cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK" : 5 Documents clear
PEMERIKSAAN JUMLAH SEL LEUKOSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI UPT KESEHATAN PARU MASYARAKAT DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Dicky Y W; Ahmad H R
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.831 KB)

Abstract

Tuberkulosis paru atau sering disebut TB paru merupakan suatu penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui udara. Salah satu pemeriksaan penunjang pada penderita TB paru adalah pemeriksaan jumlah sel Lekosit. Lekosit berfungsi dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolik toksin. Pada penderita TB paru ditemukan sedikit peningkatan jumlah sel Lekosit yang disebut dengan istilah Leukositosis. Tujuan peneltiian ini untuk mengetahui jumlah sel Lekosit pada penderita Tuberkulosis paru di UPT Kesehatan Paru Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Disain penelitian bersifat deskriftif cross sectional. Penulis ingin melakukan pemeriksaan jumlah sel Lekosit dengan menggunakan alat Auto Hematology Analyzer Mindray BC-300 Plus dengan sampel sebanyak 50 orang, bahan yang digunakan adalah darah dengan antikoagulan EDTA. Penelitian dilakukan di laboratorium UPT Kesehatan Paru Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil penelitian diperoleh Lekosit yang normal sebanyak 30 orang (60%), meningkat sebanyak 20 orang (40%).
IDENTIFIKASI TELUR CACING SOILTRANSMITTED HELMINT PADA FECES ANAK SD INPRES 094151 PARAPAT KABUPATEN SIMALUNGUN Yunita P; Adiansyah Adiansyah
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.198 KB)

Abstract

Soil-Transmitted Helminth (STH) menginfeksi lebih dari satumilyar orang di seluruh dunia. Penularan kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Jenis-jenis yang termasuk Soil-Transmitted Helminth adalah merupakan cacing yang tahan terhadap lingkungan yang lembab dan hangat, ascaris lumbricoides dan trichuris trichiura cara penularannya hampir sama yaitu telur yang infektif terhirup melalui udara bersama debu. Hookworm cara penularannya oleh larfa melalui kulit dam mengalami migrasi ke paru-paru dan berkembang menjadi dewasa sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab dengan lingkungan kebersihan yang buruk. Tujuan untuk mengetahui jumlah keseluruhan siswa yang positif terinfeksi telur cacing Soil-Transmitted Helminth. Sampel ini diambil pada anak SD Inpres 094151 Parapat yang berjumlah 19 sampel. Metode dalam penelitian ini adalah metode sediaan Eosin1%.Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Medan dari 19 sampel dariSD Inpres Parapat 094151, maka ditemukan 8 sampel (42%) yang positif telur cacing soil transmitted helminth dalam tinja dan 11 sampel (58%) yang negative telur cacing soil transmitted helminth dalam tinja.Sebagai bahan informasi pada masyarakat dan anak SD untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Untuk menegakkan diagnosa dengan temuan telur cacing dalam feces anak SD Inpres 094151.Untuk dapat menambah wawasan bagi penulis sendiri.Jika penggunaan metode Eosin 1 % dan tinja terlalu sedikit dan hasil yang diperoleh adalah negative maka disarankan pemeriksaan dilanjutkan dengan metode konsentrasi.
ANALISA KADAR KREATININ DARAH PADA PENDERITA TB PARU YANG TELAH MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS LEBIH DARI 4 BULAN DI UPT KESEHATAN PARU MASYARAKAT MEDAN Denrison P; Erdiana G
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.914 KB)

Abstract

Penyakit Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang di tularkan melalui udara dan pada umumnya menyerang paru-paru dengan klinisi batuk, sesak nafas, demam, nyeri dada, batuk darah dan lelah. Pengobatan TB Paru terbagi menjadi 2 fase yaitu fase intensif dan fase lanjutan. Semua obat yang dikonsumsi dapat menjadi toksik di dalam tubuh, akibat lamanya mengkonsumsi obat akan berpengaruh terhadap organ lainnya, salah satunya adalah fungsi ginjal. Salah satu pemeriksaan fungsi ginjal adalah kreatinin. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian di laboratorium Unit Pelayanan Teknik (UPT) Kesehatan Paru Masyarakat Medan tahun 2015 pada bulan april-mei, pada penderita TB Paru yang mengkonsumsi obat anti tuberculosis lebih dari 4 bulan dengan sampel sebanyak 20 orang, bahan yang digunakan adalah serum. Dengan metode penelitian deskriptif crossectional dan metode pemeriksaan jaffe reaction dengan hasil yang normal 17 orang (85%) dan yang meningkat 3 orang (15%) yang normal menunjukan, bahwa pada penderita TB paru yang mengkonsumsi obat anti tuberkulosis selama pengobatannya tidak merusak fungsi ginjal, jika mengkonsumsi obat anti tuberculosis secara rutin dan sesuai petunjuk dokter.
PENETAPAN KADAR CEMARAN LOGAM MERKURI PADA KERANG DARAH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR IKAN CEMARA MEDAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Nova F A; Mahyudi Mahyudi
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.48 KB)

Abstract

Masuknya merkuri ke dalam tubuh biota laut seperti kerang darah berawal dari masuknya buangan industri yang mengandung merkuri ke dalam badan perairan laut karena adanya proses biomagnifikasi yang bekerja di lautan. Merkuri pada kerang darah akan berpengaruh terhadap fisiologi manusia yang mengkonsumsinya yaitu gangguan pada sistem pencernaan, ginjal, terhadap sIstem syaraf dan dapat mengakibatkan kematian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerang darah yang berasal dari Pajak Ikan Cemara medan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode spektrofotometer serapan atom dengan tujuan untuk mengetahui kadar logam merkuri pada kerang darah apakah sudah memenuhi syarat ketentuan SNI Nomor 7387 tahun 2009 tentang batas maksimum cemaran logam berat dalam pangan adalah 1,0 ppm. Dari 5 (lima) sampel yang diperiksa diperoleh hasil sampel K1 : 2,24 ppm, K2 : 2,43 ppm, K3 : 2,42 ppm, K4 : 2,49 ppm, dan K5 : 2,47 ppm tidak memenuhi persyaratan yang tertera pada SNI yaitu 1,0 ppm.
ANALISA KADAR CEMARAN LOGAM TIMBAL (Pb) METODE SSA PADA KERANG BULUH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BENGKOK PANCING MEDAN Maniur Arianto Siahaan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.875 KB)

Abstract

Kerang buluh (Anadara pilula) merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di dasar laut. Logam seperti Timbal (Pb) masuk kedalam tubuh kerang buluh melalui akumulasi dari pencemaran limbah industri dan kapal-kapal, karena habitat kerang terdapat pada dasar laut yang berpasir dan berlumpur. Kerang cukup baik dijadikan sebagai indikator pencemaran pada air laut karena sifat kerang yang hidup menetap dan menyaring makanan. Timbal (Pb) pada kerang buluh apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan IQ pada anak-anak, gangguan menstruasi serta aborsi spontan pada wanita, depresi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat terganggu, dan sulit tidur serta kematian pada dosis tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui berapa kadar Timbal (Pb) pada daging kerang buluh dan apakah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu <1,5 ppm. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil sampel kerang buluh di Pasar Bengkok Pancing Medan secara Spektrofotometer Serapan Atom di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand Industri) Medan. Hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa keempat sampel mengandung Pb, dengan kadar sampel 2,1788 ppm, 1,3330 ppm, 1,0620 ppm dan 0,5481 ppm. Satu dari keempat sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5