JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
JURNAL OF HEALTH MERCUSUAR: Is a journal that publishes (desemination) the results of research, study studies, and articles in the form of ideas / ideas about Public Health or other disciplines related to public health that have not been published / published by other media. Journals that can contain studies on epidemiology and biostatistics, health policy, nursing within the community and clinic, nutrition, public health, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. Journals can be used by lecturers at health colleges, health practitioners, health nurses, teachers, health college students, and people interested in public health issues. Journals are published twice a year, in April and October.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR"
:
15 Documents
clear
Pengembangan Pocketbook Sebagai Media Edukasi Dalam Pembentukan First Responder Emergency Response Pada Lingkup Prehospital
Linda Widyarani;
Cecilya Kustanti
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.269
The health cadres play an essential role, as community health educator. The development of pocketbook emergency safety and first aid as a learning media to improve health cadres’s knowledge and skills as first responder emergency response. The purpose of this study is to determine the effect of pocketbook emergency safety and first aid as a learning media in health cadres ability as a first responder emergency response. This study used a quasi-experimental method with one group pre-post test design, with a purposive sampling technique. In this study, the average pretest value of knowledge was 57,50±4,075 and the posttest value of knowledge was 78,27±2,420, with a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference between the knowledge before and after the intervention. The average pretest value of practice was 54,80±2,265 and the posttest value of practice was 73,73±1,999, with a p-value of 0.000, which means that there is a significant difference between the practice before and after the intervention.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Terhadap Persepsi Nyeri Persalinan
Indah Fitri Andini;
Yenni Puspita;
Eva Susanti
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.272
ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan proses alamiah yang dirasakan oleh ibu yang akan melahirkan. Kondisi nyeri pada persalinan kala satu fase aktif merupakan kondisi fisiologis yang dialami oleh setiap ibu bersalin yang akan menyebabkan kecemasan (stress) karena tidak dapat menangani nyerinya tersebut. Salah satu metode non farmakologi untuk pengendalian rasa nyeri yaitu memberikan aromaterapi lavender, teknik ini dapat mengalihkan perhatian ibu dari nyeri saat kontraksi.Jenis penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimental, dengan pre test and post test design with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive sampling dengan jumlah ibu bersalin sebanyak 38 sampel. Skala nyeri dinilai dengan lembar observasi Numeric Rating Scale (NRS). Uji statistik yang digunakan yaitu uji Mann-Whitney test.Hasil analisis Nyeri persalinan, perbandingan pengaruh perlakuan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan Mann Whitney didapatkan p 0,006 <0,005, artinya ada perbedaan efektivitas persepsi nyeri persalinan pada kelompok intervensi dan kontrol sehingga dapatkan disimpulkan bahwa ibu yang diberikan Aromaterapi lavender lebih mampu beradaptasi dengan nyeri persalinan di kala I dibandingkan dengan Ibu yang melakukan nafas dalam pada kelompok control.Kesimpulan penelitian adalah Aromaterapi lavender berpengaruh terhadap persepsi nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif. Penggunaan aromaterapi ini sangat disarankan dalam pemberian asuhan di Kala I persalinan.
Identifikasi Potentially Inappropriate Medications Pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia Bedasarkan Beers Criteria
Ulfi Helmiana Dewi;
Arif Santoso;
Dhanang Prawira Nugraha
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.303
Lanjut usia adalah seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun. Lanjut usia mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai lebih dari 130/80mmHg. Potentially inappropriate medications didefinisikan sebagai obat dengan peningkatan risiko obat yang tidak dikehendaki, yang harus dihindari pada lanjut usia. Beers criteria adalah salah satu instrumen yang digunakan dalam penyesuaian obat yang tidak sesuai, perlu pertimbangan dengan hati-hati maupun perlu dihindari dalam peresepan untuk populasi lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan antara sosiodemografi dengan kejadian Potentially inappropriate medications dan kesesuaian terapi menurut beers criteria 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectionalsecara retrospektif dari data rekam medik pasien hipertensi lanjut usia di instalasi rawat inap RSUD Mardi Waluyo Blitar periode 2021 dan menggunakan metode deskriptif untuk menentukan adanya penggunaan obat yang termasuk dalam daftar beers criteria tahun 2019. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kejadian Potentially inappropriate medications berhubungan dengan lama perawatan dengan nilai Sig 0,018 dan jumlah penyakit penyerta dengan nilai Sig 0,047, serta peresepan obat yang tidak sesuai pada pasien lanjut usia penderita hipertensi di instalasi rawat inap RSUD Mardi Waluyo Blitar pada periode 2021 masih tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah obat yang paling banyak digunakan adalah ranitidine dan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah furosemide.
Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Covid-19
Febriyanti Nursya;
Wilda Tri Yuliza
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.307
Sejak pertama kali kasus Covid-19 dilaporkan di Indonesia beragam kebijakan dan regulasi penanggulangan penanganan Covid-19 telah dilakukan pemerintah. Namun, penanganan atau penanggulangan pandemi Covid dinilai masih belum cukup efektif. Perlunya disikapi bersama dan saling mendukung dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 untuk meningkatkan keberhasilan program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan Covid-19 di Kota Padang tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode evaluasi formatif. Teknik penelitian dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen mengenai program penanggulangan Covid-19. Analisis yang dilakukan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian didapatkan bahwa pelaksanaan penanganan Covid-19 di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Padang sudah berjalan dengan baik dan lancar meskipun masih ditemukan hambatan dalam penerapan 5M, penerapan kebijakan penanganan Covid-19 bisa teratasi dengan baik dan terjadi penurunan kasus dari bulan-bulan sebelumnya.
Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Pendidikan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Tingkat Pengetahuan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)
Dian Furwasyih;
Sunesni;
Ilham Akerda Edyyul
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.308
Ketidakmampuan untuk bisa hidup mandiri dengan keterbatasan kecerdasan pada anak tunagrahita membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi. Seiring dengan minimnya pendidikan seks bagi penyandang tunagrahita ini menjadikan sebagian diantara mereka cenderung untuk dimanipulasi sehingga kerap dijadikan objek pelecehan dan pelampiasan seksual. Guru memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan tentang pendidikan seksual di sekolah mulai dari usia dini sampai ke perguruan tinggi. Hingga saat ini, pendidikan seksual yang komprehensif masih belum terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi seksual terhadap tingkat pengetahuan guru sekolah luar biasa (SLB) Kota Padang. Desain penelitian adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan formulir digital dengan perlakuan berupa pemberian materi edukasi pendidikan seks dan seksualitas pada guru SLB. Analisis data univariat dan bivariat dengan Microsoft Excel 2010. Didapatkan response rate penelitian 84,2%, dengan karakteristik responden hampir seluruh responden dengan level pendidikan sarjana atau lebih, separuh berada pada kelompok umur diatas 40 tahun, hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan, dan separuh dengan pengalaman kerja diatas 13 tahun. Hasil uji T didapatkan p-value 0,00010 < α (0,05) dimana ini berari ada pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan tingkat pengetahuan guru SLB tentang seks dan seksualitas anak tunagrahita. Direkomendasikan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin di sekolah sehingga pemahaman guru menjadi lebih baik dan dapat menyampaikan informasi ini dengan tepat kepada peserta didik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita
Rifka Putri Andayani;
Ridhyalla Afnuhazi
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.309
Faktor yang mempengaruhi status gizi balita terdiri faktor langsung asupan makanan, penyakit infeksi dan faktor tidak langsung terdiri dari pengetahuan, status ekonomi, dan peran petugas kesehatan. Kelurahan Bandar Buat merupakan angka cakupan gizi kurang dan gizi buruk terbanyak (15%). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab yang berhubungan dengan status gizi pada balita. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita di 14 Posyandu Kelurahan Bandar Buat wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Padang berjumlah 1.399 orang dengan sampel 93 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai September 2021. Teknik pengambilan sampel adalah proporsional random sampling. Penelitian ini dianalisa secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan asupan makanan, tingkat pengetahuan dan peran petugas dengan status gizi. Diharapkan penelitian ini dapat menambah referensi rujukan dalam perkembangan ilmu keperawatan khususnya terkait upaya penatalaksanaan dan deteksi dini serta monitoring status gizi pada balita.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan ASI Eksklusif di Masa Pandemi Covid 19
Nurul Prihastita Rizyana;
Fadillah Ulva
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.313
The imposition of restrictions on community activities during the Covid-19 pandemic has caused various concerns and anxiety for many people, including mothers who are breastfeeding. In an effort to break the chain of transmission of Covid-19, it is necessary to apply health protocols, one of which is physical distancing. This is feared to cause fear in nursing mothers to breastfeed their babies. The purpose of this study was to determine the factors that affect the coverage of exclusive breastfeeding during the Covid-19 pandemic in the Nanggalo Health Center Work Area, Padang City. The type of research used is quantitative with a cross sectional study design. This research was conducted in the Working Area of the Nanggalo Health Center, Padang City. The number of samples is 67 people. The data used are primary data and secondary data. The measuring instrument used is a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge (p=0.001, employment status (0.008), parity (0.015) and husband's support (p=0.049) with exclusive breastfeeding. It is necessary to provide information education to breastfeeding mothers about the importance of exclusive breastfeeding during pregnancy. Covid-19 pandemic.
Behavior of Glasses Users in Refractive Disorders with Theory of Reasoned Action Approaches
Raimah Anbara;
Bakri Mat;
Salwani Arbak
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.314
Issues and Problems : Glasses are a safe method for correcting refractive errors of the eye. A person with refractive error makes the decision to buy and use glasses because of various factors. One of them is caused by interests that are influenced by norms or other people's views about wearing glasses. Objective : This study was conducted to analyze the behavior of eyeglass users with refractive errors using the theory of Reasoned Behavior. Method: Qualitative method that utilizes primary and secondary sources in the form of official reference sources, and other printed and unprinted sources, as well as online sources that have been used. Finding: The results show that although glasses are a necessity for people with refractive errors, their behavior is influenced by the intentions of the users of the glasses. And the intention to get a visual aid is also influenced by the subjective attitudes and norms of the glasses user. Attitudes are formed from the beliefs or beliefs held about glasses and the evaluation of their use in helping the user's appearance. Meanwhile, norms are formed from norms that are believed to be related to the use of tools as a tool for refractive errors and motivation from the closest people and medical personnel. Recomendation: people with refractive errors are advised to increase their knowledge and understanding of the use in treating refractive disorders which are the controllers of negative norms owned by users so that the goal of overcoming visual disturbances and reducing eye damage can be carried out properly. Health workers are expected to contribute in providing information for the myths that exist in the community regarding the use of glasses
Hubungan Pandemi Covid-19 Dengan Koping Religiusitas Pada Pasien Kronik
Brigitta Ayu Dwi Susanti;
Yuda Jatnika
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.315
Latar Belakang: Koping religius merupakan kemampuan memahami dan menghadapi kondisi penuh tekanan dengan menggunakan pola nilai, kepercayaan, simbol, perilaku/ritual, dan pengalaman yang berorientasi spiritual. Pada pasien dengan penyakit kronik memerlukan perhatian khusus dalam pengobatan maupun perawatan lainnya terutama pada saat pendemi. Nilai religiusitas pasien pada saat masa pandemi pada penyakit kronik membutuhkan perhatian khusus karena pasien tidak bisa sebebas pergi ke tempat beribadah pada masa pandemi. Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko- morbid) memiliki risiko untuk terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini.Tujuan penelitian untuk melihat hubungan religious koping pada pasien kronik di masa pandemi. Metode: kuantitatif with crosectional method data diambil di dokter keluarga wilayah Seyegan yang berjumlah 30 responden (data prolanis th 2020). Responden diberikan kuesioner religious koping yang sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisa data menggunakan uji korelasi analitik. Hasil: terdapat nilai p value 0.001 yang berarti ada hubungan antara koping religiusitas pasien kronik dengan upaya preventif covid-19. Kesimpulan di masa pandemi pasien dengan penyakit kronik membutuhkan peningkatan tingkat religiusitas dalam upaya pencegahan covid 19. Kata Kunci : covid 19; koping religius; penyakit kronik
Penerapan Asuhan Perawatan Tali Pusat Terbuka Dan Kering Pada Bayi Baru Lahir
Dian Febrida Sari;
Putri Nelly Syofiah;
Anisa Salsabilla
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v5i2.316
Perawatan tali pusat adalah tindakan merawat tali pusat pada BBL agar tetap kering mencegah terjadinya infeksi. Perawatan yang tidak benar mengakibatkan infeksi. Tujuan penulisan mampu memberikan dan melaksanakan Asuhan melalui pendekatan pola pikir manajemen asuhan Kebidanan secara komprehensif dan mendokumentasikannya dalam bentuk SOAP. Pelaksanaan asuhan dilakukan pada By M usia 0-9 hari dengan frekuensi kunjungan sebanyak 3 kali. Fokus asuhan pada kunjungan pertama memberikan asuhan BBL normal dan pengetahuan tentang perawatan tali pusat kepada keluarga. Kunjungan kedua memberikan asuhan yang mengacu pada MTBM karena bayi mengalami infeksi lokal pada tali pusat, ikterus dan ruam popok. Kunjungan ketiga diberikan asuhan dasar bayi muda. Hasil asuhan kebidanan pada By M kunjungan pertama ibu mengerti dan berjanji akan melaksanakan semua suhan BBL normal yang telah diajarkan. Kunjungan kedua ibu dan keluarga mengerti tentang kondisi bayi dan bersedia bayi mendapatkan asuhan yang mengacu pada MTBM. Kunjungan ketiga ibu mengerti dan mampu memberikan asuhan dasar bayi muda. Kesimpulan asuhan dapat dilaksanakan oleh klien namun pada kunjungan kedua ditemukan infeksi lokal pada tali pusat karena kurangnya informasi kepada ibu terkait pemakaian popok disposable yang menutupi tali pusat. Saran untuk ibu dan keluarga agar memelihara kesehatan bayi terutama kebersihan bayi.