Cognicia
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Articles
29 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2013)"
:
29 Documents
clear
ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA PERAWAT
Pramitasari, Riska Eriyana
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1651
Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) merupakan perilaku diluar deskripsi kerja yang telah ditentukan perusahaan, namun memiliki dampak yang baik bagi perusahaan. Rumah Sakit sebagai instansi yang mengedepankan pelayanan jasa membutuhkan peran yang optimal dari perawat oleh karena itu sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) pada perawat di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ) yang dibuat oleh Dwi Suhartiningsih. Dalam penelitian ini populasinya seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dr.R. Soedarsono. Jumlah subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat yang memiliki OCB dalam kategori rendah sebanyak 44 perawat ( 56.4% ), sedangkan yang memiliki kategori tinggi sebanyak 34 perawat ( 43.6%). Dengan demikian dapat disimpulkan OCB pada perawat di Rumah Sakit Dr.R.soedarsono dalam kategori rendahKata kunci: Organizational Citizenship Behaviors ( OCB ), perawat
MOTIVASI BERJILBAB PADA GAYA HIDUP ANAK REMAJA ISLAMI
Sudjiwanati, Sudjiwanati
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1674
Fenomena berjilbab pada anak remaja merupakan suatu model pakaian dan kewajiban kaum muslimah,.untuk menutupi aurat. Kewajiban berjilbab pada anak remaja dapat memotivasi dalam berpartisipasi sosial menjadi wanita Islami. Dibuktikan dengan hasil penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi memakai jilbab terhadap gaya hidup anak remaja dengan metode analisis data menggunakan analisis faktor dan analisis regresi. Hasil analisis data bahwa variabeb motivasi memakai jilbab thitung sebesar 6.006 dengan signifikansi t sebesar 0,000, karena thitung lebih besar ttabel (6.006>2.048) atau signifikansi t lebih kecil dari 5% (0,000<0,05), maka disimpulkan bahwa motivasi memakai jilbab berpengaruh signifikan terhadap variabel Gaya Hidup anak remajaKata kunci: Motivasi, gaya hidup, remaja islami The phenomenon of veiling in adolescents is an underwear model and obligations of the Muslim,. To cover nakedness. Liabilities covered in adolescents can motivate the women's social participation became Islamic. Evidenced by the results of the study in order to determine the effect of motivation to wear the veil against adolescent lifestyle to the method of data analysis using factor analysis and regression analysis. The results of the data analysis that variabeb motivation for wearing the hijab thitung 6006 with a significance of 0.000 t, for greater thitung ttable (6006> 2048) or the significance of t less than 5% (0.000 <0.05), it was concluded that wearing the veil affect motivation significant variables Lifestyle teenager. Keyword: Motivation, lifestyle, teens Islamic Fenomena berjilbab
BELIEF PADA REMAJA PENYALAHGUNA ALKOHOL
Emqi, Zahrah Humaidah
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1638
Belief merupakan seperangkat keyakinan, pandangan, dan penilaian individu terhadap suatu peristiwa atau perilaku. Belief merupakan dasar penggerak seseorang dalam berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui belief pada remaja penyalahguna alkohol. Subjek penelitian adalah 2 orang remaja berusia 14 dan 15 tahun yang merupakan penyalahguna alkohol dimana perilaku penyalahagunaan alkoholnya berada dalam tahap sosial dan tahap instrumental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara semi terstruktur. Analisis data pada penelitian ini yaitu menelaah seluruh hasil wawancara yang telah dikumpulkan, mereduksi data, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan diketahui bahwa faktor penggerak subjek dalam melakukan penyalahgunaan alkohol adalah adanya belief akan harapan-harapan yang dimiliki subjek. Subjek meyakini bahwa perilaku penyalahgunaan alkohol akan mampu memenuhi harapan-harapan mereka. Belief yang dimilki subjek mencakup behavioral belief, normative belief, dan control belief. Belief subjek mengenai perilaku penyalahgunaan alkohol cenderung bersifat irasional, sehingga memunculkan dampak perilaku yang tidak produktif.Kata kunci: Belief, perilaku penyalahgunaan alkohol, remaja
SUBJECTIVE WELL BEING DITINJAU DARI FAKTOR DEMOGRAFI (STATUS PERNIKAHAN, JENIS KELAMIN, PENDAPATAN)
Ningsih, Didin Agustin
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1662
Subjective Well Being (SWB) merupakan penilaian umum atas emosi positif dan negatif (afektif) dan kepuasan hidup (kognitif) seseorang terhadap keseluruhan kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi (status pernikahan, jenis kelamin dan pendapatan). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan dilaksanakan kota Malang. Sampel penelitian ini adalah dewasa muda usia 18-40 tahun telah bekerja baik yang sudah menikah atau belum menikah dengan jumlah 401 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental (non probability sampling). Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert, yaitu skala Subjective Well Being. Metode analisa data yang digunakan adalah Anava faktorial 3 jalur untuk mengetahui perbedaan SWB ditinjau dari faktor demografi jenis kelamin, status pernikahan dan tingkat pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan SWB apabila ditinjau dari faktor demografi status pernikahan, jenis kelamin dan tingkat pendapatan.Kata kunci: Subjective well being, status pernikahan, jenis kelamin, pendapatan
SELF DISCLOSURE TERHADAP PASANGAN MELALUI MEDIA FACEBOOK DI TINJAU DARI JENIS KELAMIN
Nugroho, Ditya Ardi
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1660
Self disclosure merupakan kegiatan membagi perasaan dan informasi yang akrab kepada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self disclosure terhadap pasangan melalui media facebook di tinjau dari jenis kelamin. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dan menggunakan skala self disclosure. Jumlah subyek 60 orang, usia 16 - 18 tahun, kelas X. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan self disclosure melalui media facebook ditinjau dari jenis kelamin. Self disclosure pada perempuan lebih tinggi daripada self disclosure laki - laki. Perbedaan dari kedua kelompok sangat signifikan.Kata kunci: Self disclosure, jenis kelamin, facebook
KEMATANGAN EMOSI DENGAN AGGRESSIVE DRIVING PADA MAHASISWA
Muhaz, Muhammad
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1642
Aggressive driving merupakan penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas di dunia yang telah banyak menyebabkan korban meninggal dunia di jalan, dan kematangan emosi merupakan salah satu faktor yang diduga terkait dengan terjadinya aggressive driving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan aggressive driving yang dilakukan oleh mahasiswa. Desain yang digunakan adalah non-eksperimen kuantitatif dengan menggunakan skala kematangan emosi dan skala aggressive driving. Jumlah subyek sebanyak 385 orang dengan menggunakan teknik nonrandom sampling dalam pengambilan samplenya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan emosi dengan aggressive driving, dengan nilai r sebesar -0,371 dan nilai p= 0,000. Hal ini berarti semakin tinggi kamatangan emosi mahasiswa maka akan semakin rendah aggressive driving yang dilakukan.Kata kunci: Kematangan emosi, aggressive driving, mahasiswa
PERSEPSI DUKUNGAN SOSIAL REKAN KERJA DENGAN BURNOUT PADA TELLER BANK
Wulandari, Sandi Ayu
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1656
Burnout banyak ditemui dalam profesi human service, yaitu orang-orang yang bekerja pada bidang yang berkaitan langsung dengan banyak orang dan melakukan pelayanan kepada masyarakat umum salah satunya adalah teller bank. Salah satu faktor untuk menimbulkan munculnya burnout adalah adanya sumber dukungan sosial yang diperlukan terutama dari rekan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi dukungan sosial rekan kerja terhadap burnout pada teller bank. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan menggunakan 50 orang teller bank sebagai subjek. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson's. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan (r=-0,533; p/sig=0,000) antara persepsi dukungan sosial rekan kerja dengan burnout pada teller bank.Kata kunci: Burnout, persepsi dukungan sosial rekan kerja, teller bank
KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA
Winarni, Reny
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1647
Kecemasan komunikasi di depan umum merupakan salah satu ketakutan terbesar yang dialami oleh manusia. Kecemasan ini menghasilkan pengaruh yang negatif terhadap berbagai aspek kehidupan, salah satunya aspek akademis. Kecemasan komunikasi yang dialami seseorang saat akan melakukan komunikasi di depan umum bisa muncul karena kurangnya rasa percaya diri. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri sebagai variabel bebas dan kecemasan komunikasi di depan umum sebagai variabel terikat. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang mahasiswa psikologi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala kepercayaan diri dan skala kecemasan komunikasi di depan umum. Analisa penelitian menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan komunikasi di depan umum dengan nilai r = -0,642 dan p=0,000. Sedangkan nilai koefisien determinasi (r2)=0,412 menunjukkan sumbangan efektif kepercayaan diri terhadap kecemasan komunikasi di depan umum sebesar 41,2% sedangkan sisanya 58,8% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci: Kepercayaan diri, kecemasan komunikasi di depan umum
KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA PRIA METROSEKSUAL
Putri, Anggun Mego
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Psikologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/COGNICIA.Vol1.No2.%p
Perilaku konsumtif adalah fenomena masyarakat saat ini dimana mereka dalam mengkonsumsi suatu barang tidak lagi untuk memenuhi kebutuhannya melainkan untuk pemenuhan kepuasan. Seiring dengan hal tersebut telah muncul sosok pria baru yang disebut metroseksual dimana mereka memiliki perilaku belanja konsumtif untuk menyempurnakan penampilannya, apabila seseorang belum memiliki kematangan emosi maka dia akan cenderung untuk mengkonsumsi barang secara berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku konsumtif pada pria metroseksual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah subyek sebanyak 80 orang pria metroseksual. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan negatif antara kematangan emosi dengan perilaku konsumtif pada pria metroseksual dibuktikan dengan hasil perhitungan korelasi product moment. Semakin tinggi kematangan emosi maka akan semakin rendah perilaku konsumtif pada pria metroseksual, begitu juga sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif pada pria metroseksual (r = -0,701; p = <0,01).Kata kunci: Job insecurity, stres kerja, perawat