cover
Contact Name
Ni Made Wangi Suryati
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Nasional
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : 10.37294
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) is a journal published by the Bali Institute of Technology and Health (ITEKES) and registered without ISSN 2580-6173 (Print) ISSN 2548-6144 (Online). The National Journal of Health Research (JRKN) provides a special forum for researchers and lecturers to exchange ideas about theory, research and research on fundamental issues relating to the world of health in general. Each Manuscript in the National Journal of Health Research (JRKN) has a DOI that can be accessed at the bottom of each abstract.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 12 Documents clear
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI irmayati, noverita; Waluyo, Agung
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.229

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest design pada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis. Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients. Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to function and participate in enjoyable activities. In several evidences show that Yoga effective in managing fatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods : This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest design involving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga  ABSTRAKLatar Belakang :Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest designpada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis.Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients.Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to functionand participate in enjoyable activities.In several evidences show that Yoga effective in managingfatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods :This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest designinvolving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga
GAMBARAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN DENGAN ULKUS KAKI DIABETES MELITUS DI BALI Putri, Manik Elisa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.209

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Quality of Life (QoL) atau Kualitas hidup pasien dengan ulkus kakik diabetes melitus lebih buruk, daripada pasien dengan Diabetes Melitus (DM) tanpa ulkus kaki dalam populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Quality of Life (Kualitas hidup) pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) di Bali.Metode : Desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel direkrut menggunakan convenience sampling yang melibatkan pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) dengan total sampel yang melibatkan 201 orang responden. yang dilakukan di ruangan department rawat jalan bedah Rumah Sakit Wangaya serta klinik perawatan luka di Bali Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) dan Independent t-test digunakan untuk memahami gambaran kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki dengan DFU. Penelitian ini sudah mendapatkan ijin etik oleh komite etik Universitas Udayana.Hasil : Karakteristik responden perempuan (n= 103; 51.2%), dan laki-laki (n= 98; 48.8%). Kualitas hidup sebagian besar memiliki kualitas hidup rendah yang buruk yaitu (<50)(n=133; 66.2%), dan kualitas hidup yang lebih baik yaitu (> 50)[n=68; 33.8%]. Skor rata-rata kualitas hidup pada pasien dengan DFU 42.4±15.5.Kesimpulan: Laki-laki dan perempuan pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus menunjukkan kualitas hidup perempuan lebih rendah daripada laki-laki dengan diabetes melitus (DFU). Keluarga diharapkan tetap memotivasi dan mendukung pasien agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan atau kegiatan positif lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapat, Pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus, baik laki-laki maupun perempuan merupakan suatu hal yang perlu kita perhatikan.  Kata Kunci : Ulkus Kakik Diabetes Mellitus, Jenis kelamin, dan Kualitas Hidup  ABSTRACTBackground: Quality of Life (QoL) or Quality of Life of patients with diabetic ulcer diabetes is worse, than patients with Diabetes Mellitus (DM) without foot ulcers in the general population. The purpose of this study was to study the description of Quality of Life (quality of life) in patients with Diabetic Foot Ulcer (DFU) in Bali. Methods: Descriptive design by discussing cross sectional. Sampling techniques were recruited using convenience sampling involving diabetic foot ulcer patients with diabetes mellitus (DFU) with a total sample involving 201 respondents. Performed in the Wangaya Hospital surgical outpatient room and wound care in Bali Indonesia. Data were collected using a Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) questionnaire and Independent t-test was used to collect assessments of quality of life between women and men with DFU. Udayana University Ethics Committee.Results: Characteristics of female respondents (n = 103; 51.2%), and male (n = 98; 48.8%). Quality of life mostly has a low quality of life that is poor (<50) [n = 133; 66.2%], and a better quality of life (> 50) [n = 68; 33.8%]. The mean score of quality of life was 42.4±15.5. Conclusion: Male and female patients with diabetes mellitus foot ulcers show a lower quality of life for women than men with diabetes mellitus (DFU). Families are expected to continue to motivate and support patients to participate in religious activities or other positive activities.Keywords: diabetic foot ulcer, gender, and quality of life

Page 2 of 2 | Total Record : 12