cover
Contact Name
Asri Hidayat
Contact Email
asri.hidayat@kemdikbud.go.id
Phone
+628114118474
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin km.7, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 25024345     EISSN : 26864355     DOI : https://doi.org/10.36869
Core Subject : Social,
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 13 Documents clear
ZIARAH MAKAM SYEKH YUSUF AL-MAKASSARI DI KABUPATEN GOWA, SULAWESI SELATAN renold d
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.779 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.20

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada ziarah makam Syekh Yusuf sebagai seorang wali yang berasal dari Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja motivasi peziarah yang datang ke makam syekh yusuf sejauh mana ritual dan religiusitas meraka terhadap syekh Yusuf. Selain itu dilihat juga bagiamana ziarah makam berdamapak pada kehidupan ekonomi, legitimasi politik dan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data primer dan data sekunder menggunakan teknik observasi, wawancara, dokomentasi dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat motivasi yang berbeda-beda dari setiap peziarah yang datang ke mkaam syekh Yusuf, ziarah makam dapat dijadikan sebagai legitamsi politik dalam mengumpulkan suara sebagai metode pencitraan politik, dari segi pariwisata ziarah makam dapat meningkatkan pendapatan asli daerah kabupaten Gowa karena pengunjung yang datang bukan saja berasal dari Sulawesi melainkan juga dari Jawa, Kalimantan, Papua, Sumatera bahkan dari luar negeri. Selain itu kehadiran makam Syekh Yusuf memberikan dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat sekitar.Kata kunci: Ziarah, Makam, Syekh Yusuf.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP NELAYAN KARAMPUANG DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP abdul asis
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2133.261 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  dan memahami strategi bertahan hidup nelayan Karampuang dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Pulau Karampuang masih menggunakan alat tangkap sederhana dan penghasilannya masih tergolong rendah. Pada musim paceklik, nelayan merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, sehingga mereka beralih ke pekerjaan lain dengan mengolah kebun dengan menanam tanaman hortikultura seperti jagung, ubi kayu, dan sayur-sayuran. Peluang untuk melakukan pekerjaan sampingan terbuka luas bagi masyarakat nelayan di sana karena akses ke kota Kabupaten Mamuju tergolong cukup dekat. Pekerjaan lain yang dapat dilakukan di luar bidang kenelayanan adalah menjadi pedagang, buruh bangunan, kuli angkut pelabuhan, kuli angkut pasar, dan jasa ojek. Sedangkan istri-istri nelayan banyak yang bekerja menjadi penjaga toko, buruh cuci di kota, dan membuka kedai-kedai di rumah dengan menjual barang kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan melakukan pekerjaan sampingan, maka kebutuhan hidup keluarganya  dapat terpenuhi. Kata Kunci: pekerjaan sampingan, nelayan Karampuang, kebutuhan hidup.
Refleksi Ke-indonesiaan: Kajian Sistem Pemerintahan Kerajaan Balanipa Abad XVI-XVII Abd Karim
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2598.885 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.7

Abstract

Kerajaan Balanipa (Mandar) telah “berdemokrasi” sebelum Indonesia lahir. Apabila salah satu cerminan Indonesia adalah sistem pemerintahan demokratis, maka identitas politik yang kita sandang sebagai Negara Demokratis telah ada sebelum negara ini lahir. Bahwa jiwa keindonesiaan telah ada sebelum kehadiran Bangsa Eropa di Nusantara. Bahkan telah dipraktekkan di Kerajaan Balanipa (Mandar) pada abad XVI-XVII sebagai sistem perintahan lokal (mara’dia). Sistem tersebut memiliki perangkat konstitusi Kerajaan dimana kedudukan Raja tidak mutlak berkuasa. Lembaga hadat memiliki kuasa untuk memberhentikan raja sebagai pemimpin, seperti Presiden yang bisa diturunkan dari jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) negara ini. Pemimpin dipilih atas kehendak rakyat. Sebuah refleksi sistem pemerintahan, bahwa jiwa zaman yang sekarang merupakan warisan dari masa lalu bangsa ini sendiri bukan warisan bangsa barat sebagai bangsa penjajah. Selanjutnya Artikel ini akan menjawab pertanyaan besar yakni, bagaimana praktek-praktek demokrasi diterapkan di Mandar? Bagaimana demokrasi itu di terjemahkan oleh elit dan masyarakat Mandar? dan bagaimana sistem pemerintahan itu dijalankan di Mandar pada abad XVI-XVII? artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah. Dengan menggunakan sumber lokal (Lontara’’) dan akan dilengkapi dengan sumber-sumber dari zaman kolonial.

Page 2 of 2 | Total Record : 13