cover
Contact Name
Wardana
Contact Email
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Phone
+6282188541480
Journal Mail Official
mediaagribisnis@umbuton.ac.id
Editorial Address
Jl. Betoambari 36, Kota Baubau, Propinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota bau bau,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Agribisnis
ISSN : 25278479     EISSN : 26862174     DOI : https://doi.org/10.35326/agribisnis.v3i2
Jurnal Media Agribisnis has a focus to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles related to the agriculture fields. It is open access and peer-reviewed journal, published by Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Buton. The journal is a biannual which is published on May and November. Articles submitted might cover topical issues in Agricultural Feasibility Studies, Agribusiness Management, Agribusiness Strategy Management, Agribusiness Quality Development, Agricultural Development, Agricultural Policy, Agriculture Marketing, Food Security, Regional Development Planning, Agricultural and Environmental Microbiology, Agricultural Socioeconomics, Agroclimatology, and Agronomy.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2024): November" : 17 Documents clear
Pinang (Areca catechu): Suku Moi di Kelurahan Klabinain Distrik Aimas Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya Lawalata, Audrie; Sopamena, Junianita F.; Wenno, Noviar F.
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.5602

Abstract

Pinang merupakan salah satu buah yang secara tradisional dimanfaatkan sehari-hari oleh masyarakat suku moi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan nilai kearifan lokal dari tanaman pinang (Areca catechu) dan nilai ekonomi tanaman pinang (Areca catechu) yang mempengaruhi perekonomian masyarakat Suku Moi di Kelurahan Klabinain. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif kualitatif berupa kata-kata tertulis dan analisis pendapatan dengan penentuan sampel secara purposive samping. Hasil penelitian menunjukan bahwa bagian organ tanaman pinang (Areca catechu) yang dimanfaatkan di Kelurahan Klabinain adalah bagian buah untuk memenuhi kebutuhan. Nilai kearifan lokal yang masih melekat dan tetap terjaga dari tanaman pinang ini sendiri yaitu nilai sosial, ekonomi dan budaya.
Menilai Keberlanjutan Finansial Usaha Tani Ubi Kayu di Pesisir Kelurahan Saragi Pulau Buton Omy, Alfian; Ajo, Antasalam; Purnamasari, Wa Ode Dian
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6285

Abstract

Usaha tani ubi kayu di tingkat petani masih belum mendorong kesejahteraan petani padahal ia sebagai sumber pangan penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usaha tani ubi kayu di Pesisir Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, serta menentukan titik impas (Break Event Point/BEP) dari usaha tersebut. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan melibatkan 30 orang petani sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara yang dilengkapi dengan kuisioner dan studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh bahwa penerimaan petani ubi kayu mencapai Rp 11.104.639 per musim, dengan rata-rata produksi sebesar 2.953 kg. Titik impas (BEP) juga tercatat pada angka yang sama, yaitu Rp 11.104.639 per musim. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, petani disarankan untuk menanam tanaman lain di lahan yang berbeda atau mencari pekerjaan tambahan. Nilai penerimaan dalam satu kali produksi tercatat sebesar Rp 14.766.667, dengan biaya variabel Rp 528.333 dan biaya tetap Rp 399.767, sehingga menghasilkan pendapatan sebesar Rp 13.838.567 per kg dalam satu musim. Penting bagi petani untuk memperhatikan luas lahan, biaya, serta pemilihan bibit yang berkualitas guna meningkatkan produksi. Dukungan pemerintah dalam meningkatkan nilai produksi ubi kayu perlu menjadi perhatian serius, mengingat ketergantungan masyarakat Pesisir Kelurahan Saragi terhadap komoditas ini.
Perilaku Membuang Pangan oleh Rumah Tangga Daerah Sub-Urban Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Naffisa, Annisa; Maswadi, Maswadi; Suharyani, Anita
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6344

Abstract

Produksi sampah makanan yang tinggi ini merupakan tantangan bagi Indonesia berhubung hal tersebut mengancam ketahanan pangan negara. Negara mempunyai kewajiban dalam penyediaan pangan yang cukup bagi masyarakatnya karena pangan sangat penting bagi keberlangsungan hidup. timbulan sampah pada tahun 2022 di 271 kabupaten/kota se-Indonesia dapat mencapai 32,102,373.30 ton. Sebesar 40,3% timbulan sampah didominasi oleh sampah makanan. Timbulan sampah makanan dapat terjadi di berbagai tahapan rantai pasok pangan, mulai dari kegiatan produksi pertanian hingga pasca-panen dan penanganan, pendistribusian, pergudangan, penjualan eceran dan konsumsi akhir. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku membuang pangan di tingkat rumah tangga. Hal ini disebabkan persentase sampah makanan tergolong tinggi dari sampah lainnya sekaligus rumah tangga menjadi penyumbang sampah makanan terbesar. Rumah tangga juga tidak lepas dari rutinitas kegiatan mengkonsumsi makanan yang dilakukan sehari–hari. Objek pada penelitian ini adalah rumah tangga di daerah Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan responden yakin dan sadar perilaku membuang pangan merupakan tindakan yang buruk. Hal tersebut didasari oleh norma pribadi, kesadaran akan konsekuensi dan rasa tanggung jawab responden.
Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Mardika Kecamatan Sirimau Kota Ambon Faizal, Muhammad Alif Rizky; Puttileihalat, Paulus M.; Pattiselanno, August E.
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.5539

Abstract

Riset ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui Persepsi (pandangan) Masyarakat terkait kehadiran Rumah Potong Hewan (RPH). Riset ini diselenggarakan dalam kurun waktu satu bulan mulai  22 Maret hingga 22 April 2024. Riset ini, berlokasi di Mardika Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang merupakan tempat didapatkannya informasi terkait riset. Responden pada riset ini berjumalah 21 orang, yang mana semuanya adalah masyarakat di sekotaran rumah potong hewan. Riset ini berjenis kualitatif deskriptif. Dikarenakan jumlah populasi yang dinilai besar yakni 40 orang, sehingga riset ini melakukan penarikan sampel, dengan memanfaatkan purposive sampling sehingga jumlah sampel yang didapat berjumlah 21 responden. Analisa data yang dipakai berupa statistik deskriptif menerapkan skala likert yang mana skala pengukurannya terdiri dari sangat menganggu (3), cukup menganggu (2), tidak menganggu (1), terkait melakukan pengukuran variabel persepsi masyarakat mengenai kehadiran RPH digunakanlah sub variabel bau, limbah, pencemaran air serta manfaat masyarakat. Luaran riset memperlihatkan bahwasanya pandangan masyarakat mengenai kehadiran RPH di Mardika Kecamatan Sirimau Kota Ambon yaitu dari variabel Bau berkategori cukup menimbulkan gangguan, Variabel limbah cukup menimbulkan gangguan, Variabel Pencemaran air cukup menimbulkan gangguan, serta manfaat masyarakat masuk kategori cukup bermanfaat. Berarti terdapat masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan RPH yang berlokasi di sekitaran pemukiman dikarenakan limbah dari RPH diarahkan mengalir ke sungai serta beberapa ditemukan menumpuk disekitaran RPH oleh karenanya menyebabkan timbulnya bau dan menyebabkan pencemaran air serta lingkung, namun masyarakat mampu memaklumi kehadiran rumah potong hewan ini dikarenakan hanya RPH ini saja yang dimiliki Kota Ambon miliki yang mampu memenuhi permintaan daging.
Pertumbuhan dan Produksi Ubi Jalar ( Ipomoea Batatas L.) Varietas Lokal Soppeng di Ketinggian Bedengan Idrus, Muhammad Irsan; AR, Trisnawaty; Muhanniah, Muhanniah; Mansur, Mansur
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.5820

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki nilai gizi tinggi dan merupakan sumber karbohidrat. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi ubi jalar adalah sumber benih dan tinggi bedengan tempat penanaman. Tinggi bedengan merupakan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi ubi jalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tinggi bedengan terhadap pertumbuhan dan produksi ubi jalar varietas lokal Soppeng (Ipomoea batatas L.). Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan di Kebun Percobaan “Badan Standardisasi Alat Pertanian (BSIP) Aneka Umbi”, Jl. Poros Malino, Kecamatan Bili-bili, Kecamatan. Bontomarannu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Pada bulan Desember 2023 - Mei 2024. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan tinggi bedengan (t) yang terdiri dari 3 taraf yaitu tinggi 20 cm (t1), 25 cm (t2), dan 30 cm (t3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 9 satuan pengamatan. Variabel yang diamati meliputi panjang sulur (cm), jumlah daun (helai), umur berbunga (HST), jumlah umbi (buah), berat umbi (g), dan produksi per bedengan (g). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Perlakuan tinggi bedengan 30 cm memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter pengamatan berat bedengan.
Serangan Hama Penggerek Batang Cengkeh (Hexamitodera Semivelutina Heii) di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidrap Anjas, Anjas; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Hasanuddin, Fenny
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.6000

Abstract

Cengkeh, juga dikenal sebagai Syzygium aromaticum, adalah tanaman rempah-rempah yang telah digunakan selama berabad-abad. Tanaman cengkeh ini termasuk dalam famili Myrtaceae dan merupakan tanaman perkebunan tropis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intensitas serangan hama penggerek batang cengkeh di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidrap, serta metode untuk mengendalikannya. Metode penelitian adalah survei. Populasi penelitian ini yaitu tanaman cengkeh di desa leppangeng pada 4 dusun yaitu dusun rantesiwa, lengke, lumpingan dan wala-wala. Setiap dusun terdiri dari 2 kebun sampel dan setiap kebun sampel terdiri dari 50 pohon sub sampel, sehingga unit perpercobaan yaitu 400 pohon cengkeh dari 8 lokasi. Pengamatan dilakukan dengan menghitung berapa banyak pohon yang terserang dan berapa banyak lubang gerekan yang tidak aktif dan aktif. Jumlah pohon yang terserang dan lubang gerekan yang tidak aktif dihitung pada awal pengamatan, dan kemudian dihitung setiap dua minggu sekali selama dua bulan. Penelitian tentang Serangan Hama Penggerek Batang Cengkeh (Hexamitodera Semivelutina Heii) Di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidrap, mencapai kesimpulan sebagai berikut:1.Intensitas serangan hama penggerek batang cengkeh (H. Semivelutina) Desa Leppangeng yaitu 25,75% dengan kategori rendah. 2.Pengendalian penggerek batang yang dilakukan oleh petani yaitu 100% kimia sintetik dengan berbahan aktif klorpirifos 459 g/l +sipermetrin 45,9 g/l.
Teknologi, Pendanaan dan Manfaat Limbah Ternak Menjadi Biogas di KPSP Setia Kawan, Pasuruan Ariyanto, Yudi
Media Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i2.7206

Abstract

Dengan kebutuhan energi fosil yang meningkat dan ketersediaan yang semakin terbatas maka pada saat ini di butuhkan sumber energi alternatif yang terbarukan seperti biogas. Biogas berasal dari limbah organik, yaitu limbah ternak, pertanian, atau limbah sampah organik dari dapur rumah tangga dan lain lain. Biogas adalah hasil dari pengolahan limbah organik secara hampa udara atau proses fermentasi di dalam suatu reaktor biogas. KPSP Setia Kawan adalah koperasi peternakan sapi perah di Nongkojajar, Pasuruan telah berhasil mengolah limbah kotoran ternak sapi perahnya menjadi biogas. Penelitian ini menginformasikan secara singkat teknologi pengolahan limbah ternak sapi, potensi manfaat, prospek dan tantangan menjadi biogas di KPSP Setia Kawan Nongkojajar, Pasuruan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17