cover
Contact Name
Usep Sholahudin
Contact Email
sholahudin.usep@gmail.com
Phone
+6285213278644
Journal Mail Official
sholahudin.usep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Cilegon. Km. 5. Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 2620956X     EISSN : 26208067     DOI : http://dx.doi.org/10.30656/gauss.v2i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisikan kajian ilmiah dan hasil penelitian dibidang matematika dan pendidikan matematika
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2019)" : 14 Documents clear
Kolaborasi Model Assurance-Relevance-Interest-Assessment-Satisfaction dengan Think-Talk-Write untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Jaka Wijaya Kusuma; Hamidah Hamidah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1777

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari laporan penelitian kolaborasi model assurance-relevance-interest-assessment-satisfactiondengan Think-Talk-Write untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penalaran kreatif matematik serta motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes yang bertujuan untuk menelaah peranan kolaborasi model assurance-relevance-interest-assessment-satisfaction(ARIAS) dengan Think Talk Write(TTW) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik dan motivasi berprestasi siswa SMP. Populasidalampenelitianini adalahseluruhsiswaSMPdi Carenang,dan secarapurposifsampelnyadipilih siswakelasVII darisalahsatuSMPdiCarenang dandipilihdua kelasVIIsecara acakdari kelasVIIyangada. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan: 1) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang memperoleh pembelajaran kolaborasi model ARIAS dengan TTW lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa;2) motivasi berprestasi siswa yang memperoleh pembelajaran kolaborasi model ARIAS dengan TTWlebih baik dari pada yang memperoleh pembelajaran biasa; dan 3) terdapat asosiasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan berpikir kritis matematik siswa.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Mengatasi Kecemasan Matematika Siswa SMP Yayah Umayah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kreativitas peserta didik pada konsep bilangan melalui model pembelajaran  Discovery Learning dalam mengatasi kecemasan matematika di kelas VII D SMPN 1 Ciruas Kabupaten Serang. Objek penelitian terdiri dari 32 siswa, dan dilaksanakan dengan menjalin kemitraan atau kolaboratif dengan rekan guru lain sebagai observer. Data yang dikumpulkan data kuantitatif dengan pengolahan data statistik sederhana dan data kualitatif dengan menggunakan instrumen kecemasan matematis. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan Model John Elliot dimana pelaksanaannya dilakukan melalui dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dapat menurunkan kecemasan matematis dan meningkatkan  kreativitas peserta didik. Hasil belajar siswa yaitu siswa hanya 76% (24 siswa) siswa yang mencapai KKM ≥ 70 pada siklus I sedangkan pada siklus II mencapai KKM ≥ 70 sudah tercapai yaitu 90% (29 siswa). Pada kecemasan matematis siklus I terjadi kecemasan matematis rata-rata masih 71 berdasarkan hasil refleksi dan siklus II terjadi penurunan kecemasan matematis menjadi 65, penurunan kecemasan matematis 8,5 %.
Pengembangan Buku Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Posing Kelas VII Shandra Amalia; Yogi Wiratomo
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1781

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu bahan ajar berbentuk buku pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika peserta didik kelas VII SMP Semester 2. Buku matematika ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki peserta didik kelas VII SMP. Alat pengambilan data berupa angket pertanyaan untuk guru sekolah SMP kelas VII. Proses penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional (MPI) M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) mengindentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional, (2) melakukan analisis instruksional, (3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, (4) menulis tujuan instruksional khusus, (5) menyusun alat penilaian hasil belajar, (6) menyusun strategi instruksional, (7) mengembangkan bahan instruksional, (8) melakukan evaluasi formatif. Temuan penelitian yaitu dihasilkan bahan ajar berbentuk buku pembelajaran untuk peserta didik kelas VII SMP pada semester 2.
Proses Berpikir Siswa SMA dalam Menyusun Bukti Matematis Widya Fatmahayati
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1790

Abstract

Pembelajaran  matematika memiliki tujuan diantaranya mengkomunikasikan gagasan, penalaran serta mampu menyusun bukti. Informasi tentang proses berpikir siswa dalam pembuktian dapat membantu guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan proses berpikir siswa dalam menyusun bukti matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMA LabSchool Unsyiah dengan subjek enam siswa kelas XI. Ada tiga tahapan proses berpikir siswa yang dilihat pada saat siswa menyusun bukti matematika yaitu fase masuk (entry phase), fase menyelesaikan (attack phase), dan fase review (review phase). Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang melalui fase masuk (entry phase) sebanyak 66,67%, fase menyelesaikan (attack phase) sebanyak 33,33% , dan fase review (review phase) sebanyak 83,33%.

Page 2 of 2 | Total Record : 14