cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019" : 12 Documents clear
ANALISIS TANDA PADA KARYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Ernawati Ernawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.381

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi pada tanda visual karya desain komunikasi visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa Karya desain visual memiliki tanda berbentuk verbal (bahasa) dan visual, serta menunjukan bahwa penyajian karya desain komunikasi visual mengandung tanda sebagai ikon untuk menyampaikan pesan dalam sistem non kebahasaan yaitu bentuk visual yang mendukung sistem verbal dengan tanda bersifat peniruan kebentukansesuai kenyataan (similrarity). Semiotika sebagai metode analisis tanda guna membedah karya desain komunikasi visual layak untuk disikapi dengan menerapkannya secara proaktif sesuai konteksnya.The purpose of this research is to know the meaning of denotation and connotation in visual sign of visual communication design. This research uses semiotic method with Roland Barthes's semiotic approach. Result of this reseach, show that visual design art has a verbal (linguistic ) and visual sign, also show that  presentation of visual communication design art  containing signs as an icon to deliver messages in  non-linguistic system is a visual form that  support verbal system with signs of impersonation according to reality (similrarity). Semiotic as a sign analysis method to operate visual communication design art are appropriate to be addressed by applying them proactively according to the context.
PERAN LIRIK LAGU DALAM MENINGKATAN KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK AUTISTIK DI SEKOLAH BINA ANGGITA YOGYAKARTA Zefanya Lintang Nugrahaningsih
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi verbal pada anak autistik dengan menggunakan lirik pada lagu anak-anak, karena diharapkan dapat mempebanyak kosakata pada anak autistik sehingga kemampuan bekomunikasi secara verbal bagi anak autistik meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan didukung dengan studi pustaka guna memberikan informasi-informasi secara lengkap tentang penelitian ini. Ada 4 tahapan yaitu: Tahapan pra-lapangan, Tahap Pekerjaan lapangan, dan Tahapan Hasil Pengumpulan Data. Subjek penelitian adalah siswa autistik di sekolah Bina Anggita Yogyakarta berjumlah 5 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman observasi dan sebelumnya peneliti melakukan studi pustaka terlebih dahulu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran lirik dalam lagu Balonku dan Pelangi-Pelangi dapat meningkatkan bahasa verbal anak autistik. Anak autistik terstimulus untuk menyanyi bersama saat dilibatkan untuk benyanyi bersama-sama.This study aims to improve verbal communication in autistic children by using lyrics on children's songs. Due to the expected increase in verbal skills for autistic children. This research is a qualitative research with case study approach and supported by literature study to provide complete information about this research. There are 4 stages: Preliminary Stage, Field Work Stage, and Data Collection Stages. Research subjects were autistic students in Bina Anggita Yogyakarta school amounted to 5 students. Data collection used in this research is using observation guideline and previous researcher do literature study first. Data analysis in this study using descriptive qualitative. The results of this study indicate that the role of lyrics in the song Balonku and Pelangi-Pelangi can improve the verbal language of autistic children. Autistic children are stimulated to sing together when involved to sing together.
PEMAMPAATAN LIMBAH KERTAS MENJADI KALIGRAFI HIASAN DINDING KAMPUNG JALIN KOTA JANTHO Anni Kholilah; Hatmi Negria Taruan; Reza Sastra W
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.403

Abstract

Kampung jalin merupakan daerah yang berdekatan dengan kota Jantho. Jarak jalin dengan kota jantho dapat diakses dengan kendaraan roda empat maupun roda dua selama ±30 menit perjalanan. Secara geografis jalin dikelilingi lahan subur sehingga sebagian besar masyarakat jalin kondisi tersebut mengindikasikan bahwa jalin didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, sedangkan potensi kesenian masih sangat minim terutama di bidang seni rupa. hal tersebut menimbulkan pemikiran bahwa peluang seni rupa untuk berkembang masih sangat terbuka. Minimnya pengetahuan masyarakat akan keterampilan seni membutuhkan bimbingan dan pelatihan oleh tenaga ahli sehingga keterampilan seni ini sendiri dapat di konversi menjadi peluang usaha dan memiliki nilai ekonomis, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kertas menjadi kaligrafi hias sebagai cendra mata. Kaligrafi hias merupakan cara sederhana mengolah bahan-bahan kertas tidak terpakai menjadi hiasan dengan memanfaatkan benda-benda sederhana yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi benda yang memiliki nilai seni dan memiliki nilai jual. Keutamaan kaligrafi hias ini sendiri yakni dari bahan-bahan baku yang mudah didapatkan dengan harga yang tergolong cukup murah dan memiliki nilai jual yang tinggi.Interlace village is an area adjacent to the city of Jantho. Distance intertwined with the city of Jakarta can be accessed by four-wheeled vehicles or two-wheeled vehicles for ± 30 minutes. Geographically intertwined surrounded by fertile land so that most people intertwine these conditions indicate that interbreeding is dominated by the agricultural and plantation sectors, while the potential of art is still very minimal, especially in the field of art. this raises the idea that the opportunities for art to develop are still very open. The lack of public knowledge of art skills requires guidance and training by experts so that the art skills themselves can be converted into business opportunities and have economic value, one of which is by utilizing paper waste into decorative calligraphy as eye cendra. Decorative calligraphy is a simple way to process unused paper materials into decorations by utilizing simple objects that are processed in such a way that they become objects that have artistic value and have selling points. The virtue of this decorative calligraphy is that it is from raw materials that are easily obtained with prices that are quite cheap and have a high selling value.
PERAN KESENIAN REYOG KENDHANG SANGTAKASTA SEBAGAI SARANA BEREKSPRESI MASYARAKAT DESA TUGU KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Mayendra Rifai Yahya
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.407

Abstract

Keberadaan Sangtakasta memiliki daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Kesenian-kesenian tradisional dihadapkan dengan modernitas kemajuan zaman di era globalisasi yang serba canggih ini. Perubahan kebudayaan suatu daerah sedikit banyak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan masyarakatnya. Kesenian-kesenian tradisional dengan konsep-konsep lama semakin sulit mencari peminat, setelah para generasi mudanya kurang tertarik karena tidak adanya suatu pembaharuan. Anak-anak muda lebih cenderung menyukai bentuk kesenian yang kekinian atau masa kini. Munculnya grup-grup kesenian di Kabupaten Tulungagung dengan kreativitasnya masing-masing, sedikit banyak memberi angin segar terhadap pelestarian kearifan lokal daerah. Kesenian tradisional seperti Reyog Kendhang tak luput dari objek ajang berkreativitas dalam berkesenian. Sangtakasta sebagai sanggar seni yang berada di Desa Tugu Kabupaten Tulungagung ini, saat ini sangat berperan penting dalam hal memfasilitasi minat dan bakat anak-anak muda yang ingin terjun langsung dalam berkesenian. Konsep garapan baik tarian atau musikal, semuanya disesuaikan dengan perkembangan zaman atau tren masa kini tanpa meninggalkan dasar-dasar dari kesenian itu sendiri. Kesenian tanpa adanya sebuah pembaharuan mustahil akan tetap eksis melintasi generasi ke generasi, sebab sebuah kesenian akan selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Reyog Kendhang sebagai kesenian ikon dari Kabupaten Tulungagung saat ini juga tidak luput dari sebuah pembaharuan, karena kearifan lokal akan hilang tanpa adanya masyarakat pendukung. Pendekatan etnomusikologi,sosiologi dan antropologi digunakan sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang lebih efisien dengan metode deskriptif analisis. Hasil daripada penelitian ini bahwasanya sebuah kesenian akan terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman, mengikuti alur perkembangan zaman sah-sah saja asalkan tidak meninggalkan dasar dari kesenian itu sendiri. Musik Reyog Kendhang Sangtakasta saat ini mampu menyesuaikan zaman sesuai dengan minat masyarakat pendukungnya.Sangtakasta's existence has its own attraction to be used as the object of research. Traditional arts are confronted with modernization in globalization era. Changes of the culture in region are influenced by changes of society. Traditional arts with old concepts are difficult to find enthusiasts, after young people generation is less interested because there is no update in traditional art. Young people prefer contemporary art forms. The emergence of art groups in Tulungagung Regency with their respective creativity, gave a fresh update to the preservation of the local wisdom of the region. Traditional arts such as Reyog Kendhang is always as an objects of creativity in the arts. Sangtakasta as an art studio located in Tulungagung Regency Tugu Village currently plays an important role in facilitating young people’s talent who want to get involved in art. The project of sangtakasta studio is dance and musical, all adapted to the current trends without leaving the basics of the art itself. Art without update is can’t exist across generations, because an art will always develop in accordance with changing times. Reyog Kendhang as an iconic art from Tulungagung Regency is currently has an update, because local wisdom will be lost without the support community. Ethnomusicology, sociology and anthropology approaches are used to obtain more efficient information with descriptive analysis methods. The results of this study that an art will continue to develop in accordance with the changing times, follow the flow of the development of the times is fine as long as it does not leave the basis of art itself. Reyog Kendhang Sangtakasta Music is currently able to adjust the times according to the interests of the supporting community
Front Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2 No 1 Juni 2019) Moh Cholisatur Rizaq
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KLASTER KERAJINAN ENCENG GONDOK KLINTING TERHADAP SUMBER DAYA MANUSIA SEKITAR RAWA PENING Arfiati Nurul Komariah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh ketertarikan masyarakat terhadap kerajinan enceng gondok, terutama bagi masyarakat sekitar Rawa Pening, serta guna memberikan wawasan kepada masyarakat umum bahwa enceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma itu dapat di eksplorasi dan di eksploitasi menjadi bahan baku kerajinan tangan yang bernilai jual tinggi. Kemudian dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, melalui pendekatan etnografi sebagai cara untuk menguraikan suatu sistem kelompok sosial dan mempelajari pola perilaku kebiasaan dan cara hidup. Sehingga hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peluang dan pengaruh apa yang dirasakan oleh masyarakat sekitar Rawa Pening, dengan adanya Klaster Kerajinan Enceng Gondok “Klinting”. Karena dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa masyarakat sekitar Rawa Pening dapat menambah penghasilan dan dapat mengurangi adanya dampak buruk dari adanya gulma perairanThis research have purpose to know how far the society toward water hyacinth handicraft especially to Rawa Pening society, and to give a knowledgement to people that water hyacinth all this time known as a weeds could be expoloration and exploitation to be handicraft maertail who have a high value. And then, for other in this research the researcher used qualitative descriptive method, by phenomenological ethnography as mode to analyze social category system and learned behavior pattern of way of living. With the result that from the research was to known the opportunity and the influences of society in Rawa Pening, with this klaster of water hyacinth handycraft “KLINTING”. Therefore, this research was to known that society of Rawa Pening got increased their income and decreased the negative impact of water hyacinth.
BENTUK PENYAJIAN TARI KREASI CANGKLAK DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Novirela Minang Sari
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.408

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sebuah karya tari yang diciptakan di Sanggar Rampoe Kota Banda Aceh. Cangklak adalah salah satu tari kreasi yang sudah berkembang, akan tetapi masih mengikat pada pola tradisi. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dari tari kreasi Cangklak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mendapatkan data-data yang akurat serta memberikan pemahaman terkait dengan bentuk penyajian tari kreasi Cangklak di sanggar Rampoe Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan bentuk penyajian, tari Cangklak diciptakan pada tahun 2006 oleh Yusri Sulaiman Skm, M. Kes. Tari ini menggunakan iringan musik, seperti rapai, geundrang, seurune kalee. Tari Cangklak adalah sebuah tari yang memvisualisasikan perempuan-perempuan Aceh dengan pesonanya. Gerak tarian yang energik menjadi khas dari tarian ini. Tari Cangklak ditarikan oleh enam orang penari perempuan, jumlah penari tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan atau keadaan pentas yang memiliki ruang besar atau kecil.This research tells about an artwork that created at Sanggar Rampoe Banda Aceh. Cangklak is one of the creation dances has been improved but still based on the traditional dance of Aceh. Therefore researchers are interested in describing the presentation form of Cangklak dance creations. This study uses a qualitative descriptive method to obtain accurate data and provides an understanding related to the form of Cangklak creation dance in the Rampoe studio in Banda Aceh. Based on the results of the study related to the form of presentation, Cangklak dance was created in 2006 by Yusri Sulaiman Skm, M. Kes. This dance uses musical accompaniment, such as rapai, geundrang, seurune kalee. Cangklak dance is a dance that visualizes Acehnese women with their charms. The energetic dance moves are typical of this dance. Cangklak dance is danced by six female dancers, the number of dancers can be adjusted to the desired needs or stage conditions that have large or small spaces.
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2 No 1 Juni 2019) Moh Cholisatur Rizaq
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EFEKTIVITAS KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK PADA SMP NEGERI 4 AMBON MALUKU Chrisema Ramayona Latuheru
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.405

Abstract

Kurikulum di Indonesia dinilai terlalu kompleks dibandingkan dengan kurikulum yang ada di beberapa negara maju sehingga beban siswa dalam belajar semakin berat. Atas dasar inilah diperlukan KTSP, kurikulum operasional yang dikembangkan dan dilaksankan oleh sekolah. SMP Negeri 4 Ambon merupakan sekolah yang mengembangkan kurikulum sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah, apa saja kendala dalam pelaksanaan KTSP di SMP Negeri 4 Ambon, bagaimana upaya guru dalam menyelesaikan masalah dalam pelaksanaan KTSP, dan bagaimana upaya guru dalam menyumbangkan pikirannya dalam pelaksanaan pembelajaran musik. Penelitian ini juga dilandasi dengan beberapa teori-teori terdahulu yang telah meneliti efesiensi pembelajaran musik. Proses penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan FGD (Focus Group Discussion) yang diperoleh dari wawancara terbuka dan diskusi terpadu. Hasil penelitian menunjukkan, kendala yang ditemui dalam penerapan KTSP pada pembelajaran seni musik antara lain, kendala siswa dalam mengaransir lagu, guru masih menggunakan ruangan kelas umum pada saat praktek, alat musik yang digunakan belum memadai, alokasi waktu yang masih kurang dan kurangnya tenaga guru. Dalam penerapan KTSP guru berusaha mengatasi kendala-kendala tersebut dengan menyumbangkan pemikirannya melalui solusi-solusi yang diterapkannya, antara lain dengan memudahkan anak mengaransir lagu, melalui lagu sederhana yang diaransirnya dan memanfaatkan waktu diluar jam sekolah untuk menyelesaikan materi yang tertunda.The curriculum in Indonesia is considered too complex compared to other countries so that students in learning is getting harder. On this basis KTSP is needed, an operational curriculum developed and implemented by the school. SMP Negeri 4 Ambon is a school that develops a curriculum in accordance with the characteristics and needs of the school. The problems to be discussed in this study are, what are the obstacles in the implementation of KTSP in SMP Negeri 4 Ambon, how are the efforts of the teacher in solving problems in the implementation of KTSP, and how the teacher attempts to contribute his thoughts in the implementation of music learning. This research is also based on several previous theories that have examined the efficiency of music learning. The process of this research uses qualitative research methods with a case study approach and FGD (Focus Group Discussion) obtained from open interviews and integrated discussions. The results showed that the obstacles encountered in the application of KTSP in the learning of musical arts included the constraints of students in arranging songs, teachers still using public classrooms at the time of practice, inadequate musical instruments, lack of time allocation and lack of teachers. In applying the KTSP the teacher tries to overcome these obstacles by contributing his thoughts through the solutions he applies, among others by making it easier for children to organize songs, through simple songs arranged and utilizing time outside of school hours to complete the delayed material.
KEARIFAN LOKAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DESA SADE KABUPATEN LOMBOK TENGAH Raodatul Hasanah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i1.409

Abstract

Desa Sade merupakan salah satu desa di Kapupaten Lombok Tengah yang memiliki berbagai kearifan lokal yang tetap dipertahankan sampai saat ini sebagai daya tarik wisata budaya. Kearifan lokal yang terdapat di Desa Sadeterdiri dari Intangible dan Tangible. Metode penelitian ini dilakukan dengan deskriptif kualitatif . Teknik pengumpulan data dilakukann dengan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Kearifan lokal yang terdapat di Desa Sade sebagai daya tarik yaitu bangunan khas suku sasak, tarian Gendang Beleq, tenun, dan Peresean. Desa Sade juga dilengkapi dengan aksesabilitas, amneitas, Ancillaries, dan Community Involvement. Untuk meningkatkan kunjungan wisatwan dilakukan pengembangan tempat dan aktivitas wisata, akomodasi, akses ke tujuan tujuan wisata, sarana pendukung pariwisata, dan juga komunikasi pemasaran pariwisata. Pemasaran pariwisata dilakukan dengan merancang bauran pemasaran, bauran iklan, bauran iklan, dan harga.Sade village is one of the villages in central lombok regency which has various local wisdom that has been maintained to date as a cultural tourism attraction.local wisdom contained in the village of sade consists of tangible and intangible. The research method used is descriptive qualitative.data collection techniques are done by direc observation, interview, and documentation. Local wisdom contained in the village of sade as a cultural tourist attraction is a typical building of sasa tribe, peresean, weaving lombok, gendang beleq dance .sade village is also equipped with accessability, aksesabilitas, amneitas, Ancillaries, and Community Involvement. To increase tourist visits conducted by the development of places and tourism activites, accommodation, access to tourist destinations, tourism support facilities, as well as tourism maeketing communications. Tourism marketiing is done by designing a marketing mix, advertising, and price.

Page 1 of 2 | Total Record : 12