cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017)" : 12 Documents clear
UJI AKSEPTABILITAS PEMBERIAN IMUNAX@ PADA RELAWAN SEHAT ACCEPTIBILITY TEST OF IMUNAX@ IN HEALTHY RESPONDEN Adnan; Akrom
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Minyak biji jinten hitam (MBJH)/imunax@ yang mengandung timokuinon bersifat antioksidatif dan antiinflamasi. Imunax@ potensial untuk dikembangkan sebagai agen imunomodulator antioksidan untuk terapi ajuvan atau profilaktif kelompok berisiko tinggi mengalami penyakit degenerative. Namun data akseptabilitas dan tolerabilitas penggunaan imunax@ pada manusia belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang pendapat dan tanggapan relawan terhadap penggunaan imunax@ dosis 2,5; 5 dan 7,5 mL/hari selama 4 minggu meliputi rasa, bau, akibat atau dampak ketidak nyamanan yang ditimbulkan. Metode: Penelitian eksperimental klinik desain prospektif dengan kelompok kontrol selama 4 minggu. Sebanyak 48 relawan sehat, 11 pria dan 37 wanita, dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok dosis 2,5; 5; dan 7,5 mL/hari peroral masing-masing 16 relawan. Kriteria inklusi meliputi laki-laki dan wanita sehat, berusia 18 – 60 tahun dan bersedia mengisi inform consent. Data yang diambil meliputi parameter klinis dan pendapat relawan terkait rasa, bau, dan kondisi ketidak nyamanan yang dirasakan selama mengkonsumsi imunax@. Data dianalisis dengan uji one way anova. Hasil: Hasil penelitian didapatkan skor total di atas 3 yang berarti paling tidak memberikan lebih dari cukup puas hingga lebih dari puas konsumen dalam mengkonsumsi sediaan ini. Ada 6 pertanyaan yaitu pertanyaan 1,2,5,6, 8 dan 9, memiliki rata-rata skor total lebih dari 4 (lebih dari puas) sedangkan ada 4 pertanyaan (3,4,7 dan 10) memiliki rata-rata skor total lebih dari 3 (lebih dari cukup puas). Kesimpulan: Kesimpulan bahwa sediaan soft capsul MBJH (imunax@) dapat diterima oleh konsumen.
GAMBARAN PENANGANAN NYERI HAID PADA SISWI SMPN 2 SEDAYU PERIODE MARET 2017 Sheila Priscilla Virmala Dewi Jaikishin; Onida Rhimbi Tanira
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi adalah upaya pengobatan dengan cara mendiagnosa sendiri penyakit yang diderita oleh pasien. Dismenore adalah suatu gangguan kesehatan berupa nyeri yang dialami oleh seorang wanita saat menstruasi, yang dapat dilakukan dengan swamedikasi. Upaya pengobatan yang dapat dilakukan saat mengalami dismenore yaitu dengan pengobatan secara farmakologi maupun nonfarmakologi, pengobatan secara nonfarmakologi yaitu dengan penanganan sederhana, pengobatan secara farmakologi yaitu menggunakan obat seperti golongan analgetika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai tindakan swamedikasi dismenore yang dilakukan oleh siswi SMPN 2 Sedayu. Desain penelitian ini adalah non eksperimen yang tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposif sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII SMPN 2 Sedayu dengan jumlah 70 siswi, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuisoner. Hasil penelitian ini menggambarkan siswi yang melakukan tindakan swamedikasi secara nonfarmakologi pada dismenore sebanyak 24 (57,1%) siswi melakukan olahraga dan istirahat yang cukup untuk mencegah nyeri haid dan siswi yang melakukan tindakan secara farmakologi pada dismenore sebanyak 10 (23,8%) siswi meminum obat anti nyeri dari warung dan serta sebanyak 7 (16,6%) siswi meminum obat anti nyeri dari resep dokter. Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti menyarankan instansi sekolah mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.

Page 2 of 2 | Total Record : 12