cover
Contact Name
Julaili Irni
Contact Email
agriprimatech@gmail.com
Phone
+6282276709657
Journal Mail Official
agriprimatech@gmail.com
Editorial Address
Kampus III, Fakultas Agro Teknologi Prodi Agribisnis Universitas Prima Indonesia Jl. Danau Singkarak Gg. Madrasah, Kel. Sei Agul Medan Barat
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agriprimatech
ISSN : -     EISSN : 26216566     DOI : 10.34012
Agriprimatech merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan publikasi pada bidang pertanian dan manajemen penjualan pasca panen yang dapat menjadi sumber bacaan berstandar nasional. Jurnal ini berupa hasil penilitian secara kualitatif maupun kuantitatif yang terfokus pada bidang sosial dan budaya masyarakat pertanian, manajemen pemasaran, manajemen hasil pertanian, evaluasi pertanian secara berkelanjutan. Agriprimatech terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech" : 12 Documents clear
MEASUREMENT OF WILLINGNESS TO PAY LEVEL OF ORGANIC RICE CONSUMERS IN BANDAR LAMPUNG CITY Rini Desfaryani; Humaidi, Edy; Anggraini, Nuni
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v6i2.3533

Abstract

Consuming healthy food has become a trend in the community, but healthy products tend to have high prices, while information on consumers' willingness to pay or the maximum price that consumers can afford is not yet available. This study aims to analyze the value of consumers' willingness to pay for organic rice. Analysis of the data used is descriptive analysis, and Contingent Valuation Method (CVM). The study was carried out in Bandar Lampung for six months, namely April - September 2022 and the sampling method used non-probability sampling, namely accidental sampling. The number of respondents in this study was 30. The results showed that consumers were willing to pay at a price 6% greater than the average price. The average organic rice is 26,670. Keywords: Willingness to pay, organic rice, Contingent Valuation Method
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT DESA LUBUK JAWI KECAMATAN BALAI JAYA KABUPATEN ROKAN HILIR TERHADAP KEBERADAAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN V KEBUN TANAH PUTIH Nadeak, Tonny Hendra hendra; Siregar, Nuraini
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap perusahaaan perkebunan kelapa sawit dan untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan untuk mengetahui bagaimana kondisi ekonomi masyarakat dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, di Desa Lubuk Jawi. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Lubuk Jawi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (simple random sampling). Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diambil langsung dengan menggunakan kuisioner dan data sekunder yang berasal dari jurnal dan peneliti sebelumnya. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat, dan teknik analisis persepsi di lakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan pengukuran skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari persepsi masyarakat, keberadaan perusahaan perkebunan PTPN V memberikan dampak positif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat
Analisis Strategi Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Provinsi Sumatera Utara Abdina, Muhammad Fadly; Sembiring, Sarim
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan luas lahan sawah di sumatera Utara sejak tahun 2006 sampai tahun 2012 secara keseluruhan mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 luas lahan sawah di Sumatera Utara sekitar 236826,96 hektar atau sekitar 3,34 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara menjadi sekitar 284906,3 hektar atau 4,02 % pada tahun 2009. Setelah itu tidak mengalami perubahan luas lahan hingga tahun 2012. Alih fungsi lahan sawah umumnya dimulai sejak tahun 1996-2009 sebagaimana dilihat pada Tabel 1. Alih fungsi lahan terbanyak untuk tanaman pertanian kering sebanyak 35 %, untuk tanaman sawit 30 % ,untuk bangunan 15 %, kebun kakao 7,5 %, untuk pembuatan batu bata 5 %, untuk tanaman gaharu dan rambutan 5 %, serta untuk kolam ikan 2,5 %. Strategi Memanfaatkan Peluang dengan Kekuatan (SO) diantaranya : Perluasan areal tanam dan areal panen dengan cara mempertahankan lahan sesuai dengan perda alih fungsi lahan yang memberi peluang untuk tanaman padi, Peningkatan produkstivitas dengan penggunaan benih bermutu dan varietas yang sesuai dengan teknologi budidaya yang efektif dan efisien, dan Keterlibatan pemerintah untuk memberikan bantuan dengan mempertimbangkan ketepatan waktu dan kebutuhan yang specifik dengan lokasi yang menjadi sasaran pengembangan Strategi Memanfaatkan Peluang dengan Kelemahan (WO) diantaranya : Meningkatkan pengetahuan petani, Pemberian kredit petani, Kemitraan dengan pengelola dan pemasaran padi, dan Pembentukan lembaga petani yang efektif. Strategi Menghadapi Ancaman dengan Kekuatan (ST) diantaranya : Penyediaan Saprodi yang mudah dan murah didapatkan, Peningkatan sistem Mekanisasi, Jaminan harga dari pemerintah, Kebijakan Ketahanan pangan, dan Penyediaan teknologi.Kebijakan Mensiasati Ancaman dengan Kelemahan (WT) diantaranya : Pemberian bantuan saprodi dan mekanisasi, Peningkatan produksi pupuk, dan Perbaikan sarana dan prasarana.
Produktivitas Crude Palm Oil (CPO) Pada Perkebunan Kelapa Sawit Junaidi, Koko
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar dan luas lahan sawit yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan yang terluas di dunia. Namun dibandingkan dengan luas lahan yang ada, produktivitas yang dihasilkan masih tergolong rendah. Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2011 dapat dilihat bahwa produktivitas per Ha TBS Tahun 2010 adalah 19.844.901 ton / 7.824.623 ha sebesar 2,54 ton / ha / tahun. Hasil tahun 2011 tersebut jauh dari rekomendasi PPKS 25,93 ton / ha / tahun. Tingkat produktivitas tanaman kelapa sawit Indonesia bervariasi menurut jenis kepemilikan. Menurut Departemen Pertanian, pada umumnya tingkat produktivitas perkebunan rakyat (PR) paling rendah dibandingkan perkebunan negara (PBN) dan perkebunan swasta (PBS). Diperkirakan produktivitas perkebunan rakyat hanya mencapai rata-rata 2,5 ton CPO per hektar dan 0,33 ton minyak inti sawit (PKO) hal ini disebabkan kurangnya perawatan perkebunan tersebut. Sementara itu, perkebunan negara memiliki produktivitas tertinggi yang mampu menghasilkan rata-rata sekitar 4,82 ton CPO per hektar dan 0,91 ton PKO per hektar. Sedangkan untuk perkebunan swasta rata-rata menghasilkan 3,48 ton CPO per hektar dan 0,57 ton PKO per hektar.
Management Pengelolaan Dampak Lingkungan Kegiatan Pabrik Es dan Cold Storage Di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat Pakpahan, Eka Lolita Eliyanti; Pakpahan, Enni Halimatussadiyah
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Management Pengelolaan dampak Pabrik Es dan Cold Storage terhadap kesehatan masyarakat perlu dilakukan untuk memastikan bahwa operasi pabrik tidak membahayakan kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di sekitar sungai dan tanah di rencana lokasi pabrik es dan cold storage Pesisir Selatan dan mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia dan membuat kajian Management Pengelolaan Dampak Lingkungan Kegiatan Pabrik Es dan Cold Storage. Data dikumpulkan dari pengukuran 12 parameter kualitas air di sungai dan 9 parameter kualitas air tanah di lokasi rencana pabrik es dan cold storage. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa semua parameter kualitas air di sungai dan tanah masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh peraturan yang berlaku. Namun, perlu diingat bahwa pabrik es dan cold storage dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat melalui limbah udara, limbah cair, dan limbah padat yang dihasilkan selama proses produksi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian secara ketat terhadap limbah yang dihasilkan oleh pabrik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam memastikan bahwa pabrik es dan cold storage beroperasi dengan mematuhi standar kualitas lingkungan yang berlaku dan meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA TUALANG KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BERDAGAI Depari, Nelfita Rizka S
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu usahatani melibatkan studi tentang cara mengelola dan mengoordinasikan faktor-faktor produksi seperti lahan dan lingkungan sekitarnya sebagai modal untuk mencapai hasil yang optimal. Analisis kelayakan usahatani adalah suatu evaluasi untuk memeriksa dan menganalisis apakah suatu usaha layak atau tidak, dengan mempertimbangkan beberapa parameter mengenai apakah keuntungan yang diperoleh dapat menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, baik itu biaya langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha tani padi sawah di desa Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Berdagai Provinsi Sumatera Utara. Dalam penelitian ini, digunakan metode pengambilan sampel, wawancara, dan kuesioner sebagai metode pengumpulan data. Data diperoleh dari pihak atau instansi yang berwenang dalam mengumpulkan data yang terkait dengan objek penelitian. Adapun populasi sampel pada petani ini adalah sebanyak 20 orang petani padi sawah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan deskriptif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, total penerimaan (TR) diperoleh sebesar Rp 16.274.430 dan nilai total biaya (TC) Rp 8.614.585, pendapatan bersih yang diterima oleh petani sebesar Rp 7.659.845 per Ha. BEP produksi (unit) sebesar 95,72 kg per Ha, artinya usahatani ini layak dikembangkan mengingat produksi riil (unit) > BEP produksi (unit), yaitu 3.798 kg > 95,72 kg. BEP penerimaan (rupiah) sebesar Rp. per Ha, artinya usahatani ini layak dikembangkan mengingat penerimaan riil > BEP (Rupiah), yaitu > . BEP harga jual sebesar Rp. 2.268/kg, artinya usahatani ini layak dikembangkan mengingat harga jual riil > BEP (Rupiah), yaitu Rp 4.285/kg > Rp 2. 268/kg. Nilai dari Revenue Cost Ratio (R/CRatio) didapatkan hasil sebesar 1,88 yang berarti sesuai dengan kriteria R/C > 1, maka usaha Usaha tani padi sawah yang ada di desa Tualang ini layak untuk dijalankan/diusahakan karena penerimaan yang diterima lebih besar dari pada total biaya yang dikeluarkan oleh petani padi sawah yang ada di desa Tualang.
MEASUREMENT OF WILLINGNESS TO PAY LEVEL OF ORGANIC RICE CONSUMERS IN BANDAR LAMPUNG CITY Desfaryani, Rini; Humaidi, Edy; Anggraini, Nuni
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v6i2.3533

Abstract

Consuming healthy food has become a trend in the community, but healthy products tend to have high prices, while information on consumers' willingness to pay or the maximum price that consumers can afford is not yet available. This study aims to analyze the value of consumers' willingness to pay for organic rice. Analysis of the data used is descriptive analysis, and Contingent Valuation Method (CVM). The study was carried out in Bandar Lampung for six months, namely April - September 2022 and the sampling method used non-probability sampling, namely accidental sampling. The number of respondents in this study was 30. The results showed that consumers were willing to pay at a price 6% greater than the average price. The average organic rice is 26,670. Keywords: Willingness to pay, organic rice, Contingent Valuation Method
ANALISIS PERSEPSI MASYARAKAT DESA LUBUK JAWI KECAMATAN BALAI JAYA KABUPATEN ROKAN HILIR TERHADAP KEBERADAAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PTPN V KEBUN TANAH PUTIH Nadeak, Tonny Hendra hendra; Siregar, Nuraini
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v6i1.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap perusahaaan perkebunan kelapa sawit dan untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan untuk mengetahui bagaimana kondisi ekonomi masyarakat dengan adanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, di Desa Lubuk Jawi. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Lubuk Jawi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (simple random sampling). Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang diambil langsung dengan menggunakan kuisioner dan data sekunder yang berasal dari jurnal dan peneliti sebelumnya. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat, dan teknik analisis persepsi di lakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dengan pengukuran skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari persepsi masyarakat, keberadaan perusahaan perkebunan PTPN V memberikan dampak positif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat
Analisis Strategi Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Provinsi Sumatera Utara Abdina, Muhammad Fadly; Sembiring, Sarim
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v6i1.3543

Abstract

Perubahan luas lahan sawah di sumatera Utara sejak tahun 2006 sampai tahun 2012 secara keseluruhan mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 luas lahan sawah di Sumatera Utara sekitar 236826,96 hektar atau sekitar 3,34 % dari luas wilayah Provinsi Sumatera Utara menjadi sekitar 284906,3 hektar atau 4,02 % pada tahun 2009. Setelah itu tidak mengalami perubahan luas lahan hingga tahun 2012. Alih fungsi lahan sawah umumnya dimulai sejak tahun 1996-2009 sebagaimana dilihat pada Tabel 1. Alih fungsi lahan terbanyak untuk tanaman pertanian kering sebanyak 35 %, untuk tanaman sawit 30 % ,untuk bangunan 15 %, kebun kakao 7,5 %, untuk pembuatan batu bata 5 %, untuk tanaman gaharu dan rambutan 5 %, serta untuk kolam ikan 2,5 %. Strategi Memanfaatkan Peluang dengan Kekuatan (SO) diantaranya : Perluasan areal tanam dan areal panen dengan cara mempertahankan lahan sesuai dengan perda alih fungsi lahan yang memberi peluang untuk tanaman padi, Peningkatan produkstivitas dengan penggunaan benih bermutu dan varietas yang sesuai dengan teknologi budidaya yang efektif dan efisien, dan Keterlibatan pemerintah untuk memberikan bantuan dengan mempertimbangkan ketepatan waktu dan kebutuhan yang specifik dengan lokasi yang menjadi sasaran pengembangan Strategi Memanfaatkan Peluang dengan Kelemahan (WO) diantaranya : Meningkatkan pengetahuan petani, Pemberian kredit petani, Kemitraan dengan pengelola dan pemasaran padi, dan Pembentukan lembaga petani yang efektif. Strategi Menghadapi Ancaman dengan Kekuatan (ST) diantaranya : Penyediaan Saprodi yang mudah dan murah didapatkan, Peningkatan sistem Mekanisasi, Jaminan harga dari pemerintah, Kebijakan Ketahanan pangan, dan Penyediaan teknologi.Kebijakan Mensiasati Ancaman dengan Kelemahan (WT) diantaranya : Pemberian bantuan saprodi dan mekanisasi, Peningkatan produksi pupuk, dan Perbaikan sarana dan prasarana.
Produktivitas Crude Palm Oil (CPO) Pada Perkebunan Kelapa Sawit Junaidi, Koko
Agriprimatech Vol. 6 No. 1 (2023): Agriprimatech
Publisher : Prodi Agribisnis Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agriprimatech.v6i1.3544

Abstract

Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar dan luas lahan sawit yang dimiliki Indonesia saat ini merupakan yang terluas di dunia. Namun dibandingkan dengan luas lahan yang ada, produktivitas yang dihasilkan masih tergolong rendah. Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan tahun 2011 dapat dilihat bahwa produktivitas per Ha TBS Tahun 2010 adalah 19.844.901 ton / 7.824.623 ha sebesar 2,54 ton / ha / tahun. Hasil tahun 2011 tersebut jauh dari rekomendasi PPKS 25,93 ton / ha / tahun. Tingkat produktivitas tanaman kelapa sawit Indonesia bervariasi menurut jenis kepemilikan. Menurut Departemen Pertanian, pada umumnya tingkat produktivitas perkebunan rakyat (PR) paling rendah dibandingkan perkebunan negara (PBN) dan perkebunan swasta (PBS). Diperkirakan produktivitas perkebunan rakyat hanya mencapai rata-rata 2,5 ton CPO per hektar dan 0,33 ton minyak inti sawit (PKO) hal ini disebabkan kurangnya perawatan perkebunan tersebut. Sementara itu, perkebunan negara memiliki produktivitas tertinggi yang mampu menghasilkan rata-rata sekitar 4,82 ton CPO per hektar dan 0,91 ton PKO per hektar. Sedangkan untuk perkebunan swasta rata-rata menghasilkan 3,48 ton CPO per hektar dan 0,57 ton PKO per hektar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12