cover
Contact Name
Asri Hidayat
Contact Email
asri.hidayat@kemdikbud.go.id
Phone
+628114118474
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin km.7, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 25024345     EISSN : 26864355     DOI : https://doi.org/10.36869
Core Subject : Social,
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 12 Documents clear
BISSU; KEPERCAYAAN, KELAKUAN DAN KEWARGANEGARAAN Feby Triadi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.86

Abstract

This paper wants to trace the presence of the country in guaranteeing the trust of its citizens to worship the Almighty God. After the presence of government regulations regarding the recognition of the flow of belief can be stated on the Identity Card (KTP), in fact, this regulation only recognizes certain beliefs. So the choice to leave the option in the column of religion is considered accurate, instead of solving the problem, the emptying is considered to be more clear if the believer does not get recognition from the state. This research was conducted in South Sulawesi, in January 2019. With the context of bissu as an adherent of the belief flow of the attoriolong, the participatory observation data collection method was used. The data obtained will be processed using Spradley's (1980) analysis technique. The names used in this paper are pseudonyms, to fulfill ethics, and research strategies. This study found that the bissu community which had nine institutions was not identified as a belief, this was due to the strong influence of the developing Islam. Also exacerbated is the definition of a highly sectarian religious definition by the state, further prolonging the polemic of the identity of beliefs for bissu.
TRADISI ANGNGARU TUBARANI GOWA: DARI RITUAL MENJADI PERTUNJUKAN POPULER Fadhly Kurniawan
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.111

Abstract

Dalam tradisi masyarakat Gowa, terdapat dua tradisi sumpah sakral, yaitu Angngaru Tumanurung—ikrar Sombayya (raja) kepada rakyat—dan angngaru tubarani—ritual sumpah prajurit kepada Sombayya. Artikel ini membahas secara khusus mengenai Angngaru Tubarani. Tradisi Angngaru Tubarani (selanjutnya baca angngaru) dewasa ini dimaknai ulang sebagai bentuk kebutuhan pertunjukan. Artikel ini berusaha melihat proses perubahan bentuk dan makna angngaru dari ritual menjadi komoditas pertunjukan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi budaya dengan metode wawancara langsung dengan praktisi angngaru dan studi kepustakaan. Artikel ini melihat bahwa perubahan makna angngaru tidak terlepas dari perubahanperubahan sosial dan ekonomi dalam masyarakat Makassar. Perubahan sosial sebagai efek globalisasi dan kebutuhan pengembangan ekonomi wisata menjadi determinan munculnya tafsir budaya baru. Angngaru yang dulunya dimaknai sebagai suatu ritual yang sakral, kini telah menjadi suatu komoditas budaya yang dikonsumsi secara massal. Penelitian ini menemukan bahwa komodifikasi tradisi angngaru ke dalam budaya pertunjukan populer dimaknai sebagai sebuah strategi untuk mempertahankan ataupun menjaga tradisi tersebut tetap eksis di masa sekarang. Penelitian mengenai tradisi angngaru ini memperlihatkan penciptaan makna tradisi lisan angngaru untuk kebutuhan masyarakat yang lebih kompleks.

Page 2 of 2 | Total Record : 12