cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 13 Documents clear
Inventarisasi Zingiberaceae yang Bernilai Ekonomi (Etnomedisin, Etnokosmetik dan Etnofood) di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia Syamsuri Syamsuri; Hasria Alang
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.64 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i2.715

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Zingiberaceae yang bernilai ekonomi di Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa Zingiberaceae dapat digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Namun survey dan inventarisasi jenis Zingiberaceae sebagai salah satu kearifan lokal yang memiliki nilai ekonomi di daerah tersebut belum pernah dilakukan, sehingga diperlukan upaya guna mendokumentasikan pemanfaatan family Zingiberaceae yang bernilai ekonomi di kabupaten tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi family Zingiberaceae di Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki nilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi dalam tabel. Hasil penelitian ditemukan ada sembilan jenis dari family Zingiberaceae yang ditemukan di Kabupaten Kolaka Utara dan bernilai ekonomi  diantaranya kecombrang, lengkuas, kencur, Jahe, bangle, lempuyang, temulawak, kunyit dan Kecombrang hutan (manis). Tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi sebagai bahan obat-obatan (medis), kecantikan (kosmetik) dan bahan pangan (makanan).
Karakteristik Fisiologi Tanaman Kedelai pada Perlakuan Frekuensi Penyiangan dan Pengendalian Hama pada Tumpangsari Tebu-Kedelai Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti; Oktarina Oktarina; Yoga Nurhadiansyah; Agus Budiawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.749 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i2.721

Abstract

Salah satu Penyebab rendahnya produktivitas kedelai petani adalah penerapan teknologi yang masih rendah, serta teknik budidaya dan pengendalian organisme pengganggu tanaman  yang tidak optimal. Cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah melalui peningkatan produktivitas lahan yaitu dengan cara tumpangsari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan dan pengendalian hama terhadap karakter fisiologi tanaman kedelai yang ditumpangsarikan dengan tebu. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember, dengan ketinggian tempat 89 meter di atas permukaan laut, mulai bulan Januari  sampai Juni 2020. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor Pertama adalah  Frekuensi Penyiangan Gulma, sebanyak 3 level, yaitu: P1: Penyiangan 1 kali,P2: Penyiangan 2 Kali, P3: Penyiangan 3 Kali,  dan faktor kedua adalah Pengendalian Hama sebanyak 4 level yaitu: H0 = Insektisida Kimia yang berbahan aktif Deltametri 25  yang berbahan aktif Deltametri 25  yang berbahan aktif Deltametri 25 dengan konsentrasi 1 ml/l, H1 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Tembakau dan Daun jarak dengan konsentrasi 2 ml/l,  H2 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak dengan konsentrasi 300 ml/l, H3 = Insektisida Nabati Ekstrak Daun Mimba dengan konsentrasi 100 ml/l.  Hasil penelitian menunjukkan Interaksi antara frekuensi penyiangan dan pengendalian hama yang terbaik adalah frekuensi penyiangan dua kali (15 hst dan 30 hst) dengan pengendalian hama insektisida nabati ekstrak  sirsak dengan konsentrasi 300 ml/l  dan pengendalian hama satu kali (15 hst) insektisida nabati ekstrak daun Mimba dengan konsentrasi 100 ml/l  merupakan kombinasi perlakuan terbaik.
Daya Saing Komoditas Ubi Kayu dengan Internalisasi Biaya Transaksi di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Indonesia Zulkarnain Zulkarnain; Wan Abbas Zakaria; Dwi Haryono; Ktut Murniati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.163 KB) | DOI: 10.37637/ab.v4i2.712

Abstract

Ubi kayu merupakan tanaman multifungsi yang berperan sebagai bahan baku sumber energi alternatif, pangan serta pakan. Produksi ubi kayu harus ditingkatkan supaya berdaya saing tinggi. Tujuan penelitian yaitu menganalisis biaya transaksi usahatani ubi kayu; menganalisis komoditas unggulan; menganalisis daya saing ubi kayu; dan menganalisis dampak alternatif kebijakan dalam sistem komoditas di Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lampung Tengah dengan menggunakan metode survei kepada 131 petani ubikayu yang diambil secara purposive. Analisis yang digunakan yaitu Transaction Cost (TrC); Location Quotient; PAM (Policy Analysis Matrix); dan Sensitivitas. Hasil penelitian (1) biaya transaksi ubi kayu sebesar Rp. 356.507,40/ha/petani/musim, (2) usahatani ubi kayu memiliki nilai LQ sebesar 1,06 artinya tanaman ubi kayu termasuk tanaman unggulan yang berdaya saing, (3) usahatani ubi kayu memiliki daya saing dalam produksi ubi kayu sehingga usahatani ubi kayu layak untuk terus dikembangkan, (4) analisis sensitivitas ubi kayu peka terhadap perubahan penurunan harga output dan peka terhadap perubahan kenaikan harga input dengan nilai persentase maksimal. Sarannya adalah pemerintah harus membuat kebijakan harga output untuk petani ubi kayu yang berupa Harga Minimum Regional (HMR) supaya daya saing ubi kayu lebih meningkat dan berkelanjutan.

Page 2 of 2 | Total Record : 13