cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 1, Februari 2021" : 30 Documents clear
METODE VACUUM CONSOLIDATION DENGAN PRELOADING UNTUK MEMPERCEPAT KONSOLIDASI TANAH PADA PERUMAHAN DI TANGERANG Jason Sastilaya; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10526

Abstract

The expansion of housing in big cities cannot be denied given the rapid population growth in Indonesia. One of the areas that is currently expanding housing is Kosambi City, Tangerang. Soil conditions in Kosambi City are soft soil with high moisture content and soil plasticity, low permeability and soil bearing capacity, and high pore water pressure. This soft soil condition makes the consolidation decline take a very long time. To overcome the problem of the length of time for this consolidation settlement, it is necessary to improve the land. Soil improvement is being carried out, namely the method of vaccum consolidation with preloading. The combination of these methods is carried out by installing a vertical drainage system in the form of prefabricated fabricated drain (PVD) in soft soil, then the initial load is given in the form of preloading on the soil. The calculation results show that the amount of consolidation reduction that occurs when clay soil is loaded with a stockpile of 1.2 m high, a water surcharge of 1.3 m and a vaccum load is 0.3929 m and 0.6968 m for 85 years. The combined method of preloading and PVD is proven to be able to accelerate the time of consolidation, where Preloading and PVD are installed in a triangle pattern between 0.80 m to a depth of 12 m, capable of achieving a consolidation degree of 90% within 8 weeksPerluasan perumahan di kota besar tentu tidak dapat dipungkiri mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia. Salah satu daerah yang sedang dilakukan perluasan perumahan yaitu Kosambi City, Tangerang. Kondisi tanah di Kosambi City merupakan tanah lunak dengan kadar air dan plastisitas tanah yang tinggi, permeabilitas dan daya dukung tanah yang rendah, serta tingginya tekanan air pori. Kondisi tanah lunak ini membuat penurunan konsolidasi membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk mengatasi masalah lamanya waktu penurunan konsolidasi ini, perlu dilakukan perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang dilakukan yaitu metode vaccum consolidation dengan preloading. Kombinasi pada metode ini dilakukan dengan cara memasang sistem drainase vertikal berupa prefabricated fabricated drain (PVD) di dalam tanah lunak, kemudian diberikan beban awal yaitu berupa timbunan (preloading) pada tanah tersebut. Hasil perhitungan menunjukkan besar penurunan konsolidasi yang terjadi jika tanah lempung dibebani dengan timbunan setinggi 1,2 m, water surcharge setinggi 1,3 m dan beban vaccum  adalah 0,3929 m dan 0,6968 m selama 85 tahun. Metode kombinasi preloading dan PVD terbukti mampu mempercepat waktu konsolidasi, dimana Preloading dan PVD dipasang dengan pola segitiga berjarak 0,80 m hingga kedalaman 12 m, mampu mencapai derajat konsolidasi 90% dalam waktu 8 minggu. 
ANALISIS PERBANDINGAN PENURUNAN FONDASI DANGKAL DI TANAH GAMBUT DENGAN STABILISASI KAPUR DAN ABU SEKAM PADI Aviva Stevani; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.11099

Abstract

The increase in housing needs is in line with the increase in the population. Residential buildings in Indonesia are only about 1-2 floors, which require shallow foundations to support. Land is one of the important aspects, where it supports the entire building that stands on it. One of the development constraints encountered in Kalimantan is the peat soil. The construction on peatland will cause problems such as low bearing capacity and large deformation, therefore it needs improvement before use. This study aims to find out the overview of shallow foundation settlement  with a size of 2 m x 2 m with a depth of 1 m in untreated soils with a thickness of 6 m and in stabilized peat soils. Stabilization used by 10% of the dry weight of the soil with a content of 30% lime + 70% ash husk rice. Calculation of the settlement in stabilized peat soil, there’re 5 variations of stabilization thickness ranging from 2 m – 6m. Within 30 years, the total settlement of untreated peat soil by 1,25828 m, as well as for stabilizing peat soils with a thickness of 2 m - 6 m experienced a total settlement of 0,534587 m to 0,379714 m. Peningkatan kebutuhan rumah tinggal selaras dengan peningkatan jumlah penduduk. Pada umumnya bangunan rumah tinggal di Indonesia hanya berkisar 1- 2 lantai, dimana membutuhkan fondasi dangkal untuk menopang beban. Tanah merupakan salah satu aspek penting, dimana tanah menopang seluruh bangunan yang berdiri diatasnya. Salah satu kendala pembangunan yang ditemui di Kalimantan adalah lapisan tanah gambut. Pembangunan bangunan diatas tanah gambut akan menimbulkan masalah seperti daya dukung yang rendah serta penurunan yang besar, maka dari itu perlu perbaikan sebelum digunakan. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui sebuah gambaran mengenai penurunan fondasi dangkal dengan ukuran 2 m x 2 m dengan kedalaman 1 m pada tanah gambut asli  (untreated soil) dengan ketebalan 6 m serta pada tanah gambut yang telah distabilisasi. Stabilisasi yang digunakan sebesar 10% dari berat kering tanah dengan kadar 30% kapur + 70% abu sekam padi. Perhitungan penurunan pada tanah gambut yang telah distabilisasi, ada 5 variasi ketebalan stabilisasi mulai dari 2 m – 6m. Dalam jangka waktu 30 tahun, penurunan total tanah gambut asli sebesar 1,25828 m, serta untuk tanah gambut stabilisasi dengan ketebalan 2 m – 6 m mengalami penurunan total sebesar 0,534587 m sampai 0,379714 m. 
PENERAPAN METODE VALUE ENGINEERING DALAM PEMILIHAN JENIS BETON PADA PROYEK KONSTRUKSI PERUMAHAN Juan Aditya Kencana; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10408

Abstract

Value engineering is a technique to provide the necessary functions of a component or product at the lowest cost while meeting the specifications of quality, performance, and reliability. Development in the housing construction sector must be carried out as efficiently as possible by considering various factors. One of the most affecting factors is the selection of concrete types. The research was conducted on one of the housing projects located in Bumi Serpong Damai to know the most important criteria and the best alternative in selecting concrete types for housing projects. The criteria used are price, time, quality, ease of implementation, availability of tools and materials, technology, and concrete bearing capacity. Simultaneously, the alternatives reviewed are conventional concrete, ready mix concrete, and precast concrete. Research data in the form of questionnaires with the Saaty scale is analyzed by value engineering method with the Expert Choice program's help. Based on the analysis results, the most important criteria in selecting concrete types for residential projects are the quality of concrete with an eigen vector value of 31.1% and the best alternative was precast concrete with an eigen vector value of 47.8%.ABSTRAK  Value engineering adalah suatu teknik untuk memberikan fungsi yang diperlukan dari suatu komponen atau produk dengan biaya terendah sekaligus memenuhi spesifikasi kualitas, kinerja, dan keandalan. Pembangunan dibidang konstruksi perumahan dituntut untuk dilaksanakan seefisien mungkin dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi yaitu pemilihan jenis beton. Penelitian dilakukan pada salah satu proyek perumahan yang terletak di Bumi Serpong Damai dengan tujuan mengetahui kriteria terpenting dan alternatif terbaik dalam pemilihan jenis beton untuk proyek perumahan. Kriteria yang digunakan adalah harga, waktu, kualitas, kemudahan pelaksanaan, ketersediaan alat dan material, teknologi, dan daya dukung beton, sedangkan alternatif yang ditinjau adalah beton konvensional, beton ready mix, dan beton pracetak / precast. Data penelitian berupa kuisioner dengan skala Saaty dianalisis dengan metode value engineering dengan bantuan program Expert Choice. Berdasarkan hasil analisis didapati kriteria terpenting dalam pemilihan jenis beton untuk proyek perumahan adalah kualitas beton dengan nilai eigen vector sebesar 31,1% dan alternatif terbaik berupa beton pracetak / precast dengan nilai eigen vector sebesar 47,8%.
ANALISIS EFEKTIVITAS LAJUR KHUSUS SEPEDA PADA KAWASAN TOMANG – CIDENG TIMUR Devin Devin; Giovanni Pranata; Johannes Susanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10507

Abstract

During this pandemic, cycling has become an increasingly popular activity in Indonesian society. more and more people are flocking to bike. The reasons are also various, some are cycling to avoid cramming on public transportation for fear of contracting the corona virus, some are aimed only at eliminating boredom while doing Work From Home (WFH). Cycling also has many benefits including reducing stress, reducing the risk of degenerative desease, controlling body weight, and increasing body strength, balance and muscle coordination. However, there are still many problems with free space on the bicycle paths in the Jakarta area. One of the problems on bicycle paths that is often encountered is the difficulty of making the bicycle paths become steering due to several reasons. Therefore, this study aims to determine the level of satisfaction of the people of Jakarta, especially bicycle lane users to the bicycle lanes that have been provided by the Government. This research was conducted directly by observing the research location. And distribute questionnaires to the public to determine the level of respondent satisfaction. Processing of data analysis used descriptive statistical methods with the help of the application of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).ABSTRAKDi masa pandemi ini, bersepeda menjadi kegiatan yang makin populer di lakukan oleh masyrakat Indonesia. semakin banyak orang berbondong-bondong untuk bersepeda. Alasannya pun beragam ada yang bersepeda untuk menghindari berdesakan di kendaraan umum karena takut tertular virus corona ada pula yang bertujuan hanya untuk menghilangkan kejenuhan selama melakukan Work From Home (WFH). Bersepeda juga memiliki banyak manfaat diantaranya adalah mengurangi stres, mengurangi risiko penyakit degeneratif, mengandalikan berat badan, dan meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi otot tubuh. Akan tetapi masih terdapat banyak masalah pada lajur sepeda yang ada di kawasan jakarta ini. Salah satu masalah pada lajur sepeda yang sering dijumpai adalah sulitnya membuat lajur sepeda menjadi stelir dikarenakan oleh beberapa hal. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat jakarta khususnya para pengguna lajur sepeda terhadap lajur sepeda yang telah disediakan oleh Pemerintah. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan melakukan pengamatan di lokasi penelitian dan membagikan kuesioner kepada masyarakat untuk mengetahui tingkat kepuasan responden. Pengolahan analisis data menggunakan metode statistika deskriptif dengan bantuan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).
ANALISIS ATP-WTP PENUMPANG KERETA REL LISTRIK LINTAS BOGOR-JAKARTA KOTA Jeffry Nathanael; Dewi Linggasari; Hokbyan Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10454

Abstract

The determination of Kereta Rel Listrik (KRL) rates needs to consider the value of Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of service users to spend a certain amount of money for the services they get. The purpose of this research was to determine the value of the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of KRL service users across Bogor-Jakarta Kota. The method of collecting research data online is by giving questionnaires to respondents who use KRL cross Bogor-Jakarta Kota. The research data obtained were then analyzed and information was obtained about the individual characteristics of the respondent, the characteristics of the respondent's trip, the amount of ATP value, and the amount of the WTP value. Based on the analysis results on the existing tariff of Rp. 3,000, - obtained the value of ATP and WTP is Rp. 3,770, - and Rp. 3,974, -. This shows that the tariff is smaller than ATP, smaller than WTP, so that the current rate is still affordable for users. The 100% condition for ATP and WTP sensitivity is a condition where the increased tariff is proportional to the service received. ABSTRAKPenetapan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) perlu mempertimbangkan antara nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa untuk mengeluarkan sejumlah uang demi pelayanan jasa yang didapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besaran nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Metode pengumpulan data penelitian secara online dengan cara memberikan kuesioner kepada responden yang menggunakan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis dan didapatkan informasi mengenai karakteristik individu responden, karakteristik perjalanan responden, besaran nilai ATP, dan besaran nilai WTP. Berdasarkan hasil analisis pada tarif eksisting sebesar Rp. 3.000,- didapat besaran nilai ATP dan WTP adalah Rp. 3.770,- dan Rp. 3.974,-. Hal ini menunjukkan bahwa tarif tersebut lebih kecil dari ATP lebih kecil dari WTP sehingga tarif yang diberikan saat ini masih dapat terjangkau bagi pengguna. Kondisi 100% pada sensitivitas ATP dan WTP merupakan kondisi dimana tarif yang ditingkatkan sebanding dengan pelayanan yang diterima.
ANALISIS KAPASITAS DAN KECEPATAN ARUS BEBAS BERDASARKAN MKJI DI RUAS JALAN GATOT SUBROTO Zahwa Nur Raudah; Widodo Kushartomo; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10458

Abstract

The congestion that occurs in the city of Jakarta is caused by the large number of four-wheeled and two-wheeled vehicle drivers who fill the road, so that the volume increases which results in a congestion on the road segment. In this research, we will discuss about the capacity and free flow on Gatot Subroto street  in both directions. The data needed to calculate the capacity and speed of free flow is the volume of the vehicle, the speed and density of the road sections. This research was conducted in the morning to evening, each 2 hours with a time interval of 15 minutes. The calculation in the study used the MKJI 1997 method and the Greenshield method. Obtained from the Greenshield model the highest R2 value in the morning to evening is 0,9943 with a VS value = 40.011 - 0.0396D for direction 1 and a value of C = 10107 pcu / hour while the R2 value for direction 2 is 0,9193 with VS = 66 ,9928 – 0,1583D for direction 2, the value of C = 7088 pcu / hour. By using the MKJI 1997 method, the value of C = 4890,6 pcu / hour was obtained. ABSTRAKKemacetan yang terjadi di Kota Jakarta disebabkan  banyaknya pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua  yang memenuhi ruas jalan tersebut, sehingga volume meningkat yang mengakibatkan terjadinya kepadatan pada ruas jalan tersebut. Pada penelitian ini, akan dibahas mengenai  kapasitas dan kecepatan arus bebas di ruas jalan Gatot Subroto di kedua arah. Data yang dibutuhkan untuk menghitung kapasitas dan kecepatan arus bebas adalah volume kendaraan,kecepatan dan kepadatan ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada pagi hari hingga sore hari  , masing masing setiap 2 jam dengan interval waktu 15 menit. Perhitungan pada penelitian menggunakan metode MKJI 1997 dan metode Greenshield. Didapat dari model Greenshield nilai R2  tertinggi pada saat pagi hingga sore hari yaitu 0,9943 dengan nilai  VS = 40,011 – 0,0396D untuk arah 1 dan nilai C = 10107 smp/jam sedangkan nilai R2 untuk arah 2  0,9193 dengan  VS = 66,9928 – 0,1583D untuk arah 2 nilai C = 7088 smp/jam. Dengan menggunakan metode MKJI 1997 didapat nilai C = 4890,6 smp/jam.
PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DENGAN STABILISASI TANAH SECARA KIMIAWI Satya Bodhinanda; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10700

Abstract

Landfill soil (TPA) has great potential of utilization in construction purpose. Landfill soil has similar characteristic with clay soil that has high water content also contain organic and inorganic material caused by garbage heap. One of the problem in utilizing landfill soil was the low quality of the soil that cause big settlement for the structure. Settlement was an important aspect in performing a construction. Soil stabilization for the landfill soil needed to decrease amount of settlement. Structure model using one, two, three, four floor of load and calculate the settlement occur on the heaviest load location of the foundation. Foundation base was circle and using shallow foundation reconsidering shallow foundation effective for four floor load. Chemical stabilization using 2 methods: Sodium Hydroxide 6% and Limestone 3-4,5%. Based on the calculation, found that Sodium Hydroxide is more effective in decreasing settlement occurred and able to decrease the settlement until 32,42% for the  floor load. However, those methods can’t fulfil the 15 cm settlement limit. Tanah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Tanah bekas TPA umumnya memiliki karakteristik serupa dengan tanah lempung berkadar air serta memiliki material organik dan anorganik dari timbunan sampah. Salah satu masalah dalam memanfaatkan tanah bekas TPA adalah rendahnya kualitas tanah yang mengakibatkan penurunan besar pada struktur. Perbaikan pada tanah bekas TPA diperlukan untuk mengurangi besarnya penurunan yang terjadi. Penurunan merupakan aspek penting dalam suatu perancangan konstruksi, maka dari itu batasan pada penurunan ditetapkan untuk menghindari penurunan yang berlebihan yang dapat merusak struktur. Permodelan menggunakan beban struktur 1,2,3, dan 4 lantai dan dihitung penurunan yang terjadi pada fondasi dengan beban struktur terbesar. Penampang fondasi berbentuk lingkaran mempertimbangkan beban percobaan hingga 4 lantai cocok untuk fondasi dangkal. Stabilisasi tanah secara kimiawi menggunakan 2 metode yaitu Sodium Hidroksida 6% dan batu kapur 3-4,5%. Berdasarkan hasil perhitungan, didapati stabilisasi menggunakan Sodium Hidroksida lebih efektif dalam mengurangi penurunan tanah yang terjadi dan mampu mengurangi besarnya penurunan hingga 32,42% pada beban struktur 4 lantai. Namun, stabilisasi tanah menggunakan kedua metode belum dapat mencapai batas aman penurunan sebesar 15 cm.
RETRACTED: ANALISIS POTENSI PENGHEMATAN AIR PDAM DENGAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN DI RUSUNAWA MUARA BARU Michael Randy Raharja; Arianti Sutandi; Vittorio Kurniawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10531

Abstract

Rainwater is so abundant, more wasted than used. This writing aims to determine the volume of water that can be accommodated in the roof area of the rain catchment by calculating the area of the roof and daily rainfall, then calculating the optimal size of the reservoir according to the manufacturing costs using the payback period method and to find out the large percentage of potential water and cost savings. Water-saving. From the calculation, the largest amount of water that can be accommodated in 2019 is in January of 422.36 m3 and 2020 in February of 1152.81 m3. By calculating the payback period, the optimal size of the reservoir is 75 m3. Based on the results of the analysis of cost savings from the amount of water collected, with a tank size of 330 m3, it was found that the savings that occurred in 2019 amounted to IDR 12,843,152.60. The savings that occur from 2020 to August are IDR 19,127,241.30. Based on the calculation of the percentage of efficiency according to data on water use, the average efficiency in 2019 is 4%, and in 2020 it is 7.7%.  Air hujan yang begitu berlimpah, lebih banyak terbuang percuma dibanding untuk dimanfaatkan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui volume air yang dapat ditampung di area atap tangkapan hujan dengan menghitung luasan atap dan curah hujan harian, lalu menghitung besar bak penampung yang optimal sesuai dengan biaya pembuatan dengan menggunakan metode payback period dan untuk mengetahui persentase besar potensi penghematan air dan biaya penghematan air. Dari perhitungan, jumlah air yang mampu ditampung terbesar tahun 2019 pada bulan Januari sebesar 422,36 m3 dan tahun 2020 pada bulan Februari sebesar 1152,81 m3. Dengan perhitungan payback period, didapat ukuran bak penampungan optimal adalah sebesar 75 m3. Berdasarkan hasil analisis penghematan biaya dari jumlah air yang ditampung, dengan ukuran bak 330 m3 didapat bahwa penghematan yang terjadi pada tahun 2019 adalah sebesar Rp12.843.152,60. Untuk penghematan yang terjadi pada tahun 2020 sampai bulan Agustus adalah sebesar Rp19.127.241,30. Berdasarkan hasil perhitungan persentase efisiensi menurut data pemakaian air efisiensi rata-rata tahun 2019 adalah sebesar 4% dan tahun 2020 sebesar 7,7%.
PERANCANGAN OTOMATIS PERHITUNGAN EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C# Rudi Desmanto; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10471

Abstract

Earned Value Analysis is one of the methods used in project control to integrate costs and time. Earned Value Analysis is calculated using the C# programming language assistance tool to implement the Gudang Garam Nasional construction work. The method used is Earned Value Analysis. This study's results are equipped with a clear description of the steps that must be taken when starting programming in the C# programming language. For the calculation results of Earned Value Analysis using the Earned Value Analysis program - Rudto 2020 on several Gudang Garam Nasional projects from week 1 to week 2. (1) North Aceh Gudang Garam Nasional has poor cost performance and good timing; (2) Indramayu Gudang Garam Nasional has poor performance and poor costs; (3) Demak Gudang Garam Nasional has poor cost and time performance; (4) Jepara Gudang Garam Nasional has good cost performance but poor time performance; (5) Pati Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance; (6) Pamekasan Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance. ABSTRAKEarned Value Analysis merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengendalian proyek untuk mengintegrasikan biaya dan waktu. Earned Value Analysis dihitung dengan menggunakan alat bantuan bahasa pemrograman C# pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi Gudang Garam Nasional. Metode yang digunakan adalah Earned Value Analysis. Hasil Penelitian ini dilengkapi deskripsi secara jelas langkah-langkah yang harus dilakukan ketika memulai pembuatan program dengan bahasa pemrograman C#. Untuk hasil perhitungan Earned Value Analysis dengan menggunakan program Earned Value Analysis – Rudto 2020 pada beberapa proyek Gudang Garam Nasional dari minggu ke-1 hingga minggu ke-2. (1) Gudang Garam Nasional Aceh Utara memiliki kinerja biaya yang buruk dan waktu yang baik; (2) Gudang Garam Nasional Indramayu memiliki kinerja yang buruk dan biaya yang buruk; (3) Gudang Garam Nasional Demak memiliki kinerja biaya dan waktu yang buruk; (4) Gudang Garam Nasional Jepara kinerja biaya yang baik namun kinerja waktu yang buruk; (5) Gudang Garam Nasional Pati memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik; (6) Gudang Garam Nasional Pamekasan memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik.
DESAIN ULANG DAN ANALISIS RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PANTURA RUAS TANGERANG-SERANG Jayadi Putra; Anissa Noor Tajudin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10496

Abstract

The highway is a land lanes on the surface of the earth which is made by humans with various sizes, shapes and types of construction so that they can be used to transport the traffic of people, animals, objects and vehicles that transport goods from one place to another practically and fast. Roads that are continuously used can cause damage. Therefore, roads require maintenance per unit time of year. Pantura is the main road on the island of Java which is better known as the National road I, this road network is parallel to the coastline of the island. Then, this route connects national activities between centers. The purpose of this study is to redesign flexible pavement through three methods, namely the 2002, 2013, and 2017 methods, to analyze the structural response of the pavement, and to analyze the damage that occurs on the pavement. In planning the pavement thickness, an effective and efficient method is needed in order to obtain an economical result. Comparison of calculations for the three methods is used. The structural responses reviewed are vertical strain and horizontal strain which can analyze fatigue damage and rutting damage on flexible pavements. The KENPAVE program also assists in the calculation of flexible pavement design and other parameters.ABSTRAKJalan raya merupakan jalur - jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan macam-macam ukuran, bentuk dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas orang, hewan, benda dan kendaraan yang mengangkut barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan praktis dan cepat. Jalan yang terus menerus dipakai dapat menyebabkan kerusakan oleh sebab itu, jalan memerlukan pemeliharaan setiap per satuan waktu dalam tahun. Pantura merupakan jalan utama di Pulau Jawa yang lebih dikenal dengan jalan Nasional I, jaringan jalan ini sejajar dengan garis pantai pulau lokasi tersebut. Kemudian, jalur ini menghubungkan kegiatan nasional antarpusat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang perkerasan lentur melalui ketiga metode yaitu metode 2002, 2013, dan 2017, menganalisis respons struktural perkerasan, dan menganalisis kerusakan yang terjadi pada perkerasan. Dalam merencanakan tebal perkerasan jalan diperlukan metode yang efektif dan efisien agar diperoleh hasil yang ekonomis, digunakan perbandingan perhitungan pada ketiga metode tersebut. Respons struktural yang ditinjau adalah regangan vertikal dan regangan horizontal yang dapat menganalisis kerusakan fatik dan kerusakan rutting pada perkerasan lentur. Program KENPAVE juga membantu dalam perhitungan desain perkerasan lentur dan parameter lainnya.

Page 3 of 3 | Total Record : 30