cover
Contact Name
Al Qari'ah
Contact Email
qori.diraz@gmail.com
Phone
+6281913645350
Journal Mail Official
alpenfkip@wiraraja.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Wiraraja Sumenep, Jl. Sumenep - Pamekasan Km. 5 Patean Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 25806890     EISSN : 25809075     DOI : https://doi.org/10.24929
Core Subject : Education,
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Contains writings on conceptual ideas, studies equipped with research results or literature, and application of theories related to education, especially in the field of primary school education. Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar is a journal that aims to be a forum of scientific publications to pour conceptual ideas, studies equipped with research results or literature, and application of theories related to education, especially in the field of primary school education. To achieve this, ALPEN will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to education that can generate innovative, creative and original work and be tested in the field of primary school education and learning, disseminated and implemented to improve the quality of education at the regional level , national, and international.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Ach. Puniman; Kadarisman Kadarisman
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.1

Abstract

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MODEL TUTORIAL BERBASIS KOMPUTER Ach. Andiriyanto
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.2

Abstract

PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI SEJAK DINI UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS BANGSA Moh. Zainol Arief
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.3

Abstract

MEMBANGUN MODAL SOSIAL PADA MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI Raden Firman Nurbudi Prijambodo; Agung Kesna Mahatmaharti
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.4

Abstract

Saat ini perkembangan kemajuan jaman mempengaruhi roda perkembangan pembangunan bangsa Indonesia. Era globalisasi tidak dapat dipungkiri telah sedikit banyak menggeser tatanan perilaku warga negara di dalam pergaulan bermasyarakat. Masyarakat Indonesia yang plural dengan kenyataan dimasukkannya Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, membuat bangsa ini harus menjaga rasa sosial yang tinggi. Kenyataannya pada kehidupan sehari-hari telah berlaku sikap toleransi tersebut.Keragaman bangsa Indonesia perlu dijaga keberadaannya dengan menjaga nilai-nilai etika sosial yang selama ini dijalankan. Kehidupan sosial bermasyarakat dapat dituangkan dalam berbagai macam bentuk sikap dan kegiatan. Setiap kegiatan kemasyarakatan, tidal terlepas dari modal sosial. Modal sosial diperlukan untuk menguatkan terbentuknya nilai-nilai bermasyarakat.Masyarakat yang menghargai keberadaan modal sosial sebagai pembentuk ikatan tersebut akan menyadari betapa pentingnya peran modal sosial. Melalui modal sosial yang terjalin di antara mereka maka akan melancarkan terwujudnya keinginan-keinginan mereka dalam bentuk kegiatan yang positif bagi masyarakat dan negara.
PENDEKATAN SCIENTIFIK DALAM PENERAPAN KKNI PADA PEMBELAJARAN IPS SD Tita Tanjung Sari; Rival Hanip
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.5

Abstract

Kurikulum 2013 seolah menjadi babak baru dalam usaha kita untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Dalam kurikulum 2013, guru diharap melakukan pembelajaran secara holistik dan terpadu untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Kekhasan kurikulum 2013 dalam pembelajaran terdapat pada penggunaan pendekatan ilmiah sebagai alat untuk mempercepat tercapainya tujuan pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dianggap sebagai salah satu cara menuju perkembangan dan pengembangan komponen kemampuan siswa, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor dalam proses kerja ilmiah. Pada pembelajaran scientific tidak hanya terfokus pada proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, namun juga peserta didik dilatih untuk terbiasa mengamati, bertanya, bernalar, berkeskperimen atau mencoba, mempresentasikan atau mengkomunikasikan dan berkembang sampai dengan mengumpulkan data, mengolah data, mengkomunikasikan hasil kerja, inovasi produk dan proses penciptaan produk. Pada dasarnya inti dari scientific thinking adalah mengajak peserta didik untuk terbiasa berfikir secara ilmiah dan terbiasa mengkomunikasikan sesuatu berdasarkan hasil pengamatan, data, dan fakta. Selain itu scientific thinking menekankan untuk melakukan pembelajaran secara luas, tanpa terbatas oleh dinding dinding kelas. Karena belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik dilingkungan sekolah maupun dalam masyarakat luas. Kurikulum 2013 juga mengajak guru untuk menjadi mediator, fasilitator, dan evaluator yang menjadi jembatan transfer ilmu. Pembelajaran harus berpusat pada anak, karena dalam hal ini, anaklah yang harus mengeplorasi segenap kemampuannya dengan cara mengamati dan mencoba sementara guru menjadi salah satu sumber belajar bukan satu-satunya sumber belajar peserta didik, sehingga siswa diarahkan untuk aktif bergerak mencari informasi dan membangun mengetahuannya sendiri. Namun guru harus tetap memperhatikan setiap perkembangan siswa baik secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Sehingga siswa tidak hanya baik secara hard skill tetapi juga melatih kematangan soft skill.
MEREKONTRUKSI KURIKULUM BERBASIS KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Tri Sutrisno
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.6

Abstract

Akhir-akhir ini konsentrasi pemerintah seolah terkuras dengan fenomena dekadensi moralitas bangsa. Membangun karakter bukanlah sesuatu yang mudah, juga tidak teramat sulit, membutuhkan proses, strategi dan koordinasi. Pendidikan merupakan wahana peserta didik untuk memperoleh layanan pembentukan karakter. Pendidikan karakter seyogyanya dilakukan sejak usia dini atau selambat-lambatnya dibangku sekolah dasar (SD). Diusia inilah seseorang dapat dengan mudah dibentuk, diarahkan dan dibina sesuai keinginan. Pendidikan juga terus melakukan perubahan, yang semua itu bermuara terhadap pembentukan karakter siswa. Akhir-akhir ini, program penguatan pendidikan karakter (PPK) bentukan Mendikbud menjadi dambaan besar dari pengembangan karakter anak. Sebagai inti dari kegiatan pendidikan karakter adalah pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak. Pembelajaran dirancang tidak hanya melejitkan ranah kognitif saja, tetapi juga ranah afektif, yang terdiri dari pengembangan emosi, sosial dan spiritual (karakter). Sebagai pendukung utama dalam pendidikan karakter, layanan BK juga mempunyai peran strategis menemani anak dalam mengembangkan karakter positif. Sekolah adalah komponen dari beberapa individu yang mempunyai visi terselenggaranya pendidikan secara efektif. Efektifitas dari pendidikan saat ini adalah, mampu mengembangkan karakter positif anak ditengah mencuatnya krisis moral pada generasi bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6