cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 2 (2016)" : 6 Documents clear
PENENTUAN PEMENUHAN PERMINTAAN PUPUK ORGANIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING (“ STUDI KASUS CV. LADANG INDONESIA CITRA MANDIRI “ ) IRWANTO IRWANTO .
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.557

Abstract

CV. Ladang Indonesia Citra Mandiri merupakan perusahaan manufaktur untuk produksi barang jadi berupa pupuk organik yang berbahan baku dari kotoran hewan. Pada proses penyaluran barang distributor berperan penting sebagai jembatan langsung barang hasil produksi ketangan konsumen, dan jika produsen kurang tepat dalam memenuhi permintaan akan terjadi banyak komplain serta kerugian bagi pihak produsen. Untuk penentuan pemenuhan permintaan banyak factor yang harus dipertimbangkan antara lain Lama Permintaan, Jarak Pengiriman, Lama Pembayaran, Banyak Permintaan, Kapasitas Gudang, Stock Gudang dan minat konsumenPenggunaan metode fuzzy Multi Criteria Decision Making, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, dengan cara penyelesaian dengan memberkan bobot peratingan yang berbeda pada setiap kriteria sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan dan juga bertujuan untuk memberikan prioritas atau rekomendasi pemilihan dari suatu permasalahan terutama distributor dengan menggunakan banyak kriteria sebagai penentuan keputusannya. Sehingga dari proses penentuan pemenuhan permintaan mampu menyalurkan hasil barang produksi dengan baik dan tidak mengalami keterlambatan atau kehabisan stock bagi distributorDengan proses perhitungan Fuzzy Multi Criteria Decision Making didapatkan hasil perhitungan dari nilai kepentingan, Didapatkan hasil nilai yangs esuai dari data dengan mendapatklan prioritas data tiga besar dari pemilihan distributor yaitu hasil yang diprioritaskan adalah UD Jaya Wijaya dengan nilai 0.547, UD Padi Jaya Sentosa dengan nilai 0.51, dan yang ketiga CV Makmur Sejahtera dengan nilai 0.477, dari hasil tersebut dijadikan acuan bagi perusahaan sebagai bahan pemilihan barang
PERANCANGAN ALAT BANTU FASILITAS KERJA OPERATOR LAS DENGAN PRINSIP ERGONOMI DAN KONSEP VALUE ENGINEERING Ahmad Irwanto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.922 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.558

Abstract

Industri Pompa Air merupakan salah satu industri yang sedang berkembang di Indonesia. Pada UD. SumberAnyar, aktivitas pengelasan dilakukan terhadap benda kerja las yaitu berupa kipas sirip (baling-baling) denganmenggunakan mesin las listrik. Setiap operator melakukan aktivitas pengelasan dengan fasilitas bantu yang adasejajar dengan lantai, sehingga mengharuskan operator cenderung menghasilkan posisi duduk jongkok,punggung membungkuk, mengabaikan prinsip-prinsip kerja ergonomis, yang mengakibatkan ketidaknyamanankerja(kelelahan). Keadaan ini beresiko menimbulkan kelelahan dan cidera kerja. Penelitian ini diawali denganmengidentifikasi fasilitas kerja pengelasan, posisi postur tubuh pekerja, ketidaknyamanan operator mengenaikeluhan dan harapan operator untuk sikap kerja melalui analisis kuesioner nordic body map dan wawancara,yang kemudian hasilnya diterjemahkan menjadi konsep perancangan alat bantu pengelasan, yaitu berupa mejadudukan benda kerja kipas sirip. Tahapan kedua adalah memunculkan alternatif- alternatif alat bantu. Tahapanketiga adalah melakukan analisis terhadap alternatif- alternatif alat bantu yang muncul. Tahapan keempatdilakukan analisa biaya dan perhitungan value dengan menggunakan nilai performansi diperoleh dari hasiltahapan ketiga. Dan tahapan kelima akan dipersentasikan alternatif terbaik yang terpilih dengan nilai (value) tertinggi yaitu 1,16 , serta akan disajikan laporan lengkap hasil evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alat bantu pengelasan dan memperbaiki postur pekerja operator saat melakukan aktivitas pengelasan melalui konsep Value Engineering(VE), dengan penerapan prinsip ergonomi terutama dalam hal penentuan dimensi ukuran-ukurannya yang akan mengaplikasikan data anhtropometri yang relevan. Perancangan alat bantu ini dapat dinyatakan bahwa terdapat perbaikan postur kerja operator pada saat melakukan aktivitas pengelasan, sehingga operator berada dalam kondisi yang aman.
PENERAPAN LEAN SIX SIGMA PADA UD YUSSRINATEX UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SARUNG TENUN cholis majid; Pregiwati Pusporini; Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.553

Abstract

UD Yussrinatex merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi sarung tenun. Dalam aliran proses produksi pembuatan sarung tenun memungkinkan terjadinya waste maka diperlukan penanganan untuk menentukan waste. Jenis waste yang terjadi yaitu defect, overproduction,waiting dan inventory. Untuk melakukan langkah perbaikan diterapkan metode lean six sigma dengan menggabungkan metode lean six sigma dengan menggabungkan antara konsep lean thinking dan six sixma. Serta tool lean six sigma yang dipakai pada penelitian ini adalah big picture mapping,diagram pareto, fishbone diagram dan FMEA. Tool yang digunakan diatas akan mendukung hasil tahap improve untuk menentukan prioritas perbaikan terhadap waste terkritis berdasarkan prioritas nilai RPN tertinggi yang didasari dari penyebaran kuisioner serta pemberian rekomendasi perbaikan terhadap perusahaan. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat 4 waste kritis yaitu defect, overproduction, waiting dan inventory. Dan dibuatkan rencana perbaikan terhadap perusahaan
PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE HUMAN RESOURCES SCORECARD DAN FUZZY AHP Muhammad Zakariya; Deni Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.559

Abstract

Penilaian kinerja karyawan merupakan salah satu sumber daya yang digunakan sebagai alat penggerak dalam memajukan suatu perusahaan. Pengukuran kinerja dalam sebuah organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan karena semua organisasi perlu mengevaluasi dan merencanakan kinerjanya agar dapat mencapai tujuan organisasi. Berpijak dari latar belakang tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karyawan yang dapat memberikan performansi terbaik, berdasarkan kriteriayang telah ditentukan perusahaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sumber daya manusia perusahaan. UD Jasa Pulsa adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang distributor, penjualan pulsa elektrik, dan penjualan nomer. Penelitian ini melibatkan lebih dari satu kriteria dalam menentukan karyawan, agar dapat membuat keputusan yang tepat maka diperlukan metode Human Resources Scorecard (HRSC). Metode yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fuzzy Set, yang untuk selanjutnya disebut Fuzzy AnalyticalHierarchy Process (FAHP). Metode FAHP ini digunakan untuk mengatasi keterbatasan yang ada pada metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu ketidakmampuan dalam mempertimbangkan ketidakpastian yang muncul akibat subjektivitas manusia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 kriteria yang harus dipertimbangkan dalam menentukankaryawan di UD Jasa Pulsa Gresik. Kesembilan kriteria tersebut adalah keuntungan kotor, keuntungan bersih, pangsa pasar, pertumbuhan jumlah pelanggan, kepuasan pelanggan, prosentase produk cacat/rusak, tingkat pertumbuhan customer, kepuasan kerja karyawan, dan kesempatan pengembangan karir. Hasil dari tahapan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) didapatkan urutan kriteria sebagai berikut : BNP 78,93 diperoleh untuk karyawan F, BNP 78,88 untuk karyawan I dan BNP 75,38 untuk karyawan B.
EVALUASI LAYOUT PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY DI PT. HASWIN HIJAU PERKASA GRESIK DEDE IRAWAN
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.554

Abstract

Penelitianinidilakukan di PT. Haswin Hijau Perkasa, Gresik. Padalantaiproduksipabriktersebutterdapatlayout yang panjang sehingga mengakibatkan urutan proses produksinya kurang optimal.Perbaikan tata letak fasilitas produksi dilakukan dengan metode Rank Order Cluster Algoritm (ROCA) dan Similarity Coefficient (SC) yang digunakan untuk memperoleh model layout baru dengan nilai forward yang lebih optimal untuk mendapatkan nilai backtraking yang lebih kecil. Untuk mengetahui dari nilai forward dan backward dari kedua metode tersebut, dilakukan dengan cara analisa from to chart.Hasilpenelitian diperoleh hasil forward yang semula 71% menjadi 82% atau mengalami peningkatan nilai forward 11% dari layout awal. Sedangkan untuk nilai backtraking yang semula 29% menjadi 15% atau mengalami penurunan nilai backtraking sebesar 14% dari layout awal. Hasil jarak perpindahan yang semula 1700.68 meter menjadi 1566.37 meter atau mengalami penghematan 8% dari layoutsebelumnya. Sedangkan untuk biaya material handling yang semula Rp 850.340,- menjadi Rp 778.685,- atau mengalami penghematan 8% dari layout sebelumnya
MENENTUKAN JUMLAH BAURAN PRODUK YANG OPTIMAL DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING DAN INTEGER PROGRAMMING Eko Hariono
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i2.555

Abstract

PT. Wilmar Nabati Indonesia merupakan perusahan yang memproduksi bauran dari hasil kelapa sawit beserta turunannya, diantaranya adalah minyak goreng, bahan baku sabun, bahan baku obat, bahan baku coklat, biodiesel dan lain sebagainya. Untuk minyak goreng, diproduksi menjadi beberapa merk dan kemasan, seperti Sania, Fortune dan Sovia. Seiring bertambahnya tahun, permintaan minyak goreng mengalami peningkatan. Untuk merespon baik hal tersebut maka harus dibuatlah sistem produksi yang baik dengan cara menentukan bauran produk yang optimal. Sebelum menambah jumlah mesin untuk memenuhi permintaan pasar maka manajemen PT. Wilmar ingin agar mengoptimalkan terlebih dahulu mesin yang tersedia.Agar mendapatkan jumlah produk yang optimal dengan keterbatasan kapasitas mesin maka harus dibuat sebuah model matematis untuk mendapatkan hasil yang optimal salah satunya dengan Metode Goal Programming dan Integer Programming. Langkah-langkah untuk memodelkannya yaitu dengan menentukan variabel-variabel keputusan, pembatas-pemabatas, prioritas dari setiap keputusan serta fungsi tujuannya.Terdapat 1 produk yang kekurangannya sangat banyak yaitu Fortune 1 liter sebesar 14.821.887 pouch/tahun dan ada beberapa mesin yang rationya masih rendah yaitu pada mesin filling 4 dan 5 yaitu 69%, setelah dilakukan perhitungan menggunakan Goal Programming dan Integer Programming dengan Software Lingo 13.0 produk Fortune 1 liter kekurangannya dapat ditekan sebesar 33.000.000 pouch sehingga kekurangannya menjadi 3.421.887 pouch, sehingga ratio mesin filling 4 dan 5 meningkat menjadi 90%. Dengan menentukan beban yang tepat terhadap mesin yang dimiliki akan dapat menigkatkan efisiensi mesin serta mengurangi kekurangan produk yang diproduksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6