cover
Contact Name
Hardini Tri Indarti
Contact Email
jurnal.budiluhur@gmail.com
Phone
+62895346530937
Journal Mail Official
jurnal.budiluhur@gmail.com
Editorial Address
Jln Kerkoff no 243, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan
ISSN : 19788479     EISSN : 25810111     DOI : https://doi.org/10.62817/jkbl.v17i2
Core Subject : Health, Social,
JKBL (Jurnal Kesehatan Budi Luhur) as part of the atmosphere of disseminating scientific research results and ideas to improve health quality of Indonesian society. The journal includes original research articles, review articles, and short communications for nursing, midwivery, and others health fields.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020" : 16 Documents clear
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS LEUWIGAJAH CIMAHI SELATAN 2019 Sofa Fatonah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting (tubuh pendek) adalah hasil jangka panjang dari kekurangan nutrisi dengan tinggi badan menurut umur kurang dari -2 SD (Standar Deviasi) di bawah median panjang (WHO, 2010). prevalensi stunting  Secara global 22,% pada anak dibawah usia 5 tahun (UNICEF et al.,2017), nasional 37,2%(Riskesdas, 2013), jawa barat 29,9% (Pikiran Rakyat, 2018), Kota Cimahi terdapat 9,75%(Dinkes Cimahi, 2018), puskesmas leuwigajah 10,39% (puskesmas leuwigajah 2018)  Pola asuh adalah penyebab tidak langsung dari kejadian stunting dan apabila tidak dilaksanakan dengan baik dapat menjadi penyebab langsung dari kejadian stunting, artinya pola asuh adalah faktor dominan sebagai penyebab stunting (UNICEF, 2015). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dalam pemberian makan dengan kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan 2019. Metode penelitian ini kolerasi dengan pendekatan cross sectional Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan accidental sampling dengan jumlah 95 responden. Intrument yang digunakan kuisioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,003 < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh makan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan.   Kata kunci                  : pola asuh ibu, pemberian makan, stunting , anak usia 24-59 bulan
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM KURIKULUM ILMU KEPERAWATAN Nina Aminah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi kurikulum harus berorientasai pada kebutuhan bidang studi dan disesuaikan dengan perubahan tuntutan masyarakat terhadap perguruan tinggi tersebut. Visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur Cimahi, diantaranya menghasilkan lulusan yang berbudi luhur dan religius. Selama ini belum adanya secara konsep model integrasi nilai-nilai Islam di STIKes Budi Luhur, beberapa dosen STIKes sering mengalami kebingungan ketika berhadapan dengan aplikasi di lapangan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif (Qualitative appoach) dan metodenya deskriptif analitis. Peneliti bisa terlibat langsung dengan partisipan, dengan demikian hasil penelitian akan lebih mendalam dan beragam. Kemudian untuk melengkapi penelitian ini mencari beberapa literature yang berhubungan dengan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum ilmu keperawatan. Adapun hasil penelitian adalah integrasi nilai-nilai Islam yang harus dimiliki semua orang termasuk perlu dimiliki oleh seorang perawat, pasien, dokter, terutama nilai-nilai ketakwaan. Quraisy Shihab menjelaskan, bertakwa kepada Allah di sini adalah dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan-Nya. Janji Allah barangsiapa yang bertakwa kepada Allah dengan berkesinambungan takwanya, maka akan menjadikan baginya dalam segala urusan kemudahan. Nilai-nilai Islam lainya adalah keikhlasan, peramah, penyantun, bertanggungjawab, syukur, makanan yang halal dan thayyib. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan kepada mata kuliah: Ilmu Keperawatan Dasar III, Sistem Reproduksi, Keperawatan Komunitas I, Penyakit Menular Keperawatan, dan Keperawatan Medikal Bedah I, II.
The Relationship of Sexual Activity in Menopausal Women With Quality of life Suci Sholihat
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is the cessation of menstrual cycles permanently to women who previously had menstruation every month, and not caused by pathological conditions. Sexuality is an important part in women’s life healthy and quality, changes experienced by menopausal women will lead to a crisis that affects the quality of life. This study was conducted to analyze the relationship of sexual activity in menopausal women with quality of life.This research conducted sectional method of sequential explanatory mixed method that collect and analyze quantitative data then followed by data collection and analyzing qualitative data based on quantitative result. The population was menopausal women in UPTD Yankes Kecamatan Soreang who matched with research criteria, i.e women who already menopause, married/had life spouse, having sex actively, not illiterate (can read and write). It used purposive sampling method, from  December 2017 to Januari 2018.      The result of sexual activity related to the quality of life of menopausal women. Age and education is related to the quality of life of menopausal women.The conclusions of this study were sexual activity in menopausal women related to quality of life. Social support, self-confidence and positive attitude towards the complaints of the menopause women, especially around sexuality in order to make a good quality of life.
The Relationship of Sexual Activity in Menopausal Women With Quality of life Sholihat, Suci
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is the cessation of menstrual cycles permanently to women who previously had menstruation every month, and not caused by pathological conditions. Sexuality is an important part in women’s life healthy and quality, changes experienced by menopausal women will lead to a crisis that affects the quality of life. This study was conducted to analyze the relationship of sexual activity in menopausal women with quality of life.This research conducted sectional method of sequential explanatory mixed method that collect and analyze quantitative data then followed by data collection and analyzing qualitative data based on quantitative result. The population was menopausal women in UPTD Yankes Kecamatan Soreang who matched with research criteria, i.e women who already menopause, married/had life spouse, having sex actively, not illiterate (can read and write). It used purposive sampling method, from  December 2017 to Januari 2018.      The result of sexual activity related to the quality of life of menopausal women. Age and education is related to the quality of life of menopausal women.The conclusions of this study were sexual activity in menopausal women related to quality of life. Social support, self-confidence and positive attitude towards the complaints of the menopause women, especially around sexuality in order to make a good quality of life.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI UPT. PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI imelda derang
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK    Efikasi diri adalah suatu keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat keberhasilan pada kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup merupakan kepuasan mental, kesehatan, fisik dan kebahagiaan. Warga lanjut usia sering menghadapi kelemahan, menarik diri dari pergaulannya, keterbatasan, dan ketidak mampuan sehingga kualitas hidup pada lanjut usia semakin menurun. Dalam mengatasi hal tersebut, lamsia perlu memiliki efikiasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Desain penelitian ini menggunakan metode corelational dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri tinggi 21 orang (47,7%) dan efikasi diri rendah 23 orang dengan nilai (52,3%). Sedangkan kualitas hidup kurang baik 23 orang (52,3%) dan baik 21 orang dengan nilai (47,7%). Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai r = (0,458**) dan p (value) = 0,002 (p<0,05). Maka ada hubungan yang signifikan antara hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup lansia di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai agar membantu lansia dalam memberikan dukungan terhadap efikasi diri lansia sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan melaksanakan seminar. Kata Kunci : Rfikasi Diri, Kualitas Hidup ABSTRACT Self-efficacy is a person's beliefs about his or her ability to perform the tasks or actions necessary to achieve success levels in everyday life. Quality of life is a mental satisfaction, health, physical and happiness. Elderly people often face weakness, withdraw from their interactions, limitations, and disabilities so that quality of life in the elderly declines. In dealing with it, lamsia needs to have self-efficacy. The purpose of this study was to identify the relationship of self efficacy with quality of life in UPT.Binjai Elderly Social Service. This research design was done by using corelational method with cross sectional approach. Sampling using purposive sampling method with the total of samples were 44 respondents. The results showed that self efficacy was 21 people (47,7%) and self efficacy was low 23 people with value (52,3%). While the quality of life is less good 23 people (52.3%) and good 21 people with value (47.7%). Based on the result of spearman rank test, r = (0,458 **) and p (value) = 0,002 (p <0,05). Then there is a significant correlation between self efficacy with quality of life of elderly in UPT. Binjai Elderly Social Services to assist elderly in providing support to the elderly self efficacy so as to improve the quality of life better by conducting seminars. Keywords: Self-Ratification, Quality of Life 
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI UPT. PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA BINJAI derang, imelda
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK    Efikasi diri adalah suatu keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat keberhasilan pada kehidupan sehari-hari. Kualitas hidup merupakan kepuasan mental, kesehatan, fisik dan kebahagiaan. Warga lanjut usia sering menghadapi kelemahan, menarik diri dari pergaulannya, keterbatasan, dan ketidak mampuan sehingga kualitas hidup pada lanjut usia semakin menurun. Dalam mengatasi hal tersebut, lamsia perlu memiliki efikiasi diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Desain penelitian ini menggunakan metode corelational dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampling menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri tinggi 21 orang (47,7%) dan efikasi diri rendah 23 orang dengan nilai (52,3%). Sedangkan kualitas hidup kurang baik 23 orang (52,3%) dan baik 21 orang dengan nilai (47,7%). Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank diperoleh nilai r = (0,458**) dan p (value) = 0,002 (p<0,05). Maka ada hubungan yang signifikan antara hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup lansia di UPT. Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai agar membantu lansia dalam memberikan dukungan terhadap efikasi diri lansia sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan melaksanakan seminar. Kata Kunci : Rfikasi Diri, Kualitas Hidup ABSTRACT Self-efficacy is a person's beliefs about his or her ability to perform the tasks or actions necessary to achieve success levels in everyday life. Quality of life is a mental satisfaction, health, physical and happiness. Elderly people often face weakness, withdraw from their interactions, limitations, and disabilities so that quality of life in the elderly declines. In dealing with it, lamsia needs to have self-efficacy. The purpose of this study was to identify the relationship of self efficacy with quality of life in UPT.Binjai Elderly Social Service. This research design was done by using corelational method with cross sectional approach. Sampling using purposive sampling method with the total of samples were 44 respondents. The results showed that self efficacy was 21 people (47,7%) and self efficacy was low 23 people with value (52,3%). While the quality of life is less good 23 people (52.3%) and good 21 people with value (47.7%). Based on the result of spearman rank test, r = (0,458 **) and p (value) = 0,002 (p <0,05). Then there is a significant correlation between self efficacy with quality of life of elderly in UPT. Binjai Elderly Social Services to assist elderly in providing support to the elderly self efficacy so as to improve the quality of life better by conducting seminars. Keywords: Self-Ratification, Quality of Life 
Pelatihan Dalam Merubah Perilaku Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Deliserdang tahun 2016 1)Eliza Warda, 2)Evi Desfauza 2, 3) Ida Nurhayati 1)Poltekkes Kemenkes Medan 2)Poltekkes Kemenkes Medan 3)Poltekkes Kemenkes Medan Eliza Warda,SKM.M.Kes
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target Millenium Development Goals (MDGs4) 4a: Menurunkan Angka Kematian Anak Hingga 2/3 Dalam Kurun Waktu 1990-2015; dari 32 per 1.000 dan AKB 23 per 1,000 KH tahun 2015. Hasil SDKI 2007 AKB sebesar 34 per 1000 kKh. Provinsi Sumatera Utara, hasil SDKI 2007, AKB tahun 20007 adalah 46 per 1000 KH. Semua kematian balita d terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah karena kurang gizi 35%, diare 17,2%, Pneumonia 13,2%, kurang gizi meningkatkan resiko kematian akibat penyakit tersebut muncul saat bayi memasuki usia 6 bulan – 2 tahun. Di Sumatera Utara ada lima daerah yang paling tinggi mengalami prevalensi gizi buruk, yakni Kabupaten Nias (13,3%) dan Nias Selatan (10,1%). Tapanuli Selatan (6,1%), Tapanuli Tengah (5,9%), dan Mandailing Natal (5,2%). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan MP-ASI terhadap perubahan perilaku ibu pemberian MP-ASI dan peningkatan status gizi anak bawah dua tahun. Rancangan penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan design one group before and after intervention.. Sampel  59 anak umur 6 bullan - 2 tahun purposive sampling pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 di wilayah Kerja Puskesmas Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang,. Hasil penelitian adanya peningkatan rata-rata perilaku responden sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pengetahuan 21,220, sikap 17,034, tindakan 19,135, dan berat badan anak 205,085 dengan nilai P 0,000. Pada tenaga kesehatan terutama bidan untuk tidak bosan-bosannya memberikan konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif dan jadwal pemberian MP-ASI. Kata Kunci : Pelatihan, MP-ASI, Perilaku Ibu
Pelatihan Dalam Merubah Perilaku Ibu dalam Memberikan Makanan Pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Deliserdang tahun 2016 1)Eliza Warda, 2)Evi Desfauza 2, 3) Ida Nurhayati 1)Poltekkes Kemenkes Medan 2)Poltekkes Kemenkes Medan 3)Poltekkes Kemenkes Medan Warda,SKM.M.Kes, Eliza
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target Millenium Development Goals (MDGs4) 4a: Menurunkan Angka Kematian Anak Hingga 2/3 Dalam Kurun Waktu 1990-2015; dari 32 per 1.000 dan AKB 23 per 1,000 KH tahun 2015. Hasil SDKI 2007 AKB sebesar 34 per 1000 kKh. Provinsi Sumatera Utara, hasil SDKI 2007, AKB tahun 20007 adalah 46 per 1000 KH. Semua kematian balita d terjadi di negara dengan pendapatan rendah dan menengah karena kurang gizi 35%, diare 17,2%, Pneumonia 13,2%, kurang gizi meningkatkan resiko kematian akibat penyakit tersebut muncul saat bayi memasuki usia 6 bulan – 2 tahun. Di Sumatera Utara ada lima daerah yang paling tinggi mengalami prevalensi gizi buruk, yakni Kabupaten Nias (13,3%) dan Nias Selatan (10,1%). Tapanuli Selatan (6,1%), Tapanuli Tengah (5,9%), dan Mandailing Natal (5,2%). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan MP-ASI terhadap perubahan perilaku ibu pemberian MP-ASI dan peningkatan status gizi anak bawah dua tahun. Rancangan penelitian menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan design one group before and after intervention.. Sampel  59 anak umur 6 bullan - 2 tahun purposive sampling pada bulan Agustus sampai Oktober 2016 di wilayah Kerja Puskesmas Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang,. Hasil penelitian adanya peningkatan rata-rata perilaku responden sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan pengetahuan 21,220, sikap 17,034, tindakan 19,135, dan berat badan anak 205,085 dengan nilai P 0,000. Pada tenaga kesehatan terutama bidan untuk tidak bosan-bosannya memberikan konseling pada ibu tentang ASI Eksklusif dan jadwal pemberian MP-ASI. Kata Kunci : Pelatihan, MP-ASI, Perilaku Ibu
DEMOGRAPHIC VARIABLE CONNECTION WITH NURSE CARING BEHAVIOR IN HOSPITAL DR. DJASAMEN SARAGIH SIANTAR 2019 MESTIANA - KARO
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCaring behavior merupakan sikap moral dalam praktik keperawatan. Sifat perawat yang caring saat berurusan dengan orang sakit dan keluarga pasien setiap hari harus menunjukkan sikap empati, sensitive, dan responsive terhadap kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawat di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar Tahun 2019. Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengabilan sample dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 144 responden. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner variabel demografi dengan caring behavior perawat, dimana kuesioner caring behavior perawatterdiri dari 5 tema. Hasil uji One Way Anova didapatkan variabel dmeografi (umur) p = 3,663, jenis kelamin p = 2,859, tetapi pada tema 2 didapatka p = 0,036, agama p = 1,087, area praktek p = 1,43, tetapi pada tema 3 p = 0,014, pendidikan p = 3,003, suku p = 3,008, lama kerja p = 3,174 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan secara umum  tidak ada hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawa, namun pada tema 2 jenis kelamin dan tema 3 area praktek terdapat hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawat di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar Tahun 2019. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan ilmu pengetahuan dalam bidang keperawatan. Kata Kunci : Variabel Demografi, Caring Behavior DEMOGRAPHIC VARIABLE CONNECTION WITH NURSE CARING BEHAVIOR IN HOSPITAL DR. DJASAMEN SARAGIH SIANTAR 2019   AbstractCaring behavior a moral attitude in nursing practice. Nurses caring nature when dealing with sick people and families of patients every day should show empathy, sensitive, and responsive to patients' needs. This study aims to determine the relationship of demographic variables with behavior caring nurse at Hospital Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Year 2019. The study design using correlation descriptive design with cross sectional approach. Engineering pengabilan sample in this study using a quota sampling with a sample of 144 respondents. The instrument used is questionnaire with demographic variables nurse caring behavior, which behavior caring nurse questionnaire consists of five themes. One Way Anova test results obtained dmeografi variables (age) p = 3.663, gender p = 2.859, but the theme 2 didapatka p = 0.036, religion p = 1.087, p = 1.43 practice area, but on third theme p = 0.014, p = 3.003 education, ethnicity p = 3.008, p = working time 3.174 (p <0.05). These results generally show no association with demographic variables nurse caring behavior, but the two sexes theme and the theme of three areas of practice are demographic variables relationships with caring behavior of nurses in hospitals Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Year 2019. This research is expected to be used as an additional science in the field of nursing. Keywords : Demographic variables, Caring Behavior
DEMOGRAPHIC VARIABLE CONNECTION WITH NURSE CARING BEHAVIOR IN HOSPITAL DR. DJASAMEN SARAGIH SIANTAR 2019 KARO, MESTIANA -
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCaring behavior merupakan sikap moral dalam praktik keperawatan. Sifat perawat yang caring saat berurusan dengan orang sakit dan keluarga pasien setiap hari harus menunjukkan sikap empati, sensitive, dan responsive terhadap kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawat di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar Tahun 2019. Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengabilan sample dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 144 responden. Instrument yang digunakan yaitu lembar kuesioner variabel demografi dengan caring behavior perawat, dimana kuesioner caring behavior perawatterdiri dari 5 tema. Hasil uji One Way Anova didapatkan variabel dmeografi (umur) p = 3,663, jenis kelamin p = 2,859, tetapi pada tema 2 didapatka p = 0,036, agama p = 1,087, area praktek p = 1,43, tetapi pada tema 3 p = 0,014, pendidikan p = 3,003, suku p = 3,008, lama kerja p = 3,174 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan secara umum  tidak ada hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawa, namun pada tema 2 jenis kelamin dan tema 3 area praktek terdapat hubungan variabel demografi dengan caring behavior perawat di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar Tahun 2019. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan ilmu pengetahuan dalam bidang keperawatan. Kata Kunci : Variabel Demografi, Caring Behavior DEMOGRAPHIC VARIABLE CONNECTION WITH NURSE CARING BEHAVIOR IN HOSPITAL DR. DJASAMEN SARAGIH SIANTAR 2019   AbstractCaring behavior a moral attitude in nursing practice. Nurses caring nature when dealing with sick people and families of patients every day should show empathy, sensitive, and responsive to patients' needs. This study aims to determine the relationship of demographic variables with behavior caring nurse at Hospital Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Year 2019. The study design using correlation descriptive design with cross sectional approach. Engineering pengabilan sample in this study using a quota sampling with a sample of 144 respondents. The instrument used is questionnaire with demographic variables nurse caring behavior, which behavior caring nurse questionnaire consists of five themes. One Way Anova test results obtained dmeografi variables (age) p = 3.663, gender p = 2.859, but the theme 2 didapatka p = 0.036, religion p = 1.087, p = 1.43 practice area, but on third theme p = 0.014, p = 3.003 education, ethnicity p = 3.008, p = working time 3.174 (p <0.05). These results generally show no association with demographic variables nurse caring behavior, but the two sexes theme and the theme of three areas of practice are demographic variables relationships with caring behavior of nurses in hospitals Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Year 2019. This research is expected to be used as an additional science in the field of nursing. Keywords : Demographic variables, Caring Behavior

Page 1 of 2 | Total Record : 16