cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Mendukung Gerakan Desa Mandiri Melalui Program Pertanian Hidroponik Noorhapizah Noorhapizah; Wahidah Wahidah; Ahmad Fikri Akbar; Norlatifah Sari; Aulia Sari; Hayatunnisa Hayatunnisa; Maulida Purnama Sari; Na'im Na'im; Saidati Rahmah; Wardana Rahmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6657

Abstract

: Dengan lahan pertanian seluas 59 ha, Desa Anjir Pasar Kota II di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan memiliki potensi utama pada bidang pertanian. Potensi tambahan lainnya adalah sebagian besar warga Desa Anjir Pasar Kota II memiliki pekarangan rumah yang cukup luas dengan rata-rata luasnya sekitar 3.094 m2, sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun skala kecil melalui pengenalan sistem pertanian hidroponik yang menggantikan media tanah, sekaligus memberdayakan masyarakat mengonsumsi sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu observasi lapangan, perencanaan, pengusulan ke tingkat fakultas, sosialisasi dan praktik sistem bercocok tanam hidroponik, pemberian sampel ke masing-masing RT, kontroling, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah masyarakat Desa Anjir Pasar Kota II yang memiliki waktu senggang dari berbagai kalangan umur dengan jumlah 100 orang. Adapun simpulan dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah masyarakat mendapatkan edukasi baru mengenai sistem pertanian menggunakan media air sebagai pengganti tanah, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun skala kecil, kemudian dapat memberdayakan masyarakat mengonsumsi sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, dan masyarakat dapat menjadikan hidroponik sebagai ladang usaha yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga.  With an agricultural land area of 59 ha, Anjir Pasar Kota II Village in Anjir Pasar District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan, has major potential in the agricultural sector. Another potential is that most of Anjir Pasar Kota II Village residents have large yards with an average area of around 3,094 m2. Hence, the implementation of this community service activity aims to utilize the yard as a small-scale garden by introducing a hydroponic farming system that replaces soil media and empowering people to consume vegetables to meet family food needs. This community service activity was implemented using several stages, namely field observation, planning, a proposal to the faculty level, socialization and practice of the hydroponic farming system, giving samples to each RT, controlling, and evaluating. The activity participants were the people of Anjir Pasar Kota II Village who had free time from various age groups, 100 people. The service activities conclude that the community gets new education about agricultural systems using water media as a substitute for soil, the community can utilize the house yard as a small-scale garden, then can empower the community to consume vegetables to meet family food needs. The community can make hydroponics a business field expected to improve the family economy. 
Penyuluhan Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Tumbuh Kembang Anak di Era Digital bagi Orang Tua Desa Pongkar Zakwan Hilmy; Trisno Susilo; Dina Fara Waidah; Fajar Tyas Adi; Widi Suyudi Ashari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7356

Abstract

Gadget adalah suatu peranti elektronik yang memiliki fungsi praktis dalam mempermudah pekerjaan manusia. Berkembangnya teknologi membuat gadget semakin berkembang pesat menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat dan berbagai usia. Penggunaan yang berlebihan dari gadget tentunya memberikan dampak negatif khususnya terhadap tumbuh kembang anak. Di era digital ini gadget sudah sulit dipisahkan dari keseharian anak padahal anak-anak memilki fase pertumbuhan dan perkembangan yang kritis terhadap lingkungan disekitarnya. Oleh sebab itu diadakan suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan menambah wawasan dan rasa antisipatif orang tua terhadap dampak penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak khususnya anak usia dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan sosialisasi kepada para orang tua di Desa Pongkar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2022 di Aula Posyandu Desa Pongkar Kecamatan Tebing dengan jumlah psesrta yang hadir berjumlah 19 orang. Adapun dampak gadget berpengaruh pada perkembangan kognitif, mototrik, fisik, emosi, sosial, bahasa, dan seksual anak dimasa pertumbuhannya. Hasil dari kegiatan ini adalah pemaham peserta terkait materi sebesar 94,7% dimana hasil ini didapat dari penyebaran kuesioner feedback kegiatan. Diharapkan dari kegiatan ini orang tua semakin melek teknologi guna mengontrol penggunaan gadget oleh anak.A gadget is an electronic device with a practical function in facilitating human work. Technology development has caused gadgets to grow rapidly, reaching almost all levels of society and all ages. Overuse of gadgets certainly has a negative impact, particularly on the growth and development of children. In this digital era, gadgets are difficult to separate from children's daily lives, even though children have a critical growth and development phase in the surrounding environment. Therefore, a community service activity was carried out to add insight and anticipatory feelings for parents regarding the impact of excessive use of gadgets by children, especially in early childhood. This Community Service (PkM) activity was carried out using counselling and outreach methods to parents in Pongkar. This activity was carried out on July 19 2022, at the Posyandu Hall in Pongkar Village, Tebing District, with 19 participants attending. The impact of gadgets affects the cognitive, motor, physical, emotional, social, language, and sexual development of children during their growth. According to the feedback questionnaires distributed during the activity, 94.7% of the participants understood the material. It is hoped that from this activity, parents will become more technology literate to control the use of gadgets by children. 
Pendampingan Penyusunan Instrumen Penilaian Berbasis AKM Literasi Numerasi bagi Guru MI Erlinda Rahma Dewi; Syamsul Huda Rohmadi; Kustiarini Kustiarini; Pratiwi Rahmah Hakim
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6979

Abstract

Tujuan pengabdian pendampingan penyusunan instrumen berbasis AKM literasi numerasi adalah (1) Memberi fasilitas kepada guru MI dalam menyusun instrumen penilaian berbasis AKM literasi numerasi, dan (2) Memberi bantuan konsultasi kepada guru MI dalam hal penyusunan instrumen penilaian berbasis AKM literasi numerasi. Metode yang digunakan yaitu metode Community Based Participatory Research (CBPR). Langkah CBPR yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Subjek pengabdian ini yaitu sebanyak 82 guru MI dari 82 MI se-Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan pendampingan dilaksanakan selama lima bulan, yaitu pada bulan April hingga September tahun 2022. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengusung tema pendampingan penyusunan instrumen AKM literasi numerasi bagi guru MI dalam rangka menunjang implementasi asesmen nasional telah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analitis data yang dilakukan secara kuantitatif deskriptif dapat diketahui bahwa sebanyak 58,54% peserta telah mampu menyusun instrumen AKM literasi numerasi dengan sangat baik. Sebanyak 26,83% peserta dapat menyusun instrumen literasi numerasi dengan baik, selebihnya terdapat 14,63% peserta memiliki kemampuan cukup dalam menyusun instrument AKM literasi numerasi. Adanya pendampingan penyusunan instrumen literasi numerasi bagi guru MI di Kabupaten Sukoharjo sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan guru MI dalam penyusunan instrumen AKM literasi numerasi.The assistance service's objectives for preparing AKM-based reading literacy instruments are (1) To provide facilities for MI teachers in preparing AKM-based reading literacy assessment instruments and (2) To provide consultation assistance to MI teachers in the preparation of AKM-based reading literacy assessment instruments. The Community Based Participatory Research (CBPR) method is used in this community service. CBPR steps are planning, implementation, and reporting. The subject of this service is as many as 82 MI teachers from all MI in Sukoharjo Regency. The assistance was carried out for five months, from April to September 2022. The implementation of community service activities with the theme of assisting in the preparation of numeracy literacy AKM instruments for MI teachers to support the implementation of the national assessment has gone well. Based on the results of the data analysis, as many as 58.54% of the participants were able to construct the numeracy literacy AKM instrument very well. As many as 26.83% of participants could construct numeracy literacy instruments well, and the remaining 14.63% had sufficient ability to develop numeracy literacy AKM instruments. The assistance in preparing numeracy literacy instruments for MI teachers in Sukoharjo Regency was very effective in improving the ability of MI teachers to compile AKM arithmetic instruments. 
Pelatihan Pembuatan Soal Berpikir Kritis untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 bagi Guru IPA SMP Kota Pagaralam Safira Permata Dewi; Lucia Maria Santoso; Yenny Anwar; Ermayanti Ermayanti; Dea Ananda Saputri; Intan Ratu Pratiwi; Nadia Salsabila
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7490

Abstract

Peningkatan keterampilan abad 21 menjadi perhatian dalam pembelajaran di kelas. Peningkatan kompetensi ini membekali siswa dengan keterampilan untuk memenuhi tuntutan zaman dan keterampilan siswa untuk berdaya saing di masa yang akan datang. Berpikir kritis merupakan keterampilan yang dapat dipraktikkan selama proses penilaian pembelajaran dengan memberikan soal-soal keterampilan berpikir kritis. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan guru IPA di Kota Pagaralam dalam membuat soal keterampilan berpikir kritis. Sasaran kegiatan ini adalah 40 orang guru IPA yang tergabung dalam MGMP IPA Kota Pagaralam. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara luring dan daring pada bulan Agustus hingga Oktober 2022. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan observasi, penyampaian materi, workshop, evaluasi, kegiatan mandiri dan pemantauan. Hasil evaluasi akhir menunjukkan 79% peserta memiliki pemahaman yang baik dan 21% peserta memiliki pemahaman yang sangat baik dalam membuat soal keterampilan berpikir kritis. Selain itu, sebanyak 92,85% peserta telah dapat mengembangkan soal-soal keterampilan berpikir kritis. Hasil evaluasi kinerja juga menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan dapat diterapkan dalam proses evaluasi pembelajaran di kelas untuk meningkatkan keterampilan abad 21.Improving 21st-century skills is the focus of today's classrooms' learning process. These skills allow students to tackle global challenges, empowering them to become more competitive in the future. Critical thinking is a skill that can be trained through the learning assessment process by asking critical thinking questions. This training on creating Critical Thinking Questions through Community Service Activities aims to enlighten Science Teachers in Pagalalam City on creating a Critical Thinking Questions tool. The target group participating in this activity was 40 science teachers in Pagaralam City. This training activity will be offline and online from June to October 2022. This activity is carried out through stages of observation, material provision, workshops, assessment, self-activity, and monitoring. As a result of the participants' final evaluation, 79% of the participants rated him in the good category, and 21% rated him in the very good category. Additionally, up to 92.85% were able to ask critical thinking questions. Activity assessment results also indicate that the training provided can be used in assessing classroom learning to improve her 21st-century skills. 
Pelatihan Pembuatan Black Garlic pada Pendamping Pasien Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu, Bandung Huriah Rachmah; Mentari Luthfika Dewi; Lasmanah Lasmanah; Alma Khusnu Tazkia; Muhammad Lucky Fahrezi; Septiani Melawati Dewi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6971

Abstract

Siklus pengobatan kanker yang panjang, tidak hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan mental dan fisik pasien secara menyeluruh, namun juga pada kondisi kesehatan fisik dan mental para pendamping pasien. Dukungan moril sangat dibutuhkan tidak hanya bagi pasien kanker namun juga bagi pendamping pasien. Pendamping pasien tetap membutuhkan aktivitas sosial bersama yang dapat memotivasi mereka untuk lebih produktif dan memiliki kepercayaan diri selama mendampingi pasien. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat dengan tema pelatihan dan pendampingan pembuatan black garlic dengan sasaran kepada para pendamping pasien kanker di Rumah Pejuang Kanker Ambu (RPKA). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu kegiatan bersama yang berarti kepada para pendamping pasien sehingga mereka memiliki keterampilan sosial dan dapat lebih produktif. Pelatihan dan pendampingan pembuatan black garlic dilaksanakan pada Agustus 2022. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan metode pemberian materi dan pendampingan kelompok untuk praktek pembuatan black garlic secara langsung. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan mengadakan pretest dan posttest serta evaluasi terhadap produk black garlic yang dihasilkan. Dari hasil pelatihan dan pendampingan ini diketahui terjadi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait black garlic sebelum dan sesudah pelatihan yaitu dari 59,2% menjadi 72,8%. Semua kelompok peserta pelatihan berhasil membuat black garlic yang siap dikonsumsi. The long cycle of cancer treatment affects the patient's mental and physical health and the caregiver's physical and mental health. Moral support is needed not only for cancer patients but also for patient caregivers. Patient caregivers still need to engage in social activities that motivate them to be more productive and self-confident while accompanying patient treatment. Based on these problems, a community service program was carried out with the theme of training and mentoring in making black garlic with the target of cancer patient caregivers at the Rumah Pejuang Kanker Ambu (RPKA). This activity aims to provide a meaningful social activity for patient caregivers so that they have social skills and can be more productive. The training and mentoring are carried out through lectures on general knowledge about black garlic and group assistance to practice making black garlic. The evaluation of the training was carried out by conducting a pre-test and post-test as well as an evaluation of the black garlic produced. From the results of this training and mentoring, it was found that there was an increase in the knowledge of the training participants regarding black garlic before and after the training, from 59.2% to 72.8%. All groups of trainees succeeded in making ready-to-eat black garlic. 
Implementasi Literasi Numerasi Kampus Mengajar Angkatan 3 SDN 188 IX Tanjung Baru Kabupaten Muaro Jambi Fattachul Huda Aminuddin; Merti Megawaty; Junaidi Surya; Elzas Elzas; Sri Mulyati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6802

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu bagian kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen terpilih dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang bertujuan untuk melatih karakter mahasiswa, jiwa kepemimpinan, kepekaan sosial, pengalaman belajar serta pengembangan diri melalui aktivitas diluar kelas perkuliahan. Sekolah sasaran yang menjadi objek pada kegiatan ini adalah SDN 188/IX Tanjung Baru Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Maret hingga 1 Juli 2022. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengimplementasikan kegiatan literasi dan numerasi kepada peserta didik serta membantu guru dalam penggunaan adaptasi teknologi media pembelajaran di SDN 188/IX Tanjung Baru. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah kelas tutor yang berfokus kepada pendampingan belajar siswa yang mengalami keterlambatan pemahaman dalam belajar. Kelas tutor yang dilakukan yaitu dengan cara melakukan bimbingan membaca, menulis, dan menghitung terhadap siswa diluar jam pelajaran di sekolah. Adapun tahapan kegiatan ini meliputi: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi literatur, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini sudah berjalan dengan baik, yaitu terdapat adanya peningkatan literasi dan numerasi siswa dengan menunjukkan perkembangan dan antusias minat belajar siswa.The Teaching Campus Program is a part of the activities carried out by selected students and lecturers from all tertiary institutions in Indonesia, which aims to train student character, leadership skills, social sensitivity, learning experiences and self-development through activities outside the lecture class. The target school that became the object of this activity was SDN 188/IX Tanjung Baru, Muaro Jambi Regency. This activity was carried out from March 2 to July 1 2022. This service aims to implement literacy and numeracy activities for students and assist teachers in adapting learning media technology at SDN 188/IX Tanjung Baru. The method of implementing this community service activity is a tutoring class that focuses on assisting students who experience delays in understanding learning. The tutoring class is conducted by conducting reading, writing, and arithmetic guidance to students outside of class hours. The stages of this activity include preparation, implementation, and evaluation. Literature studies, observations, interviews, and documentation are data collection techniques. The results of this service activity have gone well; namely, there has been an increase in student literacy and numeracy by showing progress and enthusiastic interest in student learning.
Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kitab Al-Akhlak Lil Banin Berbasis Psikologi Positif, Desa Danau Pantau Kapuas Hunainah Hunainah; Dwi Sari Usop; Nasihatud Diniyah Jahro; Muhammad Reza; M Rasyid Ridha; Muhammad Adri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6969

Abstract

Keterbatasan SDM dan krisis kebermaknaan hidup menjadi salah faktor minimnya pengamalan keislaman masyarakat muslim Desa Danau Pantau. Untuk itu, perlu sosialisasi dan pelatihan penguatan pendidikan karakter berbasis psikologi positif. Pengabdian yang dimotori Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi Bimbingan Konseling pada Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, bertujuan membekali wawasan masyarakat dan melatih mereka untuk dapat menanamkan Penguatan Pendidikan Karakter sedarhana dari lingkungan keluarga berbasis psikologi positif. Sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah keluarga muslim di Desa Danau Pantau. Peserta kegiatan PkM ini sebanyak 65 orang dan dilaksanakan dengan 3 langkah: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan terbimbing, dan dilaksanakan dua kali, pada 9 September 2022 dan 11 November 2022 di Masjid AL-Hijrah. Temuan hasil kegiatan PkM dengan mitra ini diperoleh bahwa mayoritas peserta, yaitu 92% belum mengetahui program PPK yang diprakarsai pemerintah. Temuan selanjutnya yaitu tidak ditemukannya pelatihan penerapan PPK ataupun pelatihan berbasis psikologi positif sebelumnya. Untuk itu dihadirkan pelatihan dengan kegiatan PkM ini. Adapun hasil pelaksanaan PkM ini adalah: 1) Telah dilaksanakan pelatihan penerapan PPK kitab al-Akhlak lil Banin berbasis psikologi positif; 2) Telah dilaksanakan pendampingan penggalian nilai PPK yang bisa diterapkan di skala keluarga; dan 3) Telah dilaksanakan pendampingan kesehatan mental masyarakat yang multisektoral, kuratif, preventif, dan Islami. Limited human resources and a crisis of the meaning of life are factors in the Muslim community's lack of knowledge and practice of Islam in Danau Pantau Village. For this reason, it is necessary to socialize and strengthen character education training based on positive psychology. This community dedication, which was given by lecturers of the Islamic Education Study Program and Guidance And Counseling Program, Muhammadiyah University of Palangkaraya, aims to provide insight into the community and train them to instil simple Strengthening Character Education from a positive psychology-based family environment. The target of this PkM activity is Muslim families in Danau Pantau Village. There were 65 participants in this PkM activity, and it was carried out in 3 steps: planning, implementing, and evaluating. The method used in this activity is guided training, and it was held twice, on 9 September 2022 and 11 November 2022, at the AL-Hijrah Mosque. The results of PkM activities with these partners showed that the majority of participants, namely 92%, did not know about the Character Education Strengthening Program. The next finding is that there was no training on implementing Character Education Strengthening Program or training based on positive psychology. For this reason, training was presented with this PkM activity. The results of this PkM are: 1. Training on applying the Character Education Strengthening Program Kitab al-Akhlak lil Banin based on positive psychology has been carried out; 2. Character Education Strengthening Program assistance which can be applied at the family scale has been carried out; 3. Multi-sectoral, curative, preventive and Islamic community mental health assistance has been carried out. 
Upaya Pencegahan COVID 19 melalui Penerapan "SIGAP" (Sosialisasi Anak Peduli PHBS) Vita Purnamasari; Dzakiyatul Fahmi Mumtaz
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7518

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu protokol kesehatan vital di era pandemi COVID-19 yang penting dilakukan oleh masyarakat terutama siswa/i Sekolah Dasar (SD). Pengabdian masyarakat, yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, berlokasi di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta bertujuan untuk melakukan edukasi menggunakan media audio visual tentang PHBS pada anak SD melalui penerapan SIGAP (Sosialisasi Gerakan Anak Peduli PHBS). Tahapan kegiatan ini adalah: (1) Observasi lokasi penelitian; (2) identifikasi masalah mitra; (3) pencarian solusi pada mitra penelitian; (4) proses pembuatan media edukasi; (5) kegiatan SIGAP; (6) Evaluasi dan monitoring kegiatan SIGAP; dan laporan serta publikasi hasil kegiatan penerapan SIGAP di Sekolah Dasar. Kegiatan SIGAP dimulai pada bulan Januari hingga Juli 2021 di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan sikap, awalnya 59,7% menjadi 90,5%. Dua indikator inilah sebagai salah satu faktor keberhasilan penerapan perilaku pada siswa/i di SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta setelah dilakukan edukasi PHBS berbasis audio visual.Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is one of the important health protocols in the era of the COVID-19 pandemic that needs to be implemented in society, especially for children at elementary school. Community service, which is one of the embodiments of the Tri Dharma of Higher Education, is carried out at SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta to conduct education using audio-visual media about PHBS for elementary school children by carrying out SIGAP (Socialization of the Movement for Concerned Children about PHBS). The stages of this activity are: (1) field observation; (2) identification of partner problems; (3) offering solutions to partners; (4) making educational media; (5) Outreach; (6) Evaluation and monitoring; and lastly is the report and publication of the results of Community Service (Pengabmas). SIGAP activities start from January to July 2021 at SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta. This community service activity increases knowledge and attitudes, initially from 59.7% to 90.5%. These two indicators are one of the factors for successfully implementing behaviour in students at SD Muhammadiyah Purwodiningratan Yogyakarta after conducting PHBS education based on audiovisual. 
Pelatihan Peningkatan Mutu Pembelajaran PAUD Berbasis Literasi dan Pemanfaatan Mobil Pintar Maimunah Maimunah; Mohammad Dani Wahyudi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6375

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu lebih dari 90% guru di PKG Teratai Kecamatan Anjir Pasar kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis literasi di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru-guru yang ada di PKG Teratai Kecamatan Anjir Pasar dalam meningkatkan mutu pembelajaran berbasis literasi. Kegiatan dilaksanakan di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Anjir Pasar, pada tanggal 19 Juli 2022 dan 6 Agustus 2022. Kegiatan ini diikuti oleh jumlah peserta sebanyak 50 orang. Metode pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini meliputi: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil posttest diperoleh hasil evaluasi peserta meningkat menjadi 98%. Sehingga terukur dengan jelas, 98% dari jumlah seluruh peserta telah memiliki pengetahuan mendalam tentang pembelajaran berbasis literasi secara teoritik dan mampu menyusun perangkat pembelajaran PAUD Berbasis Literasi. Pelatihan ini berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan guru-guru PAUD dalam peningkatan mutu pembelajaran PAUD berbasis literasi di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala sejak usia dini.The problem faced by partners is that more than 90% of teachers in PKG Teratai, Anjir Pasar District, have difficulty implementing literacy-based learning in Early Childhood Education (PAUD). This training aims to improve the abilities and skills of teachers in PKG Teratai, Anjir Pasar District, in improving the quality of literacy-based learning. The activity was carried out at the UPT Education Office of Anjir Pasar District on July 19 2022, and August 6 2022. Fifty participants attended this activity. Implementing this Community Service program (PkM) includes preparation, implementation, and evaluation. Based on the post-test results, the participants' evaluation results increased to 98%. So that it is clearly measurable, 98% of the total participants already have in-depth knowledge of literacy-based learning theoretically and can develop Literacy-Based PAUD learning tools. This training contributes to increasing the ability of PAUD teachers to improve the quality of literacy-based PAUD learning in Anjir Pasar District, Barito Kuala Regency, from an early age.
Edukasi Keuangan Digital dalam Memanfaatkan Jasa Pinjaman Online Ana Zahrotun Nihayah; Ifnasya Kahrismasuci; M Rikza Chamami; Lathif Hanafir Rifqi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7325

Abstract

Pemanfaatan kemajuan teknologi dalam bidang keuangan semakin berkembang pesat. Inovasi teknologi mendatangkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, salah satunya diaplikasikan pada pinjaman online. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilatarbelakangi maraknya pinjaman online yang ditawarkan kepada masyarakat tetapi tidak diimbangi dengan pengetahuan masyarakat terhadap pinjaman online itu sendiri. Sehinngga menyebabkan beberapa diantara anggota Ibu-Ibu PKK terjebak pada permasalahan pinjaman online. Tujuan kegiatan PkM adalah memberikan edukasi kepada masyarakat seputar keuangan digital yang terfokus pada materi pinjaman online. Pelaksanaan pada kegiatan PkM dilakukan secara langsung pada hari Sabtu, 13 Agustus 2022 bertempat di kediaman Ibu Ketua PKK di Desa Jebol Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Hasil kegiatan PkM ini menjelaskan bawa pemahaman literasi seputar keuangan digital khususnya pada pinjaman online sangat bermanfaat untuk kelompok Ibu-Ibu PKK, hal terlihat dari hasil survei tingkat kepuasan peserta sebesar 83% menyatakan sangat puas atas terselenggaranya kegiatan PkM ini. The use of technological advances in the financial sector is overgrowing. Technological innovations bring about a more practical financial transaction process, one of which is applied to online loans. The implementation of community service activities (PkM) is motivated by the rise of online loans being offered to the public but not balanced with the public's knowledge of online loans. So that caused some of the PKK members to get stuck in online loan problems. The purpose of community service activities (PkM) is to educate the public about digital finance, which focuses on online material loans. The implementation of PkM activities is carried out through 3 stages: introduction, implementation and evaluation. The results of this PKM activity explain that understanding digital finance literacy benefits groups of PKK mothers, especially online loans. This can be seen from the survey results; satisfaction level of participants of 83% stated that they were very satisfied with implementing this PkM activity.