cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3: September 2022" : 48 Documents clear
The Development of Yogurt Powder is High in Minerals, Rich in Antioxidants from Tempeh as a Synbiotic Drink Nur Amala; Anang M Legowo; Achmad Zulfa Juniarto; Etika Ratna Noer; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.125 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1162

Abstract

The habit of consuming ultra-processed foods with high calories and low in nutrients increases the prevalence of obesity and mineral deficiencies, such as calcium (Ca), magnesium (Mg), and iron (Fe). The purpose of this study was to determine the content of Ca, Mg, and Fe and antioxidant activity in synbiotic tempeh yogurt powder. This study consisted of three treatments, with the addition of tempeh as much as 0% (YT 0%), 50% (YT 50%), and 95% (YT 95%). The mineral content was analyzed by the permanganometric titration method, while antioxidant activity used the 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) method. The addition of tempeh in the manufacture of yogurt powder to the content of Ca, Mg, and Fe was significantly different in all treatment groups with a value of (p less than 0.05). The best treatment group with the highest mineral content in YT (0%) and YT (95%) with values of 895.53 + 0.04 and 858.83 + 0.01 mg (Ca), 78.83 + 0.01 and 72.20 + 0.00 mg (Mg) as well as 25.87 + 0.28 and 25.85 + 0.28 mg (Fe) were significantly different from YT (50%). However, the highest antioxidant content in the YT treatment (50%) was 78.12+0.10%. The addition of tempeh in the manufacture of yogurt powder is very significantly different from the value (p less than 0.001) of antioxidant content. The development of yogurt powder high in minerals and rich in antioxidants from tempeh as a synbiotic drink can be an alternative in the management of obesity. Abstrak: Kebiasaan mengkonsumsi makanan ultra-olahan berkalori tinggi dan rendah zat gizi, meningkatkan prevalensi obesitas dan defisiensi mineral, seperti : kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan zat besi (Fe) . Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui kandungan Ca, Mg, dan Fe dan aktivitas antioksidan dalam bubuk yogurt tempe sinbiotik. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan, dengan penambahan tempe sebanyak 0% (YT 0%), 50% (YT 50%) dan 95% (YT 95%). Kandungan mineral dianalisis dengan metode titrasi permanganometri, sedangkan aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH). Penambahan tempe dalam pembuatan bubuk yogurt terhadap kandungan Ca, Mg, dan Fe secara signifikan beda nyata pada semua kelompok perlakuan dengan nilai (p kurang dari 0,05). Kelompok perlakuan terbaik dengan kandungan mineral tertinggi pada YT (0%) dan YT (95%) dengan nilai 895.53 + 0.04 dan 858.83 + 0.01 mg (Ca), 78.83 + 0.01 dan 72.20 + 0.00 mg (Mg) serta 25.87 + 0.28 dan 25.85 + 0.28 mg(Fe) secara signifikan beda nyata dengan YT (50%). Namun, kandungan antioksidan tertinggi pada perlakuan YT (50%) sebesar 78.12+0.10%. Penambahan tempe dalam pembuatan bubuk yogurt sangat signifikan beda nyata dengan nilai (p kurang dari 0,001) terhadap kandungan antioksidan. Pengembangan bubuk yogurt tinggi mineral dan kaya antioksidan dari tempe sebagai minuman sinbiotik dapat menjadi alternatif dalam manajemen obesitas.
Nurses’ Therapeutic Communication and Its Effect on Hospitalized Patients’ Satisfaction Farah Yasmine Ainun Nisa; Ratna Dwi Wulandari; Tatin Wahyanto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.33 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1230

Abstract

Patient satisfaction is one of the hospital indicators used to measure hospital quality. However, the result of patient satisfaction measurement in the inpatients' rooms showed that the level of patient satisfaction was below target. Therefore, it's crucial to carry out a series of therapeutic communication processes as an effort to improve patient satisfaction. This study sought to determine the effect of nurses' therapeutic communication on patient satisfaction in the inpatients' rooms. This was an analytical study with a cross-sectional design conducted from May to June 2022 at Muji Rahayu Hospital, with 70 respondents obtained using systematic random sampling technique. Primary data was gathered from questionnaires that had been distributed to respondents earlier. SPSS was used to analyze data with the Spearman test used. This study revealed that as many as 48,6% of nurses carried out therapeutic communication well. This study also showed that the orientation phase (p=0.000) and work phase (p=0.000) affected patient satisfaction, while the termination phase had no effect (p=0.081). Collectively, there was a significant effect between therapeutic communication on patient satisfaction (p=0.000). Abstrak: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator pengukuran mutu rumah sakit, tetapi hasil dari pengukuran kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Muji Rahayu menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien masih dibawah target. Oleh karena itu perlu dilaksanakan serangkaian proses komunikasi terapeutik sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap RS Muji Rahayu Surabaya. Penelitian ini berjenis analitik dengan rancang bangun cross-sectional yang dilakukan pada bulan Mei–Juni 2022 di RS Muji Rahayu Surabaya dengan jumlah 70 responden dan diambil menggunakan teknik systematic random sampling. Data primer diperoleh dari kuesioner yang disebar ke responden. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 48,6% perawat telah melakukan komunikasi terapeutik dengan baik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fase orientasi (p=0,000) dan fase kerja (p=0,000) berpengaruh terhadap kepuasan pasien, tetapi fase terminasi tidak berpengaruh (p=0,081). Secara bersama-sama, terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien (p=0,000).
Personal Cleanliness for Children with Specific Needs: Scoping Review Rifka Purnamawati; Zahroh Shaluhiyah; Antono Suryoputro
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.139 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1177

Abstract

The increasing number of children with specific needs is one of worlds current issue. Children with specific needs face various health issue, have limitations, emotional and behavioral delays, limited intellectual development, and also little participation at school or social activity. Those issues leads to children's self-reliance, which one of them is personal cleanliness social support such as family support is needed by children with specific needs so they are able do their personal cleanliness. This study aims to learn about how to care personal cleanliness of children with specific needs. This study uses scoping review methods. The author use Boolean operators (AND, OR, NOT, or AND NOT) to trace the journal in conjunction with the keyword "personal hygiene" AND "children with specific needs" as for inclusion criteria journal must already indexed by Scopus at least Sinta 4 journal and in range of year 2017 until 2022. The conclusion of this study is there are high correlation between family support and the personal cleanliness of children with specific needs in 11 (eleven) analyzed publications. Children with specific needs have complex issue in personal cleanliness so they needs support from their family, including their parents or kinsman and needs specific formula in their personal cleanliness education. Abstrak: Meningkatnya jumlah anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi sekarang ini. Anak berkebutuhan khusus menghadapi berbagai masalah kesehatan, keterbatasan, keterlambatan perilaku dan emosional, keterbatasan perkembangan intelektual, serta kurangnya partisipasi dalam kegiatan masyarakat dan sekolah. Isu-isu tersebut mengarah pada kemandirian anak, salah satunya dalam kebersihan diri. Dukungan sosial seperti bantuan dari keluarga diperlukan agar anak berkebutuhan khusus dapat melakukan kebersihan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perawatan kebersihan diri anak berkebutuhan khusus Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah scoping review. Pelacakan jurnal dengan Operator Boolean (AND, OR, NOT, or AND NOT) dengan kata sandi “personal hygiene” AND “children with specific needs”. Adapun kriteria inklusi rentang tahun 2017-2022 terindeks scopus dan minimal jurnal sinta 4. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dan kebersihan pribadi untuk anak berkebutuhan khusus dalam 11 makalah yang ditinjau.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah anak berkebutuhan khusus memiliki masalah yang kompleks dalam kebersihan diri sehingga memerlukan bantuan dari keluarganya, baik itu dari orang tua maupun kerabat dekatnya serta memerlukan formula tertentu dalam pendidikan kesehatan kebersihan diri.
The Role of Husband Among the Mental Health of Pregnant Woman: Scoping Review Dwi Indah Wulandari; Endang Koni Suryaningsih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.8 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1086

Abstract

The state of stress, anxiety, or other symptoms of depression is a form of perinatal distress. The state of the relationship with a partner is one of the triggers for emotional stress on the mother. The emotional instability of the mother has an impact on the mother and can affect the development of the baby in the postpartum period. This study aims to explore the existing scientific evidence related to the mental health of pregnant women, scoping review. This research is a scoping review using the Arkshey O’Malley Framework and the PRISMA-ScR Checklist. Search literature in this study using 3 databases, namely Pubmed, Proquet, and Science Direct. The keywords used are the role or influence, husband, and mental health of pregnant women. The study used the 2018 version of the Mix Method Appraisal Tools (MMAT 2018). There are 1,444 potentially relevant articles and there are 7 eligible articles selected. The inclusion criteria of the article are articles published from 2016 to 2021, articles in English, articles that focus on the husband’s role in the mental health of pregnant women, there are conclusions about the husband's relationship in the mental health of pregnant women. This research comes from 5 different countries, 7 eligible articles using a quantitative design, were conducted at the Primary Health Center. The mapping of the themes obtained is relationship satisfaction and partner support. During pregnancy, the mother needs internal support from her partner. Community-based health services are effective in preventing mental illness during pregnancy.Abstrak: Keadaan stress, cemas atau gejala depresi lainya merupakan bentuk dari distress perinatal. Keadaan hubungan dengan pasangan menjadi salah satu pemicu timbulnya tekanan emosional pada ibu. Emosional ibu yang tidak stabil memiliki dampak terhadap ibu dan bisa mempengaruhi perkembangan bayi pada periode postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bukti ilmiah yang ada terkait kesehatan mental ibu hamil, scoping review. Penelitian ini merupakan scoping review dengan menggunakan Framework Arkshey O’Malley dan PRISMA-ScR Checklist. Pencarian literature pada penelitian ini menggunakan 3 database yaitu Pubmed, Proquet dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan adalah peran atau pengaruh, suami, kesehatan mental ibu hamil. Penelitian menggunakan Mix Method Appraisal Tools versi 2018 (MMAT 2018). Terdapat 1.444 artikel yang berpotensi relevan dan terdapat 7 artikel eligible yang dipilih. Kriteria inklusi dari artikel adalah artikel yang terbit mulai 2016-2021, artikel berbahasa inggris, artikel yang berfokus pada peran suami dalam kesehatan mental ibu hamil, terdapat kesimpulan untuk hubungan suami dalam kesehatan mental ibu hamil. Penelitian ini berasal dari 5 negara berbeda, 7 artikel yang eligibl emenggunakan desain kuantitatif, dilakukan di Pusat Kesehatan Primer. Pemetaan tema yang didapatkan adalah kepuasan hubungan dan dukungan pasangan. Pada masa kehamilan ibu memerlukan dukungan internal yang berasal daru pasangan. Pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat efektif guna mencegah penyakit mental selama kehamilan.
Parents' Coping Strategies in Caring for Children with Special Needs: A Narrative Review Ikeu Nurhidayah; Meisha Nurlianti Hidayat; Titin Sutini
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.299 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1010

Abstract

The presence of children with special needs (CSN) causes anxiety in parents who are responsible for their children. Individuals who are stressed are stimulated to do something in response to the stress, which is referred to as coping. Parents of children with special needs employ a variety of coping strategies, depending on the nature of the issues they face. The purpose of this study was to identify parents' coping mechanisms while dealing with children with special needs. A narrative review is a method of conducting a literature review. The keywords coping methods / coping behavior, parents, and special needs children / disabled children were searched in the online databases EBSCOhost, PubMed, and Google Scholar. The search yielded 25 publications that were found to be related to the study's goals. According to the findings of this literature review, parents utilize problem-focused and emotional-focused coping when caring for their children with special needs. When it comes to caring for children with special needs, parents employ a variety of coping mechanisms. The employment of parental coping mechanisms varies from one article to the next. As a result, more comprehensive research on aspects associated to parental coping techniques in managing children with special needs is required. Nurses can help parents deal with stress while caring for children with special needs by acting as educators, counselors, advocates, and collaborators with other health professionals.Abstrak: Kehadiran anak berkebutuhan khusus (ABK) memicu stres orang tua dalam merawat anaknya. Stres yang dirasakan individu menstimulus individu untuk melakukan sesuatu dalam menghadapi stres,yang dinamakan dengan koping.Orang tua dengan ABK menggunakan perilaku koping yang berbeda-beda tergantung pemaknaan masalah yang dihadapinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mensintesis penelitian yang telah ada mengenai strategi koping yang digunakan orang tua dalam merawat ABK. Metode studi literatur ini adalah narrative review. Basis data daring yang digunakan yaitu EBSCOhost, PubMed, dan Google Scholar, dengan kata kunci coping strategies / coping behaviour, parents, dan special needs children / disabled children. Hasil pencarian didapatkan 25 artikel yang teridentifikasi dan relevan dengan tujuan penelitian. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa koping yang digunakan oleh orang tua dalam merawat ABK adalah koping berfokus pada masalah dan koping berfokus pada emosi. Terdapat berbagai jenis strategi koping yang digunakan orang tua dalam merawat ABK. Masing-masing artikel menunjukkan perbedaan penggunaan strategi koping orang tua. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut secara komprehensif mengenai faktor yang berhubungan dengan strategi koping orang tua dalam merawat ABK. Perawat dapat berperan sebagai edukator, konselor, advokator, dan kolaborator dengan profesional kesehatan lain untuk memfasilitasi orang tua dalam mengatasi stres selama merawat ABK.
A Concept Analysis of Coping in Caregivers of Older People with Dementia Rita Hadi Widyastuti; Junaiti Sahar; Etty Rekawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.621 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1238

Abstract

Various terms have been used to define coping in caregivers of older people with dementia with varied abstract concepts that are widely used in nursing and other disciplines, such as psychology, medicine, and education. A strong understanding of the concept of caregiver coping is essential as a basis for providing appropriate nursing care. This concept analysis aims to clarify the concept of coping in caregivers of older people with dementia and develop the operational definition, attributes, antecedents, and consequences of this concept. This study utilizes Walker and Avant’s concept analysis method. The analysis shows that coping attributes of caregivers of older people with dementia include cognitive and behavioral efforts in providing care, stress adaptation, and use of resources on oneself and the environment. Antecedents of coping include characteristics of caregivers, stressors, and caregivers’ assessment of an event. Meanwhile, the consequences include positive impacts and negative impacts. This analysis can help nurses understand the concept and determine appropriate assessments and interventions for caregivers of older people with dementia. It is suggested that nurses be aware of caregivers’ characteristics, stressors, and assessment of an event. Further research is needed to investigate the need for intervention on the consequences of coping in caregivers of older people with dementia. Abstrak: Berbagai istilah digunakan untuk mendefinisikan koping caregiver lansia dengan demensia  dengan konsep abstrak yang bervariasi luas yang  digunakan di semua bidang keperawatan, serta dalam disiplin ilmu lain seperti psikologi, kedokteran, dan pendidikan. Pemahaman yang kuat tentang konsep koping caregiver lansia dengan demensia penting dalam keperawatan untuk dapat menjadi dasar dalam melakukan asuhan keperawatan yang tepat. Tujuan dari analisa konsep ini adalah untuk memperjelas konsep Koping caregiver dan mengembangkan definisi operasional dari konsep koping caregiver lansia dengan demensia, atribut , Antesenden dan konsekuensi dari konsep koping caregiver lansia dengan demensia. Metode yang digunakan adalah dengan Pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut koping caregiver lansia dengan demensia meliputi Upaya kognitif dan perilaku, selama melakukan perawatan, adaptasi terhadap stress, dan Penggunaan sumber pada diri dan lingkungan. Anteseden untuk koping caregiver lansia meliputi karakteristik caregiver, stresor dan penilaian caregiver terhadap suatu peristiwa. Konsekuensinya meliputi dampak positif dan dampak negative. Analisis ini membantu perawat untuk memahami konsep dan menentukan pengkajian dan intervensi yang tepat bagi caregiver lansia dengan demensia. Disarankan bahwa perawat harus menyadari karakteristik caregiver, stresor dan penilaian caregiver terhadap suatu peristiwa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis kebutuhan intervensi  terhadap konsekuensi dari koping caregiver lansia dengan demensia.
Training Models for Nurses to Improve Patient Safety Compliance: A Literature Review Ceril Pungus; Lisa Musharyanti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.518 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.973

Abstract

Nurses spend most of their period with sufferers during clinical care, which allows them to promote intercommunication with patients. In developing close relationships with patients, team training is needed that can improve patient safety for nurses. The purpose of the literature review is to find out the types or models of training that improve Patient Safety and to determine the level of nurse compliance in the implementation of Patient Safety. The method consists of identifying questions and identifying relevant articles using the ScienceDirect, PubMed, and Scopus databases with keywords. Selection of articles using PRISMA Flowchart, The Joana Briggs Institute (JBI), charting data and compiling, summarizing, and reporting the results. The results of 168 articles are relevant. to the title and abstract, that are obtained.6 articles that met the inclusion and exclusion criteria. Three types or models of training provided by nurses were found to improve patient safety, namely patients as part of a team, team training programs, and simulation-based team training. The article also found the level of nurse compliance in the implementation of patient safety. Professional team training will have a positive impact on clinical practice routines and will also demonstrate the importance of patient safety. Hospital health services need to carry out prevention of errors learning fully practicable and establishing individual safety in health care curricula about existent health care necessary to assure the continuity of progress in quality healthcare. Abstrak: Perawat menghabiskan sebagian besar waktu dengan pasien selama perawatan klinis, yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan hubungan dekat dengan pasien. Dalam mengembangkan hubungan yang dekat dengan pasien diperlukan pelatihan tim yang dapat meningkatkan patient safety pada perawat. Tujuan literature review untuk mengetahui jenis-jenis atau model-model pelatihan yang meningkatkan Patient Safety dan untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat pada pelaksanaan Patient Safety. Metode terdiri dari identifikasi pertanyaan, identifikasi artikel relevan menggunakan database ScienceDirect, PubMed,  dan Scopus dengan keyword. Seleksi artikel menggunakan PRISMA Flowchart, The Joana Briggs Institute (JBI), data charting dan menyusun, meringkas serta melaporkan hasil. Hasil dari 168 artikel terkait judul dan abstrak, diperoleh 6 makalah yang memenuhi standar inklusi dan eksklusi. Ditemukan tiga jenis atau model pelatihan yang diberikan oleh perawat untuk meningkatkan patient safety yaitu pasien sebagai bagian dari tim, program pelatihan tim, dan pelatihan tim berbasis simulasi. Dari artikel juga ditemukan tingkat kepatuhan perawat pada pelaksanaan patient safety. Pelatihan tim terprofessional akan berdampak positif pada rutinitas praktik klinis sehingga juga akan menunjukkan pentingnya keselamatan pasien. Layanan kesehatan rumah sakit perlu melakukan pendidikan keselamatan pasien sebanyak mungkin dan membentuk kurikulum keselamatan pasien individual berdasarkan kebutuhan aktual perawatan kesehatan untuk memastikan kemajuan berkelanjutan di layanan kesehatan yang berkualitas.
Antioxidant Activity Test of "Aia Tempayang" With DPPH Metode (2,2-Diphenyl-1 Picrylhydrazyl) Dera Elva Junita; Gemala Anjani; Muflihatul Muniroh; Nurmasari Widyastuti; Anang M Legowo; Ahmad Syauqy
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1878.917 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1023

Abstract

Aia Tempayang is a traditional West Sumatera drink made from sappan wood (caesalpania sappan), pangdahai/scaphium macropadum, and basil seeds (Ocimum basilicum). Aia tempayang is simple to find and can be found in stalls that sell it in packs. The local society consumes aia tempayang because it is thought to reduce fever and treat canker sores. Sappan wood, pangdahai, and basil have antioxidant, anti-inflammatory, anticancer, and antibacterial properties. Because there has been no research on the health benefits of aia tempayang drink, the goal of this study was to determine the antioxidant activity of aia tempayang drink as well as the antioxidant activity of each ingredient. The DPPH method was used in this study to assess antioxidant activity (2,2-diphenyl-1 Picrylhydrazil). aia tempayang drink by steeping dry sappan wood, pangdahai, and basil seeds in warm water for 20 minutes at 70 Degrees Celsius, then filtering it. As a comparison, aia tempayang wrought material dissolved in ethanol was used. Comparison of components aia tempayang drink S: 56%, KS:9%, BS:35% made in 3 graded doses where dose 1 (S 4 g: KS 0.67 g: BS 2.5 g); dose 2 (S 8 g): KS 1.34 g: BS 5 g); and dose 3 (S 8 g): KS 1.34 g: BS 5 g) (S 16 g: KS 2.68 g : BS 10 g). The results of testing the antioxidant activity of aia tempayang drink showed an IC50 value of 4,417 g/l, while aia tempayang material in ethanol obtained an IC50 value of 2,018 g/ll. This shows that at a concentration of 4,417 g/l it can reduce free radicals by 50% where this result is the same as being located between dose 3 and dose 4. Testing the antioxidant activity of each ingredient according to the dose brewed with warm water obtained IC50 values as follows: 0,852 g/l, pangdahai 0,480 g/l and basil seeds 2,197 g/l. This shows that pangdahai has a high activity compared to sappan wood and basil seed.Abstrak: Aia Tempayang merupakan minuman tradisional khas Sumatera Barat yang berasal dari kombinasi kayu secang (caesalpania sappan) , kembang semangkuk (pangdahai/scaphium macropadum) dan biji selasih (ocimum basilicum). Aia tempayang secara komersial dijual dalam 1 kemasan. Bagi masyarakat sekitar, aia tempayang dikonsumsi karena dipercaya dapat menurunkan panas dan mengobati sariawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan minuman aia tempayang serta aktivitas antioksidan rmasing–masing bahan Metode pengujian aktivitas antioksidan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Persiapan minuman aia tempayang dilakukan dengan cara bahan kayu secang kering, kembang semangkuk, dan biji selasih diseduh dengan air hangat suhu 70 Derajat Celsius selama 20 menit, lalu disaring. Bahan kering aia tempayang yang dilarutkan dengan pelarut etanol digunakan sebagai pembanding. Perbandingan komponen simplisia aia tempayang yaitu S : 56% , KS :9% , BS : 35% dibuat dalam 3 dosis bertingkat dimana dosis 1 (S 4 g: KS 0,67 g : BS 2,5 g) ;  dosis 2 (S 8 g: KS 1,34 g : BS 5 g) dan dosis 3 (S  16 g: KS 2,68 g :BS 10 g). Hasil pengujian aktivitas antioksidan minuman aia tempayang menunjukkan niai IC50 4,417 g/l , sedangkan bahan aia tempayang yang dilarutkan etanol diperoleh nilai IC50 sebesar 2,018 g/l. Hal ini menunjukkan pada konsentrasi 4,417 g/l dapat meredam radikal bebas sebanyak 50% dimana hasil ini sama dengan terletak diantara dosis 3 dan dosis 4.Pengujian aktivitas antioksidan masing–masing bahan sesuai dosis yang diseduh dengan air hangat diperoleh nilai IC50 sebagai berikut kayu secang 0,852 g/l, kembang semangkuk 0,480 g/l, dan biji selasih 2,197 g/l. Hal ini menunjukkan kembang semangkuk memiliki aktivitas yang tinggi dibandingkan kayu secang dan biji selasih.
My Husband is My Strength: A Phenomenological Study of Women After Hysterectomy Ridwan Sofian; Kumboyono Kumboyono; Retno Lestari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.461 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1257

Abstract

Post-hysterectomy women consider hysterectomy as the loss of femininity which significantly impacts the psychological state of the convalescent. The support and motivation from the family, especially the husband tend to affect the wife's life quality and self-confidence after a hysterectomy. Therefore, this study aims to explore the psychological experiences of post-hysterectomy women in terms of support from their husbands using a qualitative method with a phenomenological approach. The participants were selected through the purposive sampling method with inclusion criteria: (1) Women with the history of hysterectomy, (2) Those at productive age (15-64 years old), and (3) Post-hysterectomy respondents living with their husbands. The data were obtained from in-depth interviews with 6 post-hysterectomy participants, and the analysis was carried out using the Interpretative Phenomenological Analysis Technique. The four themes used were: 1) Fear of being abandoned before the procedure, (2) My husband is my strength, (3) I feel the love of my spouse, (4) Thanks for accompanying me, (5) Accepting what has happened, (6) I wish we always be together, healthy, and happy. The support in the form of providing motivation, encouragement, and affection for post-hysterectomy women strengthens and improve life quality. In conclusion, with partner support, women feel the affection and love, which relatively increase happiness within the family.Abstrak: Wanita paska histerektomi menganggap histerektomi sama dengan kehilangan kewanitaan yang berdampak pada aspek psikologis. Dukungan dari suami akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup wanita paska histerektomi. Dukungan dan motivasi dari keluarga khususnya suami akan mempengaruhi kepercayaan diri wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman psikologis yang dialami oleh wanita paska histerektomi dilihat dari aspek dukungan dari suami menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi: (1) Wanita yang telah menjalani histerektomi, (2) Wanita usia produktif (15-64 tahun), dan (3) Wanita pascahisterektomi yang masih memiliki suami. Data didapat dari proses wawancara mendalam kepada 6 partisipan pascahisterektomi. Selanjutnya analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis Terdapat 4 tema yang ditemukan pada penelitian ini yaitu; 1) Takut ditinggalkan sebelum prosedur, (2) Suami adalah kekuatan saya, (3) Saya merasakan cinta pasangan saya, (4) Terima kasih telah menemani saya, (5) Menerima apa yang telah terjadi, (6) Saya semoga kita selalu bersama, sehat, dan bahagia. Dukungan berupa pemberian motivasi, pemberian semangat, dan juga sebagai penghibur bagi wanita pascahisterektomi akan menjadikan kekuatan tersendiri bagi wanita pascahisterektomi. Dapat disimpulkan bahwa dengan dukungan dari pasangan, wanita akan merasakan kasih sayang dan merasa dicintai oleh pasangan. Perasaan dicintai akan meningkatkan kebahagiaan bersama keluarga.
Lessons Learned on The Success of Accessing Antenatal Care During The COVID-19 Pandemic: A Qualitative Study From Patients' Perspectives Arsyadila Nur Sabila; Merita Arini
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 3: September 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.365 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i3.1069

Abstract

Coronavirus disease (COVID-19) impacted the disruption of overall health care services globally. In the early stage of the pandemic, the Indonesian government also recommended that pregnant women postpone their healthcare visits if they did not need a specific examination and/or emergency care. High-quality antenatal care (ANC) is critical for the mother's health and the fetus's welfare. This study aimed to explore pregnant women's experiences and perspectives during ANC visits during the COVID-19 pandemic. This study was qualitative descriptive research. The informants were five pregnant women after February 2020 and had at least one ANC at Kasihan I and II community health centers (CHC), Bantul, Province of Special Region of Yogyakarta. In-depth interviews were stopped when data saturation was reached. Despite several challenges and barriers, pregnant women still have received ANC following government guidelines during the pandemic with several adjustments. In-depth interviews revealed three major themes: (1) ANC examinations experiences; (2 joys and sorrows dealing with health service constraints; (3) factors influencing ANC visits. Albeit the existing obstacles, healthcare recipients can still manage to access the ANC. Innovation in healthcare services management and cross-sectoral collaboration is required to increase the quality and safety of ANC of CHC. Abstrak: Penyakit virus corona (COVID-19) berdampak pada terganggunya keseluruhan layanan perawatan kesehatan secara global. Pada tahap awal pandemi, pemerintah Indonesia juga merekomendasikan ibu hamil untuk menunda kunjungan kesehatan jika tidak memerlukan pemeriksaan khusus dan/atau perawatan darurat. Perawatan antenatal (ANC) berkualitas tinggi sangat penting untuk kesehatan ibu dan kesejahteraan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif ibu hamil terhadap kunjungan ANC selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan adalah lima ibu hamil setelah Februari 2020 dan memiliki setidaknya satu kali kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kasihan I dan II, Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wawancara mendalam dihentikan ketika dicapai saturasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan dan hambatan selama pandemi, wanita hamil masih mendapatkan ANC sesuai pedoman pemerintah dengan beberapa penyesuaian. Wawancara mendalam mengungkapkan tiga tema utama: (1) pengalaman pemeriksaan yang didapatkan; (2) suka duka selama pembatasan pelayanan kesehatan; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan ANC. Kesimpulan dalam penilitian ini, meskipun ada hambatan, penerima layanan kesehatan masih dapat mengelolanya untuk mengakses ANC. Inovasi manajemen pelayanan kesehatan dan kerjasama lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan ANC Puskesmas.