cover
Contact Name
I Putu Dedy Arjita
Contact Email
ipdedyarjita@unizar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram Jalan Unizar No. 20 Turida, Sandubaya - Mataram NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 24609749     EISSN : 26205890     DOI : 10.36679
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019)" : 10 Documents clear
PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI OLEH IBU AKSEPTOR KB Fachrudi Hanafi
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.563 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.105

Abstract

Latar belakang : Makin banyak jenis metode kontrasepsi yang tersedia saat ini akan makin banyak pula pilihan yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi. Metode kontrasepsi yang banyak jenisnya ini akan menyebabkan banyak ibu pasca salin mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi yang akan digunakan. Tujuan penelitian : mengetahui faktor-faktor dalam pemilihan metode kontrasepsi oleh ibu akseptor KB. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah akseptor KB selama tahun 2015 di Puskesmas Karang Taliwang sebanyak 372 orang. Jumlah sampel penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang melakukan kunjungan ke Puskesmas dengan jumlah 30 orang. Metode pengambilan sampel secara accidental sampling. Data primer didapatkan melalui wawancara mendalam/depth interview dengan responden. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif. Hasil : pemilihan alat kontrasepsi oleh ibu akseptor KB dipengaruhi oleh pengetahuan yang kurang sebanyak 21 orang (70%), tidak adanya pengaruh sosial budaya sebanyak 29 orang (96,6%), tidak adanya faktor agama sebanyak 26 orang (86,6%), adanya faktor biaya sebanyak 30 orang (100%), adanya faktor dukungan keluarga sebanyak 30 orang (100%) dan adanya faktor pendapatan keluarga 29 orang (96,6%). Kesimpulan : Dari semua faktor yang mempengaruhi pemilihan tersebut yang paling dominan adalah dukungan keluarga, biaya dan pendapatan keluarga.
METABOLISME OBAT PADA PENYAKIT KARDIOVASKULER Halia Wanadiatri
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.741 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.99

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, sekitar 30% menyebabkan kematian. Obat-obatan kardiovaskular menunjukkan prevalensi terbanyak dalam kategori farmakologi di polypharmacy cohort dan menduduki 20 besar obat-obatan yang sering diresepkan di US (antiplatelet, statin, β-blockes, dan renin-angiotensin system inhibitors). Polifarmasi dengan obat-obatan ini meningkatkan resiko interaksi obat dan efek samping obat. Faktanya, obat-obatan kardiovaskular sering menyebabkan efek samping pada pasien dengan usia lanjut. Farmakokinetik dan farmakodinamik obat-obatan kardiovaskular bisa berubah karena penyakit kardiovaskular itu sendiri. Perubahan fisiologis juga memegang peranan penting, terutama umur. Sebagai contoh, perubahan farmakokinetik yang tampak pada pasien orang tua: berkurangnya fungsi ginjal, metabolisme hati, berkurangnya ikatan protein, meningkatnya lemak tubuh, dan sedikitnya sel reseptor target yang bisa dikaitkan.
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR TAHUN 2019 Deny Sutrisna Wiatma; Muhlisin Amin
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.996 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.107

Abstract

Latar Belakang :Rokok sangatlah berbahaya bagi kesehatan, salah satu kandungannya yakni nikotin telah diketahui dapat menjadi faktor resiko kejadian diabetes, nikotin dapat merusak sel β pankreas dan menghambat insulin. Tujuan :untuk mengetahui hubungan merokok dengan kadar glukosa darah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar Mataram tahun 2019. Metode Penelitian : Populasi pada penelitian ini adalah 52 orang mahasiswa perokok aktif Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar periode 2015-2019, sampel diambil dengan teknik total sampling yakni jumlah sampel sama dengan jumlah populasi, dan menggunakan metode pre-eksperimental design dengan rancangan non equivalent control group, hasil pada penelitian ini selanjutnya di analisis dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil yang didapatkan dari uji Chi-Squarediperoleh nilai signifikan dengan rerata kadar glukosa darah pretest dan posttest kelompok eksperimen adalah 107,73 mg/dL dan 112,65 mg/dL sedangkan pada kelompok kontrol adalah 123,27 mg/dL dan 112,40 mg/dL serta didapatkan p value 0,001 (P <0,05). Kesimpulan :Terdapat Hubungan yang Signifikan antara merokok dengan kadar glukosa darah.
PERBANDINGAN FIKSASI LARUTAN BOUIN DAN FORMALIN PADA SEDIAAN PREPARAT HISTOLOGI TESTIS MARMUT Rusmiatik Atik
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.566 KB)

Abstract

Fiksasi merupakan salah satu bagian dari beberapa tahapan dalam pembuatan sediaan histologi. Maksud dari dilakukannya fiksasi adalah untuk membuat struktur unsur-unsur jaringan menjadi stabil, tidak mengalami perubahan (post-mortem) pasca kematian. Apabila individu mati maka ada dua hal yang bisa merusak struktur jaringan yaitu pengaruh enzim proteolitik dan pengaruh bakteri pembusuk. Larutan fiksatif yang sering digunakan adalah larutan bouin dan formalin. Dalam proses fiksasi dengan larutan bouin yang terdiri dari picrid acid 75 ml, formaldehid 25 ml, acetid acid 5ml, sedangkan untuk formalin digunakan dengan konsentrasi 40%. Dalam proses fiksatif dengan formalin, tidak mengkerutkan jaringan tetapi jaringan mengkerut karena pengaruh alkohol pada waktu proses dehidrasi. Jaringan yang di fiksasi dengan formalin dapat langsung di pindahkan ke dalam alkohol 70%, alkohol 80%, alkohol 96%,dan alkohol absolut.
PENGARUH LATIHAN SIRKUIT TERHADAP VO₂ MAX PADA KOMUNITAS BERLARI RUNJANI KOTA MATARAM TAHUN 2018 Lalu Muhammad Arief As'ad; Siti Ruqayyah; Muhammad Nauval
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.318 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.108

Abstract

Latar Belakang: Kebugaran jasmani merupakan salah satu aspek fisik dari kesegaran menyeluruh (total fitness). Latihan Sirkuit adalah suatu program latihan terdiri dari beberapa stasiun dan di setiap stasiun seorang atlet melakukan jenis latihan yang telah ditentukan. VO₂ Max adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat dikonsumsi selama aktivitas fisik yang intensif sampai akhirnya terjadi kelelahan. Pengukurannya dapat digunakan untuk menganalisis efek dari suatu program latihan fisik. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan sirkuit terhadap VO₂ Max pada Komunitas Berlari RUNJANI Kota Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan desain penelitian one group pre test post test design. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan total sampel sebanyak 30 subjek. Data yang telah terkumpul diolah menggunakan program SPSS. Hasil: Berdasarkan nilai VO2 Max pre-test didapatkan 5 subjek kategori terlatih (16.6%), 2 subjek kategori baik sekali (6.6%), 8 subjek kategori baik (26.6%), dan 10 subjek kategori sedang (33.3%). Pada nilai VO2 Max post-test didapatkan 6 subjek kategori terlatih (20%), 1 subjek kategori baik sekali (3.33%), 14 subjek kategori baik (46.6%), dan 9 subjek kategori sedang (30%). Standard deviasi sebelum perlakuan sebesar 1,62095 dan setelah perlakuan sebesar 1,83366 dengan hasil p-value sebesar 0,1 (p < 0,05), berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan sirkuit degan nilai VO₂ Max.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI DAERAH PESISIR KOTA KENDARI Ti en; Musyarrafah Musyarrafah; Andi Noor Kholidha; Pranita Aritrina; Ikhlasul Amal Abdal; Arimas wati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.195 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.100

Abstract

Background: Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by chronic hiperglikemia and caused by the impairment of insulin secretion or insulin resistance or both. There are some risk factors in the process. They are obesity, lack of activity, nutritional deficiency, family history of diabetes, history of gestational diabetes, old age, and genetic. Research Purpose: This research purpose is to understand the relationship between risk factors including obesity and family history with the incident of type-2 DM in coastal area of Kendari. Research Methods: This research used analytical-observational study with case control approach. The independent variables used in this research are Body Mass Index (BMI) and family history while the the dependent variables are the incident of type-2 DM. The location of this research is working area of Puskesmas Mata, Puskesmas Benu-benua, Puskesmas Kandai, Puskesmas Abeli and Puskesmas Poasia located in the coastal area. There are 75 people choosen to be our samples by include and exclude criteria with cluster sampling method. Data are obtained by using questionnaire and laboratory analysis. The results are processed by applying Chi-Square test with p<0,050 and the Odd Ratio score. Research Result: This research showed that between BMI with the incident of type-2 DM has p=0,000 (OR=7,875), between family history with the incident of type-2 DM has p=0,030 (OR=2,800), between BMI and family history with the incident of type-2 DM has p=0,000 (OR=14,571). Conclusion: The conclusion of this research was that the relationship between BMI with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists. The relationship between family history with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists. The relationship between BMI and family history with the incident of type-2 DM in the coastal area of Kendari exists.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP BAKTERI (Staphylococcus Aureus) Yusril Ilham Fahmi; Ana Andriana; Diani Sri Hidayati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.265 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.109

Abstract

Mikroorganisme alami yang ada dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi salah satunya Staphylococcus Aureus. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis obat sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Bawang putih (Allium Sativum) mempunyai bahan aktif yaitu alicin, flavonoid, ajoene, minyak atsiri dan saponin yang mempunyai efek antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya hambat ekstrak bawang putih (Allium Sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Posttest dengan Kelompok Kontrol (Posttest Only Control Group Design), menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 perlakuan dan 4 kali ulangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dengan konsentrasi 250 µg/mL, 500 µg/mL, 750 µg/mL, 1000 µg/mL, 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif ciprofloksasin dan kontrol negatif aquades steril. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat dan data yang diperoleh dari analisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil pengukuran zona hambatan bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing konsentrasi berturut turut adalah, konsentrasi 250 µg/mL sebesar 6.5 mm; 500 µg/mL,13.3 mm; 750 µg/mL, 15 mm dan 1000 µg/mL, 17.8 mm. Pada konsentrasi yang paling tinggi menghasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan yakni 0,008 lebih kecil dari p value: 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium Sativum) dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus.
PENGARUH JALAN SANTAI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KARANG TALIWANG MATARAM NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2019 Fahrunnisa Fahrunnisa; Etyretno Setiawati; Cahyadi Nyoman
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.487 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.102

Abstract

Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan penyebab utama kematian disebagian besar negara maju. Pengelolaan penyakit diabetes mellitus dikenal dengan empat pilar utama yaitu penyuluhan atau edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani dan intervensi farmakologis. Berjalan kaki merupakan salah satu bentuk latihan jasmani yang direkomendasikan untuk dilakukan sehari-hari bagi penderita diabetes.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jalan santai terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental. Sedangkan desain atau rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebesar 30 responden yang diambil dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian : Hasil pretest dan posttest data menunjukan bahwa, rerata kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 sebelum jalan santai sebesar 194,17 mg/dL. Sedangkan rerata kadar glukosa darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 sesudah jalan santai sebesar 182,7 mg/dL. Hal ini diperkuat oleh hasil uji statistik (uji t) menunjukkan bahwa nilai p= 0.04 artinya p value<0.05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara jalan santai terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Karang Taliwang Mataram Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN ANGIOEDEMA DI BIDANG THT-KL I Gusti Ayu Oka Sari Utari; Sudiasa Sudiasa; R Yully Prapyatiningsih
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.18 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.103

Abstract

Angioedema adalah edema yang melibatkan lapisan yang lebih dalam dari kulit yaitu dermis, jaringan subkutan, mukosa dan submukosa karena terjadinya peningkatan permeabilitas kapiler akibat mediator inflamasi. Angioedema pertama kali disebarluaskan oleh Heinrich Quincke pada tahun 1882 sehingga angioedema sering juga disebut dengan Quincke edema. Pada angioedema, edema yang timbul adalah non-pitting, berbatas tegas, pucat dan tidak gatal namun angioedema dapat juga timbul bersamaan dengan urtikaria sehingga bisa disertai gatal-gatal dan kemerahan. Angioedema dapat terjadi pada daerah wajah terutama di daerah bibir dan mata, telinga, saluran pernafasan, saluran pencernaan, kardiovaskuler, tangan, kaki dan alat kelamin. Apabila terjadi pada lidah dan saluran pernafasan bagian atas serta berlangsung dengan cepat, dapat mengancam nyawa karena terjadinya obstruksi jalan nafas.Gejala angioedema terkadang sangat mirip dengan beberapa kelainan yang lain. Pengetahuan mengenai cara mendiagnosis angioedema sangat penting sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat. Dengan demikian penulis tertarik untuk membuat suatu tinjauan pustaka mengenai diagnosis dan penatalaksanaan angioedema khususnya di bidang THT.
DETEKSI MALARIA FALCIFARUM DENGAN METODE IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TEST (ICT) Herlina wati
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.709 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i2.104

Abstract

Immunochromatographic test (ICT) digunakan dalam bentuk uji strip yang mengandung antibodi monoklonal. Uji ini berdasarkan deteksi antigen yang dikeluarkan oleh parasit malaria, yaitu PfHRP II. Prinsip ICT adalah mendeteksi antigen yang dikeluarkan plasmodium dan selanjutnya akan terjadi reaksi kompleks antigen-antibodi pada bahan nitroselulose acetat dimana komplek tersebut diberi monoklonal antibodi (Mab) yang berlabel zat warna (colloidal gold) sebagai penanda, sehingga muncul suatu tanda berupa garis yang menyatakan hasil positif untuk Plasmodium falciparum, atau negatif. Interpretasi hasil pemeriksaan ICT, yaitu hasil negatif jika terlihat garis kontrol (C) saja, hasil positif jika 2 garis (C dan T) terlihat dan hasil invalid jika garis kontrol (C) tidak muncul.

Page 1 of 1 | Total Record : 10