cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 2, November 2018" : 25 Documents clear
ANALISIS PENENTUAN PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS TATA GUNA LAHAN DI JALAN MEDAN MERDEKA TIMUR DAN MAJAPAHIT Prilma Christy Sibarani; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2610

Abstract

Kemacetan lalu lintas adalah salah satu masalah yang selalu ada di daerah ibukota khususnya jakarta. Seperti terlihat pada ruas Jalan Medan Merdeka Timur dan Majapahit (200m) yang menjadi salah satu contoh ruas yang mengalami kemacetan .Dalam studi ini hambatan samping sangat berpengaruh pada kinerja lalu lintas, karena semakin tinggi hambatan samping akan berpengaruh terhadap volume kendaraan ,dan kecepatan kendaraan .Data yang di gunakan untuk mengetahui hambatan samping tersebut adalah dengan cara mengitung jumlah hambatan samping, volume lalu lintas,kecepatan rata-rata kendaraan dan tata guna lahan untuk mengetahui hambatan tersebut harus diadakan survey dan mengolah data hasil survey dengan cara Pearson Correlation ,agar dapat mengetahui hambatan yang paling berpengaruh pada volume dan kecepatan kendaraan. Diperoleh korelasi paling erat yaitu korelasi antara hambatan samping dengan pengakses jalan dengan R = 0,82 pada sore hari dijalan Taman Daan Mogot Raya.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP NILAI KUAT GESER TANAH EKSPANSIF Ishak Setiawan; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2615

Abstract

Permasalahan tanah ekspansif adalah masalah yang sering dihadapi insinyur sipil di lapangan. Dengan karakteristik tanah ekspansif yang memiliki potensi kembang susut yang tinggi yang dapat mempengaruhi nilai kuat geser tanah tersebut, sehingga untuk menambah kuat geser tanahnya upaya stabilisasi pada tanah di lokasi tersebut harus di lakukan. Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menstabilkan tanah dengan meningkatkan nilai kuat geser tanah tersebut. Penambahan fly ash merupakan salah satu cara stabilisasi tanah ekspansif yang efektif, karena fly ash bersifat pozzolan sehingga dapat mengikat mineral tanah menjadi padat, sehingga pada kadar yang tepat dapat menambah nilai kuat geser tanah ekspansif. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui klasisifikasi tanah, indeks plastisitas tanah dan mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap kuat geser tanah ekspansif dalam kondisi eksisting dan setelah dicampurkan fly ash. Variasi campuran fly ash 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%. Dari hasil pengujian diperoleh, tanah yang ditambahkan dengan fly ash pada variasi 1%,3%, 5%, dan 7% menunjukkan adanya peningkatan nilai kuat kohesi tanah. Nilai kohesi terbesar terdapat pada tanah campuran dengan kadar fly ash sebesar 7% yaitu sebesar 139,4 kN/m2.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG DUAL SYSTEM BERBASIS KINERJA Dave Fernando Indotjoa; Daniel Christianto; Hadi Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2665

Abstract

Struktur penahan gaya gempa secara umum memakai konsep Force Based Design. Konsep dari Force Based Design hanya berdasarkan kondisi elastis struktur dan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dimana struktur gedung mengalami kondisi inelastis ketika mengalami peristiwa gempa. Sehingga perlu dilakukan analisis evaluasi kinerja struktur untuk mengetahui kinerja gedung ketika mencapai kondisi inelastis yang merupakan konsep Performance Based Design. Dalam penilitian ini terdapat dua metode yang dipakai untuk analisis gedung ketika mengalami kondisi inelastis, yaitu metode Direct Displacement Based Design dan metode analisis Pushover. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi dan membandingkan kinerja struktur bangunan antara metode-metode tersebut. Penelitian digunakan program ETABS untuk mengetahui berapa besar gaya dan perpindahan yang dapat ditahan oleh struktur. Melalui program ETABS dapat diketahui pula level kinerja struktur bangunan tersebut. Tipe struktur bangunan yang dimodelkan berupa bangunan dengan sistem ganda. Bangunan terbuat dari beton bertulang, jarak bentang arah memanjang 53.7 m, jarak bentang arah memendek 36.2 m, dengan ketinggian 64.5 m, tinggi tiap lantai 4.3 m. Penelitian mengacu pada SNI 1726:2012, ATC-40, FEMA 356, dan FEMA 440.
PENGARUH VOID PADA PENAMPANG TIANG FONDASI TERHADAP P-Y CURVE Dave Laurent; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2676

Abstract

Analisa daya dukung lateral merupakan aspek penting dalam perancangan fondasi untuk mengantisipasi kegagalan fondasi tiang. Salah satu metodenya adalah p-y curve yang merupakan pengembangan dari metode Balok pada Fondasi Winkler. Metode p-y curve memodelkan tanah sebagai pegas non-linier. Metode ini diperkenalkan oleh McClelland dan Focht pada tahun 1956 dalam bentuk kurva hubungan reaksi tanah dengan defleksi akibat beban lateral. Metode p-y curve lebih umum digunakan karena tahap pengerjaannya yang tidak rumit jika dibandingkan dengan metode lainnya dan hasilnya dapat diandalkan. Akan tetapi, metode p-y curve tidak memperhitungkan pengaruh bentuk penampang karena tiang disederhanakan menjadi model tiang satu dimensi dengan pendekatan empiris. Penelitian ini membandingkan pengaruh lubang pada penampang spun pile dan tiang baja tubular terhadap p-y curve menggunakan metode yang diusulkan oleh Georgiadis (2010) dengan p-y curve yang dibentuk dengan program LPILE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa p-y curve untuk tiang dengan penampang solid lebih kaku daripada tiang dengan penampang void.
PENERAPAN RESOURCE LEVELING DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI JAKARTA Hendy Hendy; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 1, Nomor 2, November 2018
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v1i2.2679

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu sumber daya yang berpengaruh terhadap penyelesaian proyek konstruksi. Pada fase konstruksi sering kali muncul masalah yang berkaitan dengan pengaturan tenaga kerja. Fluktuasi kebutuhan tenaga kerja yang tajam menyebabkan kebutuhan puncak tenaga kerja harian menjadi tinggi. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk mengatasi fluktuasi yang tajam tersebut yaitu dengan perataan tenaga kerja. Perataan tenaga kerja menggunakan metode algoritma genetika dengan bantuan program Evolver. Hasil penelitian pada proyek X menunjukkan bahwa perataan tenaga kerja pada tenaga kerja (tukang batu, tukang kayu, dan tukang besi) berpengaruh terhadap kebutuhan puncak tenaga kerja harian. Terjadi penurunan kebutuhan puncak tenaga kerja tukang besi dari 77 orang menjadi 70 orang. Efisiensi yang terjadi adalah 9,1%. Dapat disimpulkan bahwa perataan tenaga kerja yang dilakukan pada penelitian ini dapat mengurangi kebutuhan puncak tenaga kerja.

Page 3 of 3 | Total Record : 25