cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 53 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026" : 53 Documents clear
SPASTIC QUADRIPLEGIC CEREBRAL PALSY WITH EXPOSED MALUNION BONE AT BILATERAL PROXIMAL HUMERUS AND DISTAL FEMUR Azmy, Abdullah; Sananta, Panji; Nasrizarni, Nasrizarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53513

Abstract

Anak dengan cerebral palsy berisiko mengalami fraktur kerapuhan akibat rendahnya densitas tulang yang disebabkan oleh berbagai etiologi. Status ambulasi pada pasien cerebral palsy merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi densitas tulang. Penatalaksanaan fraktur pada kondisi ini sering kali berakhir dengan malunion, baik dengan terapi non-operatif maupun operatif. Spastic quadriplegic cerebral palsy (SQCP) merupakan tipe yang berat, menyebabkan kelumpuhan dan kekakuan otot pada kedua lengan dan tungkai, serta dapat memperberat proses penyembuhan fraktur tulang. Seorang gadis berusia 9 tahun telah mengeluhkan luka terbuka di bahu kanan dan kiri serta lutut kiri sejak 4 bulan yang lalu. Pemeriksaan radiografis pada kedua bahu dan lutut menunjukkan malunion pada humerus proksimal bilateral dan femur distal kiri. Pasien didiagnosis menderita cerebral palsy spastik quadriplegia GMFCS V dengan tulang malunion yang terekspos pada humerus proksimal bilateral dan femur distal. Kemudian ia diobati dengan antibiotik ampicillin sulbactam, luka dibersihkan (debridement), dilakukan osteotomi, dan penutupan luka primer. Penderita cerebral palsy GMFCS IV dan V memiliki insidensi fraktur tulang yang lebih tinggi, dan hal ini terkait langsung dengan densitas mineral tulang (BMD). Beban mekanis, baik akibat kontraksi otot maupun beban gravitasi, menyebabkan deformasi tulang dan meningkatkan kekuatan tulang. Spastisitas ditandai dengan peningkatan tonus otot, refleks yang hiperaktif, dan kehilangan gerakan sendi yang menyebabkan kontraktur.
PENGARUH KONSUMSI ULTRA-PROCESSED FOODS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI KOTA PALU Nisa, Nur Ainun; Rau, Muhammad Jusman; Sumarni, Sumarni; Nur, Rosmala; Tangkas, I Made
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53759

Abstract

Konsumsi makanan ultra-proses (ultra-processed foods) telah menjadi fenomena global yang semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan gaya hidup, urbanisasi, dan globalisasi telah mengubah pola makan masyarakat, di mana makanan cepat saji dan produk olahan menjadi pilihan utama bagi banyak individu. Konsumsi UPF pada wanita usia produktif dapat berdampak negatif terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan secara keseluruhan termasuk menyebabkan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi ultra-processed foods dengan kejadian hipertensi pada wanita usia produktif di Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan case-control, jumlah sampel dalam penelitian berjumlah 120 wanita berusia 18-44 tahun, kasus dan kontrol masing-masing sebanyak 60 responden, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Standley Lemeshow. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat Chi - Square dan multivariat Regresi Logistik Berganda . Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendapatan (p=0,017) (OR : 2,723 ) [CI 95% 1.178-6.294], indeks massa tubuh (p=0,034) (OR : 2,440) [CI 95% 1.046-5,693], aktivitas fisik (p=0,047) (OR : 2,331 ) [CI 95% 1.000-5.435], dengan konsumsi ultra-processed foods pada wanita usia produktif di Kota Palu. Hasil analisis Multivariat menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi ultra-processed foods dengan kejadian hipertensi (p=0,014) (AOR : 3,107 )
PANDUAN BRANDING : PELAYANAN DAN LINGKUNGAN SYAR’I UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PASIEN DENGAN MODERASI SELF-BELIEF DI RSKB HEART AND SURGERY Ismail Moh. Honin, Abdurahman; Fitriah, Fitriah; Hasinuddin, M.; Zainiyah, Zakkiyatus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54020

Abstract

Persaingan rumah sakit swasta nonmitra BPJS menuntut strategi branding yang efektif untuk membangun dan mempertahankan loyalitas pasien. RSKB Heart and Surgery di Kabupaten Bangkalan memiliki peluang diferensiasi melalui penerapan pelayanan dan lingkungan berbasis syar’i sebagai bagian dari penguatan hospital brand awareness. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelayanan syar’i dan lingkungan syar’i terhadap loyalitas pasien serta menguji peran self-belief sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 165 pasien rawat jalan dan rawat inap yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan syar’i berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien, sedangkan lingkungan syar’i tidak berpengaruh signifikan. Self-belief tidak memoderasi hubungan antarvariabel, namun meningkatkan daya jelas model. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas interaksi, empati, dan profesionalitas Islami dalam pelayanan lebih berperan dalam membentuk loyalitas pasien dibandingkan aspek lingkungan
DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK DENGAN TENTAMEN SUICIDE DAN GANGGUAN KEPRIBADIAN EMOSIONAL TIPE BORDERLINE Mutiara Ilsa, Arianti; Utami, Ananditya Sukma Dewi; Biromo, Anastasia Ratnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54055

Abstract

Perilaku bunuh diri pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang serius dan terus meningkat. Depresi berat dan gangguan kepribadian emosional tidak stabil tipe borderline berperan besar dalam munculnya ide serta percobaan bunuh diri berulang. Trauma masa kanak-kanak, konflik keluarga, dan rendahnya dukungan sosial sering memperburuk kondisi klinis. Laporan kasus ini menggambarkan seorang remaja perempuan berusia 14 tahun 8 bulan dengan riwayat percobaan bunuh diri berulang dengan konsumsi obat, self-harm, dan perilaku membahayakan diri lainnya, disertai penolakan pengobatan psikiatri. Pemeriksaan status mental menunjukkan suasana hati depresif, afek depresif serasi dengan isi pembicaraan, ide bunuh diri, kontrol impuls buruk, serta gangguan hubungan interpersonal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan jaringan parut pada kedua lengan dan tungkai atas akibat self-harm. Diagnosis ditegakkan sebagai Episode Depresif Berat tanpa gejala psikotik (F32.2) dengan komorbid Gangguan Kepribadian Emosional Tidak Stabil tipe borderline (F60.3), disertai gangguan fungsi sosial berat. Penanganan melibatkan kombinasi farmakoterapi, termasuk antidepresan SSRI, mood stabilizer, dan antipsikotik atipikal, serta pendekatan non-farmakologi yang dapat disarankan pada pasien ialah Dialectical Behavior Therapy, terapi keluarga dan intervensi sosial-pendidikan. Pendekatan multidisipliner ini bertujuan menurunkan risiko kekambuhan, meningkatkan regulasi emosi, serta memperbaiki fungsi sosial pasien. Kasus ini menegaskan bahwa perilaku bunuh diri berulang pada remaja merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan sosial, dan menekankan perlunya intervensi holistik untuk mencegah kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI ZINC DAN PREBIOTIK TERHADAP FREKUENSI DEFEKASI, LAMA RAWAT INAP, SKOR DEHIDRASI DAN KONSISTENSI FESES PADA PASIEN DIARE ANAK USIA 6 BULAN-5 TAHUN YANG DI RAWAT DI RSU ALJUFRI PALU Haslinda, Haslinda; Nurdin, Nurdin; Sumarni, Sumarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54070

Abstract

Diare akut pada anak salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta meningkatkan risiko rawat inap yang lebih lama. Penatalaksanaan diare akut pada anak tidak hanya berfokus pada terapi rehidrasi, tetapi juga memerlukan terapi tambahan mempercepat perbaikan gejala klinis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kombinasi Zinc dan Probiotik terhadap frekuensi defekasi, lama rawat inap, skor dehidrasi, dan konsistensi feses pada pasien anak yang didiagnosis diare akut di RSU SIS Aljufri Palu Tahun 2025. Metode Penelitian dengan pendekatan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari pasien anak dengan diare akut yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok intervensi mendapatkan kombinasi Zinc dan Probiotik, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan Zinc. Data dikumpulkan melalui observasi klinis dan rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai dengan jenis data. Hasil univariat tunjukkan pasien mayoritas bergizi baik dengan dehidrasi ringan dan tinja diare (80%); antar kelompok, nggak ada beda signifikan di frekuensi BAB (p=0,278), lama rawat (p=0,430), atau dehidrasi (p=0,394), meski dalam kelompok perbaikan nyata (p<0,001), tapi kombinasi unggul di kekentalan tinja (p<0,000). Kombinasi zinc+probiotik tidak unggul signifikan antar kelompok pada frekuensi defekasi (p=0,278), lama rawat (p=0,430), dan dehidrasi (p=0,394) pada 60 anak balita diare akut di RSU SIS Aljufri 2025, meski perbaikan dalam kelompok bermakna (p<0,001); tapi efektif tingkatkan konsistensi feses (p<0,001).
NURSES KNOWLEDGE OF THE CODE BLUE SYSTEM IN EMERGENCY RESPONSE AT IBNU SINA HOSPITAL, MAKASSAR Sahrul, Ralf Radithya; Tanra, A. Husni; Handayani, Kartika; Sommeng, Faisal; harahap, Muh. Wirawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54120

Abstract

Keberhasilan penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit, khususnya henti jantung, sangat bergantung pada pengetahuan perawat tentang sistem Code Blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat mengenai Code Blue System di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar YW Umi. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November–Desember 2025. Sampel penelitian sebanyak 130 perawat dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup kriteria aktivasi, cara aktivasi, fungsi, dan sistem peringatan dini Code Blue, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang kriteria aktivasi Code Blue (56,92%), cara aktivasi (94,62%), fungsi Code Blue (91,54%), sistem peringatan dini (84,62%), dan keseluruhan sistem Code Blue (82,30%). Nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,804 menunjukkan instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang baik. Kesimpulannya, perawat di RS Ibnu Sina Makassar secara umum memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai sistem Code Blue, yang mendukung respons cepat dan tepat dalam situasi kegawatdaruratan.
MENDETEKSI DINI PENDERITA TBC MELALUI PROGRAM KAPAK TBC DI PUSKESMAS BANYUATES SAMPANG Murdaningrum, Endang; Zainiyah, Zakkiyatus; Susanti, Eny; Hasinuddin, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54168

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan dengan rendahnya penemuan kasus di wilayah Puskesmas Banyuates Sampang. Inovasi KAPAK TBC (Kenali, Periksa, Kunjungi) dikembangkan untuk meningkatkan deteksi dini melalui pemberdayaan kader. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas KAPAK TBC dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan cakupan penemuan kasus. Desain penelitian adalah quasi-eksperimen pretest–posttest pada 32 keluarga kontak. Intervensi meliputi, skrining aktif, pendampingan pemeriksaan dahak/TCM, dan kunjungan rumah. Analisis menggunakan Paired t-test dan Wilcoxon. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat (p = 0,000). Tanda gejala TB dan hasil pemeriksaan dahak juga meningkat signifikan (p = 0,005). Metode KAPAK TBC terbukti efektif memperkuat kapasitas kader dan meningkatkan penemuan kasus berbasis komunitas.
DESAKU ASIK : DESA SAHABAT KUSTA TANPA STIGMA UNTUK ELIMINASI DAN DETEKSI DINI KUSTA Kamariyah, Nur; Zainiyah, Zakkiyatus; Masinuddin, M.; Suhron, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54196

Abstract

Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada aspek medis, sosial, ekonomi, serta psikologis. Tingginya stigma sering menyebabkan keterlambatan diagnosis, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang efektif. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Inovasi DESAKU ASIK dalam meningkatkan pengetahuan, menurunkan stigma, dan memperkuat deteksi dini kusta di Desa Plakaran. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest–posttest dengan melibatkan 63 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 23.36 menjadi 42.20 dan nilai N-Gain sebesar 0,70. Stigma juga menurun tajam, dari rata-rata 41.33 menjadi 20.49 dengan N-Gain 0,70. Program turut memperkuat deteksi dini melalui skrining aktif yang mengidentifikasi tujuh suspek yang kemudian dinyatakan negatif. Secara keseluruhan, DESAKU ASIK terbukti sangat efektif sebagai intervensi edukasi berbasis komunitas.
KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS VULGARIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA PERIODE TAHUN 2022-2024 Ameliah, Nabila; Vitayani, Sri; Adharia, Adharia; Abdi, Dian Amelia; Latief, Rachmat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54205

Abstract

Psoriasis vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit yang ditandai dengan plak eritematosa bersisik dan dapat berlangsung seumur hidup. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan keluhan fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup dan kondisi psikososial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar periode tahun 2022–2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang terdiagnosis psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2022–2024 dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, status pernikahan, lama perawatan, serta tingkat keparahan atau rekurensi penyakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 pasien psoriasis vulgaris, sebagian besar berada pada kelompok usia 45–64 tahun (46,7%), berjenis kelamin laki-laki (53,3%), dan berstatus menikah (83,3%). Mayoritas pasien menjalani perawatan kurang dari enam bulan (80%) dan memiliki tingkat keparahan sedang (50%), diikuti oleh kategori berat (40%). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien psoriasis vulgaris di RS Ibnu Sina Makassar didominasi oleh usia dewasa akhir dengan derajat penyakit sedang hingga berat, sehingga diperlukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
EVALUASI PELAKSANAAN KAPITASI BERBASIS KINERJA PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI KABUPATEN KONAWE UTARA TAHUN 2025 Yunita, Dewi; Syamsinar, Sitti; Putri, Eka Novia Syah; Amalia, Risqi; Fitrawati, Fitrawati; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54219

Abstract

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan mekanisme pembayaran kapitasi pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang disesuaikan dengan capaian indikator kinerja pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan KBK pada FKTP di Kabupaten Konawe Utara berdasarkan capaian Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sekaligus sampel berupa seluruh FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan pada Oktober 2025 menggunakan data sekunder dari laporan KBK BPJS Kesehatan, yang didukung oleh wawancara terbatas dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase capaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian AK sebesar 34,79‰, masih jauh di bawah target nasional ≥150‰. RRNS tercatat sebesar 4,08%, melebihi standar ≤2%, sementara RPPT sangat rendah, yaitu 0,12%, dan tidak ada FKTP yang mencapai target ≥5%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KBK di Kabupaten Konawe Utara belum optimal, sehingga diperlukan penguatan sistem monitoring dan pencatatan layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi program promotif dan preventif di tingkat FKTP.