Jurnal Chart Datum
Jurnal ilmiah CHART DATUM adalah jurnal yang diasuh oleh Prodi S1 Hidrografi STTAL yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dibidang hidrografi kelautan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dibidang hidrografi. Naskah yang dimuat pada jurnal ini sebagian berasal dari hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kelautan pada aspek hidro-oseanografi yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, akademisi, peneliti maupun pemerhati permasalahan kelautan. Edisi volume 01 No. 04 ini adalah terbitan ketujuh setelah terbit pertama kali tahun 2015 dengan frekuensi terbit dua kali dalam satu tahun.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Chart Datum"
:
12 Documents
clear
Sebaran dan Estimasi Ketebalan Sedimen Permukaan Dasar Laut Berdasarkan Nilai Koefisien Refleksi Sub Bottom Profiler (Studi Kasus Perairan Utara Serang, Banten): Distribution and Estimation of Seabed Surface Sediment Thickness Based on the Reflection Coefficient Value of Sub Bottom Profiler (Case Study of North Serang Waters, Banten)
Bayu Ardiyarta;
Joko Prihantono;
Dikdik S. Mulyadi;
Tasdik Mustika Alam
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1961.153 KB)
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.132
Peningkatan aktivitas di bidang reklamasi pesisir berupa penambangan pasir dan mineral, operasi pengerukan (dredging) serta pembangunan sarana pemukiman diwilayah pesisir membutuhkan peta-peta dasar laut yang akurat. Sub Bottom Profiler (SBP) merupakan salah satu instrument akustik bawah air yang mempunyai frekuensi yang rendah, sehingga mampu menggambarkan lapisan sedimen dibawah dasar laut. Informasi jenis sedimen dasar laut dapat dilakukan dengan menggunakan metode akustik bawah laut termasuk dengan menggunakan SBP. Keunggulan SBP dibandingkan instrument akustik bawah air lainnya adalah dapat digunakan untuk mengestimasi ketebalan sedimen permukaan tersebut. Pada penelitian ini telah dilakukan klasifikasi sedimen permukaan dasar laut di perairan utara Kabupaten Banten dengan cara menghitung nilai koefisien refleksi data SBP dengan membandingkan energi pantulan (ERx) dengan energi yang dipancarkan (ETx) yang kemudian dikalibrasi dengan data sampling sedimen yang juga diambil pada saat survei dilakukan. Sedangkan ketebalan sedimen permukaan dilakukan dengan melakukan picking horizon di penampang SBP antara lapisan dasar laut dengan reflector yang pertama. Selisih antara dua reflector tersebut merupakan nilai ketebalan. Area survei adalah perairan utara kabupaten Serang Banten karena lokasi ini merupakan area penambangan pasir, sehingga memiliki jenis sedimen yang homogen. Hasil dari penelitian ini adalah nilai koefisien refleksi dengan rata-rata 0.3076 sampai dengan 0.4501 yang kemudian diklasifikasikan sesuai dengan tabel Hamilton 1982 pasir kasar, pasir halus, pasir sangat halus dan pasir lembut. Nilai ketebalan sedimen berkisar antara 0 sampai dengan 6.3 meter dengan rata-rata 1.47 meter.
Studi Penentuan Dimensi dan Posisi Wreck Menggunakan Data Batimetri – Data Kolom Air Multibeam Echosounder (Studi Kasus di Perairan Teluk Jakarta): Wreck Dimension and Position Determination Study Using Bathymetric Data – Multibeam Echosounder Water Column Data (Case Study in Jakarta Bay Waters)
Nuki W. Asmoro1;
Danar Guruh Pratomo;
Adi Kusuma Negara;
Agus Iwan Santoso
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.976 KB)
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.133
Keamanan pelayaran navigasi merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi laut serta mencegah terjadinya kecelakaan dilaut. Bahaya navigasi pelayaran seperti objek di bawah laut berasal dari kejadian alami atau akibat buatan manusia, salah satu objek bahaya navigasi buatan manusia berupa bangkai kapal (wreck). Penelitian ini menggunakan objek berupa wreck yang berada di perairan Kepulauan Seribu Teluk Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dimensi, least depth dan mengidentifikasi posisi wreck dengan menggunakan metode batimetri algoritma CUBE dan kolom air. Pengambilan data dilakukan oleh KRI Rigel 933 pada tanggal 30 Maret 2017 menggunakan Multibeam Echosounder EM 2040 single head. Hasil dari penelitian menggunakan data batimetri dan data kolom air yaitu interpretasi dari data kolom air lebih detail menggambarkan objek di zona kolom air sedangkan menggunakan data batimetri interpretasi yang dihasilkan hanya menangkap objek yang berada di dasar laut. Pengolahan data menggunakan CARIS HIPS and SIPS 9.0 menyatakan bahwa target wreck dapat diketahui lebih detail pencitraan dimensi, posisi dan least depth, dengan menggabungkan data batimetri dan data kolom air.
Identifikasi Objek Berdimensi Kecil Menggunakan Sapuan Multibeam Echosounder: Identify Small Dimensional Objects Using the Multibeam Echosounder Sweep
Zainul Arif Akbar;
Danar Guruh Pratomo;
Adhi Kusuma Negara;
Nur Riyadi
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.612 KB)
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.134
Survei Hidrografi adalah ilmu pengukuran dan pengambaran fitu-fitur yang mempengaruhi navigasi maritim, konstruksi kelautan, pengerukan, eksplorasi / pengeboran minyak lepas pantai dan kegiatan-kegiatan lain yang terkait. Pada saat pelaksanaan survei, keselamatan personel, alat, data dan lingkungan sangat diutamakan. Resiko yang sering terjadi pada saat survei yaitu terjatuhnya peralatan survei pada saat penggambilan data dilaut. Penelitian ini menggunakan objek berdimensi kecil dengan ukuran kurang dari 1 meter sebagai target untuk diteliti karena alat survei milik Pushidrosal rata-rata berukuran di bawah 1 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa MBES EM 2040 dual head milik SV KRI SPICA-934 dalam mengidentifikasi objek berdimensi kecil dengan cara memperbanyak jumlah sapuan. Pengambilan Data dilakukan pada tanggal 20 - 25 April 2018 di perairan dermaga pondok dayung baru, Teluk Jakarta Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hasil pengolahan Data menggunakan CARIS HIPS and SIPS 9.0 menyatakan bahwatarget dengan dimensi kurang dari 1 meter pada kedalaman 10 meter dapat dideteksi mengunakan 3 kali sapuan MBES.
Studi Hidrodinamika dan Pola Sebaran Sedimen dada Perencanaan Pembangunan Dermaga Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai - Lampung
E. Diputra, Ardian;
Monang S, Sahat;
S Pranowo, Widodo;
Adrianto, Dian
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.129
Adanya perencanaan pembangunan Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai dimana salah satu fungsi utamanya adalah sebagai pendukung bagi operasional satuan tempur yaitu KRI (Kapal Republik Indonesia) dengan memberikan fasilitas sandar yang memadai dan aman. Dalam sebuah perencanaan dermaga, perlu dilakukan kajian Hidro-oseanografi dimana termasuk didalamnya adalah sedimentasi yang merupakan salah satu ancaman yang mengakibatkan pendangkalan dilingkungan dermaga. Untuk mengetahui sebaran sedimen pada sebelum dan sesudah adanya dermaga di Teluk Ratai, digunakan metode pendekatan dengan melakukan pemodelan oseanografi menggunakan perangkat lunak Mike 21 dengan beberapa asumsi pembangun model dengan sumber sedimen yaitu sungai Way Sabu, Way Ratai dan kanal 2. Pada validasi data pasang surut, diperoleh RMSE 0.025158 dan korelasi data mencapai nilai 0.99981, sedangkan pada validasi data kecepatan arus diperoleh RMSE 0,344342 dan nilai korelasi sebesar 0,995004. Hasil pemodelan transport sedimen menunjukkan peningkatan akumulasi serta perpindahan lokasi konsentrasi tertinggi pada domain dengan dermaga. Akumulasi transpor sedimen tertinggi terjadi di stasiun 5 sebesar 148,962 gr/liter dan akumulasi peningkatan konsentrasi SSC (Suspended Sediment Concentration) tertinggi terjadi di stasiun 2 sebesar 2,172 kg/m3.
Pembuatan Purwarupa Peta Contour Best Operation Depth Kapal Selam di Perairan Sangihe Talaud
D. Cahyadi, Ferry;
Budi Sukoco, Nawanto;
S. Pranowo, Widodo;
Kamija, Kamija
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.130
Perairan Sangihe Talaud merupakan bagian dari Laut Sulawesi yang merupakan jalur yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Selat Makasar. Dari sudut yang lain laut Sulawesi tersebut merupakan Alur Laut yang biasa digunakan untuk kepentingan pelayaran Niaga atau Militer, Perairan Sangihe Talaud dapat dikategorikan sebagai perairan yang rawan dengan tindak kejahatan dilaut dan salah satu perairan di Indonesia yang rawan dengan masuknya kapal-kapal asing baik kapal-kapal permukaan maupun kapal-kapal bawah air. Dalam operasi Kapal Selam dibutuhkan data-data oseanografi fisik seperti temperatur, salinitas dan Kecepatan Suara, untuk menentukan dimana Kapal Selam tersebut mendapatkan posisi yang aman dari SONAR Kapal Permukaan ketika melaksanakan penyelaman. Sehingga dalam hal ini sangat dibutuhkan metode untuk membuat sebuah Peta yang dapat memudahkan Kapal Selam mendapatkan posisi aman tersebut. Dalam Pembuatan Peta ini menggunakan data model Oseanografi yang divalidasi dengan data Survei Oseanografi Pushidrosal pada bulan Januari 2017. Dalam mencari posisi kedalaman terbaik (Best Operation Depth) tersebut berdasarkan dari hasil penghitungan dari kedalaman Lapisan Tercampur (Mixed Layer Depth), dalam penghitungan Lapisan Tercampur (Mixed Layer Depth) ini menggunakan gradien suhu 0,8° C. Setelah mendapatkan nilai dari Best Operation Depth (BD) data nilai kedalaman tersebut di overlaykan ke Peta Laut Indonesia No 483 dan dibuat kontur warna untuk memudahkan pengguna membaca Peta BD tersebut. Dari hasil pembuatan Peta Contour Best Operation Depth (BD) pada Peta Nomor 483 di wilayah perairan Sangihe Talaud, didapatkan 336 titik Stasiun Data CTD dengan hasil nilai kedalaman BD dengan rentang kedalaman BD terdangkal 66,15 meter dan kedalaman terdalam 110,09 meter.
Pemanfaatan Data Kolom Air Multibeam Echosounder untuk Mendeteksi Kebocoran Pipa Gas Bawah Laut
Ahmad Farid Ibrahim, Dody;
Guruh Pratomo, Danar;
Riyadi, Nur;
Jantarto, Dwi
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.131
Multibeam Echosounder merupakan salah satu instument akustik bawah air yang digunakan untuk survei hidrografi. Multibeam Echosounder selain memiliki kemampuan untuk mengakuisisi data batimetri, dapat juga untuk mengakuisisi jenis data lain yang dapat diteliti lebih dalam lagi dan dianalisis. Salah satu contohnya adalah data kolom air. Data kolom air mampu mendeteksi dan memvisualisasikan obyek yang ada pada kolom air yang sebelumnya tidak dapat terlihat jika hanya menggunakan data batimetri saja. Data kolom airdapat melakukan survei investivigasi kolom air untuk mengamati obyek yang terletak diantara permukaan perairan dan dasar perairan.Pada penelitian ini, data batimetri dan data kolom air yang berasal dari Multibeam Echsounder EM2040 Dual Headakan digabungkan untuk mencari dan menganalisis kebocoran pipa gas bawah laut. Pendeteksian kebocoran pipa gas bawah laut ini dilakukan dengan menentukan pola dan ciri spesifik dari gelembung udara di dalam laut.Obyek yang terdapat di kolom air memiliki nilai intensitas pantulan gelombang yang berbeda, dengan menentukan ambang batas intensitas gelombang kita dapat membedakan obyek yang terdapat di kolom air.
Sebaran dan Estimasi Ketebalan Sedimen Permukaan Dasar Laut Berdasarkan Nilai Koefisien Refleksi Sub Bottom Profiler (Studi Kasus Perairan Utara Serang, Banten)
Ardiyarta, Bayu;
Prihantono, joko;
Mulyadi, Dikdik S.;
Mustika Alam, Tasdik
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.132
Peningkatan aktivitas di bidang reklamasi pesisir berupa penambangan pasir dan mineral, operasi pengerukan (dredging) serta pembangunan sarana pemukiman diwilayah pesisir membutuhkan peta-peta dasar laut yang akurat. Sub Bottom Profiler (SBP) merupakan salah satu instrument akustik bawah air yang mempunyai frekuensi yang rendah, sehingga mampu menggambarkan lapisan sedimen dibawah dasar laut. Informasi jenis sedimen dasar laut dapat dilakukan dengan menggunakan metode akustik bawah laut termasuk dengan menggunakan SBP. Keunggulan SBP dibandingkan instrument akustik bawah air lainnya adalah dapat digunakan untuk mengestimasi ketebalan sedimen permukaan tersebut. Pada penelitian ini telah dilakukan klasifikasi sedimen permukaan dasar laut di perairan utara Kabupaten Banten dengan cara menghitung nilai koefisien refleksi data SBP dengan membandingkan energi pantulan (ERx) dengan energi yang dipancarkan (ETx) yang kemudian dikalibrasi dengan data sampling sedimen yang juga diambil pada saat survei dilakukan. Sedangkan ketebalan sedimen permukaan dilakukan dengan melakukan picking horizon di penampang SBP antara lapisan dasar laut dengan reflector yang pertama. Selisih antara dua reflector tersebut merupakan nilai ketebalan. Area survei adalah perairan utara kabupaten Serang Banten karena lokasi ini merupakan area penambangan pasir, sehingga memiliki jenis sedimen yang homogen. Hasil dari penelitian ini adalah nilai koefisien refleksi dengan rata-rata 0.3076 sampai dengan 0.4501 yang kemudian diklasifikasikan sesuai dengan tabel Hamilton 1982 pasir kasar, pasir halus, pasir sangat halus dan pasir lembut. Nilai ketebalan sedimen berkisar antara 0 sampai dengan 6.3 meter dengan rata-rata 1.47 meter.
Studi Penentuan Dimensi dan Posisi Wreck Menggunakan Data Batimetri – Data Kolom Air Multibeam Echosounder (Studi Kasus di Perairan Teluk Jakarta)
W. Asmoro, Nuki;
Guruh Pratomo, Danar;
Kusuma Negara, Adi;
Iwan Santoso, Agus
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.133
Keamanan pelayaran navigasi merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi laut serta mencegah terjadinya kecelakaan dilaut. Bahaya navigasi pelayaran seperti objek di bawah laut berasal dari kejadian alami atau akibat buatan manusia, salah satu objek bahaya navigasi buatan manusia berupa bangkai kapal (wreck). Penelitian ini menggunakan objek berupa wreck yang berada di perairan Kepulauan Seribu Teluk Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dimensi, least depth dan mengidentifikasi posisi wreck dengan menggunakan metode batimetri algoritma CUBE dan kolom air. Pengambilan data dilakukan oleh KRI Rigel 933 pada tanggal 30 Maret 2017 menggunakan Multibeam Echosounder EM 2040 single head. Hasil dari penelitian menggunakan data batimetri dan data kolom air yaitu interpretasi dari data kolom air lebih detail menggambarkan objek di zona kolom air sedangkan menggunakan data batimetri interpretasi yang dihasilkan hanya menangkap objek yang berada di dasar laut. Pengolahan data menggunakan CARIS HIPS and SIPS 9.0 menyatakan bahwa target wreck dapat diketahui lebih detail pencitraan dimensi, posisi dan least depth, dengan menggabungkan data batimetri dan data kolom air.
Identifikasi Objek Berdimensi Kecil Menggunakan Sapuan Multibeam Echosounder
Arif Akbar, Zainul;
Guruh Pratomo, Danar;
Kusuma Negara, Adhi;
Riyadi, Nur
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.134
Survei Hidrografi adalah ilmu pengukuran dan pengambaran fitu-fitur yang mempengaruhi navigasi maritim, konstruksi kelautan, pengerukan, eksplorasi / pengeboran minyak lepas pantai dan kegiatan-kegiatan lain yang terkait. Pada saat pelaksanaan survei, keselamatan personel, alat, data dan lingkungan sangat diutamakan. Resiko yang sering terjadi pada saat survei yaitu terjatuhnya peralatan survei pada saat penggambilan data dilaut. Penelitian ini menggunakan objek berdimensi kecil dengan ukuran kurang dari 1 meter sebagai target untuk diteliti karena alat survei milik Pushidrosal rata-rata berukuran di bawah 1 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa MBES EM 2040 dual head milik SV KRI SPICA-934 dalam mengidentifikasi objek berdimensi kecil dengan cara memperbanyak jumlah sapuan. Pengambilan Data dilakukan pada tanggal 20 - 25 April 2018 di perairan dermaga pondok dayung baru, Teluk Jakarta Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hasil pengolahan Data menggunakan CARIS HIPS and SIPS 9.0 menyatakan bahwatarget dengan dimensi kurang dari 1 meter pada kedalaman 10 meter dapat dideteksi mengunakan 3 kali sapuan MBES.
Studi Hidrodinamika dan Pola Sebaran Sedimen Pada Perencanaan Pembangunan Dermaga Pangkalan TNI AL Di Teluk Ratai - Lampung: Study of Hydrodynamics and Sediment Distribution Patterns in Planning for the Development of the Navy Base Pier in Ratai Bay - Lampung
Ardian E. Diputra;
Sahat Monang S.;
Widodo S. Pranowo;
Dian Adrianto
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.129
Adanya perencanaan pembangunan Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai dimana salah satu fungsi utamanya adalah sebagai pendukung bagi operasional satuan tempur yaitu KRI (Kapal Republik Indonesia) dengan memberikan fasilitas sandar yang memadai dan aman. Dalam sebuah perencanaan dermaga, perlu dilakukan kajian Hidro-oseanografi dimana termasuk didalamnya adalah sedimentasi yang merupakan salah satu ancaman yang mengakibatkan pendangkalan dilingkungan dermaga. Untuk mengetahui sebaran sedimen pada sebelum dan sesudah adanya dermaga di Teluk Ratai, digunakan metode pendekatan dengan melakukan pemodelan oseanografi menggunakan perangkat lunak Mike 21 dengan beberapa asumsi pembangun model dengan sumber sedimen yaitu sungai Way Sabu, Way Ratai dan kanal 2. Pada validasi data pasang surut, diperoleh RMSE 0.025158 dan korelasi data mencapai nilai 0.99981, sedangkan pada validasi data kecepatan arus diperoleh RMSE 0,344342 dan nilai korelasi sebesar 0,995004. Hasil pemodelan transport sedimen menunjukkan peningkatan akumulasi serta perpindahan lokasi konsentrasi tertinggi pada domain dengan dermaga. Akumulasi transpor sedimen tertinggi terjadi di stasiun 5 sebesar 148,962 gr/liter dan akumulasi peningkatan konsentrasi SSC (Suspended Sediment Concentration) tertinggi terjadi di stasiun 2 sebesar 2,172 kg/m3.