pelatihan pengelolaan modal Hasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan qordhul hasan pengelolaan modal pelaku usaha mikro di Desa Rowosari Kec. Rowosari, Kab. Kendal meningkat, sehingga kinerja usaha usaha mikro meningkat.The economic potential of Rowosari village is high, but it has limited capital acces, no collateral, and high credit risk. So, it is urgent to carry out community service by providing Qordhul Hasan Capital Management training with a Spiritual community Approach to Micro Business in Rowosari Village, Rowosari District, Kab. Kendal. The aim of this community service is to increase insight, knowledge and skills regarding qordhul hasan capital management, so that they can improve the performance of their micro businesses, and there will be no more credit risk. Qordhul hasan is very appropriate to be given to non-bankable micro businesses, do not have collateral and no interest. This community service method is: a). Initial survey to explore the economic potential and problems of the community in Rowosari Village, District. Rowosari, Kendal District. b). Qordhul Hasan Capital Management Training Using a Spiritual community Approach for Micro Business in Rowosari Village, Rowosari District, Kab. Kendal. c). Monitoring and evaluating of Qordhul Hasan capital management training. The results show that the level of knowledge and skills of qordhul hasan capital management of micro business actors in Rowosari Village, Kec. Rowosari, Kab. Kendal increases, so that the business performance of micro businesses increases.
Penyuluhan Kemandirian Belajar pada Siswa SMPN 259 Jakarta Oktaviani, Maya; Hasanah, Uswatun; Elmanora, Elmanora
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.191-200

Abstract

Adanya pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap siswa di rumahnya membuat pembelajaran virtual synchronous menjadinya sulit dilakukan secara penuh. Sehingga kemungkinan yang terjadi adalah siswa mengikuti pembelajaran asynchronous yang terdiri dari pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Dengan demikian diperlukan kemampuan siswa untuk mau belajar sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan belajarnya. Sikap tersebut disebut kemandirian belajar. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memunculkan kesadaran pada diri siswa mengenai pentingnya memiliki sikap kemandirian belajar. Bentuk kegiatan ini adalah perencanaan dan penyuluhan. Perencanaan kegiatan meliputi pembuatan buku saku kemandirian belajar dan uji kelayakan buku. Penyuluhan diikuti oleh 43 orang yang terdiri dari siswa dan guru SMPN 259 Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, siswa masih belum memiliki sikap percaya diri, inisiatif, dan motivasi yang tinggi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa, masih banyak siswa yang belum mandiri dalam belajar. Dengan demikian, perlu adanya intervensi dari keluarga dan sekolah untuk menumbuhkan kemandirian belajar pada diri siswa.The Covid-19 pandemic in Indonesia has forced the government to implement a distance learning policy. However, the limited facilities and infrastructure owned by each student at home make virtual synchronous learning challenging. So that the possibility that occurs is that students take part in asynchronous learning, which consists of independent and collaborative learning. Thus, it requires the ability of students to want to learn on their own and be responsible for their learning choices, called self-directed learning. The purpose of implementing this community service activity is to raise awareness in students about the importance of having self-directed learning. The form of this activity is planning and counseling. Planning activities include making a pocketbook about self-directed learning and a book feasibility test. The counseling was attended by 43 people consisting of students and teachers of JHS 259 Jakarta. This activity was carried out in October 2021. Based on observations during the activity, students still did not have the attitude of self-confidence, initiative, and high motivation. Based on the results of interviews conducted with students, many students are still not independent in learning. Thus, there is a need for intervention from families and schools to foster self-directed learning in students.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Memberikan Penyuluhan HIV-AIDS di Puskemas Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Papua Manik, Inggrit Rita Uli; Ruslan, Ruslan; Kakiyai, Wihelmina
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.131-138

Abstract

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS sedangkan AIDS adalah bentuk lanjut dari infeksi HIV. Infeksi HIV pada ibu hamil dapat mengancam kehidupan ibu, serta ibu dapat menularkan virus bagi bayinya. Program PMTC mencegah terjadinya penularan pada perempuan usia produktif. Wilayah Puskemas Biak Kota menyumbang 58 penderita baru dari 124 penderita baru di kabupaten Biak Numfor (Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, 2020). Kader Posyandu adalah kader kesehatan yang dapat menyampaikan pendidikan kesehatan di tengah-tengah masyarakat dan selalu ada bersama ibu dan anak dalam kegiatan Posyandu. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang HIV-AIDS dan ketrampilan kader dalam memberikan penyuluhan HIV-AIDS di Posyandu. Sasaran kegiatan adalah kader Posyandu di wilayah Puskemas Biak Kota. Puskemas Biak Kota mempunyai 21 Posyandu dimana 1 Posyandu di wakili oleh 1 orang. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada kader Posyandu dengan metode ceramah diskusi, brain strorming, pembagian leaflet, simulasi, role play dan pendampingan kader. Hasil kegiatan sebelum pelatihan dilakukan tes pengetahuan didapatkan 4,8% pengetahuan kader dalam kategori baik setelah pelatihan 23,8% pengetahuan kader dalam kategori baik sedangkan dalam pendampingan kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan 38,1% dalam kategori baik. Disarankan kepada mitra untuk melakukan kegiatan pelatihan juga penyegaran secara berkala dan kader yang telah mampu memberikan penyuluhan membantu kader lainnya.HIV or Human Immunodeficiency Virus is the virus that causes AIDS while AIDS is an advanced form of HIV infection. HIV infection in pregnant women can threaten the mother's life, and the mother can transmit the virus to her baby. The PMTC program prevents transmission to women of reproductive age. The Biak City Public Health Center area contributed 58 new patients out of 124 new patients in the Biak Numfor district (Biak Numfor District Health Office, 2020). Posyandu cadres are health cadres who can deliver health education in the midst of the community and are always with mothers and children in Posyandu activities. The purpose of this community service is to increase the knowledge of cadres about HIV-AIDS and the skills of cadres in providing HIV-AIDS counseling at Posyandu. The target of the activity is Posyandu cadres in the Biak City Health Center area. The Biak City Health Center has 21 Posyandu where 1 Posyandu is represented by 1 person. Activities are carried out by providing training to Posyandu cadres using lecture discussion methods, brainstorming, distribution of leaflets, simulations, role play and mentoring of cadres. The results of the activities before the training carried out a knowledge test obtained 4.8% of cadres' knowledge in the good category after training 23.8% of cadres' knowledge was in the good category while in mentoring the ability of cadres to provide counseling 38.1% in the good category. It is suggested to partners to carry out training activities as well as periodic refreshments and cadres who have been able to provide counseling to help other cadres.
Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan melalui Webinar Online untuk Pekerja Outsourcing PT PKSS Banjarmasin Widyati, Listina; Salehah, Muthia; Nasihah, Rofiatun; Komalasari, Shanty; Musfichin, Musfichin
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.201-209

Abstract

Tujuan Webinar ini untuk memberikan edukasi dan solusi kepada para karyawan dan pekerja outsourcing yang bekerja di PT PKSS Banjarmasin tentang bagaimana memaksimalkan motivasi dalam bekerja. Webinar ini dapat mengedukasi para karyawan bagaimana cara menjaga motivasi itu agar tetap stabil dan bahkan terus termotivasi untuk bekerja lebih giat dan memberikan yang terbaik untuk pekerjaannya disamping tujuan pribadinya, bahkan bisa meningkatkan karir dan prestasi masing-masing, tentunya hal ini juga berasal dari dalam diri individu masing-masing. Motivasi yang paling baik adalah berasal dari diri sendiri bagaimana caranya untuk terus termotivasi untuk melakukan sesuatu, menjaga semangat itu, bekerja secara maksimal melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati sehingga hal ini akan mendekatkan pada tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Metode dalam pelaksanaan acara Webinar ini agar menarik minat sasaran adalah dengan cara mengundang beberapa narasumber yang dinilai memiliki berbagai pengalaman di bidang Psikologi terutama motivasi kerja, serta mampu memberikan motivasi kepada peserta Webinar untuk meningkatkan semangat dalam bekerja walaupun di era persaingan dunia kerja yang semakin tinggi. Webinar dilaksanakan pada Sabtu, 20 Agustus 2022, pukul 09.00-11.00 WITA dengan melibatkan pekerja outsourcing PKSS Banjarmasin. Peserta dalam Webinar ini terdiri 86 orang pekerja outsourcing dari berbagai daerah di Banjarmasin, turut pula karyawan di PT PKSS Banjaramasin. Berdasarkan hasil daripada pengabdian masyarakat dalam bentuk Webinar online ini para pekerja outsourcing lebih aktif dan komunikatif terhadap pemateri, para peserta Webinar sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan untuk pemecahan masalah yang dihadapinya, dalam Webinar ini tidak hanya memberikan edukasi saja tetapi para peserta dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Dan setelah Webinar ini pekerja outsourcing dapat langsung menerapkannya dalam kehidupan nyata.The purpose of this Webinar is to provide education and solutions to outsourced employees and workers working at PT PKSS Banjarmasin on how to maximize motivation at work. This Webinar can educate employees on how to maintain that motivation to remain stable and even continue to be motivated to work harder and give the best for their work in addition to their personal goals, and can even improve their respective careers and achievements, of course this also comes from within. each individual. The best motivation is coming from yourself how to keep motivated to do something, keep that spirit, work optimally to do the job with all your heart so that this will bring you closer to the goals you want to achieve. The method in implementing this Webinar event to attract the target's interest is by inviting several resource persons who are considered to have various experiences in the field of Psychology, especially work motivation, and are able to motivate Webinar participants to increase their enthusiasm for work even in the era of increasingly high competition in the world of work. The Webinar will be held on Saturday, August 20, 2022, at 09.00-11.00 WITA by involving outsourced workers from PKSS Banjarmasin. Participants in this Webinar consisted of 86 outsourced workers from various regions in Banjarmasin, as well as employees at PT PKSS Banjarmasin. Based on the results of community service in the form of this online Webinar, outsourcing workers are more active and communicative towards presenters, the Webinar participants are very enthusiastic in asking questions to solve the problems they face, in this Webinar not only providing education but participants can consult directly with experts. And after this Webinar outsourced workers can immediately apply it in real life.
Public Speaking untuk Santri Gerakan Sedekah Sampah di Panti Asuhan Dewi Masyithoh Sabrina, Arini; Pamungkas, Saktiyono Sigit Tri; Tur, Ajar Pradika Ananta
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.139-146

Abstract

Public speaking adalah salah satu kunci keberhasilan dalam mempromosikan atau menggerakkan masyarakat, dalam hal ini adalah para santri Panti Asuhan Dewi Masyithoh (PADIMAS), Kabupaten Pemalang. PADIMAS memiliki program Gerakan Sedekah Sampah yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Meksipun demikian, para santri menghadapi kendala dalam mengomunikasikan program tersebut kepada masyarakat. Pelatihan public speaking ini berfokus pada penyampaian materi tentang bagaimana cara mempersiapkan mental serta tips lainnya saat berbicara di depan umum yang salah satunya adalah berpidato, serta pengayaan ungkapan-ungkapan dalam komunikasi sehari-hari serta pidato menggunakan Bahasa Inggris. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 21 orang baik laki-laki maupun perempuan yang aktif bersekolah mulai dari SMP hingga universitas. Hasilnya adalah peningkatan pengetahuan santri terkait strategi menarik perhatian audiens pada saat public speaking meskipun beberapa pada aspek kepercayaan diri masih belum menunjukkan peningatan yang signifikan dan memerlukan pengamatan lebih mendalam.Public Speaking is one of the keys to success in promoting or organizing the community, in this case, the Dewi Masyithoh Orphanage (PADIMAS), Pemalang Regency. The student of PADIMAS has a program, Garbage Alms Movement (Gerakan Sedekah Sampah), which has an excellent environmental impact. Despite this, the students needed help communicating the program effectively to the community. This training focused on delivering materials like how to prepare mentally and other tips when conducting public speaking, one of which is giving a speech, as well as enriching expressions in daily communication and speech using English. The result is a rise in students' knowledge of techniques for attracting an audience's attention during public speaking; some aspects of self-confidence have yet to improve significantly and require more investigation.
Pelatihan Penetapan Harga Produk dan Jasa Sesuai dengan Persepsi Konsumen Pratomo, Luki Adiati; Sari, Wahyuni Rusliyana; Mayasari, Mayasari; Ibrahim, Harsha Danya
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.2.210-219

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia selama dua tahun terakhir, menyebabkan banyak kerugian. Salah satunya adalah usaha kecil dan mikro yang harus bertahan hidup. Walaupun biasanya UKM merupakan salah satu usaha yang paling tahan banting, tetapi COVID-19 lebih sulit dihadapi.  Setelah varian Delta yang mematikan, akhirnya bulan September 2021, penularan COVID-19 mulai menurun, sehingga level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai menurun. Kondisi ini yang menjadi latar belakang dibuatnya kegiatan ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penetapan harga produk dan jasa sesuai dengan persepsi konsumen. Metode pelatihan ini adalah penyuluhan yang diikuti oleh 16 mahasiswa yang kuliah di Sekolah Kewirausahaan Bina Amanah Cordova (SKBAC) terdiri dari lulusan SMA dan pengusaha UKM. Hasil dari pelatihan ini terdiri dari tiga hal, yaitu dari peserta, komunitas, dan pelaksana. Peserta mendapatkan ilmu bagaimana caranya menetapkan harga produk dan jasa. Komunitas sebagai wadah untuk transfer ilmu dari institusi kepada mahasiswa di acara yang tepat. Pelaksana mampu merealisasikan salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi. The COVID-19 pandemic that has swept across the world over the past two years has caused a lot of losses. One of them is SMEs that have to survive. Although SMEs are usually one of the most resilient businesses, COVID-19 is more difficult to deal with. After the deadly Delta variant, finally, in September 2021, the transmission of COVID-19 began to decline, so the PPKM level began to fall, and business activities began to show. This condition inspired this activity. This community service aims to provide training in determining product and service prices according to consumer perceptions. This training method is counseling which was attended by 16 students studying at the Bina Amanah Cordova Entrepreneurship School (SKBAC), consisting of high school graduates and SME entrepreneurs. The results of this training consist of three things, namely from participants, community and implementers. Participants gain knowledge on how to set prices for products and services. Community as a forum for transferring knowledge from institutions to students at the right time. The implementer is able to realize one of the tasks of the Tridharma of Higher Education.

Page 1 of 2 | Total Record : 13