cover
Contact Name
Alfian Maarif
Contact Email
alfianmaarif@ee.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
biste@ee.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro
ISSN : 26857936     EISSN : 26859572     DOI : 10.12928
Core Subject : Engineering,
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro (BISTE) adalah jurnal terbuka dan merupakan jurnal nasional yang dikelola oleh Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan. BISTE merupakan Jurnal yang diperuntukkan untuk mahasiswa sarjana Teknik Elektro. Ruang lingkup yang diterima adalah bidang teknik elektro dengan konsentrasi Otomasi Industri meliputi Internet of Things (IoT), PLC, Scada, DCS, Sistem Kendali, Robotika, Kecerdasan Buatan, Pengolahan Sinyal, Pengolahan Citra, Mikrokontroller, Sistem Embedded, Sistem Tenaga Listrik, dan Power Elektronik. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan penelitian mahasiswa dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus" : 5 Documents clear
Pemanfaatan Air Larutan Garam Sebagai Kabel Penghantar Listrik Pengganti Tembaga Muhammad Adhzerian Syafitra Rezki; Harri Maliansyah; Dimas Yusuf Ariyanto; Muhammad Faishal
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v1i2.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan air larutan garam sebagai penghantar listrik untuk menjadikannya alternatif pengganti kabel tembaga yang saat ini banyak digunakan dalam menghantarkan listrik. Proses dari air larutan garam yang dapat menghantarkan listrik karena pada larutan garam menggandung NaCl yang mengakibat adanya perpindahan elektron dari suatu atom ke atom yang lain. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa sampel massa garam yang berbeda-beda serta dilakukan perbandingan daya hantar listrik dengan air tanpa larutan garam dan tembaga yang dihubungkan pada beban lampu sebesar 10 Watt. Hasil pengujian yang didapatkan, larutan tanpa garam menghasilkan daya sebesar 0,94 Watt dan larutan dengan massa garam 50 gram, 100 gram, 200 gram dan 400 gram menghantarkan daya listrik sebesar 3,43 Watt, 4,51 Watt, 6,17 Watt dan 7,61 Watt sedangkan daya hantar tembaga sebesar 9,51 Watt. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam penggunaan air larutan garam sebagai penghantar listrik, jika semakin bertambah massa garam maka daya hantar listrik yang dihasilkan juga akan semakin besar.This study aims to use salt water as an electrical conductor to make it an alternative to copper wires which are currently widely used in conducting electricity. The process of saltwater solution that can conduct electricity because the salt solution contains NaCl which results in the transfer of electrons from one atom to another. In this study using several different samples of the mass of salt and comparing the conductivity of electricity with water without salt and copper solutions connected to the lamp load of 10 Watts. The test results obtained, a solution without salt produces power of 0.94 Watt and a solution with a mass of salt 50 grams, 100 grams, 200 grams and 400 grams deliver electrical power of 3.43 Watts, 4.51 Watts, 6.17 Watts and 7.61 Watts while the conductivity of copper is 9.51 Watt. This shows that in the use of salt water as a conductor of electricity if the mass of salt increases, the conductivity of electricity produced will also be even greater.
Monitoring Tegangan Baterai Lithium Polymer pada Robot Line Follower Secara Nirkabel Ricky Irawan Putra; Sunardi Sunardi; Riky Dwi Puriyanto
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v1i2.907

Abstract

Dalam penelitian ini dirancang suatu sistem pemantauan kondisi tegangan baterai secara otomatis dengan tujuan dapat mempermudah pengguna dalam mengetahui tegangan baterai. Sistem yang dibangun dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem pembacaan data dan sistem komunikasi nirkabel. Dalam sistem pembacaan data menggunakan sensor tegangan dan Arduino Uno sebagai pengolah data, lalu modul Bluetooth HC-05 sebagai media pengirim data ke smartphone. Pada sistem komunikasi nirkabel memanfaatkan Bluetooth serta smartphone Android sebagai media penampil data hasil pembacaan. Sistem pemantauan tegangan baterai lithium polymer menampilkan informasi tentang kondisi tegangan baterai yang dapat dilihat pada smartphone Android. Sistem pemantauan tegangan telah berhasil mendeteksi tegangan pada baterai dengan variasi nilai PWM dengan motor DC sebagai beban. Nilai error tegangan pada PWM 50, PWM 150 dan PWM 255 adalah 0,134; 0,338; dan 0,326. Sementara nilai standar deviasi adalah 0,180555; 0,183848; 0,115758. Hal tersebut menunjukkan alat dapat bekerja dengan baik dan memiliki tingkat akurasi pembacaan yang baik di bawah 0,4 volt.In this study, a battery voltage condition pemantauan system was designed automatically with the aim of making it easier for users to find out the battery voltage. The system built in this study is divided into 2 parts, namely the data reading system and the wireless communication system. In the data reading system uses a voltage sensor and Arduino Uno as a data processor, then the Bluetooth HC-05 module as a data sender to the smartphone. In a wireless communication system utilizing Bluetooth and Android smartphones as a media viewer of reading data. Lithium polymer battery voltage pemantauan system displays information about battery voltage conditions that can be seen on an Android smartphone. The voltage pemantauan system has succeeded in detecting the voltage on the battery with a variation of the PWM value with a DC motor as a load. The voltage error values at PWM 50, PWM 150 and PWM 255 are 0.134; 0.338; and 0.326. While the standard deviation is 0.180555; 0.183848; .115758. This shows the tool can work well and has a good reading accuracy level below 0.4 volts.
Sistem Pengolah Musik Sebagai Kontrol Gerak Robot Humanoid Irmawan Maulana; Nuryono Satya Widodo
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v1i2.915

Abstract

Pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), mengharuskan peserta untuk dapat membuat robot yang dapat menari secara otomatis dengan diiringi alunan musik. Tujuan penelitian ini adalah membuat robot humanoid yang dapat menari ketika musik pengiring diputar dan berhenti ketika musik berhenti. Penelitian ini menggunakan IC MSGEQ7 sebagai pengolah musik karena IC ini dapat membaca nilai frekuensi musik secara detail sebanyak tujuh frekuensi yaitu frekuensi 63Hz; 16Hz; 400Hz, 1kHz; 2,5kHz; 6,25kHz; dan 16kHz. Ketujuh frekuensi tersebut dijadikan acuan sebagai isyarat robot untuk bergerak atau berhenti. Penentuan frekuensi sebagai isyarat gerak didapat melalui sampling musik Tari Remo menggunakan perangkat lunak Matlab dengan metode FFT (Fast Fourier Transform). Isyarat gerak tersebut dikirimkan ke sistem robot melalui Modul Bluetooth HC-05. Jika sistem robot mendapat isyarat untuk bergerak maka robot akan menggerakkan servo penggerak menjadi gerakan yang serasi. Hasil yang didapat dari pengujian adalah dapat diketahui frekuensi yang sering muncul pada musik tari remo yaitu pada frekuensi 0-4000Hz. Setelah frekuensi diketahui, implementasi pada robot memperoleh hasil robot dapat menari ketika musik diputar dan robot dapat berhenti ketika musik dihentikan.At the Indonesian Dance Robot Contest (KRSTI), it requires participants to be able to make robots that can dance automatically accompanied by music. The purpose of this study is to create a humanoid robot that can dance when the accompaniment music is playing and stop when the music stops. This study uses IC MSGEQ7 as a music processor because this IC can read music frequency values in detail as many as seven frequencies namely 63Hz frequency; 16Hz; 400Hz, 1kHz; 2.5kHz; 6.25kHz; and 16kHz. The seven frequencies are used as a reference as a robot signal to move or stop. The determination of the frequency as a gesture is obtained through the sampling of Remo Dance music using Matlab software with the FFT (Fast Fourier Transform) method. These motion signals are sent to the robot system via the Bluetooth Module HC-05. If the robot system gets a signal to move, the robot will move the servo drive into a matching movement. The results obtained from testing are the frequency that often appears in Remo dance music, namely the frequency 0-4000Hz. After the frequency is known, the implementation of the robot obtains the results that the robot can dance when the music is playing and the robot can stop when the music is stopped.
Deteksi Zona pada KRSTI dengan Sensor Warna TCS3200 Ahmad Imam Bardani; Nuryono Satya Widodo
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v1i2.955

Abstract

Robot seni tari Lanange Jagad untuk lomba Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) belum mampu membedakan zona warna pada arena yang menyebabkan robot melakukan gerakan tarian yang tidak sesuai dengan tempatnya. Oleh karena itu dibutuhkan kontrol otomatisasi menggunakan sensor warna TCS3200. TCS3200 akan memperoleh komposisi RGB yang tepat menggunakan perhitungan frekuensi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah robot seni tari Lanange Jagad dapat membedakan zona dengan memanfaatkan warna merah, biru, biru muda, hijau, dan putih dengan tingkat keberhasilan 84%. Ketika robot mendeteksi warna yang sudah ditentukan pada setiap zona, robot akan secara otomatis melakukan gerakan tari yang sudah disesuaikan dengan zona tersebut. Saat robot masuk ke zona warna berbeda maka robot akan menghentikan gerakan tari pada zona sebelumnya dan memanggil gerakan tari selanjutnya. Namun masih terdapat banyak noise saat melakukan pengujian sehingga nilai RGB yang digunakan untuk memanggil gerakan tari berubah sehingga robot tidak merespons perintah yang dimasukkan pada program. Nilai RGB yang stabil di dapatkan pada kondisi kaki robot menapak atau bersentuhan langsung dengan zona warna, nilai tersebut yang digunakan untuk pemanggilan gerakan tari.The Lanange Jagad dance robot for the Indonesian Robot Dance Contest (KRSTI) has not been able to distinguish the color zone in the arena that causes the robot to perform dance moves that are not in accordance with its place. Therefore we need automation control using the TCS3200 color sensor. TCS3200 will obtain the right RGB composition using frequency calculations. The results achieved in this study are the Lanange Jagad dance robot can distinguish zones by utilizing red, blue, light blue, green, and white with a success rate of 84%. When the robot detects the colors that have been determined in each zone, the robot will automatically perform dance moves that have been adapted to the zone. When the robot enters a different color zone, the robot will stop the dance movement in the previous zone and call the next dance movement. However, there is still a lot of noise when testing so that the RGB value used to call dance moves changes so that the robot does not respond to commands entered in the program. A stable RGB value is obtained when the robot's foot steps or comes into direct contact with the color zone, the value that is used for calling dance moves.
Palang Pintu Kereta Api Pneumatik Otomatis Berbasis PLC Omron CP1E-NA20DR-A Ari Widodo; Wahyu Sapto Aji
Buletin Ilmiah Sarjana Teknik Elektro Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/biste.v1i2.1011

Abstract

One alternative in reducing accidents at railroad crossings without guards is automatic pneumatic railroad crossings. This tool uses PLC (Programmable Logic Controller) as a processing system. Automatic crossing railroad crossing works by using two proximity sensors that are placed on the right and left crossings with a distance far from the crossing (approximately 1 KM). The system outputs are pneumatically actuated sirens, lights and door lintels. At most this door will move up and down closing and opening the crossing. The use of pneumatics in manufacturing because pneumatics saves more space around the crossing and is safe. In testing, detection is done in 2 opposite directions. The results show the tool has been working to close and open crossings with good performance.Salah satu alternatif dalam mengurangi kecelakaan di pintu perlintasan kereta api tanpa penjaga adalah palang pintu kereta api pneumatik otomatis. Alat ini menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem pemroses. Palang pintu perlintasan kereta api otomatis bekerja dengan menggunakan dua buah sensor proximity yang di letakkan pada kanan dan kiri perlintasan dengan jarak yang jauh dari perlintasan (kurang lebih 1 KM). Keluaran sistem berupa aktifnya sirene, lampu, dan palang pintu yang digerakkan dengan pneumatik. Paling pintu ini akan bergerak naik dan turun menutup dan membuka perlintasan. Penggunaan pneumatik dalam pembuatan karena pneumatik lebih menghemat ruang sekitar perlintasan dan aman. Dalam pengujiannya, pendeteksian dilakukan dengan 2 arah yang berlawanan. Hasil menunjukkan alat telah bekerja menutup dan membuka perlintasan dengan kinerja yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5