cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2022): November 2022" : 5 Documents clear
Analisis Makna Idiom Bahasa Jepang dengan Leksem Gigi (æ­¯) Mariyam Aufira Nabila; Ashlikhatul Fuadah; Dewi Kusmiati; Ittaqillah Haisma Kunta
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.4975

Abstract

Abstract This study aims to determine the lexical and idiomatic meaning of idioms with tooth lexeme (歯). This research is a qualitative descriptive study with data collection methods used is observation methods and followed by note-taking techniques. The data collected in this study were obtained from dictionaries and websites. The collected data were analyzed using the “padan ekstralingual’ method, namely by describing the lexical and idiomatic meanings of idioms with tooth lexeme (歯). The results of the analysis are presented with an informal presentation method. From the analysis of 11 data, it can be concluded that 1) the tooth lexeme (歯) contains 4 meanings, the meaning of space, the meaning of attitude, the meaning of expression, and the meaning of condition 2) there is a relationship between lexical meaning and idiomatic meaning in idioms with tooth lexeme (歯) 3) the idiomatic meaning of idioms with tooth lexemes (歯) can be traced from its lexical meaning. Future research is expected to be able to examine more deeply the meaning of idioms with tooth lexemes (歯) or examine idioms that use animals, natural conditions, etc. Keywords: Idioms, Japanese linguistic, semantic, tooth lexeme Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna leksikal dan idiomatikal pada idiom dengan leksem gigi (歯). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa metode simak dan dilanjutkan dengan teknik catat. Data pada penelitian ini diperoleh melalui kamus dan website. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode padan ekstralingual, yaitu dengan mendeskripsikan makna leksikal dan idiomatikal idiom dengan leksem gigi (歯). Hasil analisis disajikan dengan metode penyajian informal. Dari hasil analisis 11 data, dapat disimpulkan bahwa 1) leksem gigi (歯) mengandung 4 makna, makna ruang, makna sikap, makna ekspresi, dan makna kondisi 2) terdapat hubungan antara makna leksikal dan makna idiomatikal dalam idiom dengan leksem gigi (歯), 3) makna idiomatikal dari idiom dengan leksem gigi (歯) dapat ditelusuri dari makna leksikalnya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih dalam makna idiom dengan leksem gigi (歯) atau mengkaji idiom yang menggunakan hewan, keadaan alam, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Idiom, leksem gigi, linguistik bahasa Jepang, semantik
Makna Syair Lagu Yesterday Karya Official Hige Dandism: Kajian Semiotika Imelda Wahyuning Tyas; Ni Wayan Meidariani; Ni Luh Gede Meilantari
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.5293

Abstract

Abstract This paper aims to find out the meaning of the lyrics to the song Yesterday by the Official band HIGE DANdism. The Riffaterre's semiotic theory is being used in this research. Sources of data used in this study is primary data sources obtained from data collection using non-interactive methods. A qualitative descriptive method used for analyzing data in this research. Then, presented with an informal method, namely the data is presented in the form of sentences that are good and can be understood easily. Based on the results of data analysis that has been obtained, it can be seen that Yesterday's song has the meaning that the male character is too in love with the figure of a girl to be unable to think rationally. Keyword: Semiotic Riffaterre, song, yesterday Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui makna syair lagu Yesterday karya band Official HIGE DANdism. Teori semiotik Riffaterre yang muncul pada tahun 1978 digunakan dalam penelitian ini. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu berupa syair lagu Yesterday yang ada pada CD album Traveler karya Official HIGE DANdism yang dirilis pada 9 Oktober 2019 oleh label Pony Canyon.yang diperoleh dari pengumpulan data dengan menggunakan metode non-interaktif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini. Kemudian, disajikan dengan metode informal yaitu data-data disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat yang baik dan dapat dipahami dengan mudah. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh melalui pencarian ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan heuristic dan hermeneutik, kemudian pencarian matriks, model, dan variannya dapat diketahui bahwa lagu Yesterday memiliki makna bahwa tokoh aku yang terlalu mencintai sosok seorang sang gadis hingga tidak bisa berpikir secara rasional. Kata Kunci: Lagu, semiotika Riffaterre, yesterday
Kendala Double O dalam Kalimat Bahasa Jepang Indah Purnamasari; Melinda Dirgandini
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.5885

Abstract

Abstract Japanese has many particles, one of them is o (を). Because of a constraint known as the double-o constraint, there shouldn't be any two o particles in a single Japanese sentence. The aim of this article is to describe what types of double-o sentences are permissible and what the meaning of a sentence with a double o is. The writer gathers data from a variety of sources through library study techniques, then sorts and analyzes the material using the distribution method. When o particles objects are in the same phrase, the double-o constraint occurs. In a causative sentence, the double-o constraint is more noticeable. There are two types of causative sentences: o-causative and ni-causative but they can be used only when accompanied by intransitive verbs. The o particle is used to indicate the direct object, hence in a compound sentence with the double o, the subject performs two acts against each object. Keywords: Causative sentence, double o, o particle Abstrak Bahasa Jepang terdapat banyak sekali partikel, satu diantaranya adalah o (を). Pada kalimat bahasa Jepang tidak boleh ada dua partikel o dalam satu kalimat karena terdapat kendala double o. Artikel bertujuan untuk mengetahui kalimat double o seperti apa yang dapat berterima serta makna kalimat yang memiliki double o. Penulis mengumpulkan data melalui berbagai sumber dengan teknik studi pustaka, kemudian penulis menyortir data lalu menganalisis menggunakan metode distribusional. Kendala double o terjadi apabila terdapat dua objek yang diwatasi oleh partikel o berada pada klausa yang sama. Kendala double o tersebut lebih kentara jika dilihat dalam kalimat kausatif. Pada kalimat kausatif terdapat dua varian, yaitu o-kausatif dan ni-kausatif namun kedua hal tersebut dapat digunakan hanya jika disertai oleh verba intransitif. Partikel o digunakan untuk menandai objek langsung sehingga pada kalimat majemuk yang memiliki double o, terdapat dua aksi yang dilakukan oleh subjek terhadap masing-masing objek. Kata kunci: Double o, kalimat kausatif, partikel o
Perancangan Aplikasi Kamus Kosakata Bahasa Jepang Bidang Manufaktur Fenny Febrianty; Soni Mulyawan Setiana; Anisa Arianingsih
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.7005

Abstract

Abstract Japanese vocabulary skills, especially in manufacturing, can be developed by using a dictionary application for learning. This study aims to design and create an application for a Japanese vocabulary dictionary in manufacturing, particularly in the fields of production, quality control, engineering and maintenance. The research model used in this research is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The result of the study is an Android-based manufacturing Japanese vocabulary dictionary application using the main software Unity Engine and Figma as supporting software. The overall design process refers to the fulfilment of the application function as one of the alternative learning media with attention function, affective function, cognitive function, and compensatory function. Keywords: Application, design, dictionary, manufacturing Abstrak Kemampuan kosakata bahasa Jepang khususnya dalam bidang manufaktur dapat dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi kamus untuk pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat aplikasi kamus kosakata bahasa Jepang bidang manufaktur, khususnya bidang production, quality control, engineering dan maintenance. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian berupa aplikasi kamus kosakata bahasa Jepang bidang manufaktur berbasis android dengan menggunakan software utama Unity Engine dan Figma sebagai software pendukung. Proses perancangan secara keseluruhan mengacu pada pemenuhan fungsi aplikasi sebagai salah satu media alternatif pembelajaran yaitu fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Kata Kunci: Aplikasi, kamus, manufaktur, perancangan
Interferensi Gramatikal dalam Percakapan Mahasiswa Pemelajar Bahasa Jepang Tingkat Shochuukyuu Anisa Arianingsih
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v11i2.8434

Abstract

Abstract This study aims to determine the form of grammatical interference in Japanese conversation at pre-intermediate level students. The research method used the note-taking technique. The data is in the form of recorded conversations of 42 students of the 3rd semester Japanese Department of Unikom in 2022/2023 academic year who contracted the Shochuukyuu Kaiwa I course. The results showed that of the 70 interferences found, the most grammatical interference was found in changes in the form of the verb (40%), followed by the use of particles (28.6%), changes in adjective form (15%), and forms of explanation and explained (DM and MD) by 10%, while interference in the SKOP structure pattern was not found. This is because students at the pre-intermediate level have mastered basic Japanese sentence patterns that place the predicate at the end of the sentence. Keywords: Conversation, grammatical interference, pre-intermediate Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interferensi morfologi dalam percakapan bahasa Jepang pada mahasiswa tingkat shochuukyuu. Metode penelitian menggunakan teknik simak catat. Data berupa rekaman hasil percakapan 42 mahasiswa semester III Program Studi Sastra Jepang Unikom tahun akademik 2022/2023 yang mengontrak mata kuliah Shochuukyuu Kaiwa I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 interferensi yang ditemukan, interferensi gramatikal paling banyak ditemukan pada perubahan bentuk kata kerja (40%), diikuti oleh penggunaan partikel (28,6%), perubahan bentuk kata sifat (15%), dan bentuk kata penerang dan diterangkan (DM dan MD) sebanyak 10%, sedangkan interferensi dalam pola struktur SKOP tidak ditemukan. Hal ini dikarenakan mahasiswa tingkat Shochuukyuu sudah menguasai pola kalimat dasar bahasa Jepang yang menempatkan predikat pada akhir kalimat. Kata kunci: Interferensi gramatikal, percakapan, shochuukyuu

Page 1 of 1 | Total Record : 5