cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 4, November 2019" : 33 Documents clear
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) DALAM TAHAPAN PRA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Nelson Nelson; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6305

Abstract

Salah satu teknologi yang belakangan ini terus berkembang pada sektor industri Arsitektur, Teknik  dan Konstruksi adalah Building Information Modeling atau disebut juga BIM. Teknologi BIM tersebut merupakan teknologi yang membantu proses pengerjaan konstruksi bangunan. Negara-negara di Asia Tenggara telah menggunakan teknologi BIM dalam praktik konstruksi, Namun di Indonesia penggunaan teknologi BIM ini masih belum banyak digunakan. Dengan adanya peraturan pemerintah no 2 tahun 2017 pasal 5 ayat 5 yang mengatur tentang pengembangan teknologi yang berkaitan dengan proses pembangunan akan berpengaruh kepada para kontraktor sebagai pelaku jasa konstruksi. Oleh karena itu, studi ini ingin melihat bagaimana kontraktor dalam menjalankan teknologi BIM terutama pada tahapan prakonstruksi. Selain itu ingin mencari faktor pedukung dan penghambat penggunaan teknologi BIM menurut perusahaan kontraktor yang sudah menggunakan teknologi BIM ini. Studi ini dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner kepada perusahaan kontraktor yang terlibat dalam penggunaan teknologi BIM terutama di daerah Jakarta. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat faktor pendukung yaitu BIM mampu mendeteksi konflik lebih awal dan mampu mencegahnya, BIM membantu dalam penarikan keputusan baik saat perencanaan dan desain, dan Implementasi BIM membangun sinergi antara pemangku kepentingan konstruksi. Selain faktor pendukung ada pula faktor penghambat penggunaan teknologi BIM yaitu keberhasilan individu maupun tim pengguna BIM sangat menentukan keberhasilan proyek dan aplikasi/program yang digunakan tiap orang berbeda-beda sehingga sulit menyatukan informasinya.
STUDI INTEGRITAS TIANG DENGAN CROSSHOLE SONIC LOGGING, CROSSHOLE TOMOGRAPHY, PILE INTEGRITY TEST, DAN PARALLEL SEISMIC Fanny Oktarina; Sunarjo Leman; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6185

Abstract

Fondasi merupakan unsur yang sangat penting dalam suatu bangunan. Suatu bangunan akan mengalami kegagalan struktur jika fondasi yang direncanakan tidak memenuhi persyaratan meskipun struktur atasnya telah direncanakan dengan baik. Kegagalan struktur yang dimaksud adalah bahan yang digunakan untuk menyalurkan beban bangunan harus cukup kuat dan tidak mengalami kerusakan bahan. Demi mencegah kegagalan struktur, dilakukan uji integritas pada tiang yang tidak merusak struktur fondasi. Uji integritas yang akan dilakukan adalah Crosshole Sonic Logging, Crosshole Tomography, Pile Integrity Test, dan Parallel Seismic. Dari hasil pengujian integritas pada tiang tersebut didapatkan kedalaman tiang dan letak kerusakan tiang.
PENGARUH KENAIKAN KUAT GESER TANAH TERHADAP STABILITAS TIMBUNAN DI ATAS TANAH LEMPUNG LUNAK JENUH AIR Candra Ismail Alhakim; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6168

Abstract

Proses konsolidasi tanah merupakan peristiwa yang berupa pemampatan tanah yang disebabkan oleh beban diatasnya maupun beban tanah sendiri. Peristiwa ini juga menyebabkan naiknya kuat geser tanah. Oleh karena itu di dalam skripsi ini dicoba untuk mensimulasikan beban berupa timbunan dan menganalisis akibat dari beban timbunan tersebut pada tanah lunak dibawahnya dan menganalisis hasil dari peningkatan kuat geser terhadap kestabilan timbunan. Penelitian dimulai dengan pengolahan data tanah untuk mendapatkan parameter void ratio, kemudian dilanjutkan dengan mencari peningkatan kuat geser berdasarkan peningkatan derajat konsolidasi, dan kemudian dilannjutkan dengan menghitung stabilitas timbunan pada setiap ketinggian kemudian didapatkan hasil angka keamanan pada tinggi timbunan 3 m sebesar 3,985 pada tinggi timbunan 5 m sebesar 2,961 dan pada tinggi 7 m sebesar 2,378.
ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS TATA GUNA LAHAN DI JALAN MH. THAMRIN TANGERANG DAN JALAN RAYA SERPONG Deril Kristiawan; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6173

Abstract

Kemacetan lalu lintas adalah salah satu masalah yang selalu ada di kota besar dan industri khususnya Tangerang. Seperti terlihat pada ruas Jalan MH. Thamrin Tangerang dan Jalan Raya Serpong (200m) yang menjadi salah satu contoh ruas yang mengalami kemacetan .Dalam studi ini hambatan samping sangat berpengaruh pada kinerja lalu lintas, karena semakin tinggi hambatan samping akan berpengaruh terhadap volume kendaraan ,dan kecepatan kendaraan . Data yang di gunakan untuk mengetahui hambatan samping tersebut adalah dengan cara mengitung jumlah hambatan samping, volume lalu lintas,kecepatan rata-rata kendaraan dan tata guna lahan untuk mengetahui hambatan tersebut harus diadakan survey dan mengolah data hasil survey dengan cara Pearson Correlation ,agar dapat mengetahui hambatan yang paling berpengaruh pada volume dan kecepatan kendaraan. Diperoleh korelasi paling erat yaitu korelasi antara hambatan samping dengan pejalan kaki dengan R = 0.95 pada sore hari dijalan Raya Serpong.
PERBANDINGAN HASIL EKSPERIMEN DAN MODIFIKASI ALAT PENGUJIAN SEISMIK DENGAN HASIL KORELASI DATA N-SPT DAN CPT Gebby Pandu; Ali Iskandar; Sunarjo Leman
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6179

Abstract

Dengan letak Indonesia yang strategis secara geografis dan geologis, tanah di Indonesia memiliki potensi gempa yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Keadaan tersebut perlu diantisipasi agar dapat mencegah kerusakan fatal ataupun hal-hal yang tidak diinginkan akibat gempa bumi, sehingga perlu diketahui karakteristik tiap lapisan tanah di masing-masing titik pada lokasi tersebut. Salah satunya adalah dengan mengetahui cepat rambat gelombang geser yang didapatkan dari pengujian seismik. Pengujian seismik yang dilakukan pada penelitian ini ada Downhole Seismic, Crosshole Seismic, dan juga modifikasi alat P-S Suspension dengan kedalaman borehole 30 meter dan interval pengujian 1 meter. Demi kelancaran penelitian ini, ketiga pengujian tersebut dibantu dengan alat-alat pengujian dari Olson Instruments dan juga software Wingeo dan Microsoft Excel. Adapun lokasi pengujian yang bertempatkan di Kantor PT. Tarumanegara Bumiyasa. Setelah dilakukan pengolahan data, analisis, dan perbandingan hasil dari ketiga pengujian terhadap hasil berdasarkan data N-SPT dan Sondir dari rumus empiris, didapatkan bahwa pengujian Crosshole Seismic yang paling sesuai dan akurat untuk menentukan hasil cepat rambat gelombang geser. Sedangkan, modifikasi alat P-S Suspension belum dapat digunakan untuk pengujian ini berdasarkan hasil yang ditunjukkan melenceng jauh, khususnya pada kedalaman yang mendekati permukaan. Namun dapat dikembangkan lagi untuk penelitian selanjutnya dengan rancangan yang lebih baik, penambahan uji dengan arah piston yang mengarah ke geofon, dan juga lokasi yang lebih sunyi untuk mengetahui lebih maksimal apakah modifikasi alat P-S Suspension layak untuk digunakan atau tidak.
EFEKTIVITAS DINDING PENAHAN TANAH PADA PROYEK DI BOGOR Juan Sebastian; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6192

Abstract

Dinding penahan tanah yang paling umum digunakan adalah dinding gravitasi. Walaupun dinding gravitasi paling umum digunakan, tetapi masih banyak jenis dinding penahan tanah yang dapat digunakan, seperti dinding kantilever, bronjong, dan geogrid. Dilakukan perhitungan stabilitas global, guling, geser, dan daya dukung tanah. Setelah itu akan dilakukan perhitungan biaya untuk dibandingkan dinding penahan tanah jenis apa yang paling efisien. Penelitian ini dilakukan dengan perhitungan menggunakan program berbasis metode elemen hingga, pada penelitian ini membahas mengenai stabilitas dinding penahan tanah pada kondisi setelah pemasangan dinding penahan tanah. Pada salah satu proyek di Bogor dengan Angka faktor keamanan stabilitas global untuk keempat dinding penahan tanah berkisar dianta 1,5 – 1,6. Angka faktor keamanan geser, guling, dan daya dukung tanah gravity wall 6,84; 11,4; dan 8,15. Angka keamanan cantilever wall 7,6; 17,7; dan 9,07. Angka keamanan bronjong 7,6; 5,2; dan 14,1. Angka keamanan geogrid 8,1; 14,5; dan 23,5. Dari hasil analisis keempat jenis dinding penahan tanah yang didesain, keempatnya telah memenuhi ketahanan stabilitas global, guling dan geser. Sementara dari sudut pandang biaya, dari hasil analisis keempat jenis dinding penahan tanah yang didapat bahwa dinding penahan tanah jenis geogrid memiliki harga yang paling ekonomis. Hasil desain dan analisis tergantung pada jenis dan kondisi tanah di lokasi proyek.
PENGARUH KONSISTENSI TANAH TERHADAP DURASI PELAKSANAAN PONDASI TIANG BOR Rilo Yansaputra; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6306

Abstract

Perancangan konstruksi pondasi memerlukan penyelidikan geoteknik untuk menentukan stratifikasi dan karakteristik teknis tanah. Studi sebelumnya menunjukkan adanya keterbatasan informasi pada penyelidikan geoteknik yang disebabkan oleh ketidakteraturan lapisan tanah dan sifat tanah yang dapat berbeda drastis dalam jarak hanya beberapa meter saja (heterogen). Keterbatasan informaasi data menimbulkan ketidakpastian. Dari segi perancangan dan pelaksanaan pondasi sudah memiliki ketidakpastian yang merupakan sebuah kendala, mengakibatkan durasi  pelaksanaannya menjadi terlambat dari durasi yang telah direncanakan. Hasil tinjauan pustaka menjelaskan bahwa memanfaatkan informasi data kuantitatif di lapangan dan laboratorium  seperti uji sondir atau standard penetration test (SPT) dapat diperkiraan distribusi tingkat kesulitan pengeboran. Studi ini bertujuan menganalisis dan mengetahui pengaruh konsistensi tanah yang diwakilkan oleh parameter tanah terhadap durasi pelaksanaan pondasi tiang bor, dengan menggunakan data hasil SPT yang disajikan pada bor log dan durasi pengeboran tiap tiang bor pada proyek gedung bertingkat. Data diolah melalui tahapan elaborasi data bor log untuk mengetahui klasifikasi jenis tanah dan perhitungan durasi berdasarkan rasio NSpt (jumlah pukulan pada uji SPT). Data dianalisis sesuai klasifikasi jenis tanah dengan variabel independen (NSpt dan tebal lapisan) dan variabel dependen (durasi pengeboran). Data dianalisis dengan metode regresi linear berganda. Hasil studi adalah persamaan regresi linear berganda yang bisa menjadi prediktor durasi pengeboran pada pelaksanaan pondasi tiang bor.
STUDI KEGAGALAN PADA TIANG BOR TERINSTRUMENTASI PADA PROYEK DI KAWASAN SUDIRMAN Nurdiyanto Surya Graha Putra; Sunarjo Leman; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6184

Abstract

Fondasi merupakan suatu bagian struktur yang sangat penting dan krusial dalam suatu bangunan konstruksi. Dalam perencanaannya fondasi tiang bor harus memenuhi dua kriteria yang sangat penting, yaitu penurunan dan daya dukung tanah. Suatu tiang bor dapat dipasang suatu instrumen untuk mengetahui regangan atau strain yang terjadi pada saat tiang dibebani dimana regangan atau strain yang dihasilkan dapat menghasilkan nilai gaya beban atau daya dukung yang dapat dibandingkan dengan perhitungan daya dukung secara teoritis. Jenis instrumen yang biasa dipakai adalah VWSG dan Tell Tale Extensometer, yang dibahas dalam karya ilmiah ini adalah VWSG yang merupakan suatu instrumen yang berguna untuk mengetahui distribusi beban dan perilaku tiang pada saat tiang dibebani. Peran polimer sangat penting dalam pelaksanaan pembuatan fondasi tiang bor, karena berguna untuk menstabilisasikan lereng agar tidak longsor. Kegagalan tiang fondasi terkadang masih dapat ditemui dalam suatu konstruksi gedung, peninjauan yang dapat dilakukan untuk menganalisis kegagalan yang terjadi yaitu dengan meninjau kondisi parameter tanah pada lokasi proyek tersebut, memodelkan kondisi tiang dengan  melihat perilaku interface antara tanah dengan polimer dan dengan beton dengan tiga beban normal yang berbeda berdasarkan percobaan praktikum direct shear test, dan menguji integritas tiang tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapat suatu kesimpulan mengenai penyebab kegagalan tiang yang ditinjau.
STUDI PERUBAHAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TERHADAP WAKTU BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN STATIK DAN DINAMIK Gerraldi Pratama; Aksan Kawanda; Hendy Wijaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6169

Abstract

Pondasi tiang telah menjadi salah satu pilihan dalam suatu proyek infrastruktur dikarenakan fondasi tiang berfungsi meneruskan beban dari struktur diatasnya menuju lapisan tanah. Salah satu pilihan pondasi tiang adalah pondasi tiang pancang. Dalam proses desain untuk mencari daya dukung pondasi tiang terdapat beberapa kombinasi rumus baik di tanah pasir ataupun lempung, diantaranya adalah Meyerhof 1976, Lambda, Alpha, Beta, Tomlinson, Coyle Castello, Meyerhof 1956 dan deRuiter&Beringen. Hasil daya dukung dari rumus tersebut perlu diuji dilapangan dengan pembebanan statik dan dinamik. Kemudian untuk tiang pancang terdapat faktor yang mempengaruhi daya dukung salah satunya faktor soil setup. Hasil Analisis menunjukan tiang pancang yang terpasang pada tanah di daerah Cirebon dengan ukuran 400mm, 600mm dan 762mm dengan jenis spun pile dan steel pipe pile memiliki kecenderungan peningkatan daya dukung dengan kisaran 18-33% berdasarkan uji pembebanan statik dan dinamik selama 7 hari, dan memiliki peningkatan sebesar 10% selama 92 hari setelahnya. Analisis rumus pendekatan peningkatan daya dukung Skov&Denver juga menunjukan dapat dipakai pada kondisi tanah Cirebon. Sedangkan rumus perhitungan teoritis dapat digunakan dalam perhitungan daya dukung tiang, dapat sesuai dengan pembebanan statik dan dinamik pada waktu yang pendek ataupun hasil perhitungan teoristis akan tercapai dalam waktu yang lama terlihat dari pola yang terbentuk.
ANALISIS DISTRIBUSI GAYA AKSIAL PADA FONDASI TIANG RAKIT AKIBAT PERBEDAAN KEDALAMAN TIANG DAN PENURUNAN Jovito Charless; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 4, November 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i4.6174

Abstract

Akibat dari pertumbuhan penduduk dan lahan yang semakin terbatas adalah peningkatan harga lahan. Munculnya masalah ini para ahli memberikan solusi untuk membangun hunian vertikal. Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketinggian hunian vertikal. Hal ini mengakibatkan berat gedung yang semakin besar dan fondasi konvensional yang sulit untuk diterapkan. Salah satu solusi yaitu menggunakan fondasi tiang rakit. Fondasi tiang rakit yang telah dikemukakan oleh Burland dkk. (1977), digunakan untuk memikul beban yang berlebihan oleh superstructures seperti pencakar langit. Metode fondasi tiang rakit dikemukakan karena penurunan total dan perbedaan penurunan pada fondasi rakit melebihi batasan izin dan dapat merusak bangunan di atasnya, sehingga ditambahkan tiang untuk mengurangi penurunan total dan perbedaan penurunan tersebut. Akan tetapi pada kondisi di lapangan. Beban aksial yang dipikul pada fondasi rakit sebagian terdistribusi ke tiang. Sehingga menimbulkan desain yang tidak efisien. Pada penilitian ini akan menggunakan rumus empiris dengan analisis parameter tanah untuk memperoleh distribusi beban aksial pada fondasi tiang rakit, dan mengkaji pada bagian perbedaan kedalaman tiang.

Page 3 of 4 | Total Record : 33