cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 54 Documents clear
OPTIMASI BATUBARA SIDE-WALL PIT 5 Ext SEBAGAI UPAYA KONSERVASI PT. ARUTMIN INDONESIA SITE ASAMASAM Kurnia Candra; Ilham Maessa; Asriya Helfindo; Gumilang Oktantyo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi mineral dan batubara adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. PT Arutmin Site Asamasam sebagai perusahaan yang mengedepankan konservasi batubara selalu melihat peluang dalam mengoptimasi cadangan batubara yang menguntungkan untuk ditambang. Dalam proses penambangan batubara di Pit 5 Ext final design di side-wall pasti meninggalkan batubara yang tergambarkan tidak akan tertambang oleh desain menjadi bench. Namun, batubara tersebut bisa dilakukan pengambilan (coal getting) secara teknis operasional penambangan dan parameter geoteknik yaitu faktor keamanan lereng yang aman dengan monitoring intensif. Atas dasar tersebut dibuatlah kajian teknis untuk melakukan pengambilan batubara di side-wall dengan sistem box cut mining. Batubara dengan tebal 2 meter, atau minimal area untuk bucket excavator bisa melakukan coal getting dengan expose OB minimal di bagian roof batubara, ditambang dari elevasi M05 hingga M70. Nilai keamanan lereng side-wall batubara berkisar 1,139 – 1,502 atau masuk dalam kategori kritis hingga aman (Bowles, 1989). Perolehan batubara optimasi side-wall berdasarkan model yaitu 11,5 kt dengan overburden 5,4 kbcm atau SR 0,47. Optimasi ini memberikan kontribusi sebesar 2,7% dari sisa cadangan Pit 5 Ext PT. Arutmin Indonesia Site Asamasam hingga desain final.
PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN FUEL RATIO MELALUI PROJECT DIGITALISASI Eko Ariyanto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuel Cost merupakan salah satu unit cost terbesar didalam operational penambangan, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap pemakakaian fuel dalam aktifitas Penambangan. Biaya rata-rata Pemakain fuel dari total cost penambangan berkisar +/- 35%. Dengan besarnya biaya tersebut maka harus dipastikan pemakaian fuel harus efektif dan efisien. Untuk mendapatkan pemakaian fuel yang efisien maka dibutuhkan beberapa perbaikan baik dari segi operational, technical dan equipment. Perbaikan – perbaikan tersebut bertujuan untuk memastikan fuel ratio bisa lebih effective dan effisient sehingga diikuti dengan penurunan biaya pemakaian fuel. Perbaikan fuel ratio harus dilakukan secara berkesinabungan sehingga diperlukan mekanisme dan metode yang memudahkan kita dalam melakukan identifikasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Dengan digitalisasi yang dilakukan secara menyeluruh yang meliputi seluruk aktififitas operasional penambangan maka kita akan mampu mengidentifikasi kontributor penyebab kenaikan fuel sehingga dapat segera ditentukan perbaikan yang diperlukan. Key initiative yang harus dilakukan monitoring dan dipastikan selalu dalam kondisi ideal agar fuel ratio bisa efisien adalah kondisi jalan, kondisi loading point, kondisi dumping point, operator heatmap dan FBR unit loading. Pengelolaan data secara digital dengan engine Power Bi yang bersumber dari data otomatis maupun manual mampu mengklasifikasi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya yang terdiri dari Overburden Loading, overburden hauling, coal loading, coal hauling, topsoil loading, topsoil hauling dan support. Dengan membagi fuel ratio berdasarkan aktifitasnya maka memudahkan dalam mengukur aktifitas mana yang sesuai dengan rencana atau lebih tinggi dari rencana, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara fokus terhadap aktifitas yang diatas rencana.
PEMANFAATAN LIMBAH NON B3 (BAN BEKAS) UNTUK ROMPON IKAN DAN PLANULA KARANG PT BORNEO INDOBARA DI DESA ANGSANA DAN BUNATI KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Kinanto Prabu Werdana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batubara adalah salah satu komoditas yang diperlukan sebagai sumber energi disuatu negara, oleh karena hal tersebut diperlukannya aktivitas penambangan batubara, tetapi salah satu dampak samping dari hasil kegiatan penambangan batubara adalah timbulan Limbah Padat Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti ban bekas. Limbah tersebut jumlahnya cukup banyak yang berasal dari kegiatan perbengkelan dari unit pengangkut batubara pada area fasilitas penunjang dimasing-masing PIT. Seiring dengan meningkatnya jumlah produksi dari PT Borneo Indobara dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan jumlah timbulan ban bekas yang ada. Oleh karena hal tersebut diperlukan program yang dapat memanfaatkan limbah ban bekas tersebut menjadi bentuk lain yang dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Setelah melakukan observasi lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat akhirnya dipilih program pemanfaatan ban bekas yang dijadikan sebagai rumpon ikan untuk tempat budidaya ikan laut guna meningkatakan produktivitas nelayan dari hasil mencari ikan. Program ini sudah berjalan dari tahun 2019 dengan total penggunaan limbah sebanyak 15.35 ton dengan jumlah rumpon yang sudah dibuat sebanyak 211 buah yang tersebar di pantai desa angsana dan desa bunati. Dengan adanya program ini dapat meningkatkan produktivitas ikan laut pada nelayan dari 73 kg hingga 309 kg per bulannya hanya dari titik penempatan rumpon ikan yang ada di dasar laut, Selain daripada itu dampak positif lingkungan yang didapat bahwa rumpon ban bekas tersebut dapat menjadi planula karang, karena dapat memicu muncunyal beberapa bibit karang yang tumbuh secara alamiah tanpa adanya transpalansi hal ini tentunya dapat memberikan nilai tambah terhadap biodiversity yang ada pada kawasan laut tersebut.
Selamat “PETANG” Telah Menjadi Program Dalam Peningkatan Pengelolaan Keselamatan di PT Borneo Indobara. Supandi Supandi; Endra Kustiawan; Bakhtiar R. Sinaga
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan keselamatan pertambangan harus diusahakan tanpa henti untuk semua aspek keselamatan pertambangan. Pelibatan pengawas sebagai garda terdepan dalam kegiatan pertambangan operasional pertambangan harus ditingkatkan konsistensinya dalam menjalankan kewajibanya. Untuk meningkatan partisipasi pengawas dalam menjalankan kewajiban diluncurkan program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang. Program ini merupakan program yang sistematis yang melibatkan semua pengawas dalam menjalankan kewajibannya. Semakin pengawas terlibat aktif dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengawas operasional diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan keselamatan pertambangan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang terhadap kinerja keselamatan Pertambangan. Indikator keselamatan pertambangan diukur terhadap terhadap nilai Total Incident Frequency Rate (TIFR). Variable dalam penelitian ini berupa prosentase partisipasi pengawas dalam menjalankan kewajibannya sebagai pengawas operasional. Pengukuran dilakukan terhadap laporan bulanan seorang pengawas yang dilakukan secara media digital (iSafe). Total Incident Frequency Rate (TIFR) dihitungan terhadap semua insident yang terjadi pada setiap bulan dan dibandingkan dengan jumlah jam kerjanya. Rata-rata partisipasi pengawas sekitar 72% terhadap tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas operasional. Partisipasi pengawas meningkat menjadi 96% setelah program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang diterapkan. Dengan pemantauan berbasis digital diharapkan pencapaian ini akan terus konsisten dan menjadi budaya dalam pengelolaan keselamatan pertambangan. Evaluasi program dilakukan dengan membuat korelasi antara peningkatan partisipasi pengawas dengan nilai TIFR setiap bulannya. TIFR mengalami penurunan dari 1.77 menjadi 1.33 setelah program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang. Memang tidak bisa di tarik garis linier untuk hubungan antara program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang dengan penurunan TIFR karena pengelolaan keselamatan pertambangan tidak tergantung pada salah satu program kerja saja. Namun program PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang ini telah membantu dalam mengarahkan pengelolaan keselamatan yang lebih terarah. Model PETANG – Pemantauan Terperinci Aspek Tambang dapat diterapkan pada semua kegiatan pertambangan di Indonesia.
A Pre-Liminary Study : Potential Economic Tailing Exploring by Geophysical Logging Method in Bangka Nomensen Ricardo; Satyogroho Dhian Amertho; Cindra Putra Azana
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Bangka-Belitung Provinces, PT Timah TBK hold 120 mining concession permit (IUP) which is about 428,378.98 Ha. Mining activities begun significantly at colonial era (before 1945) and continued until recent day. The massive mining activities produced abounded remains tailing (mineral processing residue). The selective mining on tin ore caused the other potential economic mineral were neglected. Hence, this study is aimed to reorganize and manage the potential economic mineral at tailing area that’s distributed in mining consesion permit of PT Timah TBK . Study area are located in Air Rirung (Bangka Regency) and Air Nudur (South Bangka). Both are comprised of tailing material (loose sediment). Geophysical logging tools (GammaRay and Density Log), elemental analysis (using XRF handheld portable) and grain size analysis (sieving) are applied to identify the interest tailing area. Low density and high Gammaray indicate dominantly clay content in coarse sand, while high density and low Gammaray indicate little or no clay content in coarse sand. Furthermore, GammaRay detected Thorium (Th) and Uranium (U) content that come from monazite mineral. The heavy mineral (ilmenite) is distributed on bottom of each layering (stage). By element to element correlation, stannum (Sn) shows good correlation to Fe-Ti and Ce-Y-La-Th-U. Comparing to Gammaray, at fraction -#200 Th and Y shows good positive corelation to GR log, while at fraction +#200 Th and Y shows good negative correlation. In spatial distribution, the heavy mineral and coarse grain are deposited near from the source while the light mineral and fine grain relatively are deposited faraway from the source. Using IDW Method, the potential REE in monazite mineral are estimated of 8.0 tonnes in Air Rirung and 1.6 tonnes in Air Nudur.
OPTIMALISASI TAMBANG PIT C2HU DENGAN METODE SECANT PILE PADA AREA RAWA DI SITE SAMBARATA, PT BERAU COAL Arif Rahman Putranto; Dudu Anwar Sanusi; Ichsan Sebastian; Andre Bharata; Lukman Hakim
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambarata Mine Operation (SMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dimana pada Site ini terdapat 4 pit penambangan aktif yang menjadi prioritas penambangan pada tahun 2022 salah satunya adalah Pit C2HU. Pit C2HU ini memiliki cadangan volume batubara sebesar 6,4 juta ton dengan kalori ≥ 6000 cal/gr., Pit C2HU berada di area rawa yang memiliki kedalaman mencapai 15 meter dan berada dekat dengan Sungai Sambarata yang merupakan Sungai orde 3 dengan lebar sungai ±20 meter dan memiliki beda tinggi pasang surut hingga 7 m. Dengan kondisi rawa dan kondisi regional Pit C2HU, proses penambangan dengan metode cut and fill konvensional membutuhkan lereng yang sangat landai untuk mendapatkan kestabilan lereng yang aman. Hal ini akan berdampak pada hilangnya cadangan Batubara pada Pit C2HU. Dinding penahan tanah menggunakan metode Secant pile merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk optimalisasi penambangan batubara di Pit C2HU. Secant pile merupakan dinding penahan tanah yang dibentuk dengan menggunakan bored pile yang disusun dengan rapat, sehingga beban lateral dari material rawa, embankment sungai dan rencana jalan hauling dapat ditahan oleh Bored pile berdiameter 1.180 mm yang dikombinasikan dengan dinding utama serta buttress. Dengan metode secant pile ini, overall slope tambang dapat dibentuk lebih tegak dari rekomendasi awal geoteknik yaitu lereng dibentuk sudut 6 derajat pada material rawa dan dengan adanya secant pile lereng material rawa dapat dibentuk menjadi sudut 90 derajat, hal ini juga berperan terhadap optimalisasi cadangan batubara tambahan sebesar 1,13 juta Ton. Pemodelan secant pile dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 3D dengan didukung data geooigi, geoteknik dan hidrologi sehingga didapatkan desain yang optimal. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga telah mempertimbangkan aspek keselamatan operasional sehingga aktivitas pada saat konstruksi dapat berjalan dengan aman.
KEMUDAHAN PENIMBANGAN UNIT ANGKUT TANPA BERHENTI DENGAN TEKNOLOGI WEIGH-IN-MOTION (WIM) Bernard Sinaga; Mufti Ali; Jerry Anwar Halim; Siswono Siswono; Rahmadhani Rahmadhani
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan besar perusahaan pertambangan batubara dalam meningkatkan volume produksi adalah pengelolaan jalur rantai pasokan batubara dari hulu ke hilir yang lebih efektif dan efisien serta meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Dalam menjalankan operasional pengangkutan batubara, PT Borneo Indobara (BIB) bekerjasama dengan 10 BUMDES lingkar tambang binaan CSR dengan jumlah armada Dump Truck (DT) sebanyak 850 unit, sehingga saat ini pembayaran jasa angkut mitra kerja harus dipisahkan dengan cara penimbangan masing-masing unit pada jembatan timbang statik (WB). Seiring dengan peningkatan produksi BIB, frekuensi kegiatan penimbangan DT kapasitas 28 Ton ini menjadi sangat tinggi yaitu mencapai 3500 – 4000 kali penimbangan per hari sehingga menyebabkan kerap terjadinya antrian unit, serta perbaikan WB akibat frekuensi penimbangan yang melebihi spesifikasi WB yaitu 250 kali penimbangan per hari. Disamping itu, BIB juga mulai menggunakan 31 unit alat angkut yang lebih besar yaitu Single Semi-Trailer Door Tipper (SDT) kapasitas 90 ton Double Semi-Trailer Door Tipper (DDT) dengan kapasitas 2 x 90 Ton, namun saat ini SDT DDT tidak dapat ditimbang dikarenakan keterbatasan kapasitas dan dimensi WB statik BIB. Berdasarkan KEPMEN ESDM No.1827 K/30/MEM/2018, Bab E mengenai Kegiatan, Poin 4, dijelaskan bahwa penerapan teknologi baru dapat dilakukan untuk kegiatan usaha pertambangan. Weigh-In-Motion (WIM) merupakan salah satu transformasi proses dalam operasional coal chain BIB yang memungkinkan penimbangan truk dilakukan dalam kondisi bergerak, tanpa perlu berhenti seperti penimbangan truk pada WB Statik. Dengan teknologi WIM yang menimbang kendaraan per axle, tidak ada batasan panjang kendaraan yang ingin ditimbang sehingga kendaraan seperti Double Trailer, Triple Trailer, bahkan Road Train dapat diketahui beratnya. Beberapa keunggulan teknologi WIM dibanding WB statik adalah memiliki kapasitas beban yang lebih tinggi, tidak ada keterbatasan frekuensi penimbangan harian, fleksibel untuk berbagai dimensi panjang truk, durasi penimbangan 3x lebih cepat, serta nilai investasi dan biaya perawatan yang lebih rendah. Disamping itu, WIM juga dilengkapi teknologi RFID untuk otomatisasi pembacaan nomor lambung truk sehingga tidak diperlukan pencatatan manual oleh pengawas, serta dilengkapi teknologi CCTV snapshot sebagai informasi pendukung untuk validasi setiap penimbangan. Dengan menerapkan WIM, kapasitas penimbangan BIB meningkat dari 180 DT per jam menjadi 540 DT per jam atau 60 DDT per jam menjadi 180 DDT perjam, serta rata-rata biaya perawatan WIM lebih rendah 90% dibandingkan perawatan WB Statik ukuran DDT.
Pengelolaan Keadaan Darurat Terintegrasi Berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Di PT Borneo Indobara, Kalimantan Selatan. Badrian Arifur Rahmawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

perusahaan, dikenal berbagai macam model dan terdapat di dalam semua aspek (klausul) pengelolaan standar manajemen keselamatan pada umumya, diantaranya yang terkenal adalah klausul 8.2 ISO 45001 : 2018; klausul 8.2 ISO 14001 : 2018; Kriteria 6.2 SMK3; serta Elemen 4.9 Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang meliputi identifikasi potensi keadaan darurat, pencegahan keadaan darurat, kesiapsiagaan keadaan darurat, respon keadaan darurat, serta pemulihan keadaan darurat. Pada tahun 2021, PT Borneo Indobara telah terserifikasi eksternal ISO 45001 : 2018; ISO 14001 : 2018. Sedangkan untuk pelaksanaan audit SMKP, berdasarkan Kepdirjen Minerba nomor 185 tahun 2019, PT Borneo Indobara telah melaksanakan audit secara internal. Pada audit internal SMKP tahun 2021, PT BIB memperoleh nilai keseluruhan sebesar 80.3% Berdasarkan hasil penilaian audit SMKP tahun 2021, PT BIB melakukan beberapa evaluasi. Salah satunya terhadap aspek pengelolaan keadaan daruratnya (sub elemen 4.9). Diantaranya dengan cara melakukan pengkajian ulang hubungan pengelolaan sub elemen 4.9 dengan sub elemen lainnya yang saling terhubung. Hal ini bertujuan agar bukti hasil pengelolaan menjadi lebih efektif dan cepat telusur. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat 15 sub elemen yang berhubungan secara langsung dengan sub elemen 4.9 SMKP, yaitu 3 sub elemen pada elemen 2 (perencanaan), 5 sub elemen pada elemen 3 (organisasi dan personel), 5 sub elemen pada elemen 4 (implementasi), 2 sub elemen pada elemen 5 (pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut). Hasil identifikasi ini diharapkan bisa dijadikan pedoman bagi PT Borneo Indobara pada khususnya, dan bagi industri pertambangan di Indonesia pada umumnya dalam pengelolaan keadaan darurat yang sesuai dengan Kepdirjen Minerba no 185 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan SMKP Minerba.
ANALISIS PENGARUH LAJU PEMBEBANAN TERHADAP KUAT TEKAN UNIAKSIAL BATU GAMPING DAN BATU PERIDOTIT Abdul Hamid S.; Sahrul Sahrul; Rina Rembah
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan dua jenis sampel batuan yaitu sampel batu gamping yang diambil di PT. Diamond Alfa Propertindo, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah dan sampel batu peridotit yang diambil di PT. Karyatama Konawe Utara (KKU), Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju pembebanan terhadap kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji kuat tekan uniaksial (UCS), yang merupakan uji untuk menentukan kekuatan batuan di bawah satu komponen tegangan (uniaksial). Sampel yang akan digunakan pada pengujian ini berbentuk silinder yang akan ditekan sampai sampel batuan tersebut mengalami keruntuhan dengan menggunakan mesin tekan (Compression Machine). Jumlah sampel yang digunakan yaitu 6 sampel (3 sampel batu gamping dan 3 sampel batu peridotit) kemudian akan di uji kuat tekan uniaksial dengan laju pembabanan 15000 KPa/s (15 MPa/s), 30000 KPa/s (30 MPa/s) dan 50000 KPa/s (50 MPa/s). Hasil penelitian dari uji kuat tekan uniaksial pada batu gamping dengan kode sampel SG 1 memiliki nilai tertinggi yaitu 4,78 MPa, sedangkan SG 2 dan SG 3 memiliki nilai 4,01 MPa dan 3,82 MPa. Untuk kuat tekan uniaksial batu peridotit nilai yang paling tinggi dimiliki oleh sampel dengan kode SP 1 yaitu 2,73 MPa, sedangkan sampel dengan kode SP 2 memiliki nilai 2,43 MPa dan SP 3 memiliki nilai sebesar 2,12 MPa. Berdasarkan hasil analisis laju pembebanaan terhadap nilai kuat tekan uniaksial pada batu gamping dan batu peridotit diperoleh bahwa laju pembebanan mempengaruhi nilai kuat tekan uniaksial dan memiliki hubungan yang bersifat kebalikan atau negatif dimana seiring dengan dinaikkan laju pembebanan maka nilai kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit menurun.Penelitian ini menggunakan dua jenis sampel batuan yaitu sampel batu gamping yang diambil di PT. Diamond Alfa Propertindo, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah dan sampel batu peridotit yang diambil di PT. Karyatama Konawe Utara (KKU), Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju pembebanan terhadap kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji kuat tekan uniaksial (UCS), yang merupakan uji untuk menentukan kekuatan batuan di bawah satu komponen tegangan (uniaksial). Sampel yang akan digunakan pada pengujian ini berbentuk silinder yang akan ditekan sampai sampel batuan tersebut mengalami keruntuhan dengan menggunakan mesin tekan (Compression Machine). Jumlah sampel yang digunakan yaitu 6 sampel (3 sampel batu gamping dan 3 sampel batu peridotit) kemudian akan di uji kuat tekan uniaksial dengan laju pembabanan 15000 KPa/s (15 MPa/s), 30000 KPa/s (30 MPa/s) dan 50000 KPa/s (50 MPa/s). Hasil penelitian dari uji kuat tekan uniaksial pada batu gamping dengan kode sampel SG 1 memiliki nilai tertinggi yaitu 4,78 MPa, sedangkan SG 2 dan SG 3 memiliki nilai 4,01 MPa dan 3,82 MPa. Untuk kuat tekan uniaksial batu peridotit nilai yang paling tinggi dimiliki oleh sampel dengan kode SP 1 yaitu 2,73 MPa, sedangkan sampel dengan kode SP 2 memiliki nilai 2,43 MPa dan SP 3 memiliki nilai sebesar 2,12 MPa. Berdasarkan hasil analisis laju pembebanaan terhadap nilai kuat tekan uniaksial pada batu gamping dan batu peridotit diperoleh bahwa laju pembebanan mempengaruhi nilai kuat tekan uniaksial dan memiliki hubungan yang bersifat kebalikan atau negatif dimana seiring dengan dinaikkan laju pembebanan maka nilai kuat tekan uniaksial batu gamping dan batu peridotit menurun.
Peran Perencanaan Dalam Mengawal Kegiatan Operasional Pemindahan Top Soil Di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta M.Lingk Asrul, S.T.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan merupakan tahap pertama dan paling utama dalam suatu kegiatan operasional penambangan, termasuk pada kegiatan operasional pemindahan Top Soil. Tanpa perencanaan yang baik, tujuan akan relatif lebih sulit untuk dicapai, bahkan bisa saja tidak tercapai dan menghabiskan biaya operasional yang lebih tinggi. Tujuan dari paper ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman perencanaan yang telah dibuat oleh para Mining Services Engineer kepada para pengawas operasional seksi Mine Rehab, yang merupakan ujung tombak dalam kegiatan operasional pemindahan Top Soil di lapangan, dan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara durasi masa kerja pengawas operasional dengan pengetahuan tentang target pemindahan Top Soil. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan cara melakukan pengumpulan data melalui Google Form yang berisi pertanyaan yang diajukan secara tertulis dan terstruktur, berkaitan dengan perencanaan, pada seluruh pengawas operasional di seksi operasi Mine Rehab. Data ini selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode analisis data statistik non parametric, berupa Spearman Rank Correlation pada program SPSS, untuk mengetahui tingkat pemahaman para pengawas terhadap target pemindahan Top Soil dan apakah durasi masa kerja pengawas Mine Rehab memiliki hubungan nyata terhadap pengetahuan tentang target pemindahan material Top Soil di seksi Operasional Mine Rehab, PT. Kaltim Prima Coal - Sangatta. Hasil analisis data dengan menggunakan Program SPSS terhadap 25 orang pengawas operasional dan 14 orang Acting pengawas operasional Mine Rehab yang dilakukan pada pertengahan bulan Juni 2022, menunjukkan bahwa durasi kerja sebagai seorang pengawas operasional berkisar 3 sampai 21 tahun, hanya sekitar 7,7% pengawas operasional saja yang mengetahui secara tepat, angka target pemindahan Top Soil untuk Bulan Juni 2022, dengan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,30 dan significancy 0,06. Dari hasil analisa data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pengawas operasional Mine Rehab terkait dengan target produksi sangat rendah, tingkat korelasi antara durasi kerja seorang pengawas operasional dengan rencana target pemindahan Top Soil juga sangat lemah, serta dari nilai significancy nya menunjukkan tidak signifikan.