cover
Contact Name
Oke Anandika Lestari, STP, MSi
Contact Email
oke.anandika@gmail.com
Phone
+6282254699599
Journal Mail Official
foodtech@untan.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 26554860     EISSN : 26563451     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jft
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel riset dan review mengenai teknologi pangan yang terkait aspek kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa proses pangan, teknologi hasil pertanian, keamanan pangan, ketahanan pangan, biokimia pangan, pangan fungsional dan gizi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021): May" : 5 Documents clear
Enkapsulasi Pediococcus pentosaceus Menggunakan Matriks Kombinasi Tapioka Asam dan Tapioka nanokristalin dengan Susu Skim Ira Erdiandini
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.47055

Abstract

Pati dan modifikasinya potensial untuk digunakan sebagai matriks enkapsulasi bakteri asam laktat (BAL), di antaranya yaitu tapioka asam dan tapioka nanokristalin. Studi ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan matriks tapioka asam dan tapioka nanokristalin dengan kombinasi susu skim untuk enkapsulasi Pediococcus pentosaceus menggunakan freeze drying. Perlakuan yang diujikan yaitu tapioka asam+susu skim 3%, tapioka asam+susu skim 10%, tapioka nanokristalin+susu skim 3% dan tapioka nanokristalin+susu skim 10%. Parameter yang diamati yaitu viabilitas sel sebelum dan sesudah freeze drying, tingkat ketahanan sel, dan kadar air. Enkapsulasi menggunakan matriks tapioka asam dan tapioka nanokristalin menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Namun, perlakuan konsentrasi susu skim yang digunakan menunjukkan hasil yang berbeda nyata. Tingkat ketahanan sel Pediococcus pentoseceus meningkat dengan peningkatan konsentrasi susu skim yang ditambahkan, Hasil terbaik diperoleh dengan penambahan susu skim 10% yaitu menghasilkan tingkat ketahanan sel sebesar 97% pada matriks tapioka asam dan 96,46% pada matriks tapioka nanokristalin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa baik matriks tapioka asam maupun tapioka nanokristalin baik digunakan untuk enkapsulasi Pediococcus pentosaceus dengan menghasilkan tingkat ketahanan sel > 87% dan kadar air 10-18%.
Karakteristik Fisikokimia-Sensoris Fruit Leather pada Berbagai Formulasi Terong Asam (Solanum Ferox Linn)-Nangka (Artocarpus Heterophyllus Lamk) dan Subtitusi Sukrosa dengan Sorbitol Mia Sari; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti; Thomas Candra Wasis Agung
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56635

Abstract

Buah-buahan sangat digemari dan memiliki segudang vitamin, namun tidak sedikit buah yang memiliki umur simpan yang singkat atau udah rusak, salah satu upaya mempertahankan kualitas buah dapat dilakukan dengan pengolahan menjadi produk fruit leather Penelitian ini bertujuan mendapatkan formulasi terong asam-nangka yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik dan untuk mendapatkan subtitusi sukrosa dengan sorbitol yang menghasilkan karakteristik sensoris fruit leather nangka yang disukai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor terdiri dari 2 tahap, tahap 1 yaitu formulasi terong asam-nangka (F) (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 4 kali ulangan). Formulasi terpilih tahap 1 dilanjutkan ke tahap 2 yaitu subtitusi sukrosa dengan sorbitol (S) (30:0, 27,5:2,5, 25:5, 22,5:7,5). Data dianalisis dengan anova pada taraf 5%. Jika formulasi berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Penentuan formulasi terbaik dengan uji indeks efektifitas. Formulasi terpilih tahap 1 yaitu (0g terong asam:100g nangka). Hasil sensoris tahap 2 fruit leather terhadap rasa, aroma warna dan tekstur yang paling disukai yaitu pada formulasi (27,5g sukrosa:2,5g sorbitol). Karakteristik fisikokimia fruit leather kadar air 12,57%, kadar abu 2,56%, total asam tertitrasi 14,40% dan kadar sukrosa 51,66%, dengan hasil sensoris rasa 4,13 (suka-sangat suka), aroma 3,87 (suka), warna 4,17 (suka-sangat suka) dan tekstur 4,10 (suka-sangat suka). Karakteristik sensoris subtitusi sukrosa dengan sorbitol yang paling disukai menghasilkan nilai sensoris rasa 4,10 (suka-sangat suka), aroma 4,00 (suka), warna 4,00 (suka) dan terkstur 4,13 (suka-sangat suka).
Review: Akar Kayu Bajakah dan Manfaatnya untuk Kesehatan Lulu Zakiyah Hasna; Putri Sehkhaemi; Muhammad Akbar Aviciena
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56637

Abstract

Tanaman akar bajakah (S. littoralis) hidupnya merambat pada pohon kayu (Karl) dari suku Phaseolea, memiliki 29 spesies yang tumbuh di hutan tropis Indonesia. Akar bajakah semakin popular di kalangan masyarakat menengah keatas karena diduga memiliki senyawa kimia yang berguna untuk kesehatan. Tanaman memiliki kandungan kimia yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan kandungan metabolit sekunder dan toksisitas ekstrak kulit batang dan akar kayu Bajakah (U. nervosa). Dari metode hasil uji fitokimia menunjukkan baik kulit batang maupun akar kayu mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenolat. Apalagi berdasarkan metode hasil uji mortalitas larva udang Artemia salina menunjukkan bahwa baik kulit batang maupun kayunya sangat baik toksik dengan nilai LC50 masing-masing 1,76 dan 2,66 ppm. Terdapat hasil dari kedua ekstrak tersebut berpotensi sitotoksik terhadap kanker sel. Sehingga hasil penelitian menyimpulkan bahwa tanaman akar bajakah dapat digunakan sebagai obat tradisional yang menggunakan bahan alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut mengandung senyawa kimia yang dikenal dengan metabolit sekunder untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Penggunaan Jeruk Sambal (Citrus Amblycarpa) sebagai Bahan Pengasam Alami Terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensori Mayones Syarifah Fatimah Humaira; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Lucky Hartanti
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56638

Abstract

Mayones merupakan produk pangan yang dapat menggunakan jeruk sambal sebagai bahan pengasam alami. Mayones adalah emulsi semi solid yang diperoleh dari campuran minyak nabati, kuning telur, asam (cuka dan sari jeruk), bumbu-bumbu, asam sitrat atau asam malat yang fungsinya untuk mempertahankan warna dan aroma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi jeruk sambal sebagai bahan pengasam alami yang menghasilkan mayones terbaik berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi jeruk sambal sebagai bahan pengasam yang terdiri dari 6 taraf (10, 20, 30, 40, 50 dan 60 %). Analisa data yang digunakan yaitu ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf 5%. Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Hasil uji sensori dianalisis dengan uji Friedman. Penentuan perlakuan terbaik pada hasil penelitian mayones dilakukan dengan uji indeks efektifitas. Konsentrasi sari jeruk sambal dalam pembuatan mayones direkomendasikan sebesar 20 % dengan karakteristik pH (4,34), total padatan terlarut (1,05 ⁰Brix), kadar air (8,30 %), kadar protein (1,96 %), kadar lemak (86,04 %) dan kadar vitamin C (2,91 mg/100 g) serta dengan karakteristik sensori warna (3,63), aroma (3,23), rasa (2,90), kekentalan (2,80) dan kesukaan keseluruhan (3,07).
Studi Karakteristik Mie Basah Talas (Colocasia esculenta) dengan Penambahan Wortel Sandy Marcelleno; Maherawati Maherawati; Tri Rahayuni
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 4, No 1 (2021): May
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v4i1.56634

Abstract

Mi merupakan jenis makanan yang banyak digemari semua kalangan. Penambahan pasta talas dan parutan wortel akan meningkatkan nilai gizi dari mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pasta talas dengan penambahan wortel pada proses pembuatan mi basah yang menghasilkan karakteristik mi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yakni penambahan pasta talas dan parutan wortel (30:0, 25:5, 20:10, 15:15, 10:20, 5:25, 0:30). Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNJ. Data organoleptik menggunakan analisis Friedman. Penambahan pasta talas dan parutan wortel tidak mempengaruhi kadar abu, daya serap air, warna, dan rasa pada mi basah yang dihasilkan, namun mempengaruhi kadar air, kadar protein, β-karoten, elastisitas, dan tekstur mi basah. Berdasarkan uji efektifitas (De Garmo) mi basah terbaik dihasilkan pada perbandingan pasta talas:parutan wortel = 5:25 pasta talas dan parutan wortel dengan karakteristik kimia yaitu kadar air 20,220 %, kadar abu 3,365 %, kadar protein 7,407 %, β-karoten 9,02 %, daya serap air 28,491 %, elastisitas 1,325 %, tekstur 3,43 , warna 3,57 (suka), rasa 3,50 (suka) serta pada nilai perlakuan terbainya mencapai 1,001.

Page 1 of 1 | Total Record : 5