cover
Contact Name
Husnul Muthoharoh
Contact Email
ques.muth@gmail.com
Phone
+6285749271441
Journal Mail Official
midpro@unisla.ac.id
Editorial Address
Jl, Veteran No.53 A Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Midpro
ISSN : 20862792     EISSN : 26846764     DOI : https://doi.org/10.30736
Core Subject : Health,
MIDPRO is a scientific journal maintained by Vocational Program of Midwifery, Universitas Islam Lamongan, Indonesia. This journal provides a venue for the publication of research relevant to midwives, midwifery practice and education. It publishes quantitative and qualitative original research articles, review articles, short communications, and case reports in a broad range of clinical and education including sexual and reproductive health, full spectrum of midwifery from antenatal and intrapartum care, to the postpartum period, including issues of neonatal care, family planning, menopause, women’s empowerment and reproductive health.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO" : 7 Documents clear
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny”S” GIII P2002 TRIMESTER III DENGAN LETAK LINTANG DI RSI NASHRUL UMMAH LAMONGAN TAHUN 2015 Kusnul Nikmah; Sinta Lailia Susanti
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.769 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.33

Abstract

Kehamilan letak lintang merupakan sumbu memanjang janin menyilang sumbu memanjang ibu secara tegak lurus mendekati 90 derajad. Di RSI Nashrul Ummah Lamongan terdapat angka kejadian letak lintang 2,7%Metode yang dipakai dalam penyusunan laporan hasil penelitian ini deskripsi observasi dengan pendekatan kohort mulai dari kehamilan sampai kontrasepsi menggunakan manajemen SOAP pada pengkajian data diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, baik secara primer atau skunder.Berdasarkan hasil asuhan kebidanan pada Ny “S” dengan GIII P2002 trimester III dengan letak lintang terdapat kesenjangan dalam penatalaksanaan versi luar alami dengan gerakan sujud.Berdasarkan hasil studi kasus diperoleh data bahwa versi luar alami dengan gerakan sujud tidak selalu berhasil untuk merubah posisi lintang  menjadi kepala, hal ini sesuai dengan teori menurut wahid (2008) kemungkinannya kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen.Peran petugas kesehatan dalam upaya mendukung kesehatan ibu hamil letak lintang dengan cara dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada kehamilan letak lintang dengan manajemen kebidanan SOAP.Keywords: Letak lintang, gravida, trimester III
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR PADA PERSALINAN FISIOLOGIS DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM Studi di BPS Ny.Yuliana,Amd.Keb Banjaranyar Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan 2015 Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin; Elis Fitriani
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.28

Abstract

Berat bayi lahir merupakan faktor resiko yang meningkatkan kejadian perlukaan perineum. Semakin besar bayi yang dilahirkan beresiko terjadinya rupture perineum. Di BPS Ny.Yuliana masih tinggi angka kejadian rupture perineum 60,3% ibu bersalin fisiologis. Peneliti bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum. Persalinan fisiologis masih beresiko  terhadap kejadian rupture perineum.Desain penelitian menggunakan Analitik observasional pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ibu bersalin fisiologis sebanyak 25 responden. Jumlah sampel sebanyak 24 responden, diambil dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitiannya adalah patograf. Variabel independent berat badan bayi baru lahir dan variabel dependent kejadian rupture perineum. Analisa Data korelasional, Data yang diperoleh diolah  menggunakan SPSS dengan uji Koefisien kontingensi tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya responden. Kejadian rupture perineum terbesar pada berat badan normal 2500-3500gram 90,5%, yang mengalami rupture perineum terkecil pada berat badan kecil<2400gram 0%. Kemudian dilakukan uji statistik koefsien kontingensi didapatkan Ch=0,487 Ct= 0.024 lalu dibandingkan dengan nilai  p<0,05 hasilnya Ho ditolak.Kesimpulan penelitian yakni ada hubungan antara berat badan bayi baru lahir pada persalinan fisiologis dengan kejadian rupture perineum. Kejadian ruptur perineum tidak hanya terjadi disebabkan berat badan bayi, ada beberapa faktor yang mengakibatkan ruptur yaitu perineum kaku dan elastisitas perineum. Maka diharapkan ada penelitian berikutnya yang meneliti tentang berat badan yang mengakibatkan ruptur.Keywords: Berat Badan Bayi Baru lahir, Ruptur Perineum Spontan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG MANFAAT KOLOSTRUM DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI BPS. AIDA HARTATIK Amd, Keb DS.DLANGGU Kec. DEKET LAMONGAN 2015 Mimatun Nasihah; Lilis Dwi Nurindah Sari
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.569 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.29

Abstract

Pengetahuan ibu post partum tentang manfaat kolostrum sangatlah penting. Kolostrum sebagai gizi terbaik bagi bayi karena komposisi zat- zat gizi di dalamnya secara optimal mampu menjamin pertumbuhan tubuh bayi. Kualitas zat gizinya juga terbaik karena mudah diserap dan dicerna oleh usus bayi. Hasil survei awal ditemukan sebagaian besar Ibu post partum tidak memberikan kolostrumnya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu  post partum tentang manfaat  kolostrum dengan pemberian kolostrum  pada Bayi Baru Lahir Di BPS. Aida Hartatik  Amd.Keb Ds.Dlanggu, Kec.Deket Kab.Lamongan pada bulan Mei -juni 2015Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan  cross sectional Jumlah Populasi pada penelitian ini populasinya adalah ibu post partum sebanyak 30 ibu post partum. sampel 28 ibu post partum, diambil dengan cara simple random sampling.Variabel bebasnya adalah pengetahuan ibu post partum tentang manfaat kolostrum, sedangkan variabel tergantungnya adalah pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Pengambilan data dengan data primer dan diolah dengan tabulasi silang.Dari hasil penelitian didapatkan data 21 responden (75,0%) responden  yang memberikan kolostrum pada bayinya dan ibu rata-rata yang berpengetahuan baik 20 responden (71,4%) kemudian dilakukan penghitungan nilai statistik koefsien kontingensi didapatkan C = 0,609 C = 0.000 nilai C tabel lalu dibandingkan dengan nilai  p < 0,05 hasilnya Ho ditolakKesimpulan dari pembahasan yakni ada hubungan pengetahuan pada ibu post partum tentang manfaat kolostrum dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Oleh karena itu ibu post partum sebaiknya memberikan ASI pertama atau kolostrum sedini mungkin pada bayinya. dan diharapkan bidan sebagai tenaga kesehatan melakukan penyuluhan secara kontinue tentang manfaat kolostrum kepada ibu post partum.Keywords: Pengetahuan, Manfaat kolostrum, Pemberian kolostrum
STUDI PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA SELAMA MASA NIFAS (Di Desa Pomahan Janggan Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan 2015) Sumiyati Sumiyati; Hetti Latifah
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.741 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.30

Abstract

Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6-8 minggu, masa nifas masih beresiko mengalami perdarahan atau infeksi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya selama masa nifas sangat minim sehingga paling sedikit 4 kali kunjungan pada masa nifas untuk menilai status ibu dan bayinya untuk melaksanakan screening yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode consecutive sampling. Sampling diambil dari jumlah populasi yaitu 15 ibu nifas dengan menggunakan alat ukur kuesioner.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berpengetahuan kurang yaitu reponden dan sebagian kecil berpengetahuan baik yaitu responden tentang tanda bahaya selama masa nifas.Baik kurangnya pengetahuan ibu nifas di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pendidikan, umur, pekerjaan, pengalaman, lingkungan, informasi, sosial ekonomi dan sosial budaya. Dari penelitian diatas diharapkan ibu nifas lebih peka dalam mendeteksi tanda bahaya selama masa nifas. Selain itu bagi  petugas kesehatan agar mengoptimalkan perannya sebagai konselor sehingga mencegah komplikasi selama masa nifas.Keywords: Pengetahuan, ibu nifas, tanda bahaya
HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA DAN ASI ESKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN (Study di BPS Ny. Subiyanah Amd.Keb. Desa Parengan Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan) Siti Aisyah; Anggun R
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.31

Abstract

Susu formula adalah susu buatan susu sapi yang mempunyai fungsi sebagai pelengkap atau sebagai pengganti yang diberikan pada bayi dalam keadaan ibu yang kesulitan memberikan ASI secara eksklusif penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami diare  dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di BPS Ny. Subiyanah Amd Keb Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control yang bertujuan menghubungkan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa wawancara dan observasi dengan populasi semua bayi usia 0-6 bulan yang memenuhi persyaratan kriteria inklusi yang berjumlah 24 bayi dan menggunakan tehnik total populasi sampling.Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa bayi yang terkena diare sebesar 13 responden (54,2%) sedangkan yang tidak diare sebesar 11 responden (45,8%). Berdasarkan hasil statistik chi-sguare (x² ) didapatkan  x² hitung (5,95) x²  table (3,841). Tingkat kemaknaan dalam penelitian ini adalah α <0,05 bila nilai α <0,05 maka Ho ditolak berarti ada signifikan atau pengaruh yang bermakna antara variabel yang diukur bila nilai α > 0,05. Maka H1 diterima artinya ada pengaruh yang bermakna antara variable yang diukur. Berarti ada hubungan yang bermakna antara pemberian susu dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan.Dengan hasil penelitian ini diharapkan petugas kesehatan mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan memberikan pendidikan, informasi dan promosi kesehatan, khususnya pada para ibu akan pentingnya ASI esklusif sebagai bagian dari upaya memperbaiki kesehatan bayinya.Keywords: pemberian susu, kejadian diare
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY ”D” P2002 AKSEPTOR AKTIF SUNTIK 3 BULAN DENGAN MENOMETRORAGIA DI PUSKESMAS LAMONGAN TAHUN 2015 Kustini Kustini; Triana Riski Oktaviani
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.32

Abstract

Menometroragia merupakan perdarahan haid yang lebih banyak dan lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Di puskesmas Lamongan masih terdapat angka kejadian akseptor aktif suntik 3 bulan dengan menometroragia sebesar 1,3%.Metode yang dipakai dalam penyusunan laporan hasil penelitian ini diskriptif observasi yang dilaksanakan dengan pendekatan kohort mulai dari kehamilan sampai dengan kontrasepsi yang digunakan saat ini melalui wawancara, pengkajian data primer, sekunder, pemeriksaan fisik, penunjang dan dilakukan pendokumentasian standar asuhan kebidanan SOAP.Hasil asuhan kebidanan pada Ny “D” P2002 akseptor aktif suntik 3 bulan dengan menometroragia tidak terdapat kesenjangan antara tinjauan teori dan tinjauan kasus berdasarkan data subyektif, obyektif, analisa dan penatalaksanaan.Berdasarkan hasil studi kasus diperoleh data bahwa pada menometroragia disebabkan karena ketidak seimbangan hormon yang mempengaruhi siklus haid, hal ini dikuatkan oleh teori dari Prawiroharjo (2008) bahwa faktor penyebab Menometroragia karena ketidak seimbangan hormone yang dapat mempengaruhi siklus haid, sebab-sebab organis perdarahan dari uterus, tuba, dan ovarium. Menometoragia  yang  dialami akseptor  kontrasepsi  suntik  maka  perlu  dilakukan  suatu  pemeriksaan lebih lanjut  untuk  mengetahui  sejauh  mana  pengaruh kontrasepsi  suntik  terhadap  gangguan  siklus  haid  yakni  Menometoragia (Prawiroharjo : 2008).Peran petugas kesehatan dapat memberikan konseling dan asuhan kepada pasangan usia subur tentang penyebab Menometroragia untuk mendeteksi secara dini adanya Menometroragia.Keywords: Menometroragia, Akseptor aktif, Hormonal 3 bulan
HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR (Studi Di BPS Dwenti K.R. Desa Sumberejo Kabupaten Lamongan 2015) Ida Susila; Triana Riski Oktaviani
Jurnal MIDPRO Vol 7, No 2 (2015): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.227 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v7i2.27

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan menyuntikan obat tersebut pada wanita subur. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi KB suntik, mengidentifikasi Berat badan pada akseptor KB suntik, dengan tujuan menganalisis hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor.Desain penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik di BPS Dwenti Krudia. Variable dalam penelitian ini adalah hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor. Tehnik pengambilan sampel dengan probability sampling dengan tehnik simpel random sampling.Sampel sebanyak 28 responden.Dari hasil penelitian bahwa sebagian besar akseptor KB suntik mengalami peningkatan berat badan. Data yang diperoleh dianalisa analitik menggunakan uji koefisien phi menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian KB suntik dengan peningkatan berat badan. Dari hasil uji koefisien phi dengan SPSS didapatkan nilai rø=0,372 T hitung (3,877). Dan  p: 0,049 dimana <0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan akseptor.Dengan penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat dan menjadi masukan bagi lahan praktek dalam memberikan pelayanan KB suntik dan mengobservasi berat badan akseptor setiap kali kunjungan.Keywords : Peningkatan Berat Badan, Aseptor KB Suntik

Page 1 of 1 | Total Record : 7