cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023" : 14 Documents clear
Caring Behavior of Undergraduate Nursing Students in Clinical Practice During COVID-19 Pandemic Natalia Elisa Rakinaung
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1026

Abstract

The Covid-19 Pandemic provides its own limitations with health protocols and this can reduce the quality of caring behavior in patient care. The aim of this study is to explore caring behavior of undergraduate nursing student in their clinical practice during Covid-19 Pandemic. This observational study was conducted to 109 Undergraduate Students with purposive sampling technique in 2-4 years. The Caring Behaviors Inventory-24 (CBI-24) questionnaire was administered to respondents in this study. The data were analyzed use descriptive analysis by SPSS version 26. Caring behavior of student in clinical practice during Covid-19 pandemic shown that CBI-24 dimensions “doing with competence” attained the highest scores among the student in third and fourth years. Dimensions of “Being With” obtained the highest scores among the second-year students. However, the nursing school still have to improve the awareness of student in responding to patients needs and providing effective service to patients. Keywords: Behaviors, Caring, Nursing, Student Abstrak Masa pandemic Covid-19 memberikan keterbatasan tersendiri dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, sehingga hal ini dapat menurunkan kualitas perilaku caring mahasiswa dalam memberikan layanan keperawatan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku caring mahasiswa S-1 Keperawatan dalam praktek klinik selama masa pandemi Covid-19. Penelitian observasional ini dilakukan pada 109 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel, purposive sampling pada mahasiswa tahun ke 2-4. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Caring Behaviors Inventory-24 (CBI-24). Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan SPSS versi 26. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dimensi “doing with competence” memperoleh nilai tertinggi pada mahasiswa tahun ketiga dan keempat. Dimensi “Being With” memperoleh nilai tertinggi pada mahasiswa tahun kedua. Pendidikan keperawatan harus meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menanggapi kebutuhan pasien dan memberikan layanan keperawatan yang efektif pada pasien. Kata Kunci: Caring, Keperawatan, Perilaku, Mahasiswa
Hubungan Antara Transportasi Domain dengan Kualitas Hidup Pasien dengan Gagal Jantung Denny Maurits Ruku
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.937

Abstract

Quality of life is an important indicator that must receive special attention for patients and health workers and the transportation domain is part of physical activity which is very beneficial for heart failure patients. The aim of this study was to determine the relationship between transportation domains and quality of life in patients with heart failure. Cross-sectional study design was used in this research. Convenience sampling was used in the sampling technique and 180 respondents were included in this research. Pearson correlation, Independent t-test, one-way ANOVAs, and Hierarchical multiple regressions were used to process the data. Transportation domain has a significant relationship with HRQOL of heart failure patients (r= -.20, p< .01), disease-related factors have a significant relationship with HRQOL of heart failure patients such as heart failure medications (r= .17, p< .05), health status (r= .29, p< .01), and NYHA Classification (F= 8.36, p< .001). 3 significant predictor variables for HRQOL; health status (β= 2.43), and NYHA Class III (β= 15.28), and transportation domain (β= -.34). Patients with heart failure have problems in the transport domain, especially in the higher NYHA Class, but improving the transport domain can promise to improve the health status and HRQOL of patients with heart failure. Keywords: Heart failure, Quality of Life, Transport domains. Abstrak Kualitas hidup merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian khusus bagi pasien serta tenaga kesehatan dan transportasi domain merupakan bagian dari aktifitas fisik yang sangat bermanfaat bagi pasien gagal jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan transportasi domain dengan kualitas hidup pada pasien dengan gagal jantung. Cross-sectional study design digunakan dalam penelitian ini. Convenience sampling digunakan dalam Teknik pengambilan sample dan 180 responden diikut sertakan dalam penelitian ini. Pearson correlation, Independent t-test, one-way ANOVAs, dan Hierarchical multiple regressions digunakan untuk mengolah data. Transportasi domain mempunyai hubungan yang signifikan dengan HRQOL dari pasien gagal jantung (r= -.20, p< .01), faktor yang berhubungan dengan penyakit mempunyai hubungan yang signifikan dengan HRQOL pasien gagal jantung seperti, obat gagal jantung (r= .17, p< .05), status kesehatan (r= .29, p< .01), dan NYHA Classification (F= 8.36, p< .001). 3 variable predictor yang signifikan terhadap HRQOL; status kesehatan (β= 2.43), dan NYHA Class III (β= 15.28), dan transportasi domain (β= -.34). Pasien dengan gagal jantung mempunyai masalah dalam transportasi domain terutama pada NYHA Class yang lebih tinggi, namun dengan meningkatkan transportasi domain dapat menjanjikan peningkatan status Kesehatan dan HRQOL dari pasien dengan gagal jantung. Kata Kunci: Gagal jantung, Kualitas Hidup, Transportasi domain.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Usia Toddler Ivanna Manoppo; Yecindria Hana Manaru
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1017

Abstract

Temper tantrums are angry behaviors in children that are expressed by shouting, crying, kicking, hitting, rolling or dropping their bodies on the floor, even hurting themselves and others. This behavior can be overcome if parents are able to apply good parenting to their children. The purpose of this study was to determine whether there is a significant relationship between parenting styles and the incidence of temper tantrums in toddlers in the working area of the Puskesmas Kecamatan Damau. The research method used is descriptive correlation with cross sectional research approach. The sampling technique used is total sampling with a sample size of 81 respondents. Analysis of data using the ANOVA statistical test. The results showed a description of democratic parenting as many as 51.9% (42 respondents), authoritarian parenting 33.3% (27 respondents), and permissive parenting 14.8% (12 respondents). Then for the incidence of temper tantrums for toddlers, there were moderate tantrums 38.3% (31 respondents), low temper tantrums 34.6% (28 respondents), and high temper tantrums 27.2% (22 respondents). There is a significant relationship between parenting styles and the incidence of temper tantrums in toddlers in the working area of the Puskesmas Kecamatan Damau with p-value= 0.000 <0.05. The conclusion is that most parents apply democratic parenting styles and most toddlers experience moderate temper tantrums, there is a significant relationship between parenting styles and the incidence of temper tantrums. Recommendations for future researchers to be able to carry out more specific research by adding parental education, environmental, and socio-economic factors to the incidence of temper tantrums. Keywords: Parenting, Temper tantrum, Toddler Abstrak Temper tantrum merupakan perilaku marah pada anak-anak yang diekspresikan dengan berteriak, menangis, menendang, memukul, berguling-guling atau menjatuhkan tubuhnya ke lantai, bahkan menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain. Perilaku ini dapat diatasi bila orang tua mampu menerapkan pola asuh yang baik kepada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia toddler di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Damau. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah sampel 81 responden. Analisa data menggunakan uji statistik ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pola asuh demokratis sebanyak 51,9% (42 responden), pola asuh otoriter 33,3% (27 responden), dan pola asuh permisif 14,8% (12 responden). Kemudian untuk kejadian temper tantrum anak usia toddler terdapat temper tantrum sedang 38,3% (31 responden), temper tantrum rendah 34,6% (28 responden), dan temper tantrum tinggi 27,2% (22 responden). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum pada anak usia toddler di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Damau dengan nilai p=0,000 < 0,05. Kesimpulan didapati sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak usia toddler mengalami temper tantrum sedang, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian temper tantrum. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih spesifik lagi dengan menambahkan faktor pendidikan orang tua, lingkungan, dan sosial-ekonomi terhadap kejadian temper tantrum. Kata Kunci: Pola asuh, Temper tantrum, Toddler
Kajian Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menyusun Tugas Akhir Berdasarkan Visual Analogue Scales Rusmita Sitorus; Idauli Simbolon
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1028

Abstract

Based on preliminary research, students who are preparing research or final assignments experience many obstacles that cause anxiety. Anxiety is a condition that causes a person to feel uneasy, uncomfortable, afraid, worried, and uneasy about everything, which is followed by various physical symptoms. This research aims to determine the level of student anxiety in preparing their final assignment using quantitative descriptive methods by collecting data using a questionnaire that uses a visual analog scale (VAS). The results of this research showed that the anxiety scale of students who were completing their final assignments was in the heavy category. The tension scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. The fear of failure scale of students who are completing their final assignment is in the severe category. The sleep pattern scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The concentration scale of students who are completing their final assignments is in the medium category. The depression scale of students who are completing their final assignment is in the medium category. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression between men and women. There were differences in the scales of anxiety, tension, fear of failure, sleep patterns, concentration, and depression based on the type of final project (KTI, Thesis, and KIA). It is recommended to investigate further the factors that cause female students to be more anxious, more tense, more depressed and have sleep disorders than male students. Likewise, there are factors that cause male students to have more difficulty concentrating and are more afraid of failure than female students. Keywords: Anxiety, Final Assignments, Visual Analog Scale Abstrak Berdasarkan studi pendahuluan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun penelitian ataupun tugas akhir banyak mengalami kendala yang menyebabkan kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan dimana mengakibatkan seseorang merasa tidak tenang, tidak nyaman, rasa takut, khawatir, dan tidak tentram dalam segala hal sehingga diikuti berbagai gejala fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa dalam menyusun tugas akhir dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menggunakan visual analog scale (VAS). Hasil penelitian ini didapat bahwa skala cemas mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala tegang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala takut gagal mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori berat. Skala pola tidur mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala konsentrasi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Skala depresi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berada dalam kategori sedang. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi antara laki-laki dan perempuan. Ditemukan perbedaan skala cemas, tegang, takut gagal, pola tidur, konsentrasi, dan depresi berdasarkan jenis tugas akhir (KTI, Skripsi, dan KIA). Disarankan untuk diteliti lebih lanjut faktor-faktor yang menyebabkan mengapa perempuan lebih cemas, lebih tegang, lebih depresi dan terganggu tidur dibanding laki-laki. Begitu juga dengan faktor-faktor yang menyebabkan laki-laki lebih sulit berkonsentrasi dan lebih takut gagal dibanding perempuan. Kata Kunci: Kecemasan, Tugas akhir, Visual Analogue Scales
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif Jilly Toar; Gilbert Sumendap
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.941

Abstract

Hypertension is still a major health problem in Indonesia because it is a common cause of increased mortality and morbidity in the community due to uncontrolled hypertension. One of the causes of uncontrolled blood pressure is the lack of knowledge and awareness of hypertension sufferers. This study aims to determine whether there is a relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication in people with hypertension of productive age in the work area of ​​the Rurukan Health Center. This type of research is a quantitative research with a correlational descriptive design with a cross-sectional approach. The sampling technique was random sampling with a total of 80 people. Data analysis using Chi Square. Results: There is no significant relationship between the level of knowledge and medication adherence with a p-value of 0.757 > 0.05. Conclusion: The level of patient knowledge has no relationship with medication adherence in hypertension sufferers. Suggestions for further research are to look at other variables such us economic factors and family support which are related to the level of medication adherence. Keywords: Hypertension, Knowledge, Medication Adherence. Abstrak Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia karena merupakan penyebab umum terjadinya peningkatan angka mortalitas dan morbiditas pada masyarakat akibat dari tidak terkontrolnya hipertensi. Salah satu penyebab tekanan darah yang tidak terkontrol adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi usia produktif di wilayah kejra puskesmas rurukan. Jenis Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling dengan jumlah 80 orang. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dengan nilai p-value 0,757 > 0,05. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pasien tidak memiliki hubungan dalam kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Saran untuk penelitian lanjutan agar melihat variabel lain seperti faktor ekonomi dan dukungan keluarga yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Pengetahuan
Kecerdasan Emosional Perawat dan Hubungannya dengan Kelengkapan Pengisian Asesmen Awal Pasien Tonce Limbong; Netty Nursanty; Lusianawaty Lusianawaty; Sherly Wagiu; Dessy Aritonang; Nerista Barus; Eva Malinti; Jeanny Situmorang; Rodina Sinaga; Yanti Sagala
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.1012

Abstract

The emotional intelligence of nurses and their relationship with the completeness of filling out the patient's initial assessment, has been investigated and analyzed. The results and discussion are described in this paper. The emotional intelligence of nurses was measured using an emotional intelligence measurement instrument developed by Goleman, while the completeness of filling out the patient's initial assessment was measured using the patient's initial assessment instrument. A total of 50 nurses were used as participants. From the results of the analysis carried out on the data obtained, it was found that the emotional intelligence of nurses had a significant and strong relationship with the completeness of filling out the patient's initial assessment. The relationship is positive with a correlation coefficient of r = 0.896 (p = 0.01). Nurses as participants in this study have emotional intelligence with the strongest elements which are: (1) self-motivation, (2) emotional awareness, (3) empathy, (4) social relationships, and lastly (5) emotional control. Among this five elements, the greatest contributor to the formation is emotional awareness, followed by the element of empathy. The least contributors are the element of emotional control and the element of social relations. This is due to the fact that nurses have low emotional control and social relationships. Keywords: Emotional intelligence; Nurses; Completeness of filling; Initial assessment; Patient Abstrak Kecerdasan emosional perawat dan hubungannya dengan kelengkapan pengisian asesmen awal pasien, telah diselidiki dan dianalisis. Hasil dan pembahasannya diuraikan dalam makalah ini. Kecerdasan emosional perawat diukur menggunakan instrumen pengukuran kecerdasan emosional yang dikembangkan oleh Goleman, sedangkan kelengkapan pengisian asesmen awal pasien diukur menggunakan instrumen asesmen awal pasien. Sebanyak 50 perawat digunakan sebagai peserta. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap data yang diperoleh diperoleh bahwa kecerdasan emosional perawat mempunyai hubungan yang signifikan dan kuat dengan kelengkapan pengisian asesmen awal pasien. Hubungannya positif dengan koefisien korelasi r = 0,896 (p = 0,01). Perawat sebagai partisipan dalam penelitian ini memiliki kecerdasan emosional dengan unsur yang paling kuat yaitu: (1) motivasi diri, (2) kesadaran emosional, (3) empati, (4) hubungan sosial, dan terakhir (5) kontrol emosi. Diantara kelima unsur tersebut, yang paling besar penyumbang pembentukannya adalah kesadaran emosional, disusul unsur empati. Yang paling sedikit menyumbang adalah unsur pengendalian emosi dan unsur hubungan sosial. Hal ini disebabkan karena perawat mempunyai kontrol emosi dan hubungan sosial yang rendah. Kata Kunci: Kecerdasan emosional; Perawat; Kelengkapan pengisian; Penilaian awal; Pasien
Insomnia dan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Fricilia Maindoka; Griffin Mark Owen Anderson; Arlien Jeannete Manoppo
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.983

Abstract

Insomnia is one of the many sleep disorders that can affect learning concentration so it can interfere with the learning process. The purpose of this study was to determine the relationship between insomnia and learning concentration in college students. The research method used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach conducted on 266 students through a purposive sampling technique. The statistical test results of this study stated that 168 respondents (63.2%) experienced short-term insomnia, 218 respondents (82%) had high learning concentration, and there was a significant relationship (p=0.021) between insomnia and student learning concentration. Students need to organize their rest and activity time as well as possible so that learning concentration can be maintained. Keywords: insomnia, learning concentration. Abstrak Insomnia adalah salah satu dari sekian gangguan tidur yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan insomnia dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 266 mahasiswa melalui teknik purposive sampling. Hasil uji statistik dari penelitian ini menyatakan bahwa 168 responden (63,2%) mengalami insomnia jangka pendek, 218 responden (82%) memiliki konsentrasi belajar tinggi, serta terdapat hubungan yang signifikan (p=0,021) antara insomnia dan konsentrasi belajar mahasiswa. Mahasiswa perlu mengatur waktu istirahat dan aktivitas sebaik mungkin supaya konsentrasi belajar bisa dipertahankan. Kata Kunci: insomnia, konsentrasi belajar.
Anxiety Experiences Among Pregnant Women During COVID-19 Pandemic Metty Wuisang; Angelia Friska Tendean; Cherol Nelson Ering
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.942

Abstract

Pregnant women are a group at risk of contracting COVID-19. This condition makes pregnant women often feel anxious about the possibility of exposure to COVID-19 infection. Anxiety that cannot be overcome will have a negative impact on the pregnant woman herself, such as preeclampsia and even miscarriage and the fetus, such as premature birth and low birth weight. This study aims to explore the anxiety experiences of pregnant women during the COVID-19 pandemic. This research was conducted in the North Minahasa area using a qualitative method with a phenomenological approach. Informants in this study amounted to 11 people. Methods of data collection using semi-structured video and face-to-face interviews. Anxiety experienced 4 themes that emerged, namely: 1) Anxiety about contracting, 2) Anxiety about other people's health, 3) Anxiety about doing antenatal care, and 4) Anxiety about childbirth. Health workers need to overcome anxiety in pregnant women so that negative impacts on pregnant women and the fetus can be avoided. Telehealth can be an alternative option to help pregnant women deal with anxiety during the COVID-19 pandemic. Keywords: Anxiety, COVID-19, Pregnant Women Abstrak Ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tertular COVID-19. Kondisi ini membuat ibu hamil kerap merasa cemas akan kemungkinan terpapar infeksi COVID-19. Kecemasan yang tidak bisa diatasi akan berdampak buruk pada ibu hamil itu sendiri seperti preeklampsia bahkan keguguran dan janin seperti lahir prematur dan berat badan bayi baru lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kecemasan ibu hamil selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan di daerah Minahasa Utara dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang. Metode pengumpulan data menggunakan video semi terstruktur dan wawancara tatap muka. Kecemasan mengalami 4 tema yang muncul yaitu: 1) Kecemasan tertular, 2) Kecemasan terhadap kesehatan orang lain, 3) Kecemasan melakukan antenatal care, dan 4) Kecemasan terhadap persalinan. Tenaga kesehatan perlu mengatasi kecemasan pada ibu hamil sehingga dampak negatif pada ibu hamil maupun janin bisa terhindari. Telehealth dapat menjadi pilihan alternatif untuk membantu ibu hamil mengatasi kecemasan selama masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, Ibu hamil, Kecemasan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian MP-ASI Pada Anak Usia 6-24 Bulan Mutiara Wahyuni Manoppo
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.945

Abstract

Babies aged >6 months need more vitamins, minerals, protein and carbohydrates which can’t be fulfilled only with breast milk. Complementary food is an addition that can be given to meet the > 6 months needs. There are some factors that influence complementary foods practices. This review is aimed to find what are the factors that influence the provision of complementary feeding. This study used a PRISMA guidelines. This review conducted by using searching databases Google Scholar, scienceDirect, Springer Link, Proquest and Sage Journal from 2019-2023. The exclusion criteria were article review and studies protocol. 11 articles included in this review. The result shows the influencing factors of complementary food practices are educational background, knowledge, sociocultural and economic factors. The most influencing factors is knowledge of mothers. Needs more attention from the stakeholder to help increase mother knowledge about complementary feeding. Keywords: Baby, Complementary feeding, Influencing Factors Abstrak Bayi berusia > 6 bulan membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat yang tidak dapat dipenuhi lagi hanya dengan Air Susu Ibu (ASI). Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah tambahan yang bisa diberikan untuk memenuhi kebutuhan bayi > 6 bulan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan review ini untuk mengetahui apa yang menjadi faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database google scholar, scienceDirect, Springer Link, Proquest dan Sage Journal dari tahun 2019-2023. Kriteria inklusi pada review ini adalah artikel review dan studi protokol. 11 artikel termasuk dalam review ini. Hasil menunjukkan Faktor yang dapat mempengaruhi ibu dalam pemberian MP-ASI yaitu pendidikan, pengetahuan, sosial budaya dan ekonomi. Faktor paling dominan ialah pengetahuan. Dibutuhkan perhatian yang lebih dari pihak terkait untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai MP-ASI. Kata Kunci: Balita, Faktor pendukung, Makanan Pendamping ASI.
Hubungan Stres Akademik dengan Keluhan Migrain pada Mahasiswa Jennifer Telly Rumuat; Andreas Rantepadang
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.943

Abstract

Migraine is a neurological disease with moderate to severe pain intensity. Migraine complaints can be triggered by several trigger factors, one of which is stress. Academic stress is pressure from a subjective perspective on academic conditions. The purpose of this study was to determine the relationship between academic stress and migraine complaints of students. The design used in this research is a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sample in this study amounted to 45 students with a sampling technique that is purposive sampling. The result showed that 25 students (55,6%) felt severe stress and 20 (44,4%) students felt moderate stress, 35 students (77,8%) did not feel migraine complaints and 10 students (22,2%) felt migraine complaints, and there was a significant relationship between academic stress and migraine complaints with p-value =0,047. The value of r = -0,297 which means the correlation between the two variables is weak and has a negative direction. Recommendations for nursing students can maintain activities that can reduce migraine complaints such as not consuming foods containing glutamate or tyramine, For future researchers, it is advisable to research different variables and add more samples. Keyword: Academic Stress, Migraine Complaints Abstrak Migrain adalah penyakit neurologis dengan intensitas nyeri sedang hingga berat. Keluhan migrain dipicu oleh beberapa faktor pencetus, salah satunya stres. Stres akademik merupakan tekanan dari perspektif secara subjektif terhadap kondisi akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan keluhan migrain pada mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 mahasiswa dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian didapati ada 25 mahasiswa (55,6%) merasakan stres berat dan 20 (44,4%) mahasiswa merasakan stres sedang, 35 (77,8%) mahasiswa tidak merasakan keluhan migrain dan 10 mahasiswa (22,2%) merasakan keluhan migrain, serta terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan keluhan migrain dengan nilai p-value =0,047. Nilai r =-0,297 yang berarti korelasi hubungan kedua variabel lemah dan memiliki arah negatif. Rekomendasi bagi mahasiswa keperawatan dapat mempertahankan kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi keluhan migrain seperti tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung glutamate atau tyramine. Bagi peneliti selanjutya, diharapkan dapat meneliti tentang variabel yang berbeda dan menambahkan jumlah sampel lebih banyak. Kata kunci : Keluhan Migrain, Stres Akademik

Page 1 of 2 | Total Record : 14