cover
Contact Name
Dr. Supian, S.Ag., M.Ag.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltitian.fib@unja.ac.id
Editorial Address
Gedung G, LT. III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jambi, Mendalo, Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora
Published by Universitas Jambi
ISSN : 26153440     EISSN : 25977229     DOI : -
Titian merupakan jurnal ilmiah akademik dalam bidang kajian ilmu Humaniora (budaya) yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan untuk mempublikasikan berbagai artikel hasil penelitian, studi kepustakaan, studi lapangan, gagasan konseptual, kajian penerapan teori dalam bidang ilmu humaniora. Jurnal ini dapat ditulis dalam bahasa Indonesia, Inggris, maupun Arab. Jurnal ini mengutamakan pendekatan lintas disiplin yang menggabungkan ilmu bahasa (linguistik), ilmu sastra (Daerah, Indonesia, Inggris, Arab), Sejarah, Arkeologi, Seni, Sosiologi, Antropologi, Etnografi dan Agama. Jurnal Titian terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022" : 23 Documents clear
Pengembangan Ilmu di Era Transformasi Digital Prihatin, Pius Nurwidasa
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.20390

Abstract

Abstrak: Revolusi industry 4.0 telah digalakkan oleh pemerintah. Teknologi digital menjadi ciri utama dalam revolusi industri 4.0. Manifestisi transformasi digital ditunjukan dengan ketersediaan informasi melalui internet. Namun demikian, transformasi digital menuntut sikap otonomi dan kemandirian belajar yang tinggi dari generasi jaman sekarang. Era transformasi digital menuntut generasi jaman sekarang untuk memilki sikap dan perilaku positif dalam menggunakan teknologi untuk kepentingan yang lebih produktif. Sikap positif terhadap pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilar dalam pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran di era digital. Kondisi pandemi COVID-19 telah melatih sikap yang ekstra positif terhadiap fenomena transformasi digital yang sedang terjadi saat ini. Pengalaman belajar di masa pandemi melatih siswa dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran di era transformasi digital. Implikasi dari pelatihan di masa pandemic COVID-19 ini untuk mempersiapkan diri mengikuti budaya pembelajaran paska pandemi. Pengalaman selama masa pandemi seharusnya berdampak pada penyiapan kompetensi, sikap dan mental dalam melakukan aktivitas pembelajaran di era digital dimana revolusi digital menuntut rasa tanggungjawab dalam kemandirian belajar dan implementasi kemampuan berpikir kritis. Kata kunci: transformasi digital, sikap positif, otonomi, pandemi Covid 19, pembelajaran
Ungkapan Tabu dalam Sapaan Kekerabatan Bahasa Galela pada Masyarakat Desa Duma Kecamatan Galela Barat Boriri, Agus; Djais, Idwan; Bane, Katriani; Tawakali, Fadila
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.20668

Abstract

This research aims to identify and describe taboo expressions in kinship greetings in the Galela language in order to provide understanding to the Duma Village community, West Galela District, regarding the use of kinship greetings correctly in order to maintain the norms of kinship greetings in the Galela language. This study uses qualitative methods by relying on content analysis techniques. In collecting data using direct participatory observation method in Duma Village, West Galela District. Taboo expressions in kinship greetings in the Galela language found two taboos, namely greeting taboos based on politeness norms that are used as life guidelines in interacting with others, especially in kinship relations, namely greetings baba, baba ria, dodo, meme ria, oa, ria, bira, nongru, ete, topora, memes ma awa, dunu, tunu, awa ma awa, awa ma baba, hodo/moli, toroa, tiopo, tapu, dapu, and doroa/mod'oka. The greeting taboo based on mystical norms is always related to supernatural powers. The people of Duma Village, West Galela District believe that the taboo of kinship greetings in the Galela language contains a mystical power known as giki i tapano (reprimand of ancestral spirits) related to illness, accidents, and household disputes found in the greetings of baba, baba ria, dodo, happy memes, oa, ete, topora, memes ma awa, dunu, tunu, awa ma awa, and awa ma baba.
Alih Kode dan Campur Kode Masyarakat Multilingual di Desa Loid Kabupaten Halmahera Selatan Ahmad, Idrus; Samad, Sartika; Umabaihi, Riski; Galela, Sarmina B
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.20712

Abstract

Abstrak: Masyarakat tutur di Desa Loid Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, merupakan masayarakat multilingual yang terbuka untuk berhubugan dengan masayarakat tutur lain. Dalam kesehariannya, mereka melakukan kontak bahasa atau beralih kode dan campu kode. Dua peristiwa tersebut, menarik karena alih kode dan campur kode biasa terjadi hanya antar dua bahasa (bilingual) tetapi untuk kajian ini terjadi pada 6 bahasa dalam sebuah kampung kecil (kampong multilingual) yaitu: Bahasa Makean Timur (BMT), Bahasa Makean Barat (BMB), Bahasa Tobelo Galela (TOGALE), Bahasa Ternate, Bahasa Tidore, dan Bahasa Melayu Ternate. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan teknik simak, catat, dan rekam. Melalui teknik ini, peneliti berupaya memperoleh data komunikasi lisan, dalam hal ini bersifat aktif. Selain itu, wawancara mendalam (in depth interview) digunakan oleh peneliti untuk menemukan data. Saat ini, ada enam bahasa digunakan secara beralih kode dan campur kode di Desa Loid Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Keenam bahasa tersebut adalah Bahasa Makean Timur, Bahasa Makean Barat, Bahasa Tobelo Galela (TOGALE), Bahasa Ternate, Bahasa Tidore, dan Bahasa Melayu Ternate. Peristiwa ini, didominasi Bahasa Melayu Ternate, setelah itu Bahasa Makean Timur. Ini memberi isyarat bahwa kelima bahasa daerah di kampung multilingual ini sudah mulai bergeser ke Bahasa Melayu Ternate (BMT) sebagai lingua frangca. Kata kunci: Alih kode dan campur kode masyarakat multilingual
Cognitive Autocracy of the Object as a Theoretical Presupposition of Foundational Analyses in Epistemology: A Historical Review Akpan, Etorobong Godwin
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21028

Abstract

A historical review of epistemology was carried out. The objective of the study was to demonstrate through historical data that the underlying presupposition that rules epistemological analysis is the cognitive autocracy of the object. To achieve this objective, the method of content analysis with a special focus on the traditional historical method was adopted for the study. With the application of the historical method to the data of study, it was easy to demonstrate the validity of the thesis that epistemology is bedevilled by the cognitive autocracy of the object. It was concluded that the problem associated with the presupposition could be obviated if behavioural constructivism as a new approach to epistemology could be switched for rational reductionism.
Upacara Adat Gawai Suku Dayak Kalbar sebagai Kearifan Lokal dan Pembentuk Nilai Solidaritas Rengat, Irenius Selsus; Ronaldo, Paskalis; Hexano, Sirilus Anantha Deva
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21080

Abstract

The traditional ceremony of the Dayak’s Gawai is a tradition passed down from generation to generation which is intended as an greeting to Jubata or The Creator. However, on the other hand, this gadget tradition forms the value of local wisdom and the value of solidarity. This article focuses on local wisdom that exists in West Kalimantan, especially the Gawai traditional ceremony of the Dayak tribe as forming the value of solidarity. The main discussion that the author wants to raise is the traditional Dayak’s Gawai ceremony being a good opportunity to pass on the local wisdom of the Dayak tribe, introduce Dayak culture to others and take the value of solidarity from the Dayak’s Gawai ceremony, observing as well as collecting data from various existing sources. The purpose of this paper is to dig deeper into the traditions that exist in the Dayak tribe, especially the Gawai Dayak tribe. The thing that was found after the author collected from various sources was that the Dayak tribe had many traditions handed down by their ancestors, especially here, namely the traditional Dayak’s Gawai ceremony as a form of solidarity value.
Fenomenologi dalam Kajian Sosial Sebuah Studi Tentang Konstruksi Makna Wita, Gusmira; Mursal, Irhas Fansuri
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21211

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan fenomenologi dalam kajian ilmu sosial. Berangkat dari filsafat fenomenologi Husserl penulis melihat pengaruhnya pada fenomenologi ilmu sosial dalam pandangan Alfred Schultz dan Peter L Berger tentang sebuah studi konstruksi makna dalam sebuah realitas sosial. Artikel ini juga menjelaskan implikasi studi fenomenologi dalam kajian sosial sebagai sebuah pendekatan dalam penelitian sosial. Artikel ini merupakan hasil studi literatur artikel atau tulisan-tulisan terdahulu terkait studi fenomenologi. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan menurut Husserl setiap fenomena memiliki muatan sejarah, tidak berdiri sendiri tetapi memiliki kaitan dengan peristiwa-peristiwa lainnya. Ide Husserl tentang fenomenologi ini relevan dengan ilmu sosial karena menggambarkan suatu fenomena dari segala sesuatu sebagaimana adanya dan segala sesuatu itu tampil sebagaimana adanya. Oleh sebabnya fenomenologi bebas menggeluti dan menelaah semua wilayah pengalaman manusia. Selanjutnya pendekatan fenomenologi dalam kajian ilmu sosial digunakan untuk memahami fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat dengan memahami makna dari tindakan sosial yang diteliti berdasarkan kesadaran pengalaman manusia. Kata kunci: Fenomenologi, Ilmu Sosial, dan fenomena sosial
Nilai-Nilai Keagamaan Katolik Dalam Pembentukan Moral Anak Di Paroki Santo Yosef Delitua Kurniadi, Benediktus Benteng; Fajariyanto, Tri Chandra; Br Ginting, Yova Andriani
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21539

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation of children's moral education by parents in Paroki Santo Yosef Delitua. The research applies descriptive qualitative method by using interview, observation and documentation by 7 (seven) rayons/areas of the Paroki Santo Yosef Delitua. The description of the implementation of moral education for children by parents at the Paroki Santo Yosef Delitua is related from several aspects. This aspect shows the implementation of children's moral education by parents. The first aspect is related to parents having an understanding and knowledge of the importance of children's moral education. Parents are the first and foremost educators of children. Thus, parents become moral role models for children. The second aspect is related to parental support to be realized in words. Furthermore, the third aspect, namely the implementation of children's moral education by parents, is reflected in daily life, namely the freedom of will, responsibility, and the linkage of moral and Christian moral norms which are manifested in everyday life. Keywords: children; children’s moral education
Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa melalui Debat Aktif Yulizar, Ismi; Hasibuan, Siti Aminah
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21563

Abstract

Abstract: This study presents research about improving students’ speaking skill through active debate of the twelfth grade. Speaking is one of four elements in english and it can improve english skill for the students. Active debate is one of the methods to increase the speaking skill because debate is dominant of speaking and it can practice fluently. This research aimed to describe the using active debate learning model to improve the students’ speaking skill and to identify how much students’ speaking skill improvement after being taught by using active debate learning model. The methodology of this research is a classroom action research which consisted of 2 cycles. The subject of this research is the tewltfh grade at SMK S Al-Bukhary consisted of 21 students. The researcher collected the source of the data related to this research from observation and test which was conducted in every cycle. The researcher used intrument data from obervation checklist, test, and documentation. Based on the collected data, the information gap proved effective in improving both the students’ speaking skills and the learning process of English speaking. The detailed results were as follows: Cycle 1 the percentage of speaking aspect is 54,34% and the average value is 54,38. In cycle II, the percentage of speaking aspect is 74,58% and the average value is 54,61. The result of the researcher is improvement with value 20,23. Therefore, it can be concluded that through active debate can improv the students’ speaking skill.  Keywords : improving, students’ speaking skill, active debate
Pluralisme di Kabupaten Jayapura sebagai Sketsa Pemikiran Membangun Bhineka Tunggal Ika menuju Indonesia Damai Maahuri, Yane Rosmawati
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21596

Abstract

Abstrak: Kemajemukan menjadi suatu kekayaan nasional bangsa Indonesia. Kemajemukan agama, suku bangsa-etnis, bahasa dan kebudayaan masyarakat Indonesia mempunyai nilai kehidupan, hak, dan kewajiban yang sama dalam hukum   Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), akan tetapi dekade ini kemajemukan bangsa ini telah menciptakan disintegrasi kehidupan anak-anak bangsa. Banyak konflik terjadi karena perbedaan agama, suku bangsa-etnis, bahasa dan kebudayaan. Konflik tersebut yang harus dituntaskan supaya tidak berdampak kepada perpecahan. Tujuan Penelitian ini adalah memberikan gambaran pluralisme yang terjadi di Kabupaten Jayapura serta teknik penanaman sikap secara kognitif kepada masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai pluralisme yang berhasil membawa Kabuten Jayapura menjadi tanah yang damai sesuai dengan motto dan filosofi hidupnya. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualilatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara terfokus. Analisis data menerapkan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa membangun kehidupan plural yang damai adalah menciptakan cara berpikir (minset) positif mengenai pluralisme, memberikan pendidikan karakter yang benar untuk anak-anak bangsa yang berlangsung terus-menerus, melakukan pengawasan bersama melalui pendidikan formal dan pendidikan nonformal.  Kata Kunci: Kabupaten Jayapura, Pluralisme, Sikap, Toleran
Budaya Hedonic Shopping Motivation dan Sales Promotion terhadap Impulse Buying Pengguna E-Commerce Shopee Hernita, Nita; Istiono, Deni; Z Nur, Latief
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v6i2.21597

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya Pengguna E-Commerce Shopee yang melakukan Impulse Buying yang disebabkan oleh Hedonic Shopping Motivation dan Sales Promotion yang diberikan oleh shopee sebagai bentuk penyelarasan budaya modern yang mengarah kepada gaya hidup hedon dalam pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial atau simultan Motivasi Belanja Hedonis dan Promosi Penjualan terhadap Impulse Buying pada Pengguna E-Commerce Shopee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Majalengka sebanyak 6.660 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode simple random sampling menggunakan rumus Slovin menjadi 155 Mahasiswa Universitas Majalengka. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan hasil uji instrumen menyatakan bahwa semua item pernyataan valid dan reliabel. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, analisis koefisien determinasi dan pengujian hipotesis untuk uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Motivasi Belanja Hedonik berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying, Promosi Penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying, sedangkan secara simultan Motivasi Belanja Hedonik dan Promosi Penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying. Kata Kunci: budaya; hedonic shopping motivation; sales promotion; impulse buying; e-commerce; shopee

Page 1 of 3 | Total Record : 23