cover
Contact Name
Dyah Mustika Nugraheni
Contact Email
-
Phone
+6285640740570
Journal Mail Official
medica.arteriana@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Arteriana (Med-Art)
ISSN : 26572370     EISSN : 26572389     DOI : http://dx.doi.org/10.26714/medart
Core Subject : Health,
Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, occupational medicine and family medicine) research to integrate researches in all aspects of human health. This journal published twice a year and provides original article, reviews, and also currently case reports. Letters and commentaries of our published articles are welcome. MED-ART aims to be a peer reviewed scientific journal of the highest quality. We want to ensure that whatever data published is true and original from the authors. MED-ART will records knowledge about the changing pattern of human diseases, human behaviour, community diseases and how researcher initiate to overcome all the health issues in Indonesia. It will also archive how medicine develops as a profession in the Nation. We will communicate and cooperate with other scientific journals in Indonesia and other countries.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023" : 5 Documents clear
Aplikasi Telemonitoring dalam Peningkatan Status Gizi Pasien Kanker Riani, Risky Ika; Nugraheni, Sri Achadi; Agushybana, Farid
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.57-65

Abstract

Latar  Belakang:  Peningkatan  prevalensi  kanker  Indonesia  meningkat  pesat tiap tahunnya. albumin dan hemoglobin merupakan prediktor status gizi yang mudah dan cepat menilai status gizi pasien kanker. Namun seringkali kepatuhan diit terabaikan sehingga turunnya kadar albumin terjadi dan berakibat malnutrisi dan  penurunan  kualitas  hidup.  Penanganan  terapi  yang  komperhensif  seperti pengobatan dengan kemoterapi, radioterapi serta terapi gizi sangat dibutuhkan untuk  mencegah  perburukan.  Dibutuhkan  suatu  solusi  dalam  meningkatkan kepatuhan salah satunya dengan menerapkan aplikasi pengingat diit semacam aplikasi telenutrisi kanker yang dapat diinstal ke ponsel pasien. Penelitian ini bertujuan untuk manganalisa hubungan  pemberian  aplikasi  telenutrisi  kanker terhadap albumin dan hemoglobin pada pasien kanker.Metode: Studi menggunakan penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperiment Control Group  Design, rancangan  menggunakan pre-test  and post-test  group design dengan kelompok kontrol tanpa randomisasi. Jarak pengukuran data pre dan post perlakuan adalah 30 hari.Hasil:  Aplikasi  telenutrisi  kanker  dalam  bentuk  pengingat  diit  mempunyai hubungan positif dalam meningkatkan albumin (p<0,001) dan hemoglobin pa- sien kanker (p<0,001). Kesimpulan:  Pemberian  aplikasi  telenutrisi  kanker  berupa  pengingat  diit berhubungan dengan peningkatan albumin dan hemoglobin pasien kanker. Di- harapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penerapan inovasi tek- nologi informasi dalam meningkatkan praktek menajemen pelayanan kanker di Rumah Sakit. 
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Jumlah Eritrosit, Trombosit, dan Masa Perdarahan Tikus (Rattus norvegicus L.) yang Diberi Paparan Asap Rokok Fauziansyah, Hidayat; Tambunan, Efrida Pima Sari; Syukriah, Syukriah
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.66-75

Abstract

Latar Belakang: Rokok dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan terhadap perokok dan perokok pasif. Asap rokok memiliki kandungan yang menimbulkan ancaman, termasuk karbonmonoksida, tar, nikotin, radikal bebas, dan eugenol. Akibat dari kandungan berbahaya tersebut, dapat mempengaruhi komponen-komponen darah seperti, eritrosit dan trombosit. Efek yang disebabkan oleh paparan asap rokok dapat dicegah dengan pola hidup sehat atau menggunakan tanaman herbal untuk perawatan obat. Menggunakan bahan alami seperti daun salam adalah salah satunya. Tujuan penelitian adalah untuk memastikan bagaimana ekstrak daun salam mempengaruhi jumlah eritrosit, trombosit, dan masa perdarahan akibat paparan asap rokok.Metode: 20 tikus putih jantan digunakan dalam penelitian ini, dengan memakai rancangan acak lengkap dan 5 perlakuan kelompok. Kelompok negatif tanpa perlakuan selama 30 hari. kontrol positif diberikan 3 batang paparan asap rokok selama 30 hari, kelompok perlakuan 1,2, & 3 dipaparkan asap rokok (3 batang) dan ekstrak daun salam selama 30 hari (P1=62,5; P2=125; P3=250mg/kg BB). Tahapan dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, pengamatan jumlah eritrosit, trombosit dan masa perdarahan. Pengamatan eritrosit dan trombosit menggunakan hematology analyzer sedangkan pengamatan masa perdarahan menggunakan metode tail bleeding. Uji Duncan dan Anova satu arah digunakan untuk menganalisis data.Hasil: Ekstrak daun salam memiliki efek pada jumlah eritrosit dengan nilai p=0,046. Ekstrak daun salam berpengaruh terhadap jumlah trombosit dengan nilai p=0,002. Ekstrak daun salam berpengaruh terhadap waktu masa perdarahan dengan nilai p=0,005.Kesimpulan: Dosis ekstrak daun salam yang optimal memperbaiki jumlah eritrosit, trombosit dan masa perdarahan adalah pada kelompok perlakuan 3 (P3) dosis 250 mg/kg BB.
Hubungan Intensitas Aktivitas Fisik dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UM Surabaya Aryantara, Arif Rachman; Levani, Yelvi; Prahasanti, Kartika; Yuliyanasari, Nurma
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.37-43

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat stres yang tinggi. Rendahnya intensitas aktivitas fisik menjadi salah satu pemicunya. Maha-siswa mendengarkan perkuliahan dari pagi sampai sore dalam posisi yang sama yaitu duduk. Sehingga mahasiswa memiliki intensitas aktivitas fisik sedentary. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stres pada mahasiswa program studi pendidikan dokter FK UM SurabayaMetode: Penelitian dilakukan dengan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel sebesar 75 sampel. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengukuran intensitas aktivitas fisik menggunakan kuisoner International Physical Activity Queistionnaire (IPAQ). Pada tingkat stres pengukuran menggunakan kuisioner Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21). Analisis data mengguanakan analisis SpearmanHasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stres dengan nilai signifikansi sebsar 0,000. Yang mana tingkat signifikansi <0,05 memiliki korelasi cukup. Nilai korelasi didapatkan sebesar -0,517. Hal ini menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat dimana intensitas fisik memiliki hubungan terbalik dengan tingkat stres.Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan berlawanan yang siginifikan antara intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stress. Semakin tinggi tingkat intensitas aktivitas fisik, maka semakin rendah tingkat stress yang dialami mahasiswa kedokteran.
Hubungan antara Penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) dengan Tingkat Konsentrasi Kerja pada Perawat Ruang Isoler di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi Pratama, Susilo Budi; Syahardinata, Yanuar Vigor; Faizin, Chamim
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.44-50

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi menjadi alternatif yang sangat penting sehingga dapat mengerjakan aktivitas sehari-hari. Ketika mengabaikan konsentrasi, dapat menimbulkan dampak yang sangat besar berupa adanya kecelakaan di-tempat kerja. Perawat ruang isoler perlu menggunakan APD, mengingat ling-kungan kerjanya memiliki potensi bahaya bagi kesehatan terlebih ditingkat konsentrasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hu-bungan antara penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) dengan tingkat konsentrasi kerja pada perawat.Metode: Sampel penelitian yaitu perawat berjumlah 56 responden melalui metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan modul Grid Concentration Exercise. Penelitian bersifat kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis bivariat menggunakan APD dengan tingkat konsentrasi mempergunakan uji korelasi rank spearman.Hasil: Perawat dengan APD level I berjumlah 6 perawat atau (10,7%) memiliki tingkat konsentrasi sangat baik. Perawat dengan APD II berjumlah 36 (64,3%) perawat memiliki tingkat konsentrasi cukup baik, sementara pada APD III 14 perawat (25,00%) memiliki tingkat konsentrasi cukup. Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan APD dengan tingkat konsentrasi kerja (p 0,000; r= -0,852).Kesimpulan: Penggunaan APD berhubungan dengan tingkat konsentrasi pera-wat. Semakin tinggi level penggunaan APD maka tingkat konsentrasi pada pera-wat ruang isoler semakin menurun.
Analisis Pemberian MPASI dan Penerapan Basic Feeding Rules terhadap Kesulitan Makan pada Anak Usia 24-36 Bulan Anggraheny, Hema Dewi
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.51-56

Abstract

Latar Belakang : Kesulitan makan merupakan keadaan dimana anak tidak mampu untuk makan dan menolak makanan tertentu. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kejadian kesulitan makan pada anak yaitu masalah kesehatan pada anak dan faktor nutrisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor nutrisi meliputi riwayat pemberian MPASI, pola penerapan Basic Feeding Rules (BFR) terhadap kesulitan makan pada anak.Metode Penelitian : Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Banyumanik dengan jumlah responden sebanyak 39 orang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Kuesioner pemberian MPASI, penerapan BFR dan kesulitan makan menggunakan kuesioner yang pernah digunakan pada penelitian sebelumnya. Analisis menggunakan uji statistika chi-square.Hasil : Mayoritas anak berjenis kelamin laki-laki (53,8%), pendidikan ibu SMU/SMK (46,2%), ibu tidak bekerja (66,7%), pemberian MPASI tidak sesuai pedoman (56,4%), penerapan BFR sedang (46,2%), serta mengalami kesulitan makan (82,1%). Terdapat hubungan signifikan antara riwayat pemberian MPASI (p=0,030) dan penerapan BFR (p=0,000) terhadap kejadian kesulitan makan anak usia 24-36 bulan.Kesimpulan: Pemberian MPASI yang sesuai dan penerapan BFR yang tepat dapat membantu anak dalam proses belajar makan serta membiasakan kebiasaan makan yang baik pada anak sehingga mencegah kesulitan makan pada anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 5