cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Pemanfaatan Website Trello dalam Menunjang Pembelajaran Kolaboratif di Lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang Faizatul Amalia; Denny Sagita Rusdianto; Fajar Pradana; Tri Astoto Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6849

Abstract

Pembelajaran kolaboratif dalam pembelajaran di kelas menjadi penting diimplementasikan agar dapat menciptakan interaksi sosial yang ada antar siswa. Hal ini bermanfaat bagi pemahaman siswa dan juga peningkatan kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah yang diberikan oleh guru secara berkelompok. Dengan adanya pandemi covid-19, membuat masalah dalam pembelajaran semakin kompleks meskipun di satu sisi, guru dituntut untuk menghasilkan lulusan yang kompeten. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dan juga kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah, maka diperlukan pelatihan bagi guru dalam mengelola tugas melalui penggunaan website Trello. Kegiatan pelatihan ini mendukung dalam peningkatan kemampuan guru terutama pemanfaatan aplikasi sebagai alat bantu yaitu Trello untuk menerapkan pembelajaran kolaboratif. 16 peserta yaitu guru dari SMKN 9 dan SMKN 12 Malang bersedia mengikuti pelatihan ini secara luring dan daring selama dua hari pada tanggal 11-12 Agustus 2022. Metode pelaksanaan pelatihan ini dengan menerapkan metode ceramah dalam penyampaian materi, diikuti dengan demonstrasi oleh pemateri dan diikuti oleh peserta, dan penugasan. Selain itu, diberikan juga pretest dan posttest untuk mengukur pengetahuan guru dalam pelatihan ini serta kuesioner pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan tugas yang dikumpulkan oleh guru, terdapat 2 guru yang tidak aktif dalam pelatihan atau tidak mengumpulkan tugas 1, 2 dan 3, dan 4 orang guru tidak mengumpulkan tugas 3. Hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya penurunan dari rata-rata pretest dan posttest-nya. Namun tugas yang dihasilkan cukup menunjukkan hasil yang signifikan terkait pemanfaatan Trello itu sendiri. Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan kemampuan guru meningkat dalam memanfaatkan Trello untuk mendukung pembelajaran kolaboratif sebesar 56% yang mengumpulkan sebuah video pemanfaatan Trello.Collaborative learning has an important role in developing social interaction between students. Collaborative learning benefited students' understanding and increased their ability to solve problems in groups. The Covid-19 pandemic made problems in learning more complex, and teachers were required to produce competent graduates. Therefore, the purpose of this training activity was to increase student understanding and students' ability to solve problems. Problem-solving could be trained in students using management assignment collaboration. So this training was needed for teachers to manage assignments using the Trello website. This training activity also supported improving teachers' abilities, especially by using Trello applications in implementing collaborative learning. Many 16 teachers from SMKN 9 and SMKN 12 Malang were willing to participate in this training. This training was held offline and online for two days on 11-12 August 2022. The method of this training was lecturing in delivering material, demonstrating, and giving assignments. The training was evaluated using a pretest, posttest, and questionnaire. Based on the assignments collected by the teacher, two teachers were not active in training or did not submit three assignments, and four teachers did not submit third assignments. The results of the pretest and posttest described a difference from the average. However, the resulting tasks show significant results regarding using Trello. Implementing this activity increased teachers' ability to use Trello in supporting collaborative learning by 56% who submitted a video on using Trello. 
Peningkatan Pengetahuan tentang Penanganan dan Pencegahan Diare pada Anak melalui Penyuluhan dan Story Telling Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Marina Wardaya; Shienny Megawati Sutanto; Evan Raditya Pratomo; Hebert Adrianto; Wira Widjaja Lindarto; Berlian Beatrix Rarome; Fransisca Suyanto Pangemanan; Aura Dhiya Ulhaq
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7771

Abstract

Sejak pandemi COVID-19, banyak warga jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sepanjang Sidoarjo, khususnya anak-anak, rentan terhadap berbagai penyakit seperti diare, flu dan infeksi saluran napas. Permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar orang tua di GKI adalah kurangnya pengetahuan dan media untuk mengajarkan tentang pencegahan diare atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anaknya. Solusi yang ditawarkan melalui pengabdian masyarakat di GKI Sepanjang adalah edukasi terkait diare dan PHBS sebagai upaya pencegahannya. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah orang tua, remaja dan anak-anak dengan total 40 orang. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 15 dan 16 Oktober 2022. Pada hari pertama, edukasi pada orang tua dan remaja sejumlah 19 orang, dilakukan melalui penyuluhan dan diskusi. Pada hari kedua, edukasi untuk anak-anak, sejumlah 21 orang, dilakukan melalui story telling. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja dan orang tua setelah dilakukan penyuluhan dan diskusi, yaitu sebesar 14%. Hasil story telling yang dilakukan pada anak dinilai mampu menarik perhatian anak serta meningkatkan kesadaran untuk mencegah diare. Meskipun terdapat peningkatan pengetahuan pada orangtua dan remaja, dibutuhkan metode lain dalam meningkatkan pengetahuan terkait diare dan pencegahannya.Diarrhoea is a common disease in children and is dangerous if not followed up properly. Prevention of diarrhoea can be done by maintaining personal and environmental hygiene. Educating children and parents about the importance of preventing diarrhoea and overcoming it from home is necessary. Since the COVID-19 pandemic, many residents of the Gereka Kristen Indonesia (GKI) Sepanjang, Sidoarjo, especially children, are vulnerable to diseases such as diarrhoea, flu and respiratory and respiratory infections. This is related to clean and healthy living behaviours that all residents of the congregation should carry out. The problem faced by most parents in GKI is the lack of knowledge and media to teach about diarrhoea prevention or Clean and Healthy Living Behavior to their children. The solution offered through community service at GKI Sepanjang is education related to diarrhoea and clean and healthy behaviour to prevent it. The targets of this community service are parents, teenagers and children. Education for parents and adolescents is conducted through counselling and discussion, while education for children is done through storytelling. The pre-test and post-test results showed an increase in knowledge among adolescents and parents after counselling and discussion, which was 14%. The results of storytelling on children are considered to attract children's attention and increase awareness to prevent diarrhoea. Although there is an increase in knowledge among parents and adolescents, other methods are needed to increase knowledge related to diarrhoea and its prevention. 
Pelatihan Screening Diabetes Mellitus bagi Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular di Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Wuri Ratna Hidayani; Yohanes Kristianto; Nuris Kushayati; Nurul Aini Suria Saputri; Arif Munandar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7681

Abstract

Berdasarkan observasi kegiatan Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Singaparna diketahui terdapat banyak pasien dengan rawat jalan dengan diagnosis diabetes mellitus dengan komplikasi pada pasien tersebut. Menurut Koordinator kader Pobindu Penyakit Tidak Menular (PTM) menyatakan bahwa pelatihan tentang screening diabetes mellitus belum pernah dilakukan sehingga belum menunjang dalam kegiatan Posbindu PTM dalam pencarian kasus diabetes mellitus. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu PTM dalam melakukan screening Diabetes Mellitus (DM) sebagai upaya pencegahan deteksi dini. Kegiatan pengabdian berupa pelatihan melakukan screening dengan metode demonstrasi secara langsung. Kader Posbindu mendapatkan materi tentang cara melakukan tes kadar gula darah untuk menentukan status DM. Pelatihan diikuti oleh 16 kader Posbindu PTM di Desa Cikunir pada tanggal 12 September 2019. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, pelatihan screening diabetes mellitus, dan ditutup dengan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posbindu PTM dalam melakukan screening diabetes mellitus. Nilai rata-rata pre-test sebesar 60,0 dan meningkat menjadi 88,0 saat post-test. Pelatihan merupakan kegiatan yang penting sebagai upaya dalam five level of prevention PTM yang diantaranya berupa early diagnosis diabetes mellitus. Kegiatan diharapkan berdampak pada penurunan prevalensi DM dan pencegahan komplikasi DM karena secara dini masyarakat mengetahui status kesehatannya dengan screening DM.Based on observations of Prolanis activities at the Singaparna Health Center, it is known that there are many patients with outpatient care with a diagnosis of diabetes mellitus with complications in these patients. According to the Coordinator of Non-Communicable Diseases Pobindu cadres, he stated that training on diabetes mellitus screening had never been carried out, so it did not support PTM Posbindu activities in searching for cases of diabetes mellitus. This current community service purpose was to increase the knowledge and skills of Posbindu PTM cadres in screening DM to help prevent the disease. The method used in this community service was a demonstration to perform the DM screening. The Posbindu cadres were given training on how to measure blood sugar levels. This training was attended by 16 Posbindu PTM cadres from Cikunir Village on 12th September 2019. The training was conducted following this stage; the pre-test, the diabetes mellitus screening demonstration and the post-test. The training increased the knowledge and skills of the cadres in performing diabetes mellitus screening. This can be seen from the average score of the post-test (88.0), which is higher than the pre-test (60.0). This community service indicates the importance of the training as part of the non-communicable disease (NCD) five levels of prevention to reduce DM incidence. It is hoped that DM complications could also be resolved as people take care of their health by screening DM.
Pelatihan Penggunaan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru IPA Fitri April Yanti; Muhammad Kristiawan; Agita Misriani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7408

Abstract

Era digital menuntut para guru untuk memanfaatkan teknologi dalam tugasnya. Namun, pemanfaatan teknologi ini belum optimal dikarenakan sebagian besar guru masih menyukai cara-cara tradisional. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan literasi digital guru IPA di SDN 04 Kepahiang, melalui pelatihan penggunaan laboratorium virtual sebagai strategi mengajarkan praktik IPA. Peserta pelatihan ini terdiri dari 30 orang guru. Sampel diambil secara purposive. Kegiatan ini diselenggarakan pada bulan Juli sampai Desember 2022 dalam kurun waktu 2 minggu. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, praktik, dan evaluasi. Instrumen angket digunakan untuk mengevaluasi kemampuan literasi digital guru. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90% peserta mampu menggunakan TIK dalam mengajar, 95% mampu mengakses informasi dan internet dalam proses belajar mengajar, 90% mampu berkomunikasi melalui media teknologi digital, 85% mampu memahami siswa di ruang digital, dan 90% mampu menyeleksi informasi yang ada di ruang digital. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pelatihan penggunaan laboratorium virtual untuk meningkatkan literasi digital dianggap berhasil mencapai target 70% yang telah ditetapkan. Pelatihan ini memanfaatkan TIK sebagai media praktikum bagi siswa sekolah dasar.The digital era requires teachers to utilize technology in their duties. However, this technology is not optimal because most teachers still prefer traditional methods. This service activity aims to increase the digital literacy of science teachers at SDN 04 Kepahiang through training in virtual laboratories as a strategy for teaching science practice. The training participants consisted of 30 teachers. Samples were taken purposive. This activity was held from July to December 2022 for 2 weeks. The method used in this activity is lecture, question and answer, practice, and evaluation. The questionnaire instrument is used to evaluate teachers' digital literacy abilities. Data analysis used quantitative descriptive. The results of the activity show that 90% of participants can use ICT in teaching, 95% can access information and the internet in the teaching and learning process, 90% can communicate through digital technology media, 85% can understand students in digital spaces, and 90% can select the information that exists in the digital space. Based on the activity results, it can be concluded that training on using virtual laboratories to increase digital literacy is considered successful in achieving the set target of 70%. This training utilizes ICT as a practical medium for elementary school students.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya Tanaman Hortikultura Zulkarnain Sangadji; Muhammad Taufik; Muhammad Syahrul Kahar; Sarawa Sarawa; La Aba; Sarnely Uge; Rahmatullah Bin Arsyad; Muhammad Fathurrahman; Ihsan Febriadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6970

Abstract

Kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknik budidaya hortikultura. Melalui budidaya tanaman hortikultura merupakan langkah awal untuk merangsang tumbuhnya semangat partisipasi masyarakat tentang pentingnya peningkatan budidaya tanaman hortikultura. Pentingnya melaksanakan budidaya tanaman karena masyarakat pada dasarnya belum mengetahui cara-cara budidaya tanaman secara baik dan benar, belum menerapkan pembenihan tanaman secara baik dan benar, belum mengetahui cara pengapuran dan pemupukan secara tepat, belum mengetahui pembuatan pupuk organik cair, dan lain sebagainya. Pengabdian kepada masyarakat ini berlokasi di distrik Sausapor. Adapun sasaran pada program ini sebanyak 10 orang masyarakat sausapor yang dilaksanakan di bulan oktober 2022.  Distrik Sausapor memiliki luas wilayah 10,28 km2 dengan jumlah penduduk 2856 jiwa. Kondisi geografis dan topografis wilayah dicirikan berdasarkan kawasan hutan yang sangat luas dengan proporsi hutan konservasi serta hutan lindung mencapai 80 %. Metode pelaksanaan yang akan digunakan diantaranya sosialisasi, pemberian metode diskusi, ceramah, penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan secara terjadwal. Adapun tahapan kegiatan meliputi sosialisasi kegiatan, pengembangan dan pendampingan digitalisasi pertanian meliputi pengolahan lahan, pembenihan, penyemaian, penanaman dan pemupukan. Hasil pelaksanaan kegiatan menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan mitra terhadap teknik budidaya tanaman mengalami peningkatan sebesar 74,85 % dari 34,29 % (64-75 %), hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan keterampilan mitra berada pada kategori baik (61-74 %)Community service activities aim to determine the level of public understanding of horticultural cultivation techniques. The cultivation of horticultural crops, it is the first step to stimulating the growth of the spirit of community participation in the importance of increasing the cultivation of horticultural crops. The importance of carrying out plant cultivation is because the community does not know the methods of cultivating plants properly and correctly, has not applied plant hatchery properly and correctly, does not know how to liming and fertilize properly, does not know the manufacture of liquid organic fertilizers, and so on. This community service is located in the Sausapor district. The partners in this program are as many as 10 sausapor communities, and it will be implemented in October 2022. Sausapor District has an area of 10.28 km2 with a population of 2856. The geographical and topographical conditions of the region are characterized based on a very large forest area, with the proportion of conservation forests and protected forests reaching 80%. The implementation methods that will be used include socialization, providing discussion methods, lectures, counselling, technical guidance and scheduled assistance. The stages of activity include Socialization of Activities, development and assistance in digitizing agriculture, including Land processing, Hatchery, Seeding, Planting and Fertilization. The results of the implementation of the activity explained that the level of knowledge and skills of partners towards plant cultivation techniques increased by 74.85% from 34.29% (64-75%); these results showed that the level of understanding and skills of partners was in a good category (61-74%).
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Tas Talikur Ihwana As'ad; Hermin Andi Magga; Louise Elizabeth Radjawane; Sri Ndaru Arthawati; Sa'diyah El Adawiyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7620

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) diselenggarakan di kantor Desa ma’rumpa, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, dengan mitra pengabdian adalah kelompok ibu-ibu PKK yang berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 16 dan 17 November 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dengan materi cara membuat tas tali kur dan cara pemasarannya.  Metode ceramah dan praktik langsung oleh peserta membuat efektif dari pelaksanaan pelatihan ini. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta yang berjumlah 20 orang mampu membuat tas tali kur dengan motif dasar yang telah diajarkan oleh tim pengabdian. Di hari pertama peserta belajar tentang dasar menyimpul dilanjutkan dengan membuat tas, kemudian di hari kedua dilakukan finishing dengan menambah lapisan serta penutup tas, dan terakhir pemberian materi cara menjual secara online.The community service was held at the Ma'rumpa Village office, Marusu District, Maros Regency, with the dedication partner being a group of PKK mothers which lasted for two days, on 16 and 17 November 2022. This activity aims to provide skills with materials for making and marketing tali kur bags. The participants' lecture method and hands-on practice made implementing this training effective. The result of this dedication was that 20 participants could make tali kur bags with the basic motifs that the service team had taught. On the first day, participants learn about the basics of knotting, followed by making bags, then on the second day finishing by adding layers and bag covers and finally providing material on how to sell online.
Optimalisasi Promosi melalui Visualisasi dengan menggunakan Microsoft PowerPoint Alvian Alrasid Ajibulloh
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6257

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang cara membuat desain visual promosi dengan menggunakan Microsoft PowerPoint sebagai upaya cara memaksimalkan (mengoptimalkan) aktivitas promosi jual beli di media online. Metode kegiatan ini berupa pelatihan yang dilakukan secara luring dan daring melalui aplikasi Zoom, adapun sasaran kegiatan ini adalah pelaku UMKM sebanyak minimal 10 peserta. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni; Pertama, pada tanggal 05 Juni 2022, yang dilaksanakan secara luring di Desa Srimulyo, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan dua narasumber, lima mahasiswa dan dihadiri sembilan peserta. Kedua, Pada tanggal 25 Juni 2022 di Carney Café yang berlokasi di Kledokan Caturtunggal Kab. Sleman. Ketiga, melalui daring atau video conference zoom pada tanggal 18 Juni 2022 dan juga melibatkan praktisi desain. Ketiga, Pada tanggal 17 Juni 2022, kegiatan dilakukan secara daring via platform zoom yang dihadiri sebanyak sembilan belas peserta dan dua pemateri. Adanya kegiatan pengabdian ini berdampak pada sisi pengetahuan peserta, dimana peserta mengetahui bahwa Microsoft PowerPoint juga dapat digunakan untuk keperluan desain visual promosi. Sehingga tidak perlu kesulitan lagi dalam mempelajari software desain visual lainnya.This community service aims to provide knowledge on making promotional visual designs using Microsoft PowerPoint to maximize (optimize) buying and selling promotion activities in online media. The method of this activity is in the form of training, which is conducted offline and online through the Zoom application. In contrast, the target of this activity is MSME actors with a minimum of 10 participants. This community service activity was carried out three times. First, on June 5, 2022, held offline in Srimulyo Village, Special Region of Yogyakarta, involving two resource persons and five students and attended by nine participants. Second, on June 25, 2022, at the Carney Café in Kledokan Caturtunggal Kab. Sleman. Third, via online or zoom video conference on June 18, 2022, and also involve design practitioners. Third, on June 17, 2022, the activity was carried out online via the zoom platform, which nineteen participants and two presenters attended. This service activity's existence impacted the participants' knowledge side, where participants knew that Microsoft PowerPoint could also be used for promotional visual design purposes. So there is no need to have more difficulties learning other visual design software.
Pelatihan Penyusunan Rencana Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang Berbasis Sumber Daya Lokal Putu Mahardika Adi Saputera; Atu Bagus Wiguna
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7148

Abstract

Permasalahan yang dihadapi UMKM di kecamatan Turen adalah masih belum adanya perencanaan bisnis yang memperhatikan aspek yang luas seperti akses modal, pemasaran, hingga keterlibatan sumber daya lokal. Namun di sisi lain, kecamatan Turen didukung dengan keberadaan paguyuban UMKM yang menaungi aktivitas pengembangan usaha. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini disusun untuk memberikan wawasan dan keterampilan tentang perancangan rencana usaha bagi mitra UMKM dan membentuk model pengembangan usaha melalui paguyuban UMKM. Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha UMKM yang berada di kecamatan Turen di mana pada terkumpul sejumlah 30 orang. Kegiatan dilaksanakan selama Mei – Juli 2022 dan disusun dalam beberapa tahap yakni 1) sosialisasi dan penyusunan program; 2) pelaksanaan pelatihan; dan 3) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan sosialisasi dan penyusunan program adalah rancangan kegiatan pelatihan tentang penyusunan rencana usaha dengan penekanan pada pemahaman pengelolaan usaha, literasi keuangan, dan pemasaran digital. Kemudian pada tahapan pelaksanaan, materi pembelajaran disampaikan oleh narasumber yang berasal dari unsur akademisi dan praktisi. Terakhir, dari hasil evaluasi, tim pengabdi mendapat umpan balik yang positif di mana UMKM mendapatkan tidak hanya wawasan tetapi juga kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan dengan pendampingan dari tim pengabdi. Sejauh ini, UMKM masih cenderung hanya melihat peluang bisnis tanpa memperhitungkan pangsa pasar, persaingan serta rencana pengembangan usaha di masa yang akan datang. Dengan adanya pelatihan, paguyuban mendapat acuan dalam mengelola aktivitas pelatihan terkait, didukung dengan jadwal yang terstruktur dan narasumber yang memadai. Pada periode yang akan datang, perlu dilaksanakan pelatihan dengan tema berbeda yakni digitalisasi laporan keuangan dan teknik pengawetan produk olahan makanan.The main business development problem in the sub-district of Turen Micro Small Medium Enterprises (MSME) is the lack of a business plan which incorporates broad aspects such as access to capital, marketing, and the involvement of local resources. Yet, the MSME community has existed in Turen and is responsible for business development activities. Therefore, this program provides knowledge and skills about designing business plans and forming a business development model based on the MSMEs community. 30 MSMEs from Turen Sub-district participated in this program that was executed from May to July 2023 in several stages: i) socialization and program preparation; ii) implementation of technical guidance; and iii) evaluation. Firstly, the result is the design of a training program emphasising business management, financial literacy and digital marketing. Then at the implementation stage, materials were delivered by academics and practitioners. Finally, from the evaluation, positive feedback is expressed where MSMEs got the knowledge and practical skills with assistance from trainers. By far, MSMEs only oversee business opportunities without considering market share, competition and business development plans for the future. The MSMEs community uses this to manage upcoming activities, supported by a structured schedule and adequate trainers. In the future, prioritized training will be digitalization of financial reports and techniques for preserving processed food products.
Pembinaan Karang Taruna Sebagai Penyuluh untuk Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS Seli Septiana Pratiwi; Ahmad Arif Widianto; Desy Santi Rozakiyah; Megasari Noer Fatanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6776

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada bertujuan untuk mempersiapkan anggota karang taruna terlibat aktif dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Desa Batuaji. Kegiatan tersebut dilatar belakangi peningkatan kasus penyakit menular HIV/AIDS mempengaruhi sektor kesehatan, keamanan, ekonomi, dan bahkan sosial. Melalui keterlibatan karang taruna diharapkan tercipta pemerataan edukasi tentang penyakit menular di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah menciptakan anggota karang taruna yang bisa memahami secara mendalam penyakit HIV/AIDS dan mengimplementasikannya dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat lainnya. Metode yang dilakukan yaitu partisipasi secara langsung dengan melibatkan anggota karang taruna melalui penyampaian materi dan diskusi aktif. Di setiap sesi peserta diberikan kesempatan untuk melakukan tanya jawab, bertukar informasi dan pengetahuan mengenai penyakit HIV/AIDS, dan melengkapi pengetahuan tentang penyakit HIV/AIDS. Secara umum, peserta sudah mengetahui penyakit HIV/AIDS, peserta juga sudah memiliki pengetahuan tempat melaporkan kasus-kasus baru dari pengidap HIV/AIDS. Perlu ditingkatkan kembali pengetahuan tentang prosedur pengobatan pengidap HIV/AIDS agar anggota karang taruna dapat memberikan informasi kepada masyarakat dengan jelas dan sistematis. Kegiatan dilakukan pada bulan Oktober tahun 2022 dengan jumlah peserta 20 orang anggota karang taruna. Hasil pengabdian yaitu peserta memiliki pengetahuan dan pemahaman berkaitan dengan gejala dan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Selain itu, peserta kegiatan juga memiliki koordinasi yang lebih jelas dengan pihak desa mengenai keterlibatan dalam penanggulangan dan penanganan penyakit menular HIV/AIDS.Service activities aim to prepare Karang Taruna members to be actively involved in tackling HIV/AIDS in Batuaji Village. This activity was motivated by increased cases of the infectious disease HIV/AIDS affecting the health, security, economic and social sectors. Through the involvement of youth organizations, it is hoped that there will be an equal distribution of education about infectious diseases in the community. This activity aims to create youth members who can understand HIV/AIDS in depth and implement it in the form of outreach to other communities. The method used is direct participation by involving youth members through material delivery and active discussion. In each session, the participants were allowed to conduct questions and answers, exchange information and knowledge about HIV/AIDS, and complete their knowledge about HIV/AIDS. In general, the participants already knew about HIV/AIDS; the participants also knew where to report new cases of people living with HIV/AIDS. It is necessary to increase knowledge about procedures for treating people with HIV/AIDS so that youth members can provide information to the public clearly and systematically. The activity was carried out in October 2022 with 20 members of Karang Taruna. The result of the service is that participants know and understand the symptoms and spread of HIV/AIDS. In addition, activity participants also have clearer coordination with the village regarding involvement in the prevention and management of HIV/AIDS infectious diseases. 
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kerja Sama Puskesmas Kecamatan Sawah Besar dan Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Dina Sulviana Damayanti; Astrid Kizy Primadani; Dita Rahmaika Arumsari; Meli Deviana; Hirfaturrahmi Hirfaturrahmi; Revinel Revinel; Heri Rosyati; Nuryaningsih Nuryaningsih; Aning Subiyatin; Yuni Istiananingsih; Eva Nur Oktavia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6928

Abstract

: BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) dilakukan untuk memberikan imunisasi tambahan Campak/Measles-Rubela pada balita dan melengkapi dosis Imunisasi DPT-HB-Hib dan Polio yang sudah terlewat. Di Indonesia terdapat sekitar delapan ratus ribu anak beresiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti campak, rubella, polio, difteri, dan tetanus. Pemerintah Indonesia berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi selama pandemic COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kesuksesan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dengan tercapainya cakupan imunisasi pada anak dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, pada tanggal 12 Agustus 2022 kami dosen kebidanan bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat melaksanakan pemberian imunisasi  pada anak usia 9 bulan - 59 bulan di Posyandu dan tempat layanan vaksin yang telah ditetapkan oleh Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat. Selain pemberian imunisasi, sosialisasi, dan pemberian edukasi tentang Kesehatan anak juga dilakukan oleh para dosen kebidanan agar dapat meningkatkan cakupan imunisasi di daerah Jakarta Pusat. Hasil  dari  kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar, anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sampai usia 9 bulan diberikan imunisasi untuk mengejar ketinggalannya, dan yang sudah lengkap imunisasi wajibnya sampai usia 9 bulan diberikan tambahan imunisasi campak/measles-rubela. Kegiatan ini sebagai upaya dari pemerintah dalam percepatan pencapaian eliminasi Campak dan Rubela melalui kegiatan pemberian  imunisasi  tambahan secara bertahap.BIAN (National Childhood Immunization Month) is held to provide additional Measles/Measles-Rubella immunization to toddlers and complete the missed DPT-HB-Hib and Polio immunization doses. In Indonesia, around eight hundred thousand children are at greater risk of contracting vaccine-preventable diseases such as measles, rubella, polio, diphtheria, and tetanus. The Indonesian government is working to restore coverage lost due to the disruption of immunization activities during the COVID-19 pandemic. This activity aims to support the success of the National Child Immunization Month (BIAN) by achieving immunization coverage in children and as a form of community service; on August 12 2022, we midwifery lecturers collaborate with the Sawah Besar District Health Center in Central Jakarta to carry out immunizations for children aged 9 months - 59 months at the Posyandu and the location of the vaccine service that the Sawah Besar District Health Center has determined Central Jakarta. In addition to immunizations, outreach and education about child health are also carried out by midwifery lecturers to increase immunization coverage in the Central Jakarta area. The results of this activity went well and smoothly; children who had not received complete immunization by the age of 9 months were given immunizations to catch up, and those who had completed their mandatory immunizations until the age of 9 months were given additional immunization against measles/measles-rubella. This activity is part of the government's efforts to accelerate the achievement of measles and rubella elimination by providing additional immunizations in stages.