Industrial Engineering Journal (IEJ)
Industrial Engineering Journal established to provide space publish, place for share of the new findings from research results of researchers, academics, scientists, and practitioners who related with the scope of Economics, management, business, global economics, global business, industrial, organization, finance Investment, marketing, and managerial.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2018)"
:
8 Documents
clear
Optimisasi Pengendalian Persediaan dengan Menggunakan Pendekatan Teori Wilson
Basuki Basuki
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.290
Persediaan merupakan sumber daya yang mengganggur, bahkan dalam lean manufacturing, persediaan merupakan salah satu bentuk pemborosan, sehingga keberadaannya perlu dikendalikan. Karena jika terjadi kelebihan persediaan akan mengakibatkan biaya simpan yang berlebih dan sebaliknya jika terjadi kekurangan akan mengganggu proses berikutnya atau pelanggan akan komplain dan kecewa. Teori Wilson merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran lot pemesanan yang ekonomis untuk permintaan barang yang bersifat deterministik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah pemesanan yang paling ekonomis, menentukan periode waktu pemesanan kembali dan jumlah biaya persediaan yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan di sebuah Toko-X yang menjual tabung gas elpiji ukuran 3kg yang terletak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah: 1) data penjualan selama empat tahun terakhir; 2) harga produk; 3) biaya pemesanan; dan 4) diskonto. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelusuran dokumen perusahaan, wawancara dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan dengan metode Wilson melalui formulasi model matematis dan solusi model. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah pemesanan produk yang ekonomis adalah 240 tabung untuk setiap kali pemesanan. Periode waktu pemesanan kembali adalah setiap 21 hari sekali. Biaya total pengadaan produk adalah sebesar Rp 67.107.517 selama tahun 2018.
Perbandingan Break Even Point (BEP) Antara Rencana dan Realisasi Project Customer’s Price dengan Analisis Sensitivitas di Perusahaan Manufaktur
M Hudori
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.295
Penetapan harga merupakan awal mula terbentuknya suatu kesepakatan antara kedua belah pihak (customer dan supplier). Salah satu teknik analisis biaya, harga jual, dan quantity adalah analisis titik impas (break even point atau BEP), yang merupakan keadaan di mana suatu perusahaan dalam melakukan penjualan tidak memperoleh keuntungan atau laba dan tidak menderita kerugian atau rugi. Penelitian ini dilakukan disebuah industri manufaktur yang memproduksi spare part otomotif yang terletak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan adalah: 1) data project customer; 2) harga awal mesin; 3) variable cost; 4) harga jual produk; 5) standard time, jam kerja dan hari kerja; dan 6) tingkat inflasi dan suku bunga SBI. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penelusuran dokumen perusahaan, wawancara dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan dengan metode BEP dan analisis sensitivitas. Hasilnya adalah bahwa harga jual akan mengalami kenaikan jika kondisi MARR normal dan BEP turun atau kondisi MARR naik dan BEP tetap. Harga jual dapat diturunkan jika kondisi MARR normal dan BEP naik atau kondisi MARR turun dan BEP tetap. Akan tetapi, jika MARR dan BEP mengalami perubahan secara bersamaan, maka penyesuaian harga jual produk bersifat relatif, tergantung kepada tingkat kenaikan ataupun penurunan keduanya.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja serta Dampaknya pada Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Kasus di BAWASLU Pusat)
Fery Yanuar Martedy
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.291
Keberhasilan suatu organisasi dalam menjalankan kegiatannya tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penanganan berbagai masalah yang terjadi di sumber daya manusia diperlukan ditangani dengan cepat agar tujuan organisasi dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja, dan pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di Sekretariat Jendral Badan Pengawas Pemilu Pusat. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai di Sekretariat Jendral Bawaslu Pusat yang berjumlah 329 orang diambil sampel 120 orang dengan menggunakan metode stratified random sampling Penelitian ini terdiri dari atas dua variabel eksogen (independent variable) yaitu Budaya organisasi dan Gaya kepemimpinan, satu variebal moderator yaitu Motivasi kerja, dan satu variabel endogen (dependent variable) yaitu kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan software SPSS versi 22.0 dan SmartPLS versi 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap Motivasi kerja maupun kepuasan kerja. Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Motivasi kerja maupun Kepuasan kerja, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Motivasi kerja. Motivasi kerja sebagai moderasi hubungan antara Budaya organisasi dan Gaya kepemimpinan dengan Kepuasan kerja berpengaruh signifikan.
Pengaruh Remunerasi dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Sekretariat Utama Perpustakaan Nasional
Kusmeri Kusmeri
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.296
Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia sampai saat ini dipandang masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang lebih maju. Penerapan tunjangan kinerja berupa pemberian remunerasi, merupakan upaya Pemerintah untuk meningkatkan kinerja aparatur. Kepuasan kerja juga merupakan salah satu faktor penentu tinggi dan rendahnya kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh remunerasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai di Sekretariat Utama Perpustakaan Nasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ASN pada Sekretariat Utama Perpustakaan Nasional berjumlah 149 orang diambil sampel 80 orang dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu quota sampling. Penelitian ini terdiri dari atas dua variabel eksogen (independent variable) yaitu remunerasi dan kepuasan kerja, satu variebal moderator yaitu komitmen organisasi, dan satu variabel endogen (dependent variable) yaitu kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode Variance-based SEM atau Partial Least Square (SEM-PLS) yang dilakukan dengan program WarpPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remunerasi maupun kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi maupun kinerja pegawai. Komitmen organisasi sebagai moderasi hubungan antara remunerasi dan kepuasan kerja dengan kinerja pegawai berpengaruh signifikan, sehingga apabila pegawai mendapatkan kenaikan remunerasi dan peningkatan kepuasan kerja, maka diprediksi akan meningkatkan komitmen organisasi dan kinerja pegawai.
Analisis Pengukuran Produktivitas dengan Metode Marvien E. Mundel di Lembaga Zakat Kota Lhokseumawe
Anwar Anwar;
Ardiansyah Nasution
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.292
Istilah produktivitas semakin sering dibicarakan orang. Namun banyak yang belum menyadari arti istilah tersebut, apalagi mengetahui pentingnya produktivitas. Produktivitas dapat diartikan sebagai campuran (compound) dari produksi dan aktivitas, dimana daya produksi sebagai penyebabnya dan produktivitas mengukur hasil dari daya produksi tersebut. Apabila ukuran keberhasilan produksi hanya dipandang dari sisi output saja, maka produktivitas dipandang dari dua sisi sekaligus, yaitu sisi input dan sisi output. Pada dasarnya model mundel merupakan pengukuran yang berdasarkan konsep-konsep menajemen industri dan keilmuan teknik. Model ini mensyaratkan bahwa perusahaan yang akan di ukur mempunyai waktu standar untuk operasi. Metode Marvin E Mundel menghitung produktivitas total setiap periode pengukuran, dengan membandingkan nilai Output Partial dengan nilai Input Partial. Sedangkan variabel output dan input yang akan diteliti dalam badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe antara lain: Output berupa jumlah penerimaan masyarakat (pembayaran zakat kepada masyarakat) sedangkan Input berupa peralatan kerja (nilai aset), material (masukan zakat), biaya tenaga kerja (gaji pokok karyawan), biaya energi (biaya listrik,genset) dan biaya perawatan peralatan kerja serta jumlah hari kerja.
Analisis Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Berdasarkan Metode Work Load Analysis Dan Work Force Analysis
Amri, Amri;
Irwansyah, Devi;
Yulisa, Yulisa
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.297
UD. Bungong Rauza merupakan salah satu industri souvenir bordiran tas Aceh yang berlokasi di Desa Ule Madon, Kec. Muara Batu, Kab. Aceh Utara. Jumlah tenaga kerja 25 orang dengan permintaan atas produk 700 perbulan. Penelitan bertujuan untuk menetukan jumlah tenaga yang optimal menggunakan metode Work Load Analysis dan Work Force Analysis. Work Load Analysis digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja berdasarkan jumlah jam kerja yang dibutuhkan pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Metode Work Force Analysis digunakan untuk menentukan jumlah tenaga kerja dengan mempertimbangkan tingkat absensi dan perputaran kerja karyawan. Hasil WLA menunjukkan tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 24 orang dengan jumlah karyawan sekarang 25 orang. Hasil metode WFA menunjukkan perlu adanya penambahan tenaga kerja sebanak 3 orang. Berdasarkan perhitungan WLA dan WFA perlu adanya perubahan tenaga kerja di setiap stasiun kerja, di bagian pembuatan pola perlu penambahan 5 orang tenaga kerja, di bagian membordir diatas pola perlu penambahan 3 orang tenaga kerja, bagian melapisi hasil bordiran penambahan tenaga kerja 1 orang, bagian merangkai menjadi bentuk tas perlu pengurangan jumlah tenaga kerja sebanyak 6 orang.
Penentuan Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan Menggunakan Metode TOPSIS dan Klasifikasi Naive Bayes
Muhammad Nur;
Ratna Putri Lestari
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.293
Karyawan di PT. Asia Forestama Raya masih ada yang belum termotivasi, hal ini terlihat pada setiap tahunnya jumlah karyawan di bagian plywood line semakin berkurang. Metode yang digunakan adalah TOPSIS dan Klasifikasi Naive Bayes. Hasil perhitungan TOPSIS menunjukkan bahwa departemen sander sebagai alternatif terpilih yang motivasi karyawannya kurang dalam bekerja dengan nilai preferensi 0,667. Sedangkan hasil pembobotan naive bayes pada departemen sander, faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan yaitu faktor kepemimpinan dengan nilai probabilitas Ya sebesar 0,48 dan nilai probabilitas Tidak sebesar 0. Analisa usulan perbaikan yang diusulkan untuk faktor reward dengan sistem penghargaan liburan atau study tour, faktor gaji dengan sistem premi, sedangkan faktor kepemimpinan dengan mengkombinasikan jenis kepemimpinan transformational dan transaksional
Peramalan Kebutuhan Klorin (Cl2) Pada Bagian Produksi Di PT Pupuk Iskandar Muda
Diana Khairani Sofyan
Industrial Engineering Journal Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v7i1.294
Kegiatan peramalan merupakan salah satu usaha perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis kelangsungan usaha, baik peramalan permintaan ataupun peramalan produksi. Keberhasilan yang dicerminkan oleh kemampuan perencanaan dalam manajemen untuk memanfaatkan peluang secara optimal sehingga dapat menghasilkan penjualan dan laba sesuai dengan yang diharapkan serta untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Dengan itu naik turunnya penjualan yang dicapai dapat dipergunakan sebagai alat ukur maju mundurnya suatu usaha. PT Pupuk Iskandar Muda adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang Industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea dan amoniak. Dimana dalam pengolahan produk-produk tersebut terbagi menjadi beberapa unit pendukung yaitu, unit utilitas, unit amoniak, dan unit urea. Penelitian dilakukan pada bagian produksi yaitu melakukan peramalan mengenai kebutuhan dari penggunaan Klorin (Cl2) pada proses pengolahan air di unit utility. Penggunaan Klorin (Cl2) merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk diperhatikan karna pada utility ada proses klorinasi yaitu merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Metode penelitan menggunakan metode peramalan dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan penggunaan Klorin (Cl2) menggunakan metode kuadratis sebesar 1334589 Kg, metode eksponensial sebesar 24310 Kg, metode siklis 2425076 sebesar. Metode peramalan yang terbaik dari tiga metode yang digunakan dengan tingkat kesalahan terkecil adalah metode eksponensial dengan uji kesalahan dari metode terbaik yaitu metode eksponensial menggunakan parameter Standart Error Of Estimate (SEE) sebesar 24310 KgKegiatan peramalan merupakan salah satu usaha perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis kelangsungan usaha, baik peramalan permintaan ataupun peramalan produksi. Keberhasilan yang dicerminkan oleh kemampuan perencanaan dalam manajemen untuk memanfaatkan peluang secara optimal sehingga dapat menghasilkan penjualan dan laba sesuai dengan yang diharapkan serta untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Dengan itu naik turunnya penjualan yang dicapai dapat dipergunakan sebagai alat ukur maju mundurnya suatu usaha. PT Pupuk Iskandar Muda adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang Industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea dan amoniak. Dimana dalam pengolahan produk-produk tersebut terbagi menjadi beberapa unit pendukung yaitu, unit utilitas, unit amoniak, dan unit urea. Penelitian dilakukan pada bagian produksi yaitu melakukan peramalan mengenai kebutuhan dari penggunaan Klorin (Cl2) pada proses pengolahan air di unit utility. Penggunaan Klorin (Cl2) merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk diperhatikan karna pada utility ada proses klorinasi yaitu merupakan salah satu bentuk pengolahan air yang bertujuan untuk membunuh kuman dan mengoksidasi bahan-bahan kimia dalam air. Metode penelitan menggunakan metode peramalan dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa peramalan penggunaan Klorin (Cl2) menggunakan metode kuadratis sebesar 1334589 Kg, metode eksponensial sebesar 24310 Kg, metode siklis 2425076 sebesar. Metode peramalan yang terbaik dari tiga metode yang digunakan dengan tingkat kesalahan terkecil adalah metode eksponensial dengan uji kesalahan dari metode terbaik yaitu metode eksponensial menggunakan parameter Standart Error Of Estimate (SEE) sebesar 24310 Kg