cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2022): April 2022" : 8 Documents clear
A ANALISIS BENTUK PENYAJIAN MUSIK ETNIK ANGKLUNG PAGLAK DESA KEMIREN DALAM FESTIVAL ANGKLUNG PAGLAK SE-KABUPATEN BANYUWANGI 2018 Venansius Aldho Ariyarso aldho
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik Angklung Paglak merupakan satu jenis musik etnik dari Desa Kemiren yang kemudian berkembang hingga diseluruh Kabupaten Banyuwangi, hingga dalam perkembangannya seni Angklung Paglak kemudian sering juga menyajikan gending-gending populer sekarang. Dalam rangka kegiatan pelestarian, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi mengadakan agenda tahunan yaitu Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi tahun 2018 dan kelompok Angklung Paglak dari Desa Kemiren terpilih menjadi penyaji favorit. Berangkat dari fenomena inilah yang kemudian melatari ketertarikan untuk meneliti bagaimana bentuk sajian Angklung Paglak dari kelompok Desa Kemiren dalam acara Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi 2018. Untuk mendapatkan data maka penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan langkah-langkah yaitu observasi lapangan, wawancara dengan nara sumber, pendokumentasian, serta validasi data dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Data yang diperoleh berupa unsur utama bentuk penyajian yaitu instrumentasi, pemain, dan gending, serta unsur pendukung penyajian yaitu menara Paglak, penonton dan kostum pemusik kemudian dijabarkan dalam pembahasan dengan menggunakan teori Bentuk Penyajian milik Djelantik, hingga menemukan bentuk penyajian kelompok Angklung Paglak Desa Kemiren dalam acara Festival Angklung Paglak Se-Kabupaten Banyuwangi 2018.
ANALISIS STRUKTUR RUANG TARI PAGEBLUG BOMA DI SANGGAR SASTRA MATAYA SUNGAI PINANG BANYUASIN Rio Eka Putra; Nita Maelatul Hasanah
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Pageblug Boma adalah tarian yang bersumber gagasan/ide/tema berdasarkan situasi pandemi. Menceritakan tentang kesedihan serta kesusahan dalam kehidupan manusia pada saat Covid-19 yang menyebar diseluruh penjuru dunia, sehingga seluruh aktivitas manusia semuanya dihentikan dan beralih pada sistem online demi terjalannya suatu progam kegiatan. Karya tari ini divisualkan  oleh tiga penari, dua penari perempuan dan satu penari laki-laki dengan memadukan seni lukis didalam karya tari tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Sumber data melalui informan penelitian, buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan artikel internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Karya tari ini terbentuk melalui proses menggunakan salah satunya adalah aspek struktur keruangan dengan hasil penyajian konsep ruang yang berbeda. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Tari Pageblug Boma diketahui memiliki berbagai aspek yang terdapat di setiap ragam geraknya yaitu aspek ruang positif-negatif, level, pola lantai, arah dan dimensi. Ruang positif-negatif terdapat diseluruh ragam geraknya, pada tari Pageblug Boma hanya memiliki tiga level yaitu level rendah, sedang dan tinggi. Pola lantai yang digunakan yaitu segitiga, diagonal kanan belakang, lingkaran, vertikal, dan diagonal kanan depan. Bentuk arah hadap dalam geraknya yaitu arah depan, arah belakang, arah samping kanan, arah samping kiri dan arah hadap serong kanan. Dimensi pada tarian ini yaitu ketinggian, kelebaran, dan kedalaman.
ASPEK PENARI DALAM KOREOGRAFI KELOMPOK TARI KIPAS CHANDANI DI SANGGAR SASTRA MATAYA Dewi Purwaningsari; Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari kreasi baru adalah karya tari yang dibuat oleh koreografer dengan pijakan tradisi maupun non tradisi. Karya tari Kipas Chandani dibahas dalam aspek penari yang didalam pokok pembahasannya yaitu membahas aspek jumlah penari, aspek jenis kelamin dan postur tubuh, aspek wujud kesatuan yang didalamnya membahas aspek arah hadap penari, aspek jarak-antara penari dan aspek penari kunci. Suatu karya tari pastilah tidak lepas dari penari yang merupakan media penyampai pesan dari suatu maksud gerak tertentu dalam suatu garapan tari. Penulisan ini dirasa penting karena terkadang aspek penari sering kali diabaikan oleh penonton atau bahkan penari itu sendiri karena ketidakpahaman akan aspek kepenarian. Metode penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, dengan langkah awal peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menemukan permasalahan yang ada, selain itu memperoleh data awal berupa alamat sanggar dan data awal seputar aspek penari yang terdapat dalam tari Kipas Chandani.  Data wawancara yang diperoleh meliputi pertanyaan yang diajukan dengan mendapatkan data yang lebih komplit, sedangkan dokumentasi yaitu berupa foto  kegiatan. Hasil temuannya adalah dalam karya tari Kipas Chandani terdapat aspek penari, yaitu terdiri beberapa aspek diantaranya dengan penentuan jumlah penari dengan kuartet atau empat orang penari. Aspek jenis kelamin dan postur tubuh yaitu dengan dua penari memiliki postur tubuh sedikit berisi dan dua penari dengan postur tubuh kecil dengan penari berjenis kelamin perempuan, aspek wujud kesatuan meliputi aspek arah hadap, aspek jarak antara, dan aspek penari kunci. Arah hadap dalam tari ini yaitu depan, belakang, diagonal kanan, dan sebagainya. Aspek jarak antara penari meliputi rentangan kedua tangan dari penari dan penentuan penari kunci adalah penari yang menjadi panutan.  
Normal People Sebagai Metode Penciptaan Dance Film 'Songkok': Normal People Sebagai Metode Penciptaan Dance Film 'Songkok' Moh Hariyanto
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Normal People yang dimaksud adalah melakukan kerja koreografi dengan menggunakan metode tertentu yang ditujukan untuk orang-orang yang tidak memiliki dasar kepenarian. Normal People atau tubuh orang normal peneliti konotasikan sebagai tubuh yang masih suci dan murni dari segala bentuk tari dan standard koreografi. Normal People inilah yang kemudian dijadikan sebagai dasar metode penciptaan karya Songkok. Dalam proses penciptaan karya Songkok, menggunakan pendeketan ‘memori keluarga’ untuk merealisasikan ide. Terdapat enam tahapan dalam proses identifikasi metode Normal People pada keluarga yaitu; ketika perayaan Maulid Nabi, mengapak dan menatah kayu, mengasah clurit, gerak tahlil, rutinitas perempuan Madura dan ekspresi tubuh silat. Keenam tahapan ini kemudian dijadikan dasar ide penciptaan, diciptakan alur dan aspek dramatiknya sehingga menghasilkan karya dance film Songkok.
Metode Pembelajaran Solatmingkom dalam materi olah vokal kelas XI di SMA Maarif Nu Pandaan Larashati, Bunga Widiya; Trisakti, Trisakti; Martadi, martadi; Yanuartuti, Setyo; Sabri, Indar
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v5n1.p36-47

Abstract

Metode  pembelajaran menjadi hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran seni musik berbasis action Learning  digunakan oleh guru SMA Maarif Nu Pandaan sebagai upaya atau bentuk inovasi dalam pembelajaran materi olah vokal kelas XI.  Salah satu bentuk action learning yang digunakan adalah metode solatmingkom dalam materi olah vokal guna meningkatkan kreativitas bernnyanyi dan kecerdasan musikal anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi Penelitian di SMA Maarif Nu Pandaan Jalan Ahmad Yani No 92 Pandaan Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi data. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, menyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan strategi pembelajaran solatmingkom digunakan guru dalam materi olah vokal. Solatmingkom merupakan salah satu treatment yang berupa gabungan metode solfegio, latihan alam, hamming dan kompetisi. Solfegio digunakan untuk melatih kepekaan anak terhadap nada, ear training, membidik nada sehingga siswa dapat mengelola nada dengan baik. Latihan alam digunakan untuk meningkatkan power agar kualitas suara menjadi maksimal. Hamming merupakan treatmen guna melatih siswa agar mampu bernyanyi dengan nada tinggi dengan cara menutup mulut sehingga mampu membantu rongga hidung dan tenggorokan lebih terbuka. Kompetisi digunakan sebagai evaluasi akhir atau penilaian praktek yang digunakan guru sebagai stimulus agar siswa mampu menampilkan penampilan terbaik.  
SENI PERTUNJUKAN ARAK-ARAKAN DALAM UPACARA ADAT KENDURI BUNGAH DI DESA BEDINGIN KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO (KAJIAN BENTUK DAN MAKNA): (KAJIAN BENTUK DAN MAKNA) Suratno, Kharisma; Yanuartuti, Setyo
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v5n1.p74-87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna simbolik seni pertunjukan arak-arakan dalam upacara adat kenduri bungah di Desa Bedingin Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan bentuk dan makna simbolik. Sumber data dalam penelitian diperoleh dari person, paper, place. Person meliputi Marjuki selaku Kepala Desa, Prapno selaku sesepuh, dan Andi selaku seniman Desa. Paper yang digunakan adalah buku dan artikel ilmiah yang sudah teruji kredibilitasnya. Place yang digunakan penelitian adalah di Masjid Dusun Kambangrejo tempat pemberangkatan arak-arakan dan di lemah gemplah Desa Bedingin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validalitas data menggunakan dua teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bentuk seni pertunjukan arak-arakan terdiri atas struktur dan elemen seni. Struktur pertunjukan arak-arakan secara berurutan diawali cucuk lampah, pembawa obor, gunungan, ambengan, dan pemain sholawat terbang. Elemen seni pertunjukannya adalah pelaku, gerak, tata rias dan busana, musik iringan, tempat pertunjukan, apresiator, dan penyelenggara. Makna seni pertunjukan dapat dilihat dari dua makna, yaitu makna diskursif dan presentatif. Makna diskursifnya adalah untuk bersih desa dan meminta keselamatan kepada sang pencipta dengan simbol besar arak-arakan dan kenduri. Makna presentatifnya adalah makna yang melekat di masing-masing elemen seni pertunjukan arak-arakan yaitu, simbol doa dan rasa syukur kepada sang pencipta agar menjadi desa yang kuat, dijauhkan dari mara bahaya dan selalu menjadi manusia yang berada di jalan kebenaran.   Kata kunci: Arak-arakan, Bentuk Seni Pertunjukan, Makna Simbolik.
KEKUATAN MATA KULIAH BARU ANTROPOLOGI PENDIDIKAN SENI BUDAYA DALAM MEMBERDAYAKAN MAHASISWA UNTUK PEMBELAJARAN KREATIF Djatiprambudi, Djuli; Abdillah, Autar; Yermiandoko, Yoyok
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v5n1.p88-94

Abstract

Di era disrupsi, pengenalan mata kuliah baru sangatlah terbuka untuk mengejar hasil yang lebih baik. Artikel ini memaparkan kekuatan Antropologi Pendidikan Seni Budaya sebagai mata kuliah baru dalam memicu pembelajaran kreatif. Mata pelajaran ini dipengaruhi oleh kontaknya dengan ilmu-ilmu sosial dan perubahan pandangan masyarakat tentang belajar. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap (1) Bagaimana mata pelajaran baru ini diterapkan untuk memicu pembelajaran kreatif? dan (2) Bagaimana mata pelajaran baru ini mendapat pengaruh dari ilmu-ilmu sosial, sehingga mengubah pandangan orang tentang pembelajaran kreatif? Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif longitudinal selama tiga tahun, 2018-2021. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa pascasarjana Jurusan Pendidikan Seni Budaya Universitas Negeri Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas secara tatap mulai pada 2018-2019 dan pertemuan online saat pandemi pada 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan mata kuliah baru Pendidikan Seni Budaya Antropologi membawa tren yang cukup menjanjikan. Mata kuliah ini menjadi ajang eksplorasi dan curah pendapat dalam kajian interdisipliner. Selanjutnya dalam ilmu-ilmu sosial, Sosiologi, misalnya, mata kuliah ini memiliki pengaruh dalam mengubah pandangan masyarakat melalui pembelajaran kreatif.
Riki Rahmat D -: Strategi Pembelajaran lagu Gamolan Sakti di Program studi Pendidikan Universitas Lampung Riki Dinata rahmat; Heri Murbiyantoro
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lampung (aksara  Lampung:  ) adalah suatu provinsi yang paling selatan dari pulau Sumatra, Indonesia, dengan ibu kotanya yaitu kota Bandar Lampung.    Dan    memiliki     dua kota yaitu     kota Bandar     Lampung dan kota Metro serta 13 kabupaten. Lampung sendiri memiliki banyak sekali kebudayaan dan salah satunya adalah alat musik yaitu Gamolan. Gamolan merupakan alat musik tradisional lampung, alat musik tersebut dibuat dengan bamboo, yang dimainkan dengan cara dipukul sehingga menghasilkan nada. Kata gamolan sendiri berasal dari kata begamol yang artinya “berkumpul”. Alat musik gamolan dahulunya merupakan sarana untuk mengumpulkan masyarakat dan menjadi alat komunikasi. keberadaan musik gamolan ini tidak lepas dari metode pembelajaran sehingga pembelajaran musik gamolan menjadi menarik.Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui bagaimana strategi pembelajaran lagu gamolan sakti pada mahasiswa Universitas Lampung. Lagu gamolan sakti adalah lagu yang dibuat oleh Hasyimkan dan diajarkan sebagai pembelajaran untuk mahasiswa Pendidikan Musik Universitas Lampung. Dalam lagu Gamolan Sakti tersebut, Hasyimkan membuat perpaduan antara musik barat dan musik tradisi dalam bentuk ansemble campuran, hal tersebut dilakukan Hasyimkan agar membuat generasi muda sekarang berminat kepada alat musik gamolan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui obeservasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis  data dilakukan untuk sistematis dengan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan  kesimpulan.  Hasil  pembahasan  menyatakan  bahwa  langkah- langkah  strategi    pembelajaran    lagu    gamolan    sakti     menggunakan  strategi pembelajaran cooperative dengan meliputi persiapan pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, dan penyampaian  materi  pembelajaran. Strategi tersebut telah membuat siswa lebih efektif. Dalam proses pembelajaran lagu gamolan sakti ini dapat dilihat dari aspek-aspek penilian meliputi (kehadiran ,kedisiplinan, keaktifan) serta aspek keterampilan saat memainkan lagu gamolan sakti. Berdasarkan evaluasi tersebut, pembelajaran lagu gamolan sakti di Universitas Lampung  dikatakan berhasil, dengan dibuktikan dengan melihat hasil pembelajaran pada lembar evaluasi pada akhir semester dan juga dalam bentuk video pembelajaran lagu gamolan sakti ini.   Kata kunci: Strategi Pembelajaran, Lagu Gamolan Sakti,Universitas Lampung  

Page 1 of 1 | Total Record : 8