cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4 (2023)" : 12 Documents clear
ANALISIS LAJU PENGERINGAN PADA PENGERINGAN MADU TERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK Kukuh Genial Putra; Sang Kompiang Wirawan; Ria Millati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.9042

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis laju pengeringan pada proses pengeringan madu, serta menentukan nilai koefisien transfer massa. Pengeringan madu dilakukan dengan mesin pengering terbantu gelombang ultrasonik. Gaya terlibat dengan penambahan gelombang ultrasonik diharapkan dapat mempercepat laju pengeringan. Sebanyak 7 buah sampel madu diletakan pada setiap tingkat loyang untuk setiap variasi tebal madu, yaitu pada ketebalan 0,208 cm, 0,417 cm, dan 0,625 cm. Grafik hubungan kadar air terhadap fungsi waktu menunjukan sampel madu relatif tipis lebih cepat mengalami penurunan kadar air, begitu pula sampel madu yang diletakan paling dekat dengan elemen pemanas. Grafik hubungan laju pengeringan terhadap fungsi kadar air menunjukan sampel madu relatif tebal memiliki laju pengeringan lebih tinggi, begitu pula sampel madu yang diletakan paling dekat dengan elemen pemanas. Koefisien transfer massa untuk tingkat loyang 1 pada variasi tebal madu berturut-turut 1,21×10-3 g/cm2.menit; 1,42×10-3 g/cm2.menit; dan 1,87×10-3 g/cm2.menit. Nilai koefisien transfer massa tersebut relatif lebih tinggi dibanding tingkat loyang 4 pada setiap variasi tebal madu, yaitu berturut-turut 0,87×10-3 g/cm2.menit; 1,13×10-3 g/cm2.menit; dan 1,33×10-3 g/cm2.menit.
Pembuatan Asam Oksalat dari Ampas Tebu dengan Proses Peleburan Alkali Narke Khaleda Zia Kudadiri; Saktyo Anindyo Danarputro; Lucky Indrati Utami; Dwi Hery Astuti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i4.8727

Abstract

Asam oksalat merupakan senyawa kimia yang termasuk ke dalam asam dikarboksilat paling sederhana dan terdistribusi dalam bentuk garam potassium dan kalsium yang terdapat pada daun, akar, dan rhizoma. Asam oksalat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan zat warna, bahan peledak, dan bahan pelapis anti korosif di mana sebagian besar kebutuhan asam oksalat masih mengandalkan impor. Salah satu bahan yang bisa diolah menjadi asam oksalat untuk mengurangi impor adalah ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi pelarut dan waktu peleburan yang menghasilkan kadar asam oksalat tertinggi dari bahan ampas tebu. Metode yang digunakan adalah proses peleburan alkali. Mula-mula ampas tebu dicuci, kemudian dikeringkan, dan dihaluskan hingga ukuran 100 mesh. Selanjutnya ambil 30 gram serbuk ampas tebu kemudian ditambahkan pelarut NaOH dengan konsentrasi 1,5; 3; 4,5; 6; dan 7,5N sebanyak 500ml. Campuran tersebut dipanaskan pada suhu 100°C selama 30, 45, 60, 75, dan 90 menit, dan diaduk dengan kecepatan 250 rpm. Hasil peleburan disaring, kemudian filtratnya ditambahkan dengan CaCl2. Endapan yang terbentuk dilarutkan dengan H2SO4, kemudian disaring untuk diambil filtratnya sebagai produk asam oksalat, kemudian dianalisa kadarnya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kadar asam oksalat tertinggi pada proses peleburan dengan konsentrasi NaOH 6N dengan waktu peleburan selama 75 menit yaitu sebesar 20,2%.

Page 2 of 2 | Total Record : 12