cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022)" : 32 Documents clear
Sosialisasi dan Pelatihan Pembelajaran STEM IPA-Kimia Berkonteks Lahan Basah pada MGMP IPA-Kimia se Kabupaten Banjar Syahmani Syahmani; Rilia Iriani; Mahdian Mahdian; Shabrina Adzhani Febriati; Jahidah Rahmatillah; Dwi Maulina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4415

Abstract

Pendekatan STEM (Science Technology Engineering and Mathematics) menunjang proses pembelajaran dan mendukung tercapainya kompetensi di abad 21 dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan implementasi pembelajaran STEM IPA-Kimia berkonteks lahan basah. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru MGMP IPA/Kimia yang berada pada wilayah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengembangan kegiatan pembelajaran kimia berbasis STEM di SMA sesuai tuntutan kurikulum 2013. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi sosialisasi dan pelatihan terdiri dari: (1) Pendekatan pembelajaran STEM IPA-Kimia berkonteks lahan basah, (2) desain perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, LKPD, dan alat evaluasi, (3) contoh video atau simulasi implementasi pembelajaran STEM IPA-Kimia berkonteks lahan basah. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini peserta akan dapat menggunakan pembelajaran STEM IPA-Kimia sebagai sebuah strategi pembelajaran kimia di kelas. They used the STEM (Science Technology Engineering and Mathematics) approach to support the learning process and support the achievement of competencies in the 21st century and the development of science and technology. This community service activity aims to increase teachers' understanding of the concept and implementation of STEM Science-Chemistry learning in a wetland context. The targets of this activity are MGMP Science/Chemistry teachers located in the Banjar Regency, South Kalimantan, as partners in the implementation of training activities and assistance in developing STEM-based chemistry learning activities in high school according to the demands of the 2013 curriculum. This activity uses lecture, discussion, and question and answer methods. The socialization and training materials consist of: (1) STEM Science-Chemistry learning approach in the context of a wetland, (2) the design of learning devices including syllabus, lesson plans, student worksheet, and evaluation tools, (3) an example of a video or simulation of the implementation of STEM Science-Chemistry learning in a wetland context. Through this socialization and training activity, participants will be able to use STEM Science-Chemistry learning as a chemistry learning strategy in the classroom.
Peningkatan Capacity Building Guru Madrasah Ibtidaiyah Ma`Arif Kabupaten Purbalingga Berbasis Active Learning Ahmad Sahnan; Siswadi Siswadi; Riris Eka Setiani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.5105

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis prodi ini bermaksud untuk menambah pengetahuan sekaligus mengembangkan kapasitas guru-guru Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif Purbalingga. Pengabdian ini menggunakan pendekatan andragogik melalui program workshop active learning. Adapun sasaran dari program pengabdian ini ialah guru-guru Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif Purbalingga dengan jumlah 30 orang peserta yang dilaksanakan hari kamis 12 Agustus 2021. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan kelas, active learning, dan memahami gaya belajar siswa. Adapun hasil yang dicapai dari program ini bahwa implementasi pembelajaran aktif harus didukung dengan pengelolaan kelas yang baik. Pengelolaan kelas ini merupakan salah satu indikator tercapainya pembelajaran aktif. Selain itu guru-guru memperoleh wawasan dan pengetahuan seputar strategi pembelajaran aktif pada gilirannya proses pembelajaran di sekolah akan berlangsung aktif dan menyenangkan. Melalui program workshop ini guru-guru menyadari bahwa sudah sepatutnya kegiatan seperti ini dilakukan secara berkesinambungan agar sumber daya manusia semakin meningkat dan tentunya kapasitas guru-guru madrasah ibtidaiyah semakin baik ke depannya sehingga melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sukses dalam dunia akademik maupun di luar akademik.  This study program-based community service activity aims to increase knowledge and develop the capacity of madrasah Ibtidaiyah maarif Purbalingga teachers. This service uses an andragogic approach through an active learning workshop program. The targets of this service program are teachers of Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Purbalingga with 30 participants, which will be held on Thursday, 12 August 2021. The material presented includes classroom management, active learning, and understanding student learning styles. The results achieved from this program are that the implementation of active learning must be supported by good classroom management. Classroom management is one indicator of the achievement of active learning. In addition, teachers gain insight and knowledge about active learning strategies, which will make the learning process in schools active and fun. Through this workshop program, teachers realize that activities like this should be carried out continuously to increase human resources. Of course, the capacity of Madrasah Ibtidaiyah teachers will be better in the future to give birth to a generation that has the knowledge, skills, values and success in the academic or outside academic world. 
Belajar dari Rumah: Pelatihan Kompetisi Sains Nasional Tingkat SMP Bidang Matematika di Masa Pandemi Muhammad Ahsar Karim; Yuni Yulida; Muhammad Mahfuzh Shiddiq; Miftahul Jannah; Gian Septiansyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4712

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini berbentuk pelatihan online dan bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang teknis pelaksanaan, silabus, serta tips dan trik di dalam menyelesaikan soal-soal pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat SMP di bidang Matematika. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari pada bulan Juli tahun 2021. Peserta kegiatan ini adalah para guru matematika dan siswa-siswi di SMP IT Qardhan Hasana, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, yang terdiri dari 3 orang guru matematika dan 74 orang siswa. Pelatihan ini berjalan lancar dan dapat menjadi solusi bagi sulitnya pelaksanaan kegiatan pelatihan KSN di sekolah di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan diantaranya adalah ceramah, diskusi, dan latihan soal. Hasil kegiatan ini, pemateri memberikan teknik-teknik dalam menyelesaikan soal-soal KSN diantaranya adalah mencari pola, menggunakan variabel, melangkah mundur, dan menggunakan ilustrasi. Dari kegiatan ini, panitia mengidentifikasi 10 dari 74 orang siswa yang berbakat dan merekomendasikan ke pihak sekolah untuk dibina lebih lanjut untuk mengikuti KSN Bidang Matematika. Hal ini sesuai dengan ketentuan KSN tahun 2021, yaitu setiap sekolah diwakili maksimal 9 (sembilan) peserta. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengikuti 1 (satu) bidang lomba dan setiap bidang lomba maksimal 3 (tiga) peserta. Selanjutnya, kegiatan ini dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para guru matematika di sekolah tersebut untuk melakukan pembinaan kepada para siswa di dalam menghadapi KSN bidang Matematika. Pihak SMP IT Qardhan Hasana mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dalam bentuk kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak Program Studi Matematika FMIPA ULM. This Community Service activity is in the form of online training. It aims to share knowledge about technical implementation, syllabus, and tips and tricks in solving problems in the National Science Competition (NCS) for junior high school mathematics. This activity was carried out for two days in July 2021. Participants in this activity were mathematics teachers and students at SMP IT Qardhan Hasana, Banjarbaru City, Province of South Kalimantan, which consisted of 3 mathematics teachers and 74 students. This training ran smoothly and could be a solution to the difficulty of implementing KSN training activities in schools during the Covid-19 pandemic. The methods used include lectures, discussions, and practice questions. The results of this activity show that the presenters provide techniques for solving KSN questions, including looking for patterns, using variables, stepping back, and using illustrations. The committee identified 10 out of 74 gifted students from this activity and recommended the school be further nurtured to participate in KSN in Mathematics. This is following the provisions of the 2021 KSN, which is that each school is represented by a maximum of 9 (nine) participants. Each participant is only allowed to participate in 1 (one) competition field, and each competition field is a maximum of 3 (three) participants. Furthermore, this activity can be utilized and developed by mathematics teachers at the school to guide students in facing KSN in the field of Mathematics. The SMP IT Qardhan Hasana hopes that this activity can be carried out regularly every year in collaboration between the school and the Study Program of Mathematics, FMIPA ULM. 
Pemanfaatan Microsoft PowerPoint untuk Kegiatan ‘Guess Who’ dan ‘Guess What’ dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Elvina Arapah; Emma Rosana Febriyanti; Dini Noor Arini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.2501

Abstract

Pandemi Covid-19 menelurkan kebijakan “Sekolah dari Rumah”. Platform pembelajaran daring (online) pun telah banyak disiapkan untuk diakses guru dan siswa di seluruh Indonesia. Kenyataan yang terjadi sekarang adalah ketidaksiapan masal pembelajaran daring. Ketika guru ingin melakukan pembelajaran melalui Zoom atau Google Meet misalkan, guru seharusnya menyiapkan bahan pembelajaran yang tentu saja berbasis teknologi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dimaksudkan untuk memberikan tutorial penggunaan media sederhana seperti Microsoft PowerPoint dapat menjadi sarana yang memungkinkan digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris secara daring oleh guru-guru Bahasa Inggris SMP dan SMA. Kegiatan PkM pemanfaatan Microsoft PowerPoint untuk Kegiatan ‘Guess Who’ dan ‘Guess What’ secara daring pada tanggal 28 Oktober 2020 pukul 16.00 -17.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang peserta yaitu guru-guru Bahasa Inggris SMP dan SMA. Dalam kegiatan pengabdian ini, contoh kegiatan untuk pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VII, VIII, IX, X XI dan XII ditampilkan. Dari respons kuesioner yang berupa pendapat dari peserta kegiatan tentang penggunaan Microsoft PowerPoint dalam pembelajaran Bahasa Inggris menunjukkan Microsoft PowerPoint adalah alat pembelajaran yang ramah pengguna (user-friendly) dan fitur-fitur dasar dalam Microsoft PowerPoint mudah digunakan. Sebagian besar responden sudah mengetahui tentang penggunaan Microsoft PowerPoint seperti yang disajikan pada kegiatan ini; namun beberapa orang responden mangakui bahwa mereka tidak selalu menggunakan Microsoft PowerPoint dalam mengajar. Di akhir, semua responden berjanji akan menggunakan pengetahuan yang didapat untuk pembelajaran dengan Microsoft PowerPoint ini dalam pembelajaran. The Covid-19 pandemic spawned the “School from Home” policy. Many online learning platforms have also been prepared to be accessed by teachers and students throughout Indonesia. The reality that is happening now is the mass unpreparedness of courageous learning. For example, when the teacher wants to do learning via Zoom or Google Meet, the teacher must prepare technology-based learning materials. This Community Service activity is to provide tutorials on the use of media such as Microsoft PowerPoint, which can be a tool that can be used in bold English learning by Middle and High School English teachers. The community service Activities Using Microsoft PowerPoint for 'Gues Who' and 'Guess What' activities boldly on October 28, 2020, at 16.00-17.00 WITA. This activity was attended by 37 participants, namely middle and high school English teachers. In this service activity, examples of activities for learning English in grades VII, VIII, IX, X, XI and XII are shown. The answers to the questionnaire in the form of opinions from activity participants about the use of Microsoft PowerPoint in learning English show that Microsoft PowerPoint is a user-friendly learning tool and the basic features of Microsoft PowerPoint are easy to use. Most respondents already know about using Microsoft PowerPoint as presented in this activity; however, some respondents admitted that they did not always use Microsoft PowerPoint in teaching. In the end, all respondents will use the knowledge gained for learning with this Microsoft PowerPoint in learning.
Optimalisasi Lahan Pekarangan Sebagai Rumah Pangan Lestari Melalui Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya Patricia Putir; Nuwa Nuwa; Milad Madiyawati; Desy N Koroh; Eritha K Firdara
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4408

Abstract

Kelompok Tani Ukil Ngemil di Kecamatan Jekan Raya merupakan kelompok tani dari 2 (dua) kelompok yaitu kelompok sayur mayur dan kelompok ternak. Kelompok tani ini dibentuk dengan tujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan dengan tanaman sayur mayur dan ternak untuk menghasilkan produk pertanian dan peternakan guna memenuhi kebutuhan hidup harian maupun untuk dijual sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi anggota  kelompok tani tersebut. Adanya pandemi virus corona saat ini, mengakibatkan mereka harus mengurangi aktivitas keluar rumah untuk bekerja. Tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan anggota kelompok tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan serta teknik budidaya tanaman, agar pemanfaatan lahan pekarangan dapat dilakukan secara optimal. Metode pengabdian adalah melalui pelatihan dan penyuluhan (ceramah, diskusi dan tanya jawab) dari narasumber yang berpengalaman di bidang  budidaya tanaman pangan untuk pemanfaatan lahan pekarangan (teknik pengolahan tanah, penyemaian bibit dan penanaman) serta   melakukan demonstrasi plot (Demplot).  Waktu pengabdian  dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai dengan Nopember 2021. Hasil dari pendampingan yang dilakukan yaitu terbentuknya sikap, perilaku dan kebiasaan baik untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman pangan, menghasilkan produk sayuran (mentimun, terong dan kacang panjang) serta mendapatkan keuntungan dari penjualan sayuran. Mentimun rata-rata Rp 2.240.000, terong rata-rata Rp 2.400.000,- dan kacang panjang rata-rata Rp 3.200.000,- dalam 1(satu)  kali tanam. Ukil Ngemil Farmer Group in Jekan Raya Subdistrict is a farming group of 2 groups, namely vegetable groups and livestock groups. This farming group was formed with the aim of empowering the community in managing yard land with vegetable crops and livestock to produce agricultural and livestock products to meet daily living needs and for sale so as to increase income for members of the farming group. The existence of the current coronavirus pandemic, resulting in them having to reduce outdoor activities to work. The purpose of Community Service is to improve the knowledge, insight and skills of farmers group members in the use of yard land and plant cultivation techniques, so that the use of yard land can be done optimally. The method of empowerment assistance carried out is through Training / Extension from Sources who are experienced in the field of food crop cultivation for the use of yard land (soil processing techniques, seedling and planting) and conducting plot demonstrations (Demplot). The result of mentoring is the formation of good habits to utilize yard land by growing food crops, producing vegetable products (cucumbers, eggplants and long beans) and benefiting from the sale of vegetables. Cucumbers average Rp 2,240,000, eggplants average Rp 2,400,000, - and long beans average Rp 3,200,000, - in 1 (one) planting.
Melejitkan Potensi Anak Melalui Pengembangan Minat Dan Bakat Menggunakan Metode Heartstart Chandra Asri Windarsih; Rita Nurunnisa; Mustika Dian Nur Suci
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4872

Abstract

Setiap anak mempunyai minat dan bakat yang berbeda, sebagai pendidik selayaknya dapat menstimulus anak dengan cara yang tepat sehingga potensi anak dapat melejit sesuai dengan kemampuannya. Masih banyak baik orang tua ataupun pendidik yang mendikte anak bahkan berkesan cenderung memaksakan kehendaknya sehingga anak tidak punya pilihan. Pendekatan di usia pengenalan dengan menggunakan metode heartstart yang cenderung memberi kebebasan pada anak secara alami menggali potensi melalui bermain dan eksplorasi. Rumusan masalah dari pengabdian ini bagaimana melejitkan potensi anak melalui pengembangan minat dan bakat menggunakan metode heartstart ?. Tujuannya diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengembangan minat bakat anak, merubah pendekatan cara melejitkan potensi anak  dari mementingkan kecerdasan otak kiri IQ ( Headstart ) ke era mementingkan kecerdasan emosi otak kanan  (Heartstart). Metode yang dipakai melalui kegiatan parenting education dengan pendampingan dengan tahapan sebagai berikut: (a). Mengumpulkan guru dan orang tua, (b). Memberikan gambaran umum tentang pengabdian yang akan dilaksanakan, (c). Melakukan diskusi dan refleksi, (d). Pelaksanaan kegiatan pendampingan pengembangan minat dan bakat, (e). Evaluasi pengembangan melejitkan potensi anak. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 9 Desember 2021 di Yayasan Pendidikan dan Pelatihan Padanta Na Togu Armia.  Hasil dari pengabdian ini guru dan orang tua mendapatkan informasi dan wawasan baru dalam melejitkan potensi anak dengan pilihan yang sesuai dengan minat dan bakat anak tanpa paksaan dari orang tua, secara alami muncul dari dalam diri anak sesuai dengan potensinya.    Every child has different interests and talents, and educators should be able to stimulate children in the right way so that the potential of children can skyrocket according to their abilities. There are still many good parents or educators who dictate to their children and even tend to impose their will so that children have no choice. Approach the introduction age by using the heartstart method, which gives children the freedom to explore their potential through play and exploration naturally. The problem with this service is how to jump-start children's potential through developing interests and talents using the heartstart method? Right brain (Heartstart). The method used is through mentoring with the following stages: (a). Gathering teachers and parents, (b). Provide a general description of the service to be carried out, (c). Conduct discussion and reflection, (d). Implementation of interest and talent development assistance activities, (e). evaluation of development jump-start children's potential. This activity was held on Thursday, December 9, 2021, at the Padanta Na Togu Armia Education and Training Foundation. As a result of this dedication, teachers and parents get new information and insights into boosting the potential of children with choices that follow the interests and talents of children without coercion from parents, naturally emerge from within the child according to his potential.
Pelatihan Teknik Budidaya Tanaman Obat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Pandemi Covid 19 Muzna A.A Gafur; Ponisri Ponisri; Febrianti Rosalina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4802

Abstract

Pelatihan Teknik budidaya tanaman obat kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat di masa pandemi ini.  Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang jenis tanaman yang berkhasiat obat, mengetahui teknik budidaya yang mudah, penyiapan media tanam yang baik, dan pemeliharaan yang tepat. Metode pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi/penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik teknik budidaya. Setelah pelatihan, dilanjutkan dengan pendampingan teknik budidaya kepada peserta.  Pelatihan ini bekerja sama dengan ibu-ibu anggota Aisiyah Kota Sorong sebagai mitra, dengan lokasi kepada tiga (3) kelompok anggota Aisiyah yang tersebar di Distrik Sorong Barat, Distrik Sorong Utara dan Distrik Sorong Timur, Kota Sorong.  Pelatihan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Sekolah Wirausaha Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sorong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang jenis dan manfaat tanaman obat, Teknik budidaya tanaman obat dan keterampilan keterampilan masyarakat tentang tahapan budidaya tanaman obat secara mudah dan praktis mengalami peningkatan. Adapun persentase tingkat pengetahuan peserta rata-rata meningkat menjadi 71,85% dari total semua peserta dari 3 lokasi sebanyak 135 peserta. Berdasarkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan Budidaya Tanaman Obat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat sangat termotivasi untuk membudidayakan tanaman obat di pekarangan sebagi upaya menyediakan alternatif obat untuk pencegahan penyakit ataupun pertolongan pertama manakala terserang penyakit tertentu. Training on medicinal plant cultivation techniques in the community is one form of community empowerment efforts during this pandemic. Through this training, it is hoped that the community will learn about types of plants with medicinal properties, know easy cultivation techniques, prepare good planting media, and proper maintenance. The training method is carried out by providing material/counselling, group discussions, and cultivation techniques. After the training, it was followed by mentoring cultivation techniques for the participants. This training collaborates with Aisiyah members, Sorong City as partners, with locations for three (3) groups of Aisiyah members spread across West Sorong District, North Sorong District, and East Sorong District Sorong City. This training is also a form of support for the Aisyiyah Regional Leadership School of Entrepreneurship program in Sorong City. The activity results show that public knowledge about the types and benefits of medicinal plants, medicinal plant cultivation techniques and community skills regarding the stages of cultivating medicinal plants easily and practically has increased. On average, the percentage of participants' knowledge level increased to 71.85% of all participants from 3 locations with as many as 135 participants. Based on the socialization and training on Medicinal Plant Cultivation that has been carried out, it can be concluded that the community is highly motivated to cultivate medicinal plants in their yards as an effort to provide alternative medicines for disease prevention or first aid when afflicted with certain diseases.
Optimalisasi Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Sungai di Kelurahan Sungai Miai Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Harpani Matnuh; Dian Agus Ruchliyadi; Dedy Ari Nugroho
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.3905

Abstract

Kota Banjarmasin yang dikenal juga dengan Kota Seribu Sungai, merupakan daerah dengan kondisi geografis dominasi kawasan sungai atau perairan. Kondisi ini merupakan sebuah peluang, sekaligus tantangan bagi masyarakat dan pemerintah dalam hal pengelolaan sungai. Berdasarkan hasil survey lapangan yang dilakukan terhadap keberadaan Sungai Miai di lingkungan RT 11 dan 12 dapat disimpulkan dalam kondisi yang tidak layak atau tidak dapat berfungsi dengan baik karena telah terjadi penyempitan, sedimentasi, dan terjadi pencemaran air yang disebabkan berdirinya bangunan liar di atas sungai, limbah rumah tangga dan jamban keluarga. Pengabdian yang dilakukan mengacu pada kegiatan penguatan partisipasi masyarakat dan pengetahuan mengenai peraturan daerah (Perda) tersebut, sehingga menggunakan pendekatan dialogis, partisipatif, dengan wujud kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah menggunakan pendekatan dialogis dengan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2021, dengan jumlah partisipan 50 orang yang merupakan masyarakat di wilayah Sungai Miai, Banjarmasin. Hasil yang diperoleh adalah dipahaminya Perda No.15 tahun 2016 tentang Pengelolaan Sungai dan masyarakat memiliki pengetahuan mengenai partisipasi di kawasan sungai. Hasil lain yang disajikan adalah karakter kerja sama dan musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan sungai di Sungai Miai Banjarmasin.  Banjarmasin, also known as the City of a Thousand Rivers, is an area with geographical conditions dominated by rivers or waters. This condition is an opportunity and a challenge for the community and the government in terms of river management. Based on the results of a field survey conducted on the presence of the Miai River in RT 11 and 12, it can be concluded that it is in an improper condition or cannot function properly because there has been narrowing, sedimentation, and water pollution caused by the establishment of illegal buildings on the river, sewage household and family latrines. The service carried out refers to activities to strengthen community participation and knowledge of the regional regulation. It uses a dialogical, participatory approach in outreach activities to the community. The method used in this community service is to use a dialogical approach to socialization with the community. This service was carried out on August 7, 2021, with 50 participants who were residents of the Miai River area, Banjarmasin. The results obtained are the understanding of local regulation No. 15 of 2016 concerning River Management and the community knows participation in river areas. Another result presented is the community's character of cooperation and deliberation in river management in Sungai Miai Banjarmasin. 
Eksplorasi Etnomatematika dalam Pembelajaran Geometri untuk Meningkatkan Literasi Siswa Noor Fajriah; Yuni Suryaningsih; Kamaliyah Kamaliyah; Indah Budiarti; Rabiatul Adawiyah; Nasrullah Nasrullah; Zaida Amalia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4369

Abstract

Pembelajaran di sekolah diharapkan memunculkan siswa yang berkarakter serta mampu memelihara dan melestarikan budaya sebagai tumpuan karakter bangsa. Kenyataannya, berdasakan pendapat guru matematika diperoleh bahwa buku ajar yang ada kurang mendukung unsur budaya di lingkungan peserta didik. Selain itu, berdasarkan hasil PISA (Program for International Student Assessment) sejak tahun 2001, literasi siswa Indonesia selalu berada pada peringkat bawah dibandingkan dengan negara-negara yang menjadi peserta PISA. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan di atas, maka diadakan pengabdian bentuk pelatihan eksplorasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri kepada 41 guru matematika SMP Kabupaten Banjar dengan tujuan peserta mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau instrumen penilaian dengan mengeksplorasi unsur etnomatematika dalam pembelajaran geometri untuk meningkatkan literasi siswa. Metode pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan dua mode, yaitu sinkronus dan asinkronus. Sinkronus dilakukan untuk memberikan ide kepada guru untuk menyisipkan unsur budaya dalam pembelajarannya sedangkan asinkronus dilakukan untuk membimbing 11 kelompok peserta menyusun rencana pembelajaran yang menggunakan unsur budaya Banjar. Peserta sangat tertarik terhadap materi yang diberikan dan berusaha menyusun rencana pembelajaran yang menyisipkan budaya Banjar. Budaya yang digunakan peserta kebanyakan adalah aneka kue tradisional Banjar. Target pengabdian tercapai dimana lebih dari 50% kelompok mampu menyusun RPP berbasis etnomatematika terkait pembelajaran geometri, diantaranya yaitu menghubungkan kegiatan literasi siswa dan instrumen penilaian pengetahuan materi unsur-unsur lingkaran dengan kue khas Kalimantan Selatan. Peserta mengharapkan ada pelatihan lanjutan untuk lebih banyak lagi menyusun rencana pembelajaran dengan materi yang berbeda. Learning in schools is expected to bring out students who have character and can maintain and preserve culture as the foundation of the nation's character. Based on the opinion of the mathematics teacher, it was found that the existing textbooks did not support the cultural elements in the students' environment. In addition, based on the results of the PISA (Program for International Student Assessment) since 2001, the literacy of Indonesian students has always been in the lower rank compared to countries that have participated in PISA. Based on the problems described above, a form of ethnomathematical exploration training was held in geometry learning to 41 mathematics teachers at the Banjar Regency Junior High School with the aim that participants were able to develop a Learning Implementation Plan or assessment instrument by exploring ethnomathematical elements in geometry learning to improve student literacy. Implementing the training is carried out in two modes, namely synchronous and asynchronous. Synchronous was carried out to provide ideas for teachers to insert cultural elements into their learning. In contrast, asynchronous was carried out to guide 11 participants in preparing learning plans that use Banjar cultural elements. Participants are very interested in the material provided and trying to develop a lesson plan that incorporates Banjar culture. The culture used by the participants is mostly traditional Banjar cakes. The service target was achieved when more than 50% of the group could afford it—compiling ethnomathematics-based lesson plans related to geometry learning, including linking student literacy activities and assessment instruments for material knowledge of circle elements with typical cakes of South Kalimantan. Participants expected further training to develop more lesson plans with different materials. 
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci dari Minyak Jelantah di Kampung Lampion Malang Yuna Anisa Putri; Intan Rahmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i1.4769

Abstract

Kampung Lampion merupakan salah satu kampung wisata yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Kampung tersebut belum memiliki pengolahan limbah minyak goreng yang memadai. Asesmen awal menunjukkan bahwa warga membuang limbah secara sembarangan tanpa diolah terlebih dahulu. Warga biasa membuang limbah di saluran air hingga dibuang langsung ke tanah. Perilaku ini sangat beresiko untuk memicu pencemaran lingkungan bahkan menimbulkan bencana. Tim pengabdian masyarakat memberikan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menghasilkan perubahan perilaku berupa perilaku pro lingkungan warga Kampung Lampion terkait pengolahan limbah jelantah. Pelatihan dihadiri oleh sembilan orang ibu-ibu PKK RW 01 Kampung Lampion. Pelatihan ini dilakukan pada 12 Juni 2021 pukul 08.00-11.00 WIB di balai RW 01 Kampung Lampion Malang dengan menerapkan protokol kesehatan. Rangkaian pelatihan diawali dengan pengisian lembar pre-test, ceramah interaktif oleh pemateri, demontrasi dan praktik pembuatan sabun, dan pengisian lembar post-test serta lembar evaluasi. Kegiatan ini menunjukkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK RW 01 Kampung Lampion tentang jenis limbah, bahaya membuang minyak jelantah secara sembarangan, dan pemanfaatan minyak jelantah.Hal ini diketahui melalui hasil post-test dan ditemukan adanya perubahan perilaku ibu-ibu yang mengumpulkan minyak jelantah secara kolektif untuk disetorkan kepada pengepul sehingga minyak jelantah yang awalnya dibuang sembarangan dapat dikumpulkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Kampung Lampion is a tourist village located in Malang City, East Java. The village does not yet have adequate used cooking oil waste treatment. Initial assessments show that residents dispose of their waste carelessly without processing it first. Residents used to dump waste in waterways until it was dumped directly on the ground. This behaviour is very risky to trigger environmental pollution and even cause disaster. The community service team provides training that aims to understand and produce behavioural changes in the form of pro-environmental behaviour for the residents of Kampung Lampion regarding the processing of used cooking waste. The training was attended by nine women from PKK RW 01 Kampung Lampion Malang. This training was carried out on 12 June 2021 from 08.00-11.00 at the RW 01 Kampung Lampion hall by implementing health protocols. The training series begins with filling out pre-test sheets, interactive lectures by presenters, demonstrations and soap making practices, and filling out post-test sheets and evaluation sheets. This activity showed an increase in the knowledge of PKK RW 01 Kampung Lampion mothers about the types of waste, the dangers of disposing of used cooking oil carelessly, and the use of used cooking oil. Used cooking oil collectively to be deposited to collectors so that used cooking oil that was initially disposed of carelessly can be collected to reduce environmental pollution.

Page 3 of 4 | Total Record : 32