cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2023)" : 15 Documents clear
Struktural Functionalism sebagai Proses Transmisi Kesenian Bantengan Kota Batu Muherni Asri Utami; RR Roosita Cindrakasih
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.400

Abstract

The art of the bull is an art that originated from Malang Raya, especially Batu City. The art of the bull as the name is a form of manifestation of the head of the bull animal that is used in an actual as an entertainment medium. This research examines the art of bulls from a cultural point of view using structural functionalism theory. In some structural function functionalism, namely describing the function of social structure, the process of a relationship between social reality and the general needs of social organisms so that a functioning relationship occurs. When people deal with other people in it there must be capacity as a social status and social structure called the transmission process of the arts. This study uses a qualitative approach based on the assumption of the perspective of the world of constructivism. Strategies related to this assumption are descriptive, with observation and interview methods. The interview was conducted to the bulls of the Bantengan Arts/ Art workers in Batu City, the Chairperson of the Bantengan City of Batu City, the Head of the Batu City Tourism Office and the Chairman of the Batu City Arts Council. This study can be concluded as a whole that the existence of bull art is a process of social phenomena. The existence of bull art also shows the functioning of the system and social structure through the pattern of relationships between individuals, between groups in a society. Abstrak Kesenian Bantengan adalah kesenian yang berasal dari Malang Raya Khususnya Kota Batu. Kesenian Bantengan sebagaimana namanya merupakan bentuk perwujudan kepala hewan Banteng yang digunakan secara aktraktif sebagai media hiburan. Penelitian ini mengkaji kesenian Bantengan dari sudut pandang budaya dengan menggunakan teori Structural Functionalism. Pada beberapa pemikiran structural functionalism, yaitu mendeskripsikan fungsi struktur sosial, proses satu hubungan antara kenyataan sosial dengan kebutuhan umum organisme sosial sehingga suatu hubungan berfungsi tersebut terjadi. Ketika orang berhubungan dengan orang lain didalamnya pasti ada kapasitas sebagai status sosial dan struktur sosial yang disebut dengan proses transmisi kesenian Bantengan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didasari asumsi cara pandang dunia konstruktivisme. Strategi yang berhubungan dengan asumsi ini adalah deskriptif, dengan metode observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada pelaku Kesenian Bantengan/ pekerja seni Bantengan Kota Batu, Ketua Kesenian Bantengan Kota Batu, Kabid Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu dan Ketua Dewan Kesenian Kota Batu. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa keberadaan kesenian Bantengan merupakan proses fenomena sosial. Keberadaan kesenian Bantengan juga menunjukkan berfungsinya sistem dan struktur sosial melalui pola hubungan antara individu, antara kelompok didalam suatu masyarakat.
Praktik Cyber Religion Remaja Perkotaan Akhmad Pandhu Wijaya; Agung Nugroho; Mahfudlah Fajrie; M. Nashrul Haqqi; Puja Pratama; Achmad Umar Setyadi; Virasti Setiani; Dwi Fania
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.404

Abstract

The emergence of various models of religion in the cyber era has certainly influenced the religious behavior of teenagers in cities. This research seeks to analyze cyber religion practices carried out by Muslim teenagers in the city, by focusing on the use of social media in their religious practices. This research uses an ethnographic method with the supporting method being virtual ethnography. The informants were Muslim teenagers. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The research results show that the practice of cyber religion has become a routine for teenagers, this is done as a form of seeking religious information or knowledge and deepening Islamic teachings, apart from that the practice of cyber religion is also used as entertainment for some teenagers. The digital platforms that are often used are YouTube and Instagram. These two media are popular with teenagers because they are considered to represent the needs and lives of urban teenagers who are mobile, fast and instant, so that for teenagers the most important thing in religious practice is the media and the information. This is what allows anyone to become a figure (da’i) transmitting religious teachings, and can even cause the death of religious figures. Abstrak Munculnya beragam model keberagamaan di era cyber ini tentunya mempengaruhi perilaku beragama para remaja kota. Penelitian ini berusaha menganalisa praktik cyber religion yang dilakukan remaja muslim di kota, dengan berfokus pada penggunaan media sosial dalam praktik keagamaannya. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan metode pendukung adalah etnografi virtual. Informannya adalah para remaja muslim. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik cyber religion sudah menjadi rutinitas para remaja, hal tersebut dilakukan sebagai wujud untuk mencari informasi atau pengetahuan agama dan memperdalam ajaran Islam, selain itu praktik cyber religion juga digunakan sebagai hiburan bagi sebagian remaja. Platform digital yang sering digunakan adalah youtube dan instagram. Kedua media tersebut digemari para remaja karena dianggap merepresesntasikan kebutuhan dan kehidupan remaja kota yang mobile, cepat dan instan, sehingga bagi para remaja yang terpenting dalam praktik keagamaan adalah media dan informasinya. Hal inilah yang membuat siapapun bisa menjadi tokoh (da’i) penyampai ajaran agama, bahkan bisa membuat matinya tokoh-tokoh agama.
Implementasi Media Digital Marketing Communications Pada Pedagang Ikan Cupang Hias Herru Prasetya Widodo; Asfira Rachmad Rinata; M. Abdul Ghofur
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.417

Abstract

This research aims to analyze and implement marketing strategies through digital media marketing communications for ornamental betta fish traders. Digital media marketing communications is an effective method for promoting products and building relationships with customers. which uses digital media to communicate with target markets. Ornamental Betta fish traders are a potential market segment for using digital media as a means of promotion and sales. The research method used is a case study, by collecting data through interviews, observations and documentation. In this research, it was found that ornamental Betta fish traders who implemented digital media marketing communications were successful. increase visibility and awareness of their products. They can also reach a wider target market through social media, websites and e-commerce platforms. Apart from that, traders can also take advantage of digital features. Some of the strategies implemented include: using social media to promote products, creating interesting and informative content, interacting with customers through comments and personal messages, and utilizing features such as live streaming and stories to provide a more interactive experience to customers. Apart from that, the results of this research show that ornamental betta fish traders can increase their sales and profits by implementing marketing strategies through digital media marketing communications. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan strategi pemasaran melalui digital media marketing communications pada pedagang ikan cupang hias. Media digital marketing communications merupakan salah satu metode yang efektif dalam mempromosikan produk dan membangun hubungan dengan pelanggan. yang menggunakan media digital untuk berkomunikasi dengan target pasar. Pedagang ikan cupang hias merupakan segmen pasar yang potensial untuk menggunakan digital media sebagai sarana promosi dan penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pedagang ikan cupang hias yang menerapkan digital media marketing communications berhasil meningkatkan visibilitas dan awareness produk mereka. Mereka juga dapat menjangkau target pasar yang lebih luas melalui media sosial, situs web, dan platform e-commerce. Selain itu, pedagang juga dapat memanfaatkan fitur-fitur digital. Beberapa strategi yang diterapkan antara lain: penggunaan media sosial untuk mempromosikan produk, membuat konten yang menarik dan informatif, berinteraksi dengan pelanggan melalui komentar dan pesan pribadi, dan memanfaatkan fitur-fitur seperti live streaming dan stories untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada pelanggan. Selain itu, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang ikan cupang hias dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka dengan mengimplementasikan strategi pemasaran melalui media digital marketing communications.
Strategi Pengelolaan Konten Tiktok Lembaga Sensor Film RI dalam Meraih Engagement Rate Amalia Rizky Indah Permadani; Nurudin Nurudin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.421

Abstract

The Indonesian Film Censorship Institute (LSF) is a government agency that operates in the field of film censorship. This institution has the authority to censor films, film advertisements, examine themes, scenes, text, sound and images before they are released, shown or shown to the public. LSF also has the task of conducting outreach to the public through social media, one of which is Tiktok LSF RI which aims to convey information, education and the Independent Censorship Culture campaign. Tiktok LSF RI is operated by the Chair of the LSF New Media Sub-Commission. The aim of this research is to determine content management strategies to achieve engagement levels and so that messages can be conveyed to the audience. This study used descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews. The research was conducted for 2 months at LSF RI Jakarta. As a result of this research, the Publication Team succeeded in increasing the engagement rate by 3.13% in a period of three months, the content was more thematic, conceptual, relatable, entertaining, the selection of talent had good visuals and matched the content idea, and had video quality with the best resolution. Their strategy in managing LSF social media content is through planning, activation and monitoring and optimization. Abstrak Lembaga Sensor Film (LSF) RI merupakan instansi pemerintah yang bergerak di bidang penyensoran film. Lembaga ini berwenang untuk melakukan sensor film, iklan film, memeriksa tema, adegan, teks, suara dan gambar sebelum diedarkan, dipertunjukkan maupun ditayangkan kepada khalayak. LSF juga punya tugas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media sosial, salah satunya adalah Tiktok LSF RI yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, edukasi dan kampanye Budaya Sensor Mandiri. Tiktok LSF RI dioperasikan oleh Ketua Sub Komisi Media Baru LSF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengelolaan konten untuk meraih engagement rate serta agar pesan dapat tersampaikan ke audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di LSF RI Jakarta. Hasil dari penelitian ini, Tim Publikasi berhasil meningkatkan engagement rate sebesar 3,13% dalam kurun waktu tiga bulan, konten lebih tematik, terkonsep, relatable, menghibur, pemilihan talent bervisual bagus dan cocok dengan ide konten, serta memiliki kualitas video dengan resolusi terbaik. Strategi mereka dalam mengelola konten media sosial LSF yaitu melalui perencanaan, aktivasi dan pengawasan dan optimalisasi.
Ruang Cyberfeminism di Balik Media Sosial Instagram Jakarta Feminist Yuni Lasari
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.422

Abstract

The presence of social media as a home for activists and social movements explains that public spaces today can spread into virtual spaces and have the same function as conventional public spaces. Through the @Jakartafeminist Instagram account, Jakarta Feminist builds a new, safe public space for women to speak up about their conditions. Using Habermas's theory of public space and netnographic research method, the research subject is selected by adopting six stages carried out by Kozinet that also accompanied the researcher's experience in the field. The research was conducted from July 2021 to April 2022, starting with observations and recording field notes daily, making reflections, documenting activities, conducting interviews, and analyzing them. The results show that the social movement carried out by Jakarta Feminist provides options for the presence of a safe public cyberspace and can help reduce gender bias. The choice of Instagram as a tool for daily activities from Jakarta Feminist is adjusted to the segmentation they reach, the young people, and to make it easier for the team to provide information visually to followers. Jakarta Feminist's Instagram social media is a promotional medium for disseminating feminist perspectives shown in programs, classes, and campaigns made in cyberspace. The topics and themes are related to Patriarchal culture and domestic violence cases, KBGO and the importance of privacy, consent, feminist ideology, myths about feminism, coalitions, and socialization between organizations, RUU PKS, and intersectionality issues. The cyberfeminist space built in this commentary sparked a critical sense for everyone who finished reading the caption. Abstrak Kehadiran media sosial sebagai rumah bagi para aktivis dan gerakan sosial menjelaskan bahwa ruang publik saat ini dapat menggunakan ruang virtual. Melalui media sosial instagram @Jakartafeminist, Jakarta Feminist membangun sebuah ruang publik baru yang aman bagi perempuan untuk speak up akan kondisi yang dialaminya. Dengan menggunakan teori ruang publik Habermas dan metode penelitian netnografi, subjek penelitian dipilih dengan mengadopsi enam tahapan Kozinet di mulai sejak Juli 2021-April 2022 yakni pengamatan dan mencatat fieldnote setiap hari, membuat refleksi, mendokumentasikan kegiatan, melakukan wawancara hingga menganalisanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial yang dilakukan oleh Jakarta Feminist memberikan opsi hadirnya ruang publik cyber yang aman dan mampu membantu mengurangi bias gender. Pemilihan Instagram sebagai alat dalam melakukan aktivisme disesuaikan dengan segmentasi audiens yakni anak muda milenial. Media sosial Instagram Jakarta Feminist hadir sebagai media promosi penyebarluasan perspektif feminis ditunjukkan dalam program, kelas dan kampanye yang dibuat di ruang cyber berkaitan dengan topik diantaranya melepaskan diri dari belenggu budaya Patriarki dan Kasus KDRT, KBGO dan pentingnya privasi, isu interseksionalitas, pentingnya consent, ideologi feminisme, mitos soal feminisme, koalisi dan sosialisasi antar organisasi, RUU PKS, serta isu interseksionalitas. Ruang cyberfeminism yang dibangun memantik rasa kritis untuk setiap orang yang mengikuti aktivitasnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 15