cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
Contact Email
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Phone
+62-22-2504088
Journal Mail Official
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Editorial Address
Jl. Sangkuriang no. 14, Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
ISSN : 20894767     EISSN : 27159116     DOI : 10.37209/jtbbt
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is a peer-reviewed and open access scientific journal. This journal is published by Center for Material and Technical Product (B4T) since 2011. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is published twice a year, in June and December. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik publishes research results, conceptual ideas, and application of theory with a focus on technology of material and technical product. The scope of this journal are: Material Engineering, Energy Diversification, and Technology for Industry 4.0.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Batu Basalt Lampung dan Batubara dalam Bahan Baku terhadap Karakteristik Klinker Suharto Suharto; Muhammad Amin; Muhammad Al Muttaqii; Syafriadi Syafriadi; Kiki Nurwanti
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.167

Abstract

Experimental study on the use of basalt stone originated from Lampung has been conducted to evaluate its potential for a partial substitute of raw material in production of cement clinker. The basalt stone contains minerals of anorthite, augite, and albite phases that are required for clinker formation. In this study, the main raw materials were 80% limestone, 10% silica sand, 9% clay and 1% iron sand. The raw material in these experiments were mixtures 90% or 80% of the main raw material and 10% or 20% of basalt stone. The effect of adding coal to raw materials was also studied to see the possibility of an increase in clinkerization temperature inside the raw material mixture, and at the same time to see the effect of coal ash on clinker composition. Clinker obtained from heating of raw materials at a temperature of 1100oC had LSF of 94.1% and 95.1% (heating time of 1 and 3 hours). If heating is carried out at 1200oC, the clinker had LSF of 97.7% and 98.0% (heating time of 2 and 3 hours, respectively). Depending on the temperature and duration of heating, the clinker mostly had SM in the range of 2.18-2.40% , and AM in the range of 0,78-1.80%. Characterization using XRD showed that the clinker consisted of larnite and gehlenite phases, and dominated by CaO.Batu basalt Lampung telah diuji potensinya sebagai pengganti sebagian bahan baku utama pembuatan klinker semen. Batu basalt tersebut memiliki mineral-mineral dalam fase anorthite, augite, dan albite yang diperlukan pada pembentukan klinker. Pada penelitian ini, bahan baku utama adalah batu kapur 80%, pasir silika 10%, tanah liat 9% dan pasir besi 1%. Campuran bahan baku klinker adalah 90% atau 80% bahan baku utama dan 10% atau 20% batu basalt. Efek penambahan batubara ke dalam bahan baku klinker juga dipelajari untuk melihat kemungkinan kenaikan temperatur klinkerisasi di dalam campuran bahan baku, dan sekaligus untuk melihat efek abu batubara terhadap komposisi klinker. Klinker hasil pemanasan bahan baku pada temperatur 1100oC memiliki LSF 94,1% dan 95,1% (lama pemanasan 1 dan 3 jam). Jika pemanasan dilakukan pada 1200oC, klinker memilik LSF 97,7% dan 98,00% (lama pemanasan 2 dan 3 jam). Tergantung pada temperatur dan lama pemanasan, klinker hasil percobaan ini umumnya memiliki SM 2,18-2,40%, dan AM antara 0,78-1,80%. Karakterisasi dengan XRD menunjukkan bahwa klinker terdiri dari fase larnite dan gehlenite, dan didominasi CaO.
Evaluasi Ekstrak Daun Rhodomyrtus Tomentosa Sebagai Green Inhibitor pada Korosi Aluminium dalam Larutan Asam dan Basa Mardiah Mardiah; Ari Susandy Sanjaya; Nurul Sakinah; Herlina Lia Novianti
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.173

Abstract

Evaluation of karamunting leaf extract as an inhibitor of aluminum corrosion in acid and alkaline solutions was studied using immersion test. The gravimetric method was used to calculate the corrosion rate of aluminum with and without. The results showed that the compounds contained in the karamunting leaf extract were oxygen heteroatom  and had double bonds compounds. Based on the results of surface studies with Scanning Electron Microscopy (SEM), the level of aluminum damage with the addition of an inhibitor was lower than that without inhibitor. The addition of inhibitors from karamunting leaf extract can reduce the corrosion rate of aluminum. The efficiency of using the inhibitor was 73.66% in NaOH solution and 80.78% in HCl solution at the highest inhibitor concentration and immersion time variables. Multiple linear regression model was also used in this study to predict the corrosion rate of aluminum.Evaluasi ekstrak daun karamunting sebagai inhibitor korosi aluminium dalam larutan asam dan basa dipelajari dengan  menggunakan uji perendaman. Metode gravimetri digunakan untuk menghitung laju korosi aluminium dengan dan tanpa inhibitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun karamunting merupakan senyawa heteroatom oksigen dan memiliki ikatan rangkap. Berdasarkan hasil studi permukaan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), tingkat kerusakan aluminium dengan penambahan inhibitor lebih rendah dibandingkan dengan tanpa inhibitor. Penambahan inhibitor dari ekstrak daun karamunting dapat mengurangi laju korosi aluminium. Efisiensi penggunaan inhibitor adalah 73,66% pada larutan NaOH dan 80,78% pada larutan HCl pada variabel konsentrasi inhibitor dan waktu perendaman tertinggi. Model regresi linier berganda digunakan pula dalam penelitian ini untuk memprediksi laju korosi aluminium.
Monitoring Energi Secara Real-Time pada Mesin Berbasis IoT Irvando Anto verry Damanik; Suratmadji Suratmadji; Agus Juniawan K
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.160

Abstract

Energy monitoring is one method used to improve the efficiency of the use of an electrical equipment. A machine with a large capacity needs to be monitored to find out its availability so that there are no power losses, idle conditions and its performance can be maximized in accordance with the maximum capacity. In addition to the main parameters that are monitored (kWh), monitoring is also carried out on the frequency, current, voltage, power factor parameters. Methods of data collection were carried out by designing electronic and sensor systems, device installation, testing data readings, server setup, connectivity testing, hardware integration to web-service, measurement and analysis. The research data was obtained using the CT component which was communicated with the Controller using RS-485 and data was collected in a data base on the server as an embodiment of the Internet of Things (IoT). Observation data was processed using programming, and displayed on an online-based dashboard, so reading data was monitored online on the web-service and data was stored on the server as Big Data.Monitoring energi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan suatu perlatan listrik. Mesin dengan kapasitas besar perlu dimonitor untuk mengetahui availability nya sehingga tidak terjadi rugi-rugi daya, kondisi idle dan performa nya dapat maksimal sesuai dengan kapasitas optimum yang memungkinkan, sehingga selain parameter utama yang dimonitor (kWh), dilakukan juga monitoring pada parameter frekuensi, arus, faktor daya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan perancangan sistem elektronik dan sensor, instalasi perangkat, uji coba pembacaan data, penyiapan server, uji konektivitas, integrasi  hardware ke web-service, pengukuran dan analisa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan komponen CT yang dikomunikasikan dengan controller menggunakan RS-485 dan data dikumpulkan pada data base di server sebagai perwujudan dari Internet of Things (IoT). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan pemrograman, dan ditampilkan pada dashboard berbasis online, sehingga data hasil pembacaan dimonitor secara online di web-service dan data tersimpan di server sebagai Big data.
Shielding Elektromagnetik Tembaga dari Proses Elektrolisis Air Limbah Industri Printed Circuit Board Agung Yanuar Wirapraja; Handaru Bowo Cahyono; Mohamad Marhaendra Ali
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.162

Abstract

Some electronic products have high electromagnetic interference so that it gives a negative impact on the electronic devices around it. The use of electromagnetic shielding is a solution to reduce the value of electromagnetic radiation interference from electronic products. The research conducted includes the manufacture of electromagnetic shielding from copper material resulting from the electrolysis process of PCB (Printed Circuit Board) industrial wastewater and analyzing the effect of electromagnetic shielding from copper waste on the value of radiation emission. Electromagnetic shielding is made of vinyl which is coated with copper as a result of the electrolysis of PCB industrial wastewater. The measurement results show that electromagnetic shielding from copper waste can reduce radiation emissions. The use of electromagnetic shielding from copper waste is effective at frequencies from 250 to 350 MHz with a decrease in the quasi-peak value of 38.02 dB. The measurements with horizontal antenna polarization show that the margin of radiation emission value is higher comparated to vertical antenna polarization.Sebagian produk elektronika memiliki gangguan interferensi elektromagnetik yang tinggi, sehingga berdampak kurang baik terhadap perangkat elektronika di sekitarnya. Pemanfaatan shielding elektromagnetik menjadi solusi untuk mengurangi nilai gangguan radiasi elektromagnetik yang dimiliki oleh produk elektronika. Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan shielding elektromagnetik dari bahan tembaga hasil dari proses elektrolisis limbah industri PCB (Printed Circuit Board) dan melakukan analisa pengaruh shielding elektromagnetik dari limbah tembaga terhadap nilai emisi radiasi. Shielding elektromagnetik terbuat dari bahan vinyl yang dilapisi dengan tembaga hasil elektrolisis limbah cair industri PCB. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa shielding elektromagnetik dari limbah tembaga dapat menurunkan emisi radiasi. Penggunaan shielding elektromagnetik dari limbah tembaga efektif di frekuensi 250 – 350 MHz dengan penurunan nilai quasi-peak sebesar 38,02 dB. Pada pengukuran dengan polarisasi antena horisontal, margin nilai emisi radiasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan polarisasi antena vertikal. Kata Kunci: Shielding elektromagnetik, Emisi radiasi, Tembaga, PCB
Pengaruh Perlakuan Panas Karburisasi Austemper pada Baja Laterit Paduan Cr-Mo terhadap Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Satrio Herbirowo; Vinda Puspasari; M. Iqbal Primatama; Hendrik Hendrik; I Nyoman Gede Putrayasa Astawa; Bintang Adjiantoro; Andika Widya Pramono
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.165

Abstract

This research was aimed to do heat treatment of austemper carburization and investigate the effect of various cooling media on mechanical properties and microstructure of Cr-Mo alloy lateritic steel. Heat treatment was conducted to austenisation temperature at 950o C for 1 hour and austemper carburization at 400o C for 1 hour. Variation of cooling media included air blowing for 1 hour, water, and furnace cooling for 24 hours. Hardness and impact test were done using Hardness Rockwell and Charpy methods. Microstructure was observed using optical microscope. Fracture surface characterization was using SEM-EDX. The results showed the highest hardness of 65.48 HRC in sample that cooled by air blowing for 1 hour. The microstructure of this sample showed phases of ferrite, pearlite and martensite which causing higher hardness. The highest impact strength of 20 Joule took place in the furnace cooled sample. Characterization of the fracture surface using SEM-EDX showed dimple of ductile fractures.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses perlakukan panas karburisasi austemper dan mempelajari pengaruh media pendinginan terhadap sifat mekanik dan struktur mikro baja laterit paduan Cr-Mo. Perlakuan panas yang dilakukan yaitu pemanasan sampel pada temperatur austenisasi (950o C) selama 1 jam dan proses karburisasi austemper dengan media serbuk arang halus pada temperatur 400o C selama 1 jam. Variasi pendinginan yang digunakan yaitu air blowing (semburan udara) selama 1 jam, air dan tungku selama 24 jam. Pengujian kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell Hardness dan pengujian impak dilakukan dengan metode charpy. Karakterisasi struktur mikro dilakukan dengan proses metalografi dan mikroskop optik. Karakterisasi permukaan patahan pengujian impak dilakukan dengan SEM-EDX. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kekerasan tertinggi yaitu 65,48 HRC terjadi pada sampel dengan air blowing selama 1 jam. Struktur mikro sampel tersebut menunjukkan adanya fasa ferit, perlit dan martensit yang membuat sampel menjadi keras. Nilai kekuatan impak tertinggi sebesar 20 Joule terjadi pada sampel dengan pendinginan di dalam tungku selama 24 jam. Karakterisasi permukaan patahannya menggunakan SEM-EDX menunjukkan adanya dimple dari patah ulet.
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 10 MW di Pulau Sumba, NTT Harry Setyo Wibowo; Aditya Muhammad Nur; Mukhlis Ali; Dimas Alfredo
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37209/jtbbt.v10i1.170

Abstract

Wind energy is a renewable energy sources which has big potency to develop in Eastern Indonesia especially in East Nusa Tenggara that has low electrification ratio (58.64%) and mostly depend on Diesel Powered Electric Generator as main electric power generation. One effort to meet electricity needs in NTT is through the development of Wind Powered Electric Generator. One of the islands that have the best wind energy potential in NTT is Sumba Island. Based on consideration of the potential of wind energy, location topography, and transportation access, the most appropriate location for the design of Wind Powered Electric Generator in Sumba Island is the Mondu District. Based on the electricity needs in the island of Sumba of 10 MW, the design of the Wind Powered Electric Generator which is carried out with the concept of a wind farm produces its design with 105 wind turbines with three propellers, each with a power of 100 kW. The total electrical power generated by the PLTB which was designed was 10.24 MW after taking the wake effect into consideration due to the laying of the wind turbine.Energi angin merupakan salah satu energi terbarukan yang potensial dikembangkan di Indonesia Timur terutama di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih mempunyai rasio elektrifikasi rendah (58,64%) dan masih mengandalkan PLTD sebagai pembangkit listrik utama. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan listrik di NTT adalah melalui pengembangan PLTB. Salah satu pulau yang mempunyai potensi energi angin paling baik di NTT adalah Pulau Sumba. Berdasarkan pertimbangan potensi energi angin, topografi lokasi, dan akses transportasi, lokasi yang paling tepat untuk perancangan PLTB di Pulau Sumba adalah di Distrik Mondu. Berdasarkan kebutuhan listrik di Pulau Sumba sebesar 10 MW, maka perancangan PLTB yang dilakukan dengan konsep ladang angin (wind farm) menghasilkan rancangan PLTB dengan 105 buah turbin angin dengan tiga baling-baling yang masing-masing berdaya 100 kW. Total daya listrik yang dihasilkan oleh PLTB yang dirancang adalah 10,24 MW setelah memperhitungkan adanya wake effect akibat peletakan turbin angin.

Page 1 of 1 | Total Record : 6