cover
Contact Name
Gede Pasek Putra Adnyana Yasa, SST., M.Sn.
Contact Email
pasekputra@std-bali.ac.id
Phone
+6285792402926
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tukad Batanghari No 29 Panjer, Denpasar, Bali, Indonesia 80225
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Da Moda
ISSN : 27150607     EISSN : 27150585     DOI : https://doi.org/10.35886/damoda
Core Subject : Art,
Ruang lingkup artikel dalam Jurnal Da Moda meliputi ontology ilmiah, epistemology dan aksioma Desain Mode (DM), yang meliputi: (a) semiotika visual, (b) ikonografi, (c) ilustrasi, (d) (e) fotografi, (f) Tata Busana (g) Desain Fashion, (h) strategi branding, (i) Fashion Jurnalis, (j) Fashion produt, (k) fashion busines (l) visual mercandhising, (m) desain aksesoris (n) fashion Stylish, (o)Fashion marketing, (p)Desain Tekstil , (q) Tekstil (r) Fashion event, metode pendidikan dalam pengajaran Desain Mode , (t) masalah budaya terkait dengan Desain fashion.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020" : 5 Documents clear
KAJIAN PRA-IKONOGRAFI FOTOGRAFI LEVITASI Chandra Djoko Zuki
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.69

Abstract

Fotografi Levitasi adalah sebuah pendekatan visual fotografi kontemporer yang didasari oleh teknik fotografi tradisional, dimana visual foto memperlihatkan obyek yang seolah-olah sedang melayang di udara. Kajian terhadap aspek forma dalam fotografi levitasi dapat menjadi sebuah pengetahuan baru terhadap fenomena karya seni masa kini, yang mana dapat dilihat dalam fotografi levitasi karya Natsumi Hayashi, seorang seniman dan fotografer asal Jepang. Sebagai jembatan penelitian, peneliti menggunakan pendekatan teori Ikonografi oleh Erwin Panofsky dan secara khusus akan menggunakan metode Pra-ikonografi. Melalui pendekatan teori ini dapat diketahui dengan detail dan terstruktur dari obyek gambar yang terlihat oleh indra terutama mata, seperti elemen visual fotografi meliputi aspek garis, bidang, bentuk, warna, serta prinsip-prinsip visual yang dikemas dalam beberapa pendekatan komposisi. Ini jenis yang sangat dasar untuk analisis formal. Pada akhirnya, dapat diketahui bagaimana estetika formal dari fotografi levitasi Jepang melalui analisa teknik fotografi, komposisi ruang, dan gestur melayang dari subyek.
ANALISA KUALITAS ESTETIS BRANDED GOODS DENGAN TEORI DESIGN SYNTACTIC FORM Devanny Gumulya
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.70

Abstract

Product with good aesthetic appearance increases the consumer attractiveness and create memorable product experience. The paper discusses how the design element and the configuration can shape someone’s visual perception with syntactic design form theory, gestalt theory, and product gist method. Using these three approaches, two international bag brand is selected as study cases: Anya Hindmarch and Kate Spade. The study results are material, and the color design element can be continuously changed according to the trend, but the shape proportion and the configuration between the design elements need to be consistent. So the brand will still look coherent visually. By using this strategy, these two brands stay competitive and favorable in the market.
DIGITALISASI POLA PAKAIAN MELALUI CLO3D Susi Hartanto
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.71

Abstract

Moving towards industry 4.0, one of five sectors in Indonesia to be planned as implementation pioneer is textile and clothing industry. Digital competencies have become skill requirement found most in fashion work vacancies. One of common digital method applied in clothing design and production is Clo3D. This article results from a co-creation activity between UPH Product Design, LPK Nadya Jaya, and brand partner (Lovadova); taking Clo3D as a tool to produce 3D patterns, reducing human error, saving time & costs. There are 16 patterns produced, 7 among them are mass-produced. As the result, Clo3D helps in terms of design, revise, simulate clothes in 3D; allowing the clothing business cycle from design to selling a lot faster than traditional process. Key words : Digitalization, Pattern, Clothing, Clo3D
Deskripsi Ragam Hias Motif Dinding Ai dan Sanan Empeg Tenun Ikat Geringsing Luh Wina Sadevi
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.79

Abstract

Indonesia has various kinds of textiles, including batik, ikat, ulos, and songket which are made in different styles in each region in Indonesia. There are three types of ikat that are still produced on several islands in Indonesia today. For double ikat, only known in three places in the world, there are India, Japan, and Indonesia. One of the region in Indonesia that still produces double ikat is Tenganan Pegeringsingan, Bali, which is called Geringsing ikat. Geringsing ikat is made up of various motifs, including Dinding Ai and Sanan Empeg motif, where both motifs consist of geometric decoration, stylation of natural shapes such as the sun, and stilation of organic decoration in the form of plants. Key words : Ikat, double ikat, ikat Geringsing, Motif, Ornament Indonesia memiliki berbagai macam tekstil, diantaranyya batik, tenun ikat, ulos, dan songket yang dibuat dalam gaya yang berbeda-beda di masing-masing daerah di Indonesia. Ada tiga jenis tenun ikat yang masih di produksi di beberapa pulau di Indonesia hingga saat ini. Untuk tenun ikat ganda, hanya dikenal di tiga tempat di dunia, yaitu India, Jepang, dan Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia yang hingga kini masih memproduksi tenun ikat ganda, yaitu Tenganan Pegringsingan, Bali yang disebut dengan tenun ikat Geringsing. Tenun ikat Geringsing terdiri dari berbagai macam motif, diantaranya motif Dinding Ai dan Sanan Empeg, dimana kedua motif tersebut terdiri dari ragam hias geometris, stilasi dari bentuk alam seperti matahari, dan stilasi dari ragam hias organis yang berupa tumbuh-tumbuhan. Kata Kunci: Tenun ikat, Tenun ikat ganda, Tenun Ikat Geringsing, Motif, Ragam Hias.
The PERANCANGAN MASKER KAIN SEBAGAI ALAT PELINDUNG DIRI DALAM SISTEM SUSTAINABLE FASHION Nyoman Ayu Permata Dewi; Sri Utami
Jurnal Da Moda Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Da Moda Mei 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/damoda.v1i2.81

Abstract

ABSTRAK Penyebaran penyakit Coronavirus Disease 19 (COVID-19) sejak awal tahun 2020, memberikan banyak dampak negatif dalam kehidupan masyarakat di berbagai negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena wabah COVID-19, sejak pertama kali kasus positif ditemukan pada bulan Maret 2020. Menyebarnya COVID-19 menyebabkan banyak korban yang meninggal dunia, perekonomian negara yang tidak stabil, hingga perilaku masyarakat yang juga memperburuk keadaan negara salah satunya adalah fenomena panic buying yang menyebabkan kelangkaan barang seperti sembako dan alat pelindung diri (APD). Alat Pelindung Diri (APD) yang menjadi hal penting dalam pencegahan COVID-19 adalah masker. Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan sesuai dengan rekomendasi Lembaga Kesehatan Dunia (WHO), agar seluruh masyarakat umum baik dalam keadaan sakit maupun sehat wajib menggunakan masker apa bila akan melakukan aktifitas di luar rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang bertugas dalam menangai kasus COVID-19 di Indonesia juga telah memberikan pengarahan dan merekomendasikan penggunaan APD di lingkungan masyarakat umum adalah masker kain atau masker bedah 3ply. Berdasarkan hal tersebut penulis membuat rancangan masker kain dengan menggunakan sistem Sustainable Fashion, yang merupakan sebuah sistem pola pikir bertanggung jawab yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi pada keseluruhan daur hidup produk. Penulis menggunakan kain perca dalam pembuatan masker kain sesuai dengan teori Zero Waste, untuk mengurangi jumlah limbah tekstil di Bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi pada perkembangan kebutuhan masyarakat umum terhadap APD saat ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5