Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2019)"
:
8 Documents
clear
ANALISIS DAMPAK PENINGKATAN KAPASITAS BRODO FOOTWEAR TERHADAP BIAYA RELEVAN DAN UTILITAS STATION KERJA DI CV MARASABESSY DENGAN MODEL SIMULASI KEJADIAN DISKRIT
Mulyani, Mulyani;
Santosa, Alam
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.459 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1723
Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan solusi untuk peningkatan kapasitas produksi dengan melihat dampak terhadap biaya relevan dan utilitas station kerja. Alternatif solusi dikembangkan melalui eksperimen terhadap model simulasi sistem produksi perusahaan menggunakan metode simulasi kejadian diskrit, dengan tahapan mengidentifikasi data struktur dan data numerik, membuat model, melakukan eksperimen, dan menyajikan hasil analisis. Pada tahap eksperimen didapatkan 11 skenario yang mungkin diterapkan oleh perusahaan dengan kommbinasi penambahan jam kerja dan perbaikan tata letak pabrik. Hasil yang diperoleh pada model aktual adalah 81 pasang/hari, jumlah ini dibawah permintaan perhari, solusi yang diterapkan perusahaan adalah menambah jam lembur. Hasil eksperimen pada skenario 3 sampai 8 diperoleh hasil produksi 80 sampai 103 pasang/hari, ini menunjukan peningkatan dari model aktual namun masih dibawah permintaan 100 pasang/hari, sedangkan hasil pada skenario 9 sampai 11 diperoleh hasil produksi 155 sampai 159 pasang/hari, ini menunjukan bahwa jumlah produk sudah diatas permintaan. Setiap skenario tersebut dapat digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi permintaan yang berfluktuasi. Disimpulkan bahwa jika permintaan kurang dari 80 pasang, perusahaan dapat menggunakan model aktual dengan hasil 81 pasang/hari dan biaya Rp. 32.000 per pasang sedangkan permintaan antara 82 – 106, direkomendasikan menggunakan skenario 3 dengan hasil 106 pasang/hari denganbiaya Rp. 44.908/pasang, dan jika permintaan lebih dari 106 perusahaan dapat menggunakan skenario 9 dengan hasil 155 pasang/hari dan biaya Rp. 32.000. Utilitas stasiun kerja pada setiap skenario berkisar 26% hingga 89%.
APLIKASI METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA PELAYANAN KANTIN UNIKOM
Robecca, Julian;
Pasaribu, Maya Veby Damayanti;
Latifah, Anissa Nurul;
Alfesa, Williana;
Sitompul, Christin Putri R
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1066.105 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1726
Kualitas pelayanan merupakan suatu fenomena yang unik, sebab dimensi dan indikatornya berbeda diantara orang-orang yang terlibat dalam pelayanan. (Tjiptono F & Diana. A, 2003). Kantin UNIKOM sebagai salah satu jasa tempat makan bagi mahasiswa. Hasil survei membuktikan bahwa saat ini kondisi kantin terlihat sepi dan kurang menarik pengunjung. Kebanyakan mahasiswa lebih memilih untuk makan ditempat lain dibandingkan untuk makan di kantin. Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas peneliti melakukan penelitian Analisis Kepuasan Mahasiswa Unikom Terhadap Pelayanan Kantin Unikom. Service Quality merupakan dimensi kualitas jasa yang terdiri dari tangibles, reliability, responsiveness, assurance , dan emphaty. (Griffin, A. & Hauser, 1993). Konsep dasar QFD sebenarnya adalah suatu cara pendekatan untuk mendesain produk agar dapat memenuhi keinginan konsumen. QFD bermula dari suara pelanggan (Bradbury, 2004). Terdapat model mengidentifikasikan penyebab ketidakberhasilan penyampaian jasa dengan menggunakan model gap 5 yaitu Gap dalam pelayanan yang dirasakan adalah perbedaan persepsi antara jasa yang dirasakan dengan jasa yang diharapkan oleh pelanggan. Data costumer needs diperoleh melalui wawancara langsung dengan 40 responden dari kalangan mahasiswa UNIKOM. Diperoleh hasil wawancara terdapat 39 pernyataan costumer needs. Dengan mengukur tingkat kepentingan dan kepuasan untuk memperoleh tingkat kesenjangan (gap). Rata-rata nilai kesenjangan sebesar – 0.82, bernilai negatif artinya kepuasan pelanggan belum memenuhi kepentingan yang diinginkan. Pernyataan yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki adalah pernyataan yang memiliki tingkat kesenjangan yang paling besar. Untuk setiap pernyataan memiliki tingkat kuadran importance. Kuadran satu menjadi prioritas utama yang harus segera diperebaiki. Usulan yang diberikan yaitu harus meningkatkan fasilitas yang telah tersedia, menetapkan aturan dan variasi menu minuman diperbanyak.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MIE INSTAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS MARKOV
Anthara, Made Aryantha
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (700.089 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1728
Persediaan merupakan suatu masalah yang harus dikendalikan. Persedian barang di toko untuk penjualan ataupun persediaan bahan baku untuk produksi. Banyak toko ataupun perusahaan yang tidak melakukan proses pengendalian masalah dengan baik dalam pengelolaan persediaan. Persediaan barang sangat diperlukan karena pengadaan barang dibutuhkan waktu untuk proses pemesanaan atau pembelian.Persediaan suatu barang di toko, menjadi salah satu hal yang dapat menpengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Jika produk yang dibutuhkan tidak tersedia atau stoknya habis, maka hal ini bisa membuat konsumen untuk beralih ke produk sejenis namun dengan merk yang berbeda Produk yang dijadikan objek penelitian adalah produk mie instan yang banyak beredar di pasaran. Dasar pemilihan produk ini adalah dikatenakan produk ini banyak ditemukan di pasaran dan konsumennya dapat dikatakan banyak. Ada tiga merk mie instan yang akan dianalisis dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini juga akan diketahui bagaimana perilaku konsumen terhadap pemenuhan kebutuhan mie instan dalam satu periode tertentu. Untuk merencakan persediaan di toko diperlukan suatu metode, salah satu metode yang dapat dipakai yaitu rantai markov. Rantai markov (markov chain) dikembangkan oleh seorang ahli Rusia A.A. Markov pada tahun 1896 dimana merupakan suatu metode yang mempelajari sifat-sifat suatu variabel pada masa sekarang yang didasarkan pada sifat-sifatnya di masa lalu dalam usaha menaksir sifat-sifat variabel tersebut dimasa yang akan datang. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa perpindahan terbesar untuk pembelian mie instan terjadi pada konsumen Sarimi yang berpindah untuk membeli mie instan merk Indomie yaitu sebesar 83% sedangkan untuk kondisi steady state diperoleh bahwa konsumen akan tetap dalam pilihan membeli satu merk mie instan terdapat pada bulan ke -4
ANALISIS POSTUR ATAU POSISI TUBUH MANUSIA MENGGUNAKAN TABEL NORDIC PADA PEKERJA BANGUNAN
Haryanto, Handi;
Henny, Henny
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.88 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1731
Manusia merupakan kajian utama dalam ilmu ergonomi, karena dalam melakukan pekerjaanya manusia mempunyai batasan-batasan tertentu. Oleh sebab itulah kita perlu mengetahui keterbatasan serta kemampuan yang manusia miliki untuk dapat ditinjau lebih lanjut agar dalam pelaksanaan kerja nantinya tidak terjadi accident maupun hal-hal buruk yang akan menimpa manusia dengan keterbatasannya . Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah salah satu kemungkinan terburuk yang dialami oleh manusia terutama pada mereka yang melakukan pekerjaanya secara manual ini akan lebih besar mengalami kemungkinan Musculoskeletal disorders. Musculoskeletal disorders adalah gangguan pada sistem muskuloskeletal yang dapat disebabkan atau diperburuk oleh pekerjaan dan performansi kerja seperti postur tubuh tidak alamiah, beban, durasi, frekuensi serta faktor individu (usia, masa kerja, kebiasaan merokok). Penelitian awal terhadap gejala WMSDs dilakukan dengan metode analitik yaitu dengan menggunakan kuesioner Nordic body map, melakuakan wawancara dan pengambilan gambar pada posisi pekerja dalam keadaan yang tidak ergonomis. Penelitian dilakukan pada 10 orang pekerja bangunan. Selanjutnya dilakukan pengukuran postur kerja dengan metode RULA atau REBA ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya dalam melakukan aktivitasnya. Pada hasil kuesioner Nordic body map, keluhan terbesar yang dialami oleh para pekerja bangunan adalah bagian punggung yaitu sebayak 10, terutama pada bagian punggung bagian atas terdapat 9 responden atau 9%. Dalam hasil kuesioner Nordic body map juga didapat informasi usia para pekerja bangunan yang sudah melebihi 30 sebanyak 9 atau 90%, jenis kelamin dari 10 responden semuanya merupakan laki-laki dan dari 10 responden juga menunjukan untuk mengatasi ketidak nyamanan atau keluhanya 100% tidak menggunakan jasa pisotrafi dan juga dokter atau masih menggunakan obat-obatan dan juga panti pijat. Maka dengan hasil yang didapatkan dari kuesioner Nordic body map, metode RULA dipakai untuk mengetahui seberapa besar resiko bahayanya, adapun hasil dari perhitungan RULA dari 10 reponden dengan resiko minimal 20%, mendapatkan nilai resiko sedang 30% dan yang nilai resiko tinggi 50%.
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS LANTAI PRODUKSI MENGGUNAKAN ALGORITMA CRAFT DI PABRIK ALUMUNIUM SUPER (CAP KOMODO)
Andriani, Diana;
Maskur, Agung Arief
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1065.269 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1732
Perancangan tata letak fasilitas lantai produksi dalam penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan di lantai produksi yaitu letak departemen satu dengan departemen lainnya yang letaknya berjauhan berdasarkan aliran produksi. Departemen tersebut yaitu receiving dengan peleburan dan pengikiran dengan perakitan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini yaitu Algoritma CRAFT. Metode ini dipilih karena dapat melakukan pertukaran antar departmen dan melakukan pemindahan departemen sehingga departemen yang bejauhan dapat kembali berdekatan. Selain itu juga adanya departemen yang fix atau tidak dapat dipindahkan. Departemen fix tersebut yaitu peleburan dan gudang bahan jadi (shipping). Hasil yang diperoleh setelah dilakukan perbaikan pada tata letak lantai produksi menggunakan algoritma CRAFT dengan bantuan software WINQSB di Pabrik Alumunium Super (Cap Komodo yaitu permutasi yang menghasilkan 233 pilihan alternatif layout usulan. Layout yang terpilih menghasilkan tata letak yang sama yaitu pada layout 1, 8, 9, 30, 31 dan 83. Layout ini menghasilkan tata letak departemen bahan baku (receiving) yang menjadi berdekatan dengan peleburan serta lokasi pengikiran yang menjadi berdekatan dengan perakitan. Total Ongkos Material Handling awal yaitu Rp 5960,77, maka total Ongkos Material Handling layout usulan CRAFT lebih rendah yaitu dengan total sebesar Rp 4021,68 per satu kali frekuensi perpindahan material.
USULAN PENJADWALAN PERGANTIAN KOMPONEN PADA MESIN FILLING MULTILINE MENGGUNAKAN MODEL AGE REPLACEMENT DAN BLOCK REPLACEMENT DI PT IKAFOOD PUTRAMAS
Sianturi, Gabriel;
Imaduddin, Azka Fauzan Hafizh
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1300.571 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1735
Pada zaman sekarang, penggunaan mesin pada perusahaan sudah banyak diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Hal tersebut dilakukan perusahaan agar produknya dapat bersaing serta dapat memenuhi kebutuhan pasar. Kelancaran suatu proses produksi sangatlah bergantung pada baik atau tidaknya kondisi mesin yang akan digunakan. Salah satu hambatan pada mesin salah satunya ada di bagian komponen yang mengalami kerusakan sehingga mesin tidak dapat bekerja dengan baik. PT. IKAFOOD PUTRAMAS merupakan suatu perusahaan yang memproduksi bumbu-bumbu masakan dan macam-macam saus. Pada bagian proses filling, PT. IKAFOOD PUTRAMAS sudah menggunakan mesin otomatis yaitu mesin filling multiline. PT. IKAFOOD PUTRAMAS saat ini tidak mempunyai jadwal pergantian khusus untuk suatu komponen, maka dari itu penggantian komponen hanya dilakukan saat terjadinya kerusakan pada komponen tersebut. Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya kerusakan komponen saat sedang digunakan yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas dari produk yang dihasilkan. Penjadwalan pergantian komponen merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalah tersebut. Jadwal pergantian komponen dapat dicari menggunakan model age replacement dan block replacement. Model pergantian ini berguna untuk menentukan interval waktu penggantian komponen berdasarkan data histori kerusakan yang telah terjadi. Hasil dari penelitian adalah komponen seal piston mempunyai interval waktu pergantian selama lima hari sekali dengan biaya pergantian Rp. 20.740 untuk age replacement dan lima hari sekali dengan biaya pergantian Rp. 20.015 untuk block replacement. Komponen lainnya adalah heater horizontal mempunyai interval waktu pergantian selama 47 hari sekali dengan biaya pergantian Rp. 401.239 untuk age replacement dan 48 hari sekali dengan biaya pergantian Rp. 405.696 untuk block replacement.
PERHITUNGAN WAKTU BAKU DAN SIMULASI ALIRAN PROSES PRODUK SPARE PART DI CV. GRAND MANUFACTURING INDONESIA
Riyanto, Agus;
Sofyan, Dilan Ramadhan
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1240.102 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1736
Grand Manufacturing Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi produk spare part yang dihasilkan dengan berbagai macam produk spare part kendaraan roda dua. Perusahaan sangat membutuhkan adanya pengukuran waktu kerja yang tepat untuk menargetkan produksi yang dapat dijadikan salah satu tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan akan menghadapi persoalan yang berhubungan dengan pencapaian permintaan konsumen agar terpenuhi, terkadang target yang ditetapkan tidak dapat terpenuhi karena kurang sesuai. Ketidakpastian waktu kerja yang berakibat tidak pastimya produk yang dihasilkan oleh perusahaan untuk memenuhi pemintaan, sedangkan konsumen meminta perusahaan memasok produk sekali pengiriman 3000-4000 per minggu terkadang delapan hari baru terkirim dikarena belum mencapai target. Agar mendapatkan waktu yang sangat efektif dan efesien terhadap perusahaan. Dalam penelitian ini pengukuran dengan metode work sampling digunakan untuk menghitung waktu baku, dan untuk menentukan faktor penyesuaian digunakan secara objektif. Beberapa langkah untuk memperoleh waktu baku dari satu siklus dari proses pembuatan saringan oli melakukan pengukuran, penentuan faktor kelonggaran dan menghitung waktu siklus serta waktu normal. yang dihasilkan operator serta waktu penyesuaian selama waktu operator bekerja dan waktu baku dari setiap operasiâ€kerja. Hasil penelitian menunjukan waktuâ€bakuâ€totalâ€adalah 198,77â€detikâ€(3,31menit). Hasil untukâ€simulasi dari â€promodel â€menujukan †produk yang dihasilkan adalah 373 perhari sedangkan target perusahan dalam satu minggu 3000-4000 satu kali pengiriman sehingaa tidak bisa memenuhi waktu yang ditetapkan oleh konsumen. Perusahan harus segera†mengambil keputusan†untuk†memperbaiki†lantai produksiâ€danâ€adanya evaluasi kerjaâ€operator agarâ€targetâ€produksi tercapai.
PENGEMBANGAN FASILITAS LISTRIK MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DI PT PLN (PERSERO) RAYON SIAK
Andriana, Iyan;
Alfesa, Williana
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1023.865 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v7i1.1737
PLN Rayon Siak merupakan perusahaan jasa yang memiliki peranan untuk melayani masyarakat, terutama yang berada di Kabupaten Siak. Kendala yang dihadapi PLN dalam proses melayani masyarakat diantaranya adalah masih kurangnya fasilitas listrik yang memadai. Fasilitas listrik yang terdapat di PLN diantaranya meliputi fasilitas pelayanan dan fasilitas jaringan listrik. Dalam melayani masyarakat, PLN harus meningkatkan atau mengembangkan fasilitas dari beberapa pilihan alternatif yang ada agar dapat menjadi lebih baik. Kemungkinan pilihan alternatif dalam mengembangkan fasilitas listrik ini diantaranya adalah dengan membangun posko pelayanan, pembangkit PLTMG dan Gardu Induk (GI). Metode yang dapat membantu mempermudah dalam menentukan pilihan alternatif dari permasalahan yang ada yaitu adalah menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Metode AHP merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan pilihan alternatif terbaik dari sebuah permasalahan yang tidak terstruktur dan atau semi terstruktur. Metode ini memiliki peran sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk memilih alternatif atau solusi dengan lebih cepat. Permasalahan yang terdapat dalam pengembangan fasilitas listrik ini merupakan permasalahan yang tidak terstruktur. Metode AHP sangat cocok digunakan dalam pengambilan keputusan pada permasalahan pengembangan fasilitas listrik. Pengambilan keputusan adalah tahapan dalam pemilihan alternatif pengembangan fasilitas pelayanan dan jaringan listrik. Hasil pengolahan data yang dilakukan diperolehlah pilihan alternatif terbaik yaitu membangun posko dengan persentasi 71,58%, PLTMG dengan persentasi16,42% kemudian gardu induk dengan persentasi 11,99%. Hasil akhir menggunakan metode AHP menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas sebaiknya dilaksanakan terlebih dahulu adalah membangun posko karena memiliki persentasi tertinggi.