cover
Contact Name
Ani Tjitra Handayani
Contact Email
ani.tjitra@sttnas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jalan Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
KURVATEK
ISSN : -     EISSN : 24777870     DOI : https://doi.org/10.33579/krvtk.v4i1
Jurnal KURVATEK diterbitkan pertama kali tahun 2016 oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian masyarakat pada Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta. Jurnal ini mempunyai misi sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang geologi, pertambangan, elektro, sipil, material teknik,konversi energi, enegi terbarukan, serta perencanaan wilayah dan kota. Area tulisan dalam jurnal ini cukup luas. Cakupan penulisan mulai dari kajian pustaka maupun ekperimen yang ditulis dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang baik dan benar.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019): November 2019" : 13 Documents clear
ANALISA LAJU KOROSI MATERIAL AA7050 DI LINGKUNGAN 3,5% NaCl DENGAN PENAMBAHAN INHIBITOR Na2WO4 Anita Susiana; M.N Ilman
KURVATEK Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i2.1574

Abstract

Aluminium merupakan salah satu logam ringan yang paling banyak digunakan di dunia industri termasuk industri pesawat terbang saat ini karena beberapa keunggulan diantaranya memiliki kekuatan tarik yang relatif tinggi, mempunyai sifat mampu bentuk (formability) yang baik, bersifat non magnetik serta tahan terhadap korosi. Aluminium merupakan logam yang sangat aktif, karena apabila berada di lingkungan yang mengandung oksigen, akan bereaksi untuk membentuk lapisan tipis oksida transparan diseluruh permukaannya yang terbuka. Selaput inilah yang mengendalikan laju korosi dan melindungi logam dibawahnya. Oleh karena itu, komponen-komponen yang terbuat dari aluminium dan paduan-paduannya biasanya memiliki umur yang panjang. Tetapi, Jika selaput ini rusak dan tidak dapat dipulihkan lagi, korosi logam akan terjadi dengan cepat termasuk logam aluminium paduan 7050. Penggunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melindungi logam dari korosi. Inhibitor ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan, dimana terbentuk lapisan pasif yang menghambat laju pertukaran ion-ion pada logam. Metode penelitian uji laju korosi menggunakan metode polarisasi potensiodinamik dilingkungan 3,5% NaCl. Jenis Inhibitor yang digunakan adalah inhibitor anorganik Na2WO4 dengan variasi konsentrasi 0,1%, 0,3%, 0,5% dan 0,7%. Pengujian mekanis dilakukan sebagai data penunjang yang meliputi uji komposisi, uji tarik, uji kekerasan dan uji strukturmikro. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa konsentrasi optimal inhibitor untuk material aluminium paduan 7050 dilingkungan 3,5% NaCl yaitu pada konsentrasi 0,3% Na2WO4 dengan angka laju korosi sebesar 0,28 mpy. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan spesimen uji korosi tanpa menggunakan inhibitor yaitu sebesar 2,42 mpy. Penurunan laju korosi terjadi karena adanya inhibitor yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan Terjadinya penurunan angka laju korosi menunjukkan adanya pergeseran ke arah positif yang berarti terjadi proses adsorpsi dan terbentuk lapisan pelindung pada permukaan logam sehingga proses oksidasi dapat ditahan. Penurunan laju korosi terjadi karena adanya inhibitor yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi antarmuka logam dengan lingkungan. Kata Kunci: Aluminium 7050, pesawat, korosi, inhibitor, Na2WO4
ADAPTING SUSTAINABLE LIVELIHOOD FRAMEWORK FOR HUMAN WELL-BEING ASSESSMENT IN BANTUL REGENCY Kusumawardhani, Nadia Paramitha
KURVATEK Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i2.1582

Abstract

There is broad subject that ecosystem service influence human well-being (HWB), however HWB are unmeasurable variable, therefore it still not been integrated fully into ecosystem service assessment and spatial planning document in Indonesia. Provision of sustainable ecosystem services, especially food provisioning, is a challenge for Bantul Regency as it faces huge production deficits because of land conversion and urbanization, therefore, it will threaten the condition of its human well-being. It aims to determine the distribution of human well-being conditions as well as analyzing which capital is the basic capital for human development in Bantul Regency. This study evaluates and maps human well-being by using Sustainable Livelihood Framework (SLF), based on perspective of experts and stakeholders, then analyzed the spatial variation on landscape by mapping the area, and discussed how to achieve human well-being conditions by maximizing services from the ecosystem. Questioners were distributed to stakeholders that involved in development decision making in Bantul regency in Likert scale, then it was analyze to determine the scores of each indicator in every capital. Then regional boundary shapefile analysis in ArcMap was carried out to map the level of conditions of human well-being. Based on the analysis, Human Capital is the largest capital in the people’s welfare of Bantul, the highest condition is located in the Dlingo and Srandakan Districts. However, financial, physical and social capitals are located in the same area, which makes the Banguntapan, Sewon and Bantul Districts have the best human well-being conditions in all of Bantul Regency. This study also found that besides geographical conditions play an important role in producing different types of ecosystem services, social-economic factors is the most important factor in determining the difference in value of each capital in human well-being. Optimizing planning regulation has to consider these spatial patterns.
KORELASI SEBARAN GEMPABUMI DAN DENSITAS KELURUSAN PADA KEAMANAN CALON TAPAK PLTN BOJONEGARA, BANTEN Mahbub, Rizqi Muhammad; Hartono, Hill Gendoet
KURVATEK Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i2.1583

Abstract

Pembangkit listrik tenaga nuklir sangat dibutuhkan di Indonesia mengingat listrik dari batubara sangat merusak lingkungan. Lokasi tapak PLTN Bojonegara di Banten masih dalam perencanaan didukung dari aspek tektonik. Di Busur muka Selat Sunda yang merupakan daerah transisi antara pulau Sumatera dan Jawa yang hingga tahun 2019 mengalami gempa tektonik di bagian subduksi antara Lempeng Indo Australia di bawah Lempeng Eurasia. Pergerakan lempeng aktif menghasilkan gaya kompresi sehingga mengakibatkan zona hancuran sangat luas yang akan berdampak bukan hanya daerah pesisir yang terkena bencana gempa namun daerah yang berdekatan dengan struktur sesar aktif. Objek penelitian yaitu mendeteksi zona lemah dengan metode densitas kelurusan dari data digital elevasi, landsat 8, data gravitasi, serta data focal mechanism. Pertama lakukan interpretasi kelurusan dari digital elevasi landsat 8, yang kemudian menggunakan data struktur geologi Kenozoikum dari peta geologi regional di wilayah Banten. Kedua interpretasi zona lemah dari kriteria jenis batuan berdasarkan peta geologi regional yang dihubungkan dengan densitas kelurusan. Ketiga deteksi kelurusan yang membentuk pola sama dengan pergerakan sesar dari data focal mechanism. Jumlah gempa Magnitudo 2 – 9 yang terdeteksi di perairan Selat Sunda hingga daratan Banten diakibatkan oleh karakteristik gempa mekanisme sesar geser di kedalaman dangkal (D< 20 km), adapun mekanisme sesar geser ini reaktivasi sesar di permukaan di tenggara dan timurlaut Serang, Banten. Panjang kelurusan dan saling koneksi difokuskan dengan grid 500m x 500m berhubungan dengan data densitas dan focal mechanism. Daerah dengan densitas kelurusan tinggi, distribusi gempa dengan mekanisme pergerakan sesar dan arah gaya pembentuk kelurusan tektonik sama dapat mempengaruhi kelayakan lokasi dalam pengembangan PLTN di daerah tersebut.

Page 2 of 2 | Total Record : 13