cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM" : 7 Documents clear
Afiksasi Dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda (Studi Kontrastif) Muhamad Romli, S.S.; M. Wildan, S.S., M.A
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.011 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tentang persamaan dan perbedaan afikasasi yang terdapat pada bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Penelitian ini untuk mencari persamaan dan perbedaan afiksasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, penelitian ini mendeskrifsikan jenis-jenis afiks pada bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, persamaan dan perbedaan dalam afiksasi bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Dalam penelitian ini penulis menemukan persamaan jenis afiks yang terdapat dalam afiksasi bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, yaitu terdapat dalam prefiks meN- dan rarangkén hareup ñ-, prefiks meN- dan rarangkén hareup ŋ-, prefiks di- dan rarangkén hareup di-, prefiks se- dan rarangkén hareup sa-, prefiks ke- dan rarangkén hareup ka-, prefiks ter- dan rarangkén hareup ti-, sufiks –kan dan rarangkén tukang –keun, sufiks –an dan rarangkén tukang –an, konfiks di--kan dan rarangkén barung di—keun, infiks –el-, -em-, -er- dan rarangkén tukang –ar-, -um-, -in-, sertasufiks –i dan rarangkén tukang -an Selain itu, terdapat juga perbedaannya terletak pada prefiks ber-, perfiks per-, rarangkén hareup si-. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat enam prefiks, dua sufiks, dan satu konfiks yang sama dalam afiksasi bahasa Indonesia dan bahasa Sunda.Kata Kunci: Afiksasi, Prefiks, Infiks, Sufiks, Konfiks, Kontrastif 
Politisasi dalam Ragam Bahasa Komik Mice Cartoon (Analisis Semiotika Rolland Barthes) Misbah Priagung Nursalim, S.S.
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.896 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Melalui komik, kartunis mengekspresikan perasaannya baik yang berupa pandangannya mengenai kehidupan di sekitar, sindirannya terhadap pemerintah, dsb.Analisis Semiotik Rolland Barthes membantu penulis dalam menganalisa aspek politik dalam komik. Komik merupakan salah satu cara yang biasa digunakan untukmenyalurkan aspirasinya terhadap pemerintah. Kartunis menyelipkan pesan-pesan yang berhubungan dengan politik melalui bahasa dalam karyanya dengan sedemikian rupa.Ada yang perlu penafsiran mendalam untuk mengetahui maksudnya seperti dalam episode “Saya Ulangi Lagi”.Ada yang terang-terangan seperti episode “Nurdin Halid”. Penafsiran itu tidak akan berhasil tanpa mengetahui relasi/ground/latar belakang terjadinya komik tersebut terlebih dahulu. Itulah fungsinya relasi dalam memaknai sebuah tanda menggunakan pendekatan Semiotika Rolland Barthes.
ANALISIS KONTRASTIF BENTUK VERBA BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN KALA DAN JUMLAH DALAM BERITA BBC DWI BAHASA (KAJIAN LINGUISTIK KONTRASTIF DAN PENERJEMAHAN) Tri Pujiati, S.S., M.M., M.Hum.
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.978 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

The research entitled “Contrastive Analysis of English and Indonesian Verb Based on Tenses and Numbers on BBC Bilingual (Study of Contrastive Linguistics and Translation). This research to contrast the verb form of English language and Indonesian language based on contrastive analysis. The researcer limits the study only on verb form based on tense, number, and also the equivalence of translation. This research using descriptive comparative. Data got from BBC Indonesia on October 2014.The result shows that verb in Indonesian language based on past tenses using ‘sudah/telah’ before verb. In English language there are suffixes on the verb by using –ed or have/has/had before verb 3. The form of verb based on present tense, Indonesian language uses ‘sedang’ before verb while English language uses suffixes -ing. Based on future tense, Indonesian language uses ‘akan’ while English uses ‘wil’l before verb 1. Based on number, there is no change whether the subject singular or plural in Indonesian language. Both of verb in Indonesian and Ebglish language has the same position in syntactica, it is after subject of the sentence. While it will be different in English language, verb changed based on singular or plural number in different tenses. Based on equivalence, the translator uses formal and dynamic equivalence on verb.  Key Words : Contrastive Analysis, Verb, Tense, Number, andEquivalence of Translation
BAHASA SPIRITUAL: BAHASA LOGIS, BAHASA INTUITIF (TinjauanPsikolinguistikSeorang Da’i) Zamzam Nurhuda, S.S.,MA.Hum
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.672 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Berbicara tentang bahasa, banyak orang yang menganggap bahwa itu adalah sekedar kata-kata yang keluar dari mulut sebagian orang dan didengarkan oleh sebagian yang lainnya. Menurut mereka, bahasa adalah sesuatu yang eksis dalam dunia sosial dengan proses yang alami dan sederhana. Namun jika ditinjau dalam perspektif psikolingusitik, sebenarnya tidak lah demikian. Bahasa itu bukan sekedar kata-kata yang didengarkan (performansi bahasa), tapi juga memiliki bagian yang lainnya yaitu bahasa yang terletak dalam pikiran (kompetensi bahasa). Oleh karena itu, bahasa terdiri dari performansi yang juga disebut external speech atau surface structure dan kompetensi yang juga disebut internal speech atau deep structure. Kedua bagian bahasa tersebut bisa dilihat pada seorang Da’i, di samping bahasa-bahasa spiritualnya yang sering didengarkan tentunya akan sebanding dengan ilmu agama yang dimiliki dan tentu saja tingkat spiritual yang tinggi. Bahasa spiritual seorang Da’i tersebut merupakan produksi dari bahasa logis karena ilmunya dan bahasa intuitif karena kereligiusan hatinya. Kata kunci: Da’i, bahasa spritual, bahasa logis, bahasa intuitif. 
POTRET INDONESIA YANG KELABU DALAM KUMPULAN PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA KARYA TAUFIQ ISMAIL Ahmad Bahtiar, M.Hum.
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.111 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan sejarah Indonesia yang kelam pada masa akhir orde baru yang terangkum dalam kumpulan puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufik Ismail. Puisi-puisi dalam kumpulan ini menampilkan berbagai kebobrokan aklahk bangsa ini menyangkut prilaku korupsi, nepotisme, hedonisme,  dan pelanggaran HAM. Akibat segala macam kekecewaan, akhirnya rakyat yang dipelopori mahasiswa berhasil melengserkan rezim orde baru. Kritik  dalam kumpulan puisi ini disampaikan dengan bahasa yang indah selain penuh dengan humor. Selain persoalan bangsa, persoalan lain dimunculkan seperti olahraga, pelajaran bahasa, kisah para pahlawan, dan ketawakwaan. Hal ini membuktikan keluasan wawasan dan pangandangan penyairnya. Kata Kunci : Indonesia, Puisi, Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Taufiq Ismail
Pemakaian Jargon Pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Sebuah KajianSosiolinguistik) Ulfah Julianti
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.197 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Dinas Perhubungan sebagai pelopor keselamatan lalu lintas yang bertugas mengendalikan arus kendaraan serta memberikan kenyamanan bagi para pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data jargon yang terdapat pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, mendeskripsikan bentuk lingual, mendeskripsikan makna jargon ditinjau dari komponen tutur, dan mendeskripsikan alasan pemakaian jargon pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dengan menggunakan metode simak, dengan teknik-teknik: sadap, simak bebas libat cakap, rekam, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian jargon hanya digunakan pada media komunikasi saja dapat melalui HT dan pesan singkat BBM sedangkan pada komunikasi langsung jargon tidak dipakai. Kesimpulan yang dapat saya tarik ialah bahwa pemakaian jargon pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan dilakukan untuk mempersingkat tuturan, memperjelas, menjadikan komunikasi efektif, tidak melebar ke permasalahan lain, dan membedakan dengan masyarakat di luar Dinas Perhubungan.Kata kunci : Sosiolinguistik, Ragam Bahasa, Jargon.
PERBANDINGAN KLITIKA DALAM BAHASA SASAK DENGAN KLITIKA DALAM BAHASA INDONESIA Mh Isnaeni
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 2, No 2 (2015): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.543 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

AbstractThis article intends to describe the clitics used in Sasak along with the morphophonemic process which follows and then compare them to the Indonesian clitics.The data in this article were gathered through interview with some Sasak people as well as from the writer’s insight as a native speaker of Sasak.            There are several pronominal clitics used in Sasak such as –n, -m, -t, -k, -de. The use of these Sasak clitics is followed by  morphophonemic changes such as addition and deletion of phonemes. After being compared to Indonesian clitics, it was found that There were similarities and differences between Sasak clitics and Indonesian clitics Key Words: Clitic, Morpophonemic change.

Page 1 of 1 | Total Record : 7