cover
Contact Name
Saripah Ulpah
Contact Email
pkpb@uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bpb@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Gedung Kantor Bersama Universitas Islam Riau Lantai 1 Jalan Kaharuddin Nasution No. 113 Pekanbaru, Riau 28284 email: bpb@journal.uir.ac.id
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Buletin Pembangunan Berkelanjutan
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 25283588     EISSN : 27149692     DOI : -
Fokus utama adalah pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) / Sustainable Development Goals (SDGs) kelompok utama yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, teknologi, hukum dan tata kelola berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat. Ruang lingkup jurnal ini sebagai berikut: Pengetasan kemiskinan Pengetasan kelaparan Kehidupan sehat dan sejahtera Pendidikan berkualitas Kesetaran gender Air bersih dan sanitasi layak Energi bersih dan terjangkau Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi Industri, inovasi dan infrastruktur Berkurangnya kesenjangan Kota dan komunitas berkelanjutan Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab Penanganan perubahan iklim Ekosistem laut Ekosistem daratan Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh Kemitraan untuk mencapai tujuan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018)" : 7 Documents clear
Pengembangan Teknologi Produksi Tanaman Berkelanjutan Sudirman Yahya
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.655 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3850

Abstract

Teknologi produksi tanaman berkelanjutan haruslah yang mampu: (1) meningkatkan daya adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan ketersediaan hara yang rendah, dan genangan, (2) membenahi sifat-sifat tanah yang menjadi faktor-faktor pembatas tersebut, yakni dengan memperbaiki kemampuan tanah menahan air dan kapasitas tukar kation, serta meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman, dan (3) mengefisienkan penggunaan input yang berbahan baku "non renewable resources" sebagai energi budi daya. Beberapa prioritas penelitian perlu dikemukakan sebagai upaya mempersiapkan teknologi budi daya agar tanaman mampu beradaptasi terhadap cekaman lingkungan tersebut. Kajian respon fisiologi tanaman terhadap cekaman dapat diungkap dengan melibatkan beberapa genotipe tanaman yang mempunyai kemampuan berbeda dalam adaptasi terhadap cekaman lingkungan. Pada kajian tersebut biasanya dapat diperoleh karakter morfologi dan fisiologi yang menjadi pembeda tingkat toleransi atau kemampuan adaptasi, sekaligus mekanismenya. Karakter-karakter tersebut selain dapat digunakan sebagai karakter seleksi genotipe yang kita inginkan, juga sangat penting dalam pengembangan teknologi produksi yang dapat memperbaiki atau mengurangi pengaruh cekaman lingkungan tersebut. Pengembangan teknologi produksi dapat dilakukan dengan pemanfaatan sumber daya alam mikroorganisme tanah melalui perbaikan lingkungan abiotik, interaksi faktor lingkungan abiotik dan biotik. Keramahan sumber daya alam berupa fenomena perbedaan tingkat toleransi terhadap cekaman dan keberagaman sumber daya tumbuhan dapat pula dimanfaatkan bagi pengembangan teknologi produksi. Femanfaatan keramahan sumber daya alam perlu pula mempertimbangkan aspek efisiensi melalui pengembangan teknologi optimasi penggunaannya.
Optimalisasi Pengelolaan Air Limbah Deterjen Dengan Sistem Rawa Bambu T. Edy Sabli
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.57 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3851

Abstract

Air limbah domestik diantaranya mengandung deterjen. Bahan utama deterjen adalah Linear Alkylbenzena Sulfonate (LAS) merupakan sumber pencemar potensial yang menimbulkan dampak penting bagi lingkungan. Diantara alternatif pengolahan air limbah yang mudah, murah dan memiliki efisiensi tinggi adalah dengan menggunakan sistem lahan basah. Penelitian ini bertujuan menemukan konfigurasi sistem lahan basah dengan memanfaatkan tanaman bambu yang dinamakan “Sistem Rawa Bambu”, untuk mengoptimalkan efisiensi laju penurunan konsentrasi air limbah deterjen. Permodelan lahan basah dibuat dalam skala laboratorium di rumah kaca. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor A adalah air limbah deterjen terdiri dari 4 taraf (tanpa deterjen, 4 g, 8 g dan 12 g deterjen/liter air), faktor B adalah tanaman bambu terdiri dari 3 taraf (1, 2 dan 3 batang bambu/pot). Konsentrasi deterjen diamati dari pengukuran Methylene Blue Active Substances (MBAS), pada awal percobaan (0 hari), hari ke-10, 20 dan 30. Hasil penelitian menunjukan reaktor tanpa penambahan deterjen memiliki rerata efisiensi laju penurunan konsentrasi deterjen 90,56 %, sementara reaktor dengan pemberian 4 g deterjen per liter air, 89,13 %, pemberian 8 g deterjen per liter air, 86,78 %, dan pemberian 12 g deterjen per liter air, 90,16 %.
Pembangunan Berkelanjutan Kawasan Pesisir di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara Nurmatias Nurmatias
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.323 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3852

Abstract

Penelitian dilakukan di kawasan pesisir kabupaten Batubara dari bulan Mei sampai Oktober 2010, menggunakan metode survey kepada 342 responden, Data yang dikumpul adalah unsur pembangunan berkelanjutan yaitu aspek lingkungan, aspek ekonomi dan aspek sosial budaya. Analisis data yang digunakan adalah; Structural Equatian Modeling (SEM), untuk melihat pembangunan secara keseluruhan, GAP analisis unluk melihat capaian pembangunan saat ini, dan SWOT analisis untuk menyusun strategi pembangunan berkelanjutan, sedangkan untuk melihat pendayagunaan sumberdaya alam menggunakan analisis diskripsi. Pembangunan kawasan pesisir kabupaten Batubara belum menerapkan konsep dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dari terjadinya degredasi lingkungan, belum dijumpai program konservasi, tingginya angka kemiskinan, belum terciptanya pemerataan pendapatan dan lapangan kerja baru, tingkat pendidikan masyarakat masih rendah, kelembagaan yang ada tidak mengacu pada pembangunan berkelanjutan, terjadinya pergeseran budaya yang meninggalkan kearifan lokal. Pembangunan secara parsial seperti pembangunan hanya memperhatikan aspek sosial dan ekonomi saja hasilnya hanya untuk pemerataan, jika pembangunan memperhatikan lingkungan dan sosial hasilnya hanya untuk kenyamanan sedangkan pembangunan yang memperhatikan ekonomi dan lingkungan hasilnya lingkungan akan menanggung beban. Tetapi jika pembangunan memperhatikan secara holistik dari aspek lingkungan, aspek ekonomi, dan aspek sosial budaya maka tercipta pembangunan berkelanjutan. Strategi pembangunan kawasan pesisir kabupaten batubara adalah merencanakan penggunaan sumberdaya alam sebagai sumber ekonomi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang.
Sistem Agribisnis dan Rantai Persediaan Cabai di Pekanbaru Mukhtar Ahmad; Febriska Febriska; Darus Darus
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.781 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3853

Abstract

Untuk memahami hubungan sebab-akibat ketidakstabilan harga cabai di Pekanbaru; yang diperekirakan erat kaitannya dengan disebabkan dari segi system agribisnis dan rantai persediaan (supply chain) suatu penelitian survei denga metoda kualitatif dilakukan. Pada kenyataannya system agribisnis cabai belum terbentuk secara terpadu dan melembaga sehingga tidak ada bentuk pengendalian lonjakan harga yang telah berlangsung berpuluh tahun, yang sepenuhnya ditentukan pasar. Sumber persediaan cabai berasal dari Jawa Tengah, mengganti sumber persediaan dari Sumatera Barat. Bahkan juga pernah diimpor dari China, Malaysia dan Korea seperti pada tahun 2014. Pertumbuhan penduduk Pekanbaru yang pesat tidak mampu diimbangi oleh usaha tani cabai yang sebenanya semakin berkembang di Pekanbaru dalam tingkat yang agak lambat. Difahami secara garis besar hubungan sebab-akibatnya antara ketidakstabilan harga bahkan juga angka inflasi sesaat di Pekanbaru. Keadaan itu erat kaitannya dengan belum mantapnya system agribisnis, terutama kelembagaannya. Rantai persediaan (supply chain) cabai ternyata sudah berubah selaras dengan perubahan meningkatnya penduduk Pekanbaru. Pembentukan dan pengelolaan sistem agribisnis cabai dengan campur tangan pemerintah pada masa awal merupakan jalan keluar.
Pengaruh Utama Aplikasi Bokashi Limbah Padat Kelapa Sawit dan NPK Organik Pada Tanaman Terong Sumitro Sumitro; Tengku Rosmawaty; Ernita Ernita
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.737 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3854

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Kaharudin Nasution KM 11, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Penelitian telah dilakukan selama 5 (lima) bulan terhitung bulan Januari sampai Mei 20I5. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi maupun pengaruh utama aplikasi bokashi limbah padat kelapa sawit dan NPK Organik pada tanaman terong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4x4 faklorial yang masing-masing dengan 3 ulangan. Faktor-faktor tersebut adalah faktor L (dosis bokasi limbah padat sawit) terdiri dari L0 = 0 g/plot, Ll = 1260 g/plot, L2 = 2520 g/plot dan 3780 g/plot dan faktor N (dosis pupuk NPK Organik) terdiri dari N0 = 0 g/tanaman, Nl = 20 g/tanaman, N2 = 40 g/tanaman dan N3 = 60 g/tanaman sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Setiap satuan pecobaan terdiri 4 tanaman dan 2 diantaranya sebagai sampel. Jumlah tanaman seluruhnya adalah 192 tanaman. Parameter yang diamati ialah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah buah ekonomis per tanaman, berat buah ekonomis per tanaman dan jumlah buah tidak ekonomis per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi limbah padat kelapa sawit dan NPK Organik secara interaksi berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik pada pemberian bokashi limbah padat kelapa sawit 3780 g/plot dan NPK Organik 60 g/tanaman. Pengaruh utama bokashi limbah padat kelapa sawit nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik pada pemberian bokashi limbah padat kelapa sawit 3780 g/plot. Pengaruh utama NPK Organik nyata terhadap seluruh parameter pengamatan dengan perlakuan terbaik pada pemberian NPK Organik 60 g/tanaman.
Analisis Pengadaan Input Produksi dan Subsistem Usahatani Padi Sawah di Desa Saik Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Darus Darus
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.482 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3855

Abstract

Ketersediaan bahan pangan yang dapat untuk mencukupi kebutuhan seluruh penduduk di suatu daerah menjadi perhatian Pemerintah, karena ketahanan pangan dapat menjaga stabilitas pada suatu daerah tersebut. Kabupaten Kuantan Singingi yang mempunyai potensi pertanian yang besar untuk dikembangkan, hal ini di dukung oleh ketersediaan lahan yang luas serta sumber daya manusia yang mayoritas bergerak di bidang pertanian. Sehingga wilayah ini dijadikan sebagai salah satu dari sembilan kabupaten lumbung padi dalam Program Operasi Pangan Riau Makmur. Desa Saik merupakan Desa dalam wilayah otonomi Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Sebagian besar masyarakatnya beraktivitas dalam bidang tanaman pangan padi sejak tahun 1987, namun demikian produktivitas padi di daerah tersebut masih rendah dibuktikan belum berhasilnya Kecamatan Kuantan Mudik Berswaswmbada Pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengadaan sarana produksi dan keragaan usahatani padi sawah di Desa Saik Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana produksi usahatani padi di Desa Saik tersedia sesuai dengan kebutuan petani, yang ditunjukkan dengan perolehan rerata skor 6 enam tepat > 75 yaitu 81,04. Pada subsistem usahatani padi desa saik diketahui hasil produksi petani berupa beras dengan rata-rata jumlah produksi 4,033.65 kg/ha/musim tanam, petani memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp 39,933,103.57/ha/ musim tanam, pendapatan bersih sebesar Rp 10,642,137.69 /ha/ musim tanam, dan rata-rata jumlah pendapatan keluarga yang diperoleh petani dari hasil usahatani padi sawah pada penelitian ini adalah Rp 25,126,273.10 /ha/ musim tanam. Melalui analisa pembiayaan dan analisis efisiensi diperoleh nilai RCR 1,36, yang menunjukkan bahwa usahatani padi sawah di Desa Saik layak untuk dikembangkan, diiringi usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan saprodi dan tenaga kerja, sehingga dapat menekan biaya produksi dengan tetap mengupayakan produktifitas hasil yang tinggi.
Peran Media Cetak Lokal Dalam Komunikasi Bencana Sebagai Pendukung Manajemen Bencana Muhammad Annapisa
Buletin Pembangunan Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.691 KB) | DOI: 10.25299/bpb.2018.3856

Abstract

Upaya manajemen bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini memerlukan dukungan dari media massa dalam melakukan komunikasi kepada masyarakat. Degradasi lingkungan dan global warming menyebabkan wilayah Indonesia menjadi rawan bencana. Informasi mengenai situasi pra bencana, saat kejadian, dan pasca bencana menentukan terbentuknya keamanan dan kemampuan warga menghadapi bencana. Media cetak lokal dapat berperan sebagai early warning system dan melakukan edukasi bagi masyarakat. Konvergensi media saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi mengenai bencana penting yang dapat mendukung efisiensi manajemen bencana. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengemasan informasi bencana di media massa. Konsep yang digunakan sebagai dasar kajian adalah jurnalisme bencana, komunikasi risiko bencana dan manajemen bencana. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan analisis teks framing pada media cetak yang memberitakan berita bencana, dengan pilihan kasus pada pemberitaan oleh harian pagi Rakyat Riau. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa peran komunikasi bencana menentukan keberhasilan pemerintah untuk memberikan informasi bagi keamanan masyarakat dan mengatasi bencana yang terjadi. Kajian ini memberikan kontribusi bahwa optimalisasi komunikasi bencana secara terpadu penting dalam manajemen bencana, sinergi dengan pelibatan media massa dan masyarakat dalam distribusi informasi melalui pemanfaatan media.

Page 1 of 1 | Total Record : 7