cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 4, November 2020" : 39 Documents clear
ANALISIS PENGARUH RANGKAK SUSUT BETON TERHADAP TEGANGAN DAN LENDUTAN BERDASARKAN BEBERAPA PERATURAN PADA JEMBATAN PRATEGANG Kevin Wijaya; F.X Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8368

Abstract

Prestress losses are one of the important factors that used in prestress concrete construction design. Prestress losses generally divided into immediately losses and time dependent losses. On the process of bridge construction, the prestress losses caused by time dependent have a big influence on the deflection and stressess results that because the life services of bridges normally more than 10 years. If there are any error occurs in calculating the effect of time dependent losses, then the deflection that occurs when life service could exceed the maximum allowed deflection. Therefore, the purpose on making this thesis is to analyst how much the influences of time dependent effect (creep and shrinkage) using 3 different methods, that is ACI209.2R-08, CEB-FIP MC90 and EN-1992-1-1. This bridge has  total span length of 60m with rolled-joint placement and single span type. Using double cellular prestress concrete as girder. Stages of loading apply a superimposed deadload, creep and shrinkage using a interval duration of 7,30 and 10000 days. This analysit was carried out by using MIDAS 2020 software. The result of this analyist showed the deflection that occurs with  the 3 different methods is quite similiar. And the deflection after construction still below the maximum allowable deflection.Kehilangan prategang atau yang biasa disebut prestress losses adalah komponen penting dalam konstruksi menggunakan beton prategang. Prestress losses dibagi menjadi dua yaitu immediately losses dan time dependent losses. Dalam proses konstruksi jembatan, prestress losses yang diakibatkan oleh time dependent sangatlah berpengaruh terhadap lendutan dan tegangan yang dihasilkan  karena umur layan jembatan biasanya berkisar hingga 10 tahun keatas, jika salah dalam memperhitungkan efek dari time dependent losses maka lendutan yang terjadi dapat melampaui batas ijin lendutan sehingga dapat menyebabkan jembatan collapse. Oleh karena itu, tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh time dependent losses mengcakup creep dan shrinkage dengan menggunakan 3 metode yang berbeda yaitu ACI209.2R-08, CEB-FIP MC90 dan EN-1992-1-1. Jembatan yang didesain memiliki panjang 60m dengan perletakan sendi-rol dan jenis jembatan single span. Menggunakan double cellular prestress concrete sebagai  girder. Interval analisis adalah 7 hari , 30 hari dan 10000 hari. Analisis digunakan menggunakan program Midas Civil 2020. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa lendutan yang dihasilkan dari ketiga metode relatif identik dan lendutan yang terjadi hingga 10000 hari masih dalam batas ijin.
STUDI PERBANDINGAN MENGENAI PERHITUNGAN BESARAN REGANGAN DI LAPISAN SUBGRADE AKIBAT BEBAN RODA KENDARAAN UNTUK JALAN RAYA KELAS I Leonardo Lijuwardi; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8298

Abstract

ABSTRACTMulti-layer systems theory is one of the concepts used in finding out the amount of strain and stress that occurs in the road pavement system due to vehicle loads. The purpose and goal of this study is to analyze the amount of strain that occurs on the pavement systems in Indonesia, especially in the subgrade position. The type of multi-layer system theory used to calculate the amount of strain includes the theory of one layer systems, two-layer systems and three-layer systems with data analyzed in the form of pavement thickness and type of pavement material.Based on this study, the value of strain obtained by the theory of one-layer system in some of the road data reviewed are 533.8658 microstrains, 361.3456 microstrains, 1577.987601 microstrains, 618,012 microstrains and 140.3075 microstrains. For research with two-layers systems, the results obtained are 1116.2920 microstrains, 544.322 microstrains, 1448.0839 microstrains, 734.1844 microstrains and 738.7226 microstrains. For research with three-layers system, results obtained are 72.20275278; 70.80346908; 192.9638366; 123.1150377dan 391.8845636 microstrains. The results with the calculation of one-layer system are very large because the modulus values of the subgrade layers are not reviewed and only pavement thickness is reviewed. As for calculations with the theory of two-layer systems, the results obtained are far greater than one-layer systems, due to the limitations of the graph to find the value of the ratio between thickness and large contact area. Calculation with the theory of three-layers system is a strain calculation which has a much smaller value compared to the theory of one-layer system and two- layer system. This is because this theory divides the calculated pavement layers into three layers, which is in accordance with the flexible pavement system which divides the pavement layers into three layers, so this calculation is the most ideal calculation because it approaches its original condition.ABSTRAKTeori sistem lapis banyak merupakan salah satu konsep yang digunakan dalam mencari tahu besaran regangan dan tegangan yang terjadi pada sistem perkerasan jalan raya akibat beban kendaraan. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai besaran regangan yang terjadi pada jalan raya di Indonesia pada lapisan tanah dasar khususnya di posisi permukaan tanah dasar. Adapun jenis teori sistem lapis banyak yang digunakan untuk menghitung besaran regangan tersebut antara lain teori one-layer systems, two-layers systems dan three-layers systems dengan data yang dianalisis berupa tebal perkerasan dan jenis material perkerasan jalan.Berdasarkan penelitian ini, adapun nilai dari regangan yang diperoleh dengan teori one-layer system di beberapa data jalan yang ditinjau, antara lain 533.8658 mikrostrain, 361.3456 mikrostrain, 1577.987601 mikrostrain, 618.012 mikrostrain dan 140.3075 mikrostrain. Untuk penelitian dengan two-layers system diperoleh hasil yaitu 1116.2920 mikrostrain, 544.322 mikrostrain, 1448.0839 mikrostrain, 734.1844 mikrostrain dan 738.7226 mikrostrain. Untuk penelitian dengan three-layers system diperoleh hasil antara lain 72.20275278; 70.80346908; 192.9638366; 123.1150377 dan 391.8845636 mikrostrain. Hasil dengan perhitungan one-layer system sangat besar dikarenakan nilai modulus lapisan dari subgrade tidak ditinjau dan hanya meninjau tebal perkerasan. Adapun untuk perhitungan dengan teori two-layers system, hasil yang diperoleh jauh lebih besar daripada one-layer system, yang disebabkan keterbatasan dari grafik untuk mencari nilai perbandingan antara ketebalan dan luas kontak yang besar. Perhitungan dengan teori three-layers system merupakan perhitungan regangan yang memiliki nilai jauh lebih kecil dibandingkan dengan teori one-layer system dan two-layer systems. Hal ini dikarenakan teori ini membagi lapisan perkerasan yang dihitung menjadi tiga buah lapisan, yang sesuai dengan sistem perkerasan lentur yang membagi lapisan perkerasan menjadi tiga buah lapisan, sehingga perhitungan ini merupakan perhitungan yang paling ideal karena mendekati kondisi aslinya.
ANALISIS DINDING PENAHAN TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MENGGUNAKAN PROGRAM MIDAS GTS NX James Bastian Halim; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8374

Abstract

A retaining wall at a river bend in Depok cannot hold the soil behind the wall that cause the wall collapses and the soil landslide. The retaining wall is using shallow foundation. Therefore, a new wall is needed to prevent the land from sliding. The research method was using finite element method and Midas GTS NX program using 1 boring log data, 40cmx40cm for pole size and three types of walls with different capping beam size. In this analysis, the value of L2 is smaller than L1, which indicated an unusual thing, in general the value of L2 is equal or greater than L1, L1 is length of the free pole and L2 is length of the pole through the ground surface. The value of L1 can increase due to the river currents that erode riverbeds. The analysis showed the three types of walls has fulfilled the maximum limit of lateral deformation 8.4cm and maximum limit moment from the brochure 224.2kNm. From the three types of wall, type 1 wall is selected with displacement value of 2.454cm and a maximum moment of 116.592kNm. Type 1 wall were chosen because it require a minimum cost of Rp 458.821.479,072 less than other types. Dinding penahan tanah disebuah tikungan sungai di Depok tidak dapat menahan tanah yang berada di belakangnya sehingga dinding tersebut roboh dan menyebabkan tanah di belakang dinding longsor. Dinding penahan tanah tersebut didesain dengan menggunakan pondasi dangkal. Oleh karena itu, diperlukan dinding penahan tanah yang baru dengan menggunakan tiang pancang untuk mencegah tanah tersebut longsor lagi. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan program Midas GTS NX dengan menggunakan 1 data boring log, ukuran tiang 40cmx40cm dan tiga tipe dinding dengan ukuran capping beam yang berbeda. Dalam analisa ini, besarnya nilai L2 lebih kecil dari L1 yang menunjukkan hal tidak lazim yang pada umumnya besarnya nilai L2 sama atau lebih besar dari L1 dimana L1 merupakan panjang tiang bebas dan L2 merupakan panjang tiang menembus permukaan tanah. Besarnya nilai L1 dapat meningkat akibat adanya arus sungai yang menggerus dasar sungai. Hasil analisa menunjukkan ketiga tipe dinding telah memenuhi syarat batas maksimum deformasi lateral dinding sebesar 8.4cm dan batas maksimum momen dari brosur 224.2kNm. Dari ketiga tipe dinding tersebut dipilih dinding tipe 1 dengan nilai displacement sebesar 2.454cm dan momen maksimum 116.592kNm. Dinding tipe 1 dipilih karena membutuhkan biaya paling minimum sebesar Rp 458.821.479,072 lebih kecil dibandingkan dengan tipe lainnya.
STUDI PARAMETRIK JARAK PENGARUH PENURUNAN DAN PERGERAKAN LATERAL AKIBAT VACUUM PRE-LOADING PADA DAMAGE AREA SEKITAR Mario Oktavianus Lay; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8753

Abstract

 ABSTRACTSoil-fill is type of soil with low bearing capacity, therefore it’s need soil improvement to resolve the settlement. Soil improvement divided into 2 categories, namely methods that use new material and reinforcement. Commonly used method is PVD combined with vacuum pre-loading. Pre-loading is an application to increase surcharge load which aims to reduce the primary settlement occurs. Pre-loading not only causes settlement, but also cause lateral displacement which cause damage to the outside area around the improvement area. Thus, an analysis of distance effect between the improvement boundary and outside of improvement area in needed to prevent damage to utility around the site. Deformation analysis will be assisted by 2-Dimensional finite element program. Width of the improvement area is 80 meters with a depth of PVD is 14.5 meters to verify parameters. With the parameters that have been verified, an analysis is carried out on PVD with depth of 5m to 30m to determined distance effect of settlement and lateral displacement from boundary of the improvement area to until the value of the settlement and lateral displacement reaches <2cm. Result of studies on general is to find distance effect caused by vacuum pre-loading in areas outside the improvement boundary.ABSTRAKTanah hasil urugan merupakan jenis tanah lunak dengan daya dukung yang rendah, sehingga terjadi penurunan konsolidasi dan membutuhkan perbaikan. Perbaikan tanah dibagi menjadi 2 kategori, yaitu metode yang menggunakan material baru dan menggunakan pemanfaatan perkuatan. Metode yang umum digunakan adalah PVD yang dikombinasikan dengan vacuum pre-loading. Pre-loading adalah aplikasi penambahan beban surcharge yang bertujuan agar terjadinya penurunan primer. Pre-loading tidak hanya menyebabkan penurunan, tetapi juga menyebabkan terjadinya perpindahan secara lateral kearah luar yang dapat menyebabkan kerusakan pada area luar disekitar daerah perbaikan. Sehingga, dibutuhkan analisis jarak pengaruh antara batas lahan perbaikan dengan daerah luar perbaikan, untuk mencegah kerusakan pada struktur atau utilitas disekitar lokasi perbaiki. Analisis deformasi menggunakan program elemen hingga 2D. Lebar area perbaikan 80 meter dengan kedalaman PVD 14.5 meter untuk melakukan verifikasi parameter. Dengan parameter yang telah diverifikasi, dilakukan analisis pada PVD dengan kedalaman 5m hingga 30m untuk mengetahui jarak pengaruh penurunan dan pergerakan lateral dari batas lahan perbaikan hingga nilai penurunan dan pergerakan lateral <2 cm. Hasil studi secara umum menunjukkan seberapa besar jarak pengaruh yang diakibatkan oleh vacuum pre-loading pada daerah diluar batas perbaikan.
ANALISIS PENYEBAB BANJIR KELURAHAN TANJUNG DUREN UTARA Julian Sulistyo; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8428

Abstract

Flood is a catalysm that occurs due to various factors. Factors causing floods in urban areas that we know in general are lack of water absorption, poor urban planning systems, water delivery from other areas, the amount of garbage in the drainage channels and high rainfall. Lots of losses caused by floods, ranging from disruption of the activities of surrounding residents to damage to public and private facilities. Tanjung Duren Utara Village has been flooded three times during January 2020. This journal aims to find out the factors that cause floods in North Tanjung Duren Village so that solutions can be found. For that there are a number of things that need to be analyzed which is rainfall, drainage capacity and condition of existing drainage. Topography of the area is a sunken lowland so has flood potential. After all the analyzes have been done it can be concluded that the flooding in Tanjung Tanjung Duren Utara Village was caused by the lack of existing canals capacity, topography, garbage, and the sediment at the bottom of the channel.ABSTRAKBanjir merupakan bencana alam yang terjadi karena berbagai faktor. Faktor penyebab banjir di wilayah perkotaan yang kita ketahui secara umum adalah kurangnya resapan air, sistem tata ruang yang kurang baik, kiriman air dari wilayah lain, banyaknya sampah di saluran drainase dan curah hujan tinggi. Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat banjir, mulai dari terganggunya aktivitas warga sekitar hingga kerusakan pada fasilitas umum maupun pribadi. Di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Utara tercatat sudah tiga kali mengalami banjir selama bulan Januari 2020. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya banjir di daerah Tanjung Duren Utara sehingga bisa dicari solusinya. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dianalisis yaitu curah hujan, kapasitas saluran dan keadaan saluran eksisting. Kontur daerah yang ditinjau merupakan dataran rendah yang berbentuk cekung sehingga memiliki potensi banjir. Setelah semua analisis dilakukan dapat disimpulkan bahwa banjir di kawasan Tanjung Duren Utara disebabkan oleh kurangnya kapasitas saluran eksisting, kontur wilayah, sampah dan sedimen di dasar saluran.
KAJIAN MANFAAT GERBONG KHUSUS WANITA DI KRL COMMUTER LINE JABODTABEK Jonathan Saliman; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8398

Abstract

Trains are one of the modes of public transportation that are widely used by the public. Travel by train has many advantages. To answer the needs of its users, PT Kereta Api Indonesia (KAI) develop Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line which is a commuter railway service that is operated by PT KAI. Since 1 October 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek (Greater Jakarta) launched a special train carriage of women. The existence of this special train cariage is intended for women who use public transport to avoid criminal acts, sexual harassment etc. However, after the operation of women-only carriages in KRL complaints from female passengers using the carriage facilities reappeared. This article aims to analyze existing conditions and infrastructure of KRL Commuter Line with one sample T Test and analyze the efforts that can be done to improve the quality of women mobility using KRL with the Analytical Hierarchy Process. In general, except for train capacity, the resepondents were satisfied. For women mobility quality improvement using KRL, most of the respondents suggest additional train frequency. ABSTRAKKereta api adalah salah satu moda transportasi publik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Perjalanan menggunakan kereta api memiliki banyak keuntungan. Untuk menjawab kebutuhan para pengguna nya PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengembangkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang merupakan layanan kereta rel listrik komuter yang pengoperasiannya dilakukan oleh PT Kereta Commuter Indonesia. Sejak 1 Oktober 2012, PT KAI (Persero) Commuter Jabodetabek meluncurkan kereta khusus wanita. Keberadaan gerbong khusus wanita ini pada dasarnya dimaksudkan agar wanita yang menggunakan angkutan umum terhindar dari tindakan kriminal, pelecehan seksual dll. Namun setelah beroperasinya gerbong khusus wanita pada KRL, muncul kembali keluhan dari para penumpang wanita yang menggunakan fasilitas gerbong tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sarana dan prasarana KRL Commuter Line dengan metode one sample T Test dan menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan fasilitas gerbong khusus wanita dengan metode Analytical Hierarchy Process. Secara umum, kecuali terkait kapasitas kereta, responden merasa telah puas dengan layanan KRL. Untuk peningkatan kualitas mobilitas wanita yang menggunakan KRL, sebagian besar responden menyarankan penambahan frekuensi kedatangan kereta.
PENGARUH PENERAPAN ERP TERHADAP WAKTU TEMPUH FEEDER DAN WAKTU TEMPUH PERJALANAN RUAS JALAN GATOT SUBROTO Sherly Octaviani; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8700

Abstract

Electronic Road Pricing is a paid road used to reduce the volume of traffic by pairing On Board Unit for payment. The high volume of vehicles in Jakarta is the main reason Electronic Road Pricing is used in traffic. In this research, discussed about the traffic conditions of Gatot Subroto, this road section is main access to get to the office and travel. To analyze the volume of the vehicle, the direct observation method will be used to get the volume, speed and traffic density. Direct observation is done by paying attention to motorcycle, light vehicles, and heavy vehicles. With the observation data we will get a graph of the relationship between speed and speed that will be modified with questionnaire data. Questionnaire data is distributed to obtain percentages of volume reduction and price estimates. Electronic Road Pricing is used to reduce traffic volume. It is hoped that this research analysis can find out the most efficient cost of Electronic Road Pricing to reduce the volume of vehicles on the Gatot Subroto road.ABSTRAKElectronic Road Pricing adalah jalan berbayar yang digunakan untuk mengurangi volume lalu lintas dengan cara memasangkan alat On Board Unit sebagai alat pembayarannya. Tingginya volume kendaraan di Jakarta menjadi alasan utama Electronic Road Pricing digunakan pada lalu lintas. Pada penelitian ini, akan dibahas mengenai kondisi lalu lintas Gatot Subroto, ruas jalan ini merupakan akses pengguna untuk menuju perkantoran dan tepat wisata. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda dua, kendaraan ringan, dan kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase penurunan volume dan perkiraan harga. Electronic Road Pricing untuk mengurangi volume lalu lintas. Diharapkan pada analisis penelitian ini dapat mengetahui biaya Electronic Road Pricing yang paling efisien untuk mengurangi volume kendaraan pada jalan Gatot Subroto.
PENENTUAN LOKASI TOWER CRANE PADA PROYEK KONSTRUKSI BERBASIS SIMULASI Gerwyn Persulessy; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8694

Abstract

Development of high-level building construction projects that require complex equipment that can be used in high-level construction, equipment used to help complete construction projects called heavy equipment. One of the heavy equipment used in high-rise buildings is a tower crane. The use and layout of tower cranes can speed up the schedule and save on project costs. Therefore many methods have been developed to determine the tower crane layout. This study will discuss determining the location of tower cranes by discussing simulations. The location will be determined based on the site map data which is processed in the form of a geometric arrangement and tower crane data specifications. Location determination is done by comparing the total travel time of several simulated locations according to several different speed criteria in a construction project. Speed criteria are divided into four times the jib speed and trolley speed. Location of the location with the total travel time will be taken as the final result. Different speed criteria will make the total travel time change. ABSTRAKPerkembangan proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi yang semakin kompleks menyebabkan diperlukannya peralatan yang dapat mempermudah pembangunan gedung bertingkat, peralatan yang digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas konstruksi disebut alat berat. Salah satu peralatan berat yang digunakan pada gedung bertingkat tinggi adalah tower crane. Penggunaan dan tata letak tower crane yang baik dapat mempercepat jadwal dan menghemat biaya proyek. Oleh karena itu banyak dikembangkan metode-metode untuk menentukan tata letak tower crane. Penelitian ini akan membahas penetapan letak lokasi tower crane dengan pendekatan  simulasi. Letak lokasi akan ditetapkan berdasarkan data site map yang diolah dalam bentuk geometric layout dan data spesifikasi tower crane. Penetapan lokasi dilakukan dengan cara membandingkan total travel time dari beberapa lokasi yang disimulasi sesuai dengan beberapa kriteria kecepatan yang berbeda-beda pada suatu proyek konstruksi. Kriteria kecepatan terbagi menjadi empat berdasarkan besarnya kecepatan jib dan kecepatan trolley. Letak lokasi dengan total travel time terkecil akan diambil sebagai hasil akhir. Kriteria-kriteria kecepatan yang berbeda disimulasi akan membuat total travel time berubah.
ANALISIS DEFORMASI DAN TEGANGAN PADA BASCULE BRIDGE AKIBAT PENGARUH SUDUT ANGKAT JEMBATAN Dahniel Dahniel; F.X. Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8369

Abstract

Bumi sedang menghadapi masalah pemanasan global yang besar sehingga membuat es di kutub mencair dan menambah tinggi muka air, juga mengurangi luas daratan. Dalam mengatasi masalah tersebut dibutuhkan suatu akses yang menghubungkan transportasi darat dan juga transportasi laut, jembatan bergerak merupakan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Jembatan bergerak memiliki banyak jenis, salah satunya adalah jembatan bascule, jembatan bascule adalah jembatan bergerak yang bergerak arah vertikal dan horizontal untuk memberikan akses kendaraan laut dan darat. Jembatan bascule ini menggunakan rangka batang yang biasanya digunakan untuk jalur kereta api, tetapi jembatan kali ini untuk jalur kendaraan beroda. Model Jembatan bascule dibuat dengan menggunakan program Midas Civil menggunakan wizard rangka batang yang bergerak vertikal dengan sudut 0º, 30º, 45º, 60º. Hasil dari analisis menggunakan program Midas Civil menunjukkan bahwa untuk jalur kendaraan beroda, jembatan bascule tipe rangka batang bisa digunakan dengan ketentuan seperti dalam penelitian ini dengan menahan tegangan dan defleksi akibat beban mati dan beban hidup.  Kata kunci: Jembatan Bascule, Rangka Batang, Tegangan, Defleksi, Midas Civil.   The earth is facing a big problem of global warming that makes the polar ice melt and increase the water level, also reduce the land area. In overcoming this problem, we need an access that connects land transportation and also sea transportation, moving bridges are a solution to overcome these problems. Moving bridges have many types, one of which is the bascule bridge, the bascule bridge is a moving bridge that moves vertically and horizontallyto provide access to sea and land vehicles. This bascule bridge uses truss which is usually used for railroad lines, but this time the bridge is for wheeled vehicles. The bascule bridge model was created using the Midas Civil program using steel wand truss that moves vertically with angles of 0º, 30º, 45º, 60º. The results of the analysis using the Midas Civil program show that for wheeled vehicle lines, the truss type bascule bridge can be used with the provisions as in this study by holding stress and deflection due to dead load and live load. Keywords: Bascule Brdege, Truss, Stress, Deflection, Midas Civil.  
STUDI MANFAAT DAYA DUKUNG BELLED PILE DAN MULTI-BELLED PILE Kevin Septiadi; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8394

Abstract

Foundation is a part of a structure which has a function for to resist and distribute the structure load on it to the soil. The greater load of structure resisted by the foundation make the greater uplift capacity needed. In the pile foundation the bearing capacity be affected by skin friction of the pile and end-bearing resistance, therefore one of the alternative for increase bearing capacity of the pile foundation is by use belled pile or multi-belled pile. Belled pile and multi-belled pile was a modification from the bore pile. The concept of belled pile is enlarge the size of  the base pile with purpose to increase end-bearing resistance of the pile. In multi-belled pile enlarge size happen more than once, the enlarge size happen in the hard layer soil so this alternative will be suitable to applied in the soil that have a thin layer hard soil in the middle. In this study will be explained about bearing capacity behavior of the bore pile, belled-pile and multi-belled pile. The bearing capacity and volume of concrete of three type of pile will be compared. So the result of this study  will show how efficient the use of multi-belled pile compared by straight bore pile. Fondasi adalah sebuah bagian dari stukrtur yang berfungsi untuk menahan dan menyalurkan beban bangunan yang ada diatasnya ke tanah. Semakin besar beban bangunan yang ditahan fondasi maka semakin besar pula daya dukung yang dibutuhkan fondasi. Pada fondasi tiang daya dukung fondasi dipengaruhi oleh gesekan selimut tiang dan tahanan ujung tiang sehingga salah satu cara untuk meningkatkan daya dukung fondasi adalah dengan menggunakan belled pile atau multi-belled pile. Belled pile dan multi-belled pile merupakan hasil modifikasi dari fondasi tiang bor. Konsep dari belled-pile sendiri adalah memperbesar ukuran penampang ujung tiang sehingga diharapkan tahanan ujung dari tiang akan meningkat. Pada multi-belled pile perbesaran penampang terjadi lebih dari satu kali yaitu pada lapisan tanah keras sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada lapisan tanah yang memiliki lapisan keras tipis di bagian tengah. Pada penulisan ini akan dibahas mengenai perilaku daya dukung fondasi tiang bor biasa, belled pile dan multi-belled. Daya dukung dan volume beton yang digunakan dari ketiga jenis tiang tersebut akan dibandingkan. Sehingga hasil studi ini akan menunjukan seberapa efisien pengunaan belled-pile dan multi-belled pile dibandingkan dengan fondasi tiang bor biasa.

Page 2 of 4 | Total Record : 39