cover
Contact Name
Jurnal Teknik Lingkungan ITB
Contact Email
jurnaltlitb@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltlitb@gmail.com
Editorial Address
http://journals.itb.ac.id/index.php/jtl/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Lingkungan
ISSN : 08549796     EISSN : 27146715     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Teknik Lingkungan ITB merupakan jurnal resmi yang dipublikasikan oleh Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung. Jurnal ini mencakup seluruh aspek ilmu Teknik Lingkungan sebagai berikut (namun tidak terbatas pada): pengelolaan dan pengolahan air bersih, pengelolaan dan pengolahan air limbah, pengelolaan dan pengolahan persampahan, teknologi pengelolaan lingkungan, pengelolaan dan pengolahan udara, kebijakan air, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2009)" : 5 Documents clear
PERSEBARAN PELAKU DAUR ULANG INFORMAL AKI BEKAS KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA BANDUNG Respati, Bambang; Damanhuri, Enri
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.115 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.2.3

Abstract

Abstrak: Aki digunakan sebagai sumber tenaga pada sepeda motor, mobil, truck, traktor, perahu dan berbaga jenis kendaraan bermotor lainnya. Berbeda dengan baterai primer atau baterai alkaline yang banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga, aki merupakan baterai yang dapat diisi ulang setelah energi yang terdapat dalam aki telah digunakan. Penggunaan kembali material aki bekas kendaraan bermotor dengan cara mendaur ulang merupakan salah satu cara yang efektif untuk menghindari polusi lingkungan dan mengurangi volume timbulan aki bekas kendaraan bermotor di Tempat Pembuangan Akhir. Reduksi timbulan aki bekas kendaraan bermotor di Kota Bandung tidak terlepas dari peranan para pelaku daur ulang sektor informal. Aliran material aki bekas kendaraan bermotor pada pelaku daur ulang sektor informal di Kota Bandung secara garis besar adalah pemulung/tukang loak ? lapak ? bandar kecil ? bandar besar dan akhirnya menuju pabrik daur ulang. Dari hasil survei yang dilakukan di Kota Bandung terdapat 159 pelaku daur ulang yang terdiri dari 48 orang pemulung, 59 orang tukang loak, 28 buah lapak, 8 buah bandar kecil dan 16 buah bandar besar. Jumlah aki bekas pada pemulung dan tukang loak, yaitu sebesar 19,5 ton/bulan pada pemulung dan 5,9 ton/bulan pada tukang loak, 1,2 ton/bulan pada lapak dan 1,6 ton/bulan pada bandar kecil. Sedangkan jumlah aki bekas kendaraan bermotor pada bandar besar adalah 24,7 ton/bulan. Di Kota Bandung pada tahun 2009, harga beli aki bekas kendaraan bermotor pada pelaku daur ulang berkisar antara Rp. 4.600/kg-Rp.5.900/kg, sedangkan harga jualnya berkisar antara Rp.5.600/kg-Rp.7.400/kg. Kata kunci: aki bekas kendaraan bermotor, daur ulang, sektor informal, aliran material Abstract: Lead acid batteries are relatively simple electrochemical devices able to store electrical energy, and deliver it to motors and other appliances when needed. Unlike common dry cell or alkaline batteries used in torches and other household appliances, lead acid batteries may be recharged after the stored energy has been used. As a result of these degradation processes batteries become unusable and are then known as used lead acid batteries (ULABs), and are waste. The utilization of ULABs by recycling is an effective method to avoid pollution of the environment and reduce the ULABs generation in the final disposal. The reduction of ULABs in Bandung City is not leave apart from the role of the recycle performers of informal sector. The material flow of ULABs in Bandung City by the informal sector of recycle performers are by pemulung/tukang loak ? lapak ? bandar kecil ? bandar besar ? and finally are going to recycling factory. Survey's result that is done at Bandung City exists 159 informal recycling performers that consist with 48 pemulung, 59 tukang loak, 28 lapak, 8 bandar kecil, and 16 bandar besar outgrow. The utilization of ULABs by recycling is an effective method to avoid pollution of the environment and reduce the lead generation in the final disposal site. The amount of vehicle?s ULABs in the pemulung and tukang loak are 19.5 tons / month in pemulung and 5.9 ton / month on the tukang loak, 1.2 ton / month on the lapak and 1.6 tons / month in the bandar kecil. Whereas the vehicle?s ULAB is 24.7 ton / month in bandar besar. In Bandung City in 2009, the buying price of ULABs is between Rp.4,600/kg- Rp.5,900/kg, whereas the selling price revolved between Rp.5,600/kg-Rp.7,400/kg.  Keywords: motor vehicle?s ULABS, recycling, informal sector, material flow
DISTRIBUSI RADIONUKLIDA CS-134 PADA IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) YANG HIDUP DI AIR TERCEMAR CS-134 I.Purba, Sylvia; S. Salami, Indah Rachmatiah; Intan, Poppy
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.159 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.2.2

Abstract

Abstrak: Kontaminasi Cs-134 pada sistem perairan tawar akibat kasus kecelakaan nuklir dapat menimbulkan dampak radiologi jangka panjang karena radiocesium dapat masuk ke dalam rantai makanan. Cs-134 dalam tubuh manusia dapat menjadi sumber radiasi interna apabila manusia mengkonsumsi bahan makanan yang terkontaminasi Cs-134. Distribusi radionuklida Cs-134 pada ikan nila (Oreochromis niloticus) telah diteliti dengan cara memelihara ikan dalam air yang dikontaminasi Cs-134 dengan konsentrasi 9,87 Bq/ml. Pengamatan dilakukan setiap 5 hari sekali dengan cara mengambil 3 ekor ikan pada masing-masing bak untuk dipreparasi menjadi daging, tulang dan organ dalam. Kemudian dilakukan pengukuran berat setiap sampel ikan yang telah dipreparasi.  Selanjutnya, setiap sampel air dan ikan yang telah dipreparasi diukur aktivitasnya dengan menggunakan spektrometer gamma yang dilengkapi detektor NaI (TI). Nilai konsentrasi Cs-134 dalam sampel ikan nila diperoleh dari perbandingan aktivitas Cs-134 pada sampel ikan terhadap berat sampel ikan. Sedangkan, nilai konsentrasi Cs-134 dalam air didapat dari perbandingan aktivitas Cs-134 dalam air dengan volume sampel air. Dari hasil penelitian selama 60 hari diketahui bahwa konsentrasi dari Cs-134 pada organ dalam dan daging memiliki pola yang sama, yaitu organ dalam>daging dengan nilai tertinggi masing-masing yaitu 202 1279.46Bq/g dan 1005.65Bq/g pada hari ke 55; sedangkan konsentrasi tertinggi pada tulang sebesar 387,14Bq/g pada hari ke 50. 
INTERNAL DOSE DETERMINATION ON HUMAN AS RESULT OF PROCESSED KANGKUNG (IPOMOEA REPTANS) CONSUMPTION CONTAMINATED BY RADIONUCLIDE CESIUM-134 AND STRONTIUM-85 Putra, Didi Prabowo; S. Salami, Indah Rachmatiah; Tjahaja, Poppy Intan
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.643 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.2.1

Abstract

Abstract: Research has been done to find out internaL dose that can be received by human as result of consumption kangkung that growth in contaminated soil by caesium-134 and strotium-85. Kangkung was planted in soil contaminated with caesium-134 and strontium-85 for 70 days. After harvesting, a part of the plant separated and the other part being washed and boiled and then the radionuclide content for all of the plant were measured using spectrometer gamma. From the measurement and calculation, washing, boiling and sauteing process gives quite significant impact in reducing activity percentage of radionuclide which were about 23,5, 14,4 and 9,8 for strontium- 85 and 28,2, 58,5 and 47,4 for caesium-134. The result of equivalent dose calculation showed that each internal dosesis still bellow the limit of 5 mSv/year, and the dose was 0,053 mSv/year until 0,137 mSv/year.  Key words: kangkung, contamination, cesium-134, strontium-85, activity, internal dose Abstrak: Penelitian dilakukan untuk mengetahui dosis interna yang dapat diterima oleh manusia akibat mengkonsumsi kangkung yang tumbuh pada tanah terkontaminasi oleh radionuklida cesium-134 dan stronsium-85.Penelitian dilakukan dengan cara menanam tanaman kangkung pada media tanah terkontaminasi Cs-134 dan Sr-85selama 70 hari. Setelah panen, sampel tanaman diproses dengan pencucian, perebusan dan penumisan kemudiadiukur kandungan radionuklidanya dengan menggunakan spektrometer gamma. Dari hasil pengukuran diperolehbahwa ketiga proses memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap penyisihan radioaktivitas dari sampeltanaman, yaitu sebesar 23,5, 14,4 dan 9,8 untuk stronsium-85 dan 28,2, 58,5 dan 47,4 untuk cesium-134. Hasilperhitungan dosis ekivalen menunjukkan nilai dosis interna dari masing-masing radionuklida berada dibawahambang batas sebesar 5 mSv/tahun, yaitu bernilai antara 0,053 mSv/tahun sampai 0,137 mSv/tahun.
UJI PENDAHULUAN PEMANFAATAN LIMBAH SLUDGE CPO (CRUDE PALM OIL) SEBAGAI BAHAN BAKU RDF (REFUSED DERIVED FUEL) Fitriany, Inna Arumsari; Sukandar, Sukandar
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.327 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.2.5

Abstract

Abstrak : Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan industri minyak kelapa sawit terbesar, bahkan akan menjadi produsen utama dunia 2010, yang akan memiliki sumber daya yang belum tersentuh lebih dari 50 juta ton pertahun. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam memanfaatkan produk samping biomassa berupa limbah sludge dari sisa pengolahan kelapa sawit yaitu sebagai sumber energi dalam bentuk briket arang. Kebun dan pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pertumbuhan produksi CPO (Crude Palm Oil) sebesar 5-6 % per tahun berarti pula peningkatan ketersediaan produk samping berupa limbah sludge dari sisa pengolahan kelapa sawit. Pertumbuhan areal kebun kelapa sawit di Indonesia akan terus meningkat sehingga meningkatkan sumber produk samping berupa limbah sludge dari sisa pengolahan kelapa sawit. Ini berarti bahan baku untuk membuat bio-bahan bakar akan tersedia dalam jumlah yang lebih besar. Dari produksi minyak kelapa sawit tahun 2004 dapat diperkirakan produksi POME (Palm Oil Mill Effluent) sebanyak 32.257 ? 37.633 juta ton. Jumlah ini sangat melimpah dan berpotensi besar sebagai sumber energy terbarukan. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan produk samping dari kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan. Jenis-jenis sludge yang dapat termanfaatkan yaitu biosludge, spent bleaching earth, first aid cake, glycerin, dan scum cake. Pada penelitian ini dilakukan variasi pencampuran untuk mencapai nilai kalor yang optimum.Abstract: Indonesia is a country with the growth of the largest palm oil industry, even going to be a major world producer in 2010, which will have the untapped resources of more than 50 million tons per year. Therefore, Indonesia has huge potential in using biomass byproducts from the remaining sludge in the form of palm oil as a source of energy in the form of charcoal briquettes. Gardens and palm oil mills produce solid and liquid wastes in large numbers that have not been used optimally. Production growth of CPO (Crude Palm Oil) at 5-6% per year will also mean increasing the availability of sludge byproduct from the remaining mills. The growth of oil palm plantation acreage in Indonesia will continue to increase thereby increasing source of sludge byproduct from the remaining mills. This means the raw material for making bio-fuels will be available in larger quantities. From the production of palm oil production in 2004 can be estimated POME (Palm Oil Mill Effluent) counted 32.257-37.633 million tons. This amount is very gorgeous and huge potential as a source of renewable energy. Therefore, Indonesia has great potential to utilize by products from the oil palm as a source of renewable energy. The types of sludge that can be utilized ie biosludge, spent bleaching earth, first aid cake, glycerin, and Scum cake. In this study the variation of mixing has been  done to achieve optimum heating value. Key words: biomass, sludge, heating value, crude palm oil
RECYCLE PERFORMER DISTRIBUTION STUDY OF MINERAL WATER PLASTIC BOTTLE WASTE (CASE STUDY: BANDUNG CITY) Hapsari, Hermala Nindya; Damanhuri, Tri Padmi
Jurnal Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.312 KB) | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.2.4

Abstract

Abstract: Mineral water plastic bottle have become one of drinking water alternative for society at metropolises such as Bandung City. Consumption of mineral water plastic bottle by society will evoke high plastic waste generation. Mineral water plastic bottle was utilize from Polyethylene Terephtalate's (PET) material and Polypropylene (PP) material. Both of plastic material is a constitutes plastic type that can be recycle. Recycle constitutes is one of the effective ways in waste management for reduce the mineral water plastic bottle waste generation at final disposal (TPA). Mineral water plastic bottle composition at TPA Sarimukti on year 2008 is 1.35% of total amount wastes generates in Bandung City. Plastic waste reduction at TPA takes down from informal sector role that consisting of, pemulung, tukang loak, lapak and bandar. Survey's result that is done at Bandung's City exists 365 recycle performer that consisting of 130 pemulung, 130 tukang loak, 44 numbers lapak, 33 bandar kecil and 28 bandar besar outgrow. According at classification bases on PD. Kebersihan service area therefore at North Bandung exists 17 recycle performer, in East Bandung exists 25 recycle performer, South Bandung exists 20 recycle performer, and West Bandung exists 43 recycle performer. Most of recycle performer exist in Western Bandung because at West Bandung's region there is a lot of available textile mills and also plant wide toy which need raw materials from recycle plastics.Key words: Mineral Water Plastic Bottle, Polyethylene Terephtalate (PET), Recycle Performer, Bandung city Abstrak: Air minum dalam kemasan saat ini sudah menjadi salah satu alternatif air minum bagi masyarakat di kota-kota besar salah satunya Kota Bandung. Konsumsi air minum dalam kemasan oleh masyarakat akan menimbulkan timbulan sampah plastik yang jumlahnya cukup tinggi. Air minum dalam kemasan dibuat menggunakan bahan Polyethylene Terephtalate (PET) dan Polypropylene (PP). Kedua bahan ini merupakan jenis-jenis plastik yang dapat di daur ulang. Daur ulang merupakan salah satu cara pengelolaan sampah yang efektif untuk mereduksi timbulan sampah plastik air minum dalam kemasan di TPA. Komposisi air minum dalam kemasan di TPA Sarimukti pada tahun 2008 adalah sebesar 1.35% dari total sampah yang ada. Reduksi sampah plastik air minum dalam kemasan di TPA tidak lepas dari peranan para pelaku daur ulang sektor informal yang terdiri dari, pemulung, tukang loak, lapak serta bandar.Dari hasil survey yang dilakukan di Kota Bandung terdapat 365 pelaku daur ulang yang terdiri dari 130 orang pemulung, 130 orang tukang loak, 44 buah lapak, 33 buah bandar kecil dan 28 buah bandar besar. Apabila di klasifikasi berdasarkan daerah pelayanan PD. Kebersihan maka di Bandung Utara terdapat 17 pelaku daur ulang, Bandung Timur terdapat 25 pelaku daur ulang, Bandung Selatan terdapat 20 pelaku daur ulang, dan Bandung Barat terdapat 43 pelaku daur ulang.Bandung Barat memiliki jumlah pelaku daur ulang yang paling banyak di karenakan di daerah Bandung Barat banyak terdapat pabrik-pabrik tekstil maupun pabrik mainan yang membutuhkan bahan baku dari plastik daur ulang. Kata kunci: Air Minum Dalam Kemasan, Polyethylene Terephtalate (PET), pelaku daur ulang, Kota Bandung

Page 1 of 1 | Total Record : 5