cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 75 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 75 Documents clear
Pengedukasian Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik pada Anak-Anak Paud dan TK di Desa Tegallinggah, Penebel Tabanan I Made Yoga Dwipayana Putra; Dewa Ayu Rina Dewi Paramitha; Pandea Bagus Adnyanaesa; I Gusti Ayu Dhani Handita; I G. N Oka Ariwangsa; Kadek Wulandari Laksmi P
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6464

Abstract

Masalah sampah merupakan masalah yang ada hampir di seluruh daerah di Indonesia. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah menjadikan masalah sampah belum dapat teratasi. Begitu pula yang terjadi di Desa Tegallinggah yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali di mana masyarakatnya belum dapat mengelola sampah dengan baik. Kegiatan ini bertujuan mengajarkan anak- anak TK dan PAUD tentang bagaimana cara membuang sampah dan memilah sampah yang benar serta akibat yang ditimbulkan jika membuang sampah sembarangan yang dapat dilihat dari perubahan perilaku masyarakat yang lebih sadar akan masalah sampah. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada anak-anak TK dan PAUD mengenai pengelolaan sampah yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Januari 2022. Dengan sosialiasi ini masyarakat desa khususnya anak-anak TK dan PAUD menjadi lebih kritis tentang pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal ini terlihat dari antusiasnya masyarakat dengan menyiapkan tempat sampah yang berbeda untuk setiap jenis sampah.The waste problem is a problem that exists in almost all regions in Indonesia. The Lack of Public knowledge about waste management makes the waste problem unresolved. Likewise, what happened in Tegalinggah Village, which is located in Penebel District, Tabanan Regency, Bali, where the community has not been able to manage waste properly. This activity aims to teach Kindergarten and PAUD children how to properly dispose of trash and sort waste and the consequences of littering. This service is implemented by providing socialization to Kindergarten and PAUD children regarding proper waste management. This activity was held on January 14, 2022. With this socialization, the village community, especially kindergarten and PAUD children became more critical about sorting organic and inorganic waste. This can be seen from the community's enthusiasm for setting up different waste bins for each type. 
Pelatihan Mendesain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bagi Komite Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Arifin Nur Budiono; Sitti Rachmawati Yahya; Siyono Siyono; Diani Ayu Pratiwi; Rahmanita Ginting
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7672

Abstract

Projek penguatan profil pelajar Pancasila, merupakan kegiatan baru yang terdapat dalam kurikulum merdeka. Namun pada praktiknya, guru-guru komite pembelajaran masih terdapat kendala dalam mendisain projek penguatan profil pelajar Pancasila. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru-guru komite pembelajaran untuk mendisain projek penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan partisipatif. Pelatihan dilaksanakan pada 10 Nopember 2022, di Jember. Peserta berjumlah 18 orang dari 6 satuan pendidikan di tingkat sekolah dasar dari Kecamatan Bangsalsari, Sumber Baru dan Gumukmas. Hasil pelatihan ini menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mendisain projek penguatan profil pelajar Pancasila. Dari pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan mendisain projek yang berorientasi pada kebutuhan siswa sangat dibutuhkan oleh guru-guru komite pembelajaran.The project to strengthen the profile of Pancasila students is a new activity in the independent curriculum. However, in practice, the teachers of the learning committee still have obstacles in designing projects to strengthen the profile of Pancasila students. This service aims to improve the skills of the teachers of the learning committee to design a project to strengthen the profile of Pancasila students. The method used in this service activity is participatory training. The training was held on November 10, 2022, in Jember. The participants were 18 people from 6 education units at the elementary school level from Bangsalsari, Sumber Baru and Gumukmas sub-districts. The results of this training showed an increase in participants' understanding and ability to design projects to strengthen the profile of Pancasila students. From this training, it can be concluded that the teachers of the learning committee need the skills to design projects that are oriented towards student needs. 
Pengenalan Metode Analisa Kuantitatif Konvensional untuk Analisis Parameter Kimia Air kepada Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (PPSKI) Barlah Rumhayati; Hermin Sulistyarti; Akhmad Sabarudin; Qonitah Fardiyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6799

Abstract

Untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru kimia di Sekolah Menengah Kejuruan telah dilakukan pelatihan metode analisa kuantitatif konvensional (titrimetri) untuk menentukan parameter kimia air sebagai bentuk kerja sama Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam dua cara yaitu daring pada tanggal 23 Juli 2022 berisi penyampaian materi dan praktikum secara luring pada tanggal 6 Agustus 2022. Kegiatan pelatihan daring diikuti oleh 65 peserta berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Jumlah peserta dari Jawa Timur paling banyak yaitu 53 orang. Sementara, kegiatan praktikum secara luring dihadiri oleh 39 peserta dimana 36 berasal dari Provinsi Jawa Timur. Keterampilan para peserta yang hadir dinilai menggunakan rubrik keterampilan. Diantara keempat materi titrasi yang dilakukan oleh peserta, titrasi asam-basa untuk menentukan kadar alkalinitas memiliki skor keterampilan tertinggi yaitu 3,8±0,2. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan, peserta mengikuti evaluasi akhir kegiatan. Dari hasil evaluasi, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dapat menambah pengetahuan, meningkatkan kemampuan daya nalar, dan kemampuan berkarya secara mandiri. Namun, pelatihan yang diberikan masih kurang dalam meningkatkan kemampuan berfikir dan pembekalan keterampilan lain untuk peserta pelatihan.Training on conventional quantitative analysis methods (titrimetric) for determining water chemistry parameters has been carried out to improve the pedagogical competencies of chemistry for teachers in Vocational High Schools as a form of community service cooperation. The training activities were carried out in two ways, online on July 23, 2022, containing the delivery of training subjects, and offline demonstration class on August 6, 2022. The online training was attended by 65 participants from several regions in Indonesia. The number of participants from East Java was the highest, 53 people. Meanwhile, the offline demonstration class was attended by 39 participants, of which 36 came from East Java Province. The skills of the participants who attended were assessed using the skills rubric. Among the four titration materials carried out by the participants, the acid-base titration to determine alkalinity levels had the highest skill score of 3.8±0.2. After participating in the training activity, participants followed the final evaluation. The evaluation showed that the service activities could increase knowledge, reasoning ability, and skills. However, this training could not increase participants' thinking ability and other skills.
Peningkatan dan Perbaikan Manajemen Pemeliharaan dan Kesehatan Kelinci pada Kelompok Peternak Kelinci di Triyagan Sukoharjo Yuli Yanti; Wari Pawestri; Dewanto Harjunowibowo
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6966

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra yaitu peternak kelinci akan manajemen pemeliharaan dan kesehatan yang baik. Pengabdian dilaksanakan di Kelompok ternak Triyagan Rabbit. Kegiatan dimulai dengan survei pada bulan April 2021 lalu dilanjutkan dengan perbaikan kandang kelinci mitra. Pada bulan 16 Agustus 2021 dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) manajemen pemeliharaan kelinci dan manajemen kesehatan. Kuesioner dilakukan sebelum dan setelah FGD untuk mengukur keberhasilan penyampaian informasi. Responden adalah peternak kelinci sebanyak 14 peternak. Keadaan umum meliputi yaitu peternak kelinci berusia 21-49 tahun, semua peternak adalah laki-laki, memiliki Pendidikan SD-SMK, pengalaman berternak 7 bulan-4 tahun, kepemilikan 4-20 ekor, dan pemberian pakan ke kelinci berupa hijauan dan konsentrat. Berdasarkan survei sebelum dan sesudah FGD diperoleh peningkatan pengetahuan tentang manajemen pemeliharaan kelinci yang baik sebesar 83%. Pengetahuan tentang cara mengobati kelinci meningkat sebesar 77%, sedangkan pengetahuan tentang cara pencegahan penyakit kelinci meningkat sebesar 75%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peternak telah meningkat pengetahuannya dan diharapkan bisa menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam menjalankan peternakan kelincinya. Kegiatan pengabdian juga meliputi perbaikan kandang kelinci sehingga suhu dan kelembaban nyaman untuk ternak kelinci berproduksi maksimal. Selain itu juga dihibahkan obat-obatan kepada peternak kelinci untuk penyakit yang sering menyerang seperti scabies.This Community Service activity aimed to increase the knowledge of rabbit breeders on good management and health management. The service is carried out at the Triyagan Rabbit group. The activity began with a survey in April 2021 and then continued with the repair of partner rabbit cages. On August 16, 2021, a Focus Group Discussion (FGD) was held on rabbit rearing and health management. Questionnaires were conducted before and after the FGD to measure the success of delivering information. Respondents were rabbit breeders (14 breeders). General conditions include rabbit breeders aged 21-49 years, all breeders are male, have elementary-senior high school education, experience raising 7 months-4 years, ownership of 4-20 tails of rabbits, and feeding rabbits in the form of forage and concentrates. Based on the survey before and after the FGD, there was an increase in knowledge about good rabbit-rearing management by 83%. Knowledge of how to treat rabbits increased by 77%, while knowledge of how to prevent rabbit diseases increased by 75%. This activity concludes that farmers have increased their knowledge and are expected to be able to apply the knowledge gained in running their rabbit farms. Service activities also include repairing rabbit cages so that the temperature and humidity are comfortable for maximum production of rabbits. In addition, medicines are also given to rabbit breeders for diseases that often attack, such as scabies.
Peningkatan Literasi Perbankan Syariah melalui Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat di Kalimantan Tengah Isra Misra; Ali Sadikin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6732

Abstract

Literasi masyarakat terkait dengan perbankan syariah masih sangat rendah dibandingkan dengan perbankan konvensional. tingkat literasi masyarakat merupakan pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat secara komprehensif. Literasi perbankan syariah dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perbankan syariah bagi regulasi, system dan produk dari perbankan syariah. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di Kota Muara Teweh kalimantan Tengah. Alasan dilakukan pengabdian ini tidak lain bahwa tingkat literasi di daerah Barito khususnya di Muara Teweh masih rendah dibandingkan daerah lain. Hal itu terlihat dari tingkat inklusi dan fasilitas perbankan syariah yang sangat terbatas. Pengabdian ini menggunakan metode pendekatan Community Based Partisipatory Research. Pendekatan ini adalah pendekatan dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha dalam kegiatan pengabdian. Pengabdian dilakukan kepada siswa SMK dan MAN, guru dan komunitas berupa sosialisasi, edukasi dan literasi perbankan syariah. Pelaksanaan pengabdian dilakukan selama 5 bulan April 2022 sampai dengan Agustus 2022. Tahap PkM dimulai dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi berperan dalam meningkatkan literasi keuangan dan perbankan syariah. Para peserta pengabdian mengetahui dan memahami secara komprehensif baik dari regulasi, sistem dan berbagai produk tabungan, pembiayaan dan jasa-jasa yang ada di perbankan syariah. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah hendaknya kegiatan sosialisasi dan edukasi dilakukan secara massif baik kepada masyarakat secara umum atau pun pelaku usaha. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong perbankan syariah dalam meningkatkan layanan yang lebih baik sehingga tingkat inklusi juga semakin meningkat.  Public literacy related to Islamic banking is still very low compared to conventional banking. The level of community literacy is an understanding that is owned by the community in a comprehensive manner. Islamic banking literacy is carried out to increase public understanding regarding Islamic banking for regulations, systems and products from Islamic banking. Community service (PkM) is conducted in Muara Teweh, Central Kalimantan. The reason for this service is none other than that the level of literacy in the Barito area, especially in Muara Teweh, is still low compared to other regions. This can be seen from the very limited inclusion and facilities of Islamic banking. This service uses the Community Based Participatory Research approach. This approach involves the community and business actors in community service activities. The service is conducted for SMK and MAN students, teachers and the community through sharia banking socialization, education and literacy. The service lasts five months, from April 2022 to August 2022. The community service stage (PkM) starts with planning, coordination, implementation and evaluation. The dedication results show that outreach and education activities increase financial literacy and Islamic banking. The service participants know and understand comprehensively regulations, systems and various savings products, financing and services in Islamic banking. This activity recommends that outreach and education activities be carried out massively for the general public and business actors. This activity is also expected to encourage sharia banking in improving better services so that the level of inclusion is also increasing. 
Sosialisasi Tanaman Obat Tradisional (TOT) dan Pembuatan Granulasi Temulawak sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas pada Ibu-ibu PKK Desa Argosuko, Poncokusumo, Malang Fitriyani Fitriyani; Risma Nur Arifah; Imroatus Tsaany Maghfira; Nur Hafidzah; Putri Qosida Baituridwan; Idris Firmansyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7556

Abstract

Pengolahan tanaman obat tradisional merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas dalam memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekitar. Berdasarkan hasil survei lapangan, Desa Argosuko memiliki sumber daya alam yang melimpah, dengan tanah yang subur mampu menghasilkan berbagai tanaman obat. Salah satu tanaman obat yang paling banyak dijumpai adalah temulawak yang selama ini belum dikelola dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kreativitas dan pengetahuan ibu-ibu PKK dalam pengolahan tanaman obat khususnya jamu instan granulasi temulawak. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi TOT dan Pelatihan pembuatan granulasi temulawak pada 25 Desember 2022 bersama 30 peserta dari ibu-ibu PKK Desa Argosuko, Poncokusumo, Malang. Hasil kegiatan sosialisasi melihat karakteristik peserta berdasarkan usia yang diikuti oleh peserta berusia 25-55 tahun dengan partisipasi terbanyak yaitu usia 25-30 tahun sebanyak 9 orang (30%), menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kategori baik (76-100%) dari 20% menjadi 56,7% dilihat dari hasil kuesioner. Kemudian, berdasarkan hasil Pelatihan Pembuatan Granulasi Temulawak diperoleh peningkatan kreativitas peserta dari produk instan granulasi temulawak yang berhasil dibuat. Sehingga, kegiatan sosialisasi TOT dan pembuatan granulasi temulawak di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dapat disimpulkan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas secara efektif.Processing traditional medicinal plants is one way to increase creativity in utilizing the plants around. Based on a field survey, Argosuko Village has abundant natural resources, with fertile soil capable of producing various medicinal plants. One of the most common medicinal plants is Curcuma, which has not been properly yet. This community service activity aims to increase PKK's creativity and knowledge in managing medicinal plants, especially Curcuma granulation instant herbal. The methods used are the socialization of Tanaman Obat Tradisional (TOT) and training on making ginger granulation on 25th December 2022 with 30 participants from PKK members of Argosuko Village, Poncokusumo, Malang. The results of the socialization activity looked at the characteristics of the participants based on age followed by participants aged 25-55 years with the most participation, namely ages 25-30 years nine people (30%), showing an increase in knowledge in the good category (76-100%) from 20% to 56.7% seen from the results of the questionnaire. Then, based on the results of the Curcuma Granulation Making Training, it was obtained an increase in the creativity of the participants from the instant ginger granulation products that were successfully made. So, the socialization activities of TOT and the Curcuma Granulation doing training in Argosuko Village, Poncokusumo District, Malang Regency, can be concluded to increase knowledge and creativity effectively.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Berbasis Potensi Desa melalui Pembuatan Produk Olahan dan Digital Marketing di Desa Mekarjaya, Bogor Nida Handayani; Jamiati K N; Siti Hafnidar Harun; Divania Yovina Putri; Vinca Melati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7326

Abstract

Desa Mekarjaya, Bogor memiliki potensi  pertanian yang cukup beragam seperti tanaman buah mede, empon-empon yang terdiri dari, jahe, kunyit, sereh, dan lain-lain, serta kebun legkuas yang cukup luas. Sebagain besar masyarakat Desa Mekarjaya adalah petani. Selama ini hasil pertanian masyarakat langsung dijual ke pasar, belum ada pemanfaatan lain terhadap hasil pertanian masyarakat seperti produk olahan dengan bahan hasil pertanian masyarakat. Selain itu model pemasaran masyarakat masih tergolong konvensional melalui pasar tradisional, belum menjamah pasar digital sebagai perluasan pasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat Desa Mekarjaya mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi Desa. Adapun metode yang dilakukan antara lain, sosialisasi pemanfaatan hasil pertanian, pelatihan pembuatan produk olahan, pelatihan branding dan pengemasan produk, serta pelatihan digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Oktober dan Nopember tahun 2022. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat, bahwa masyarakat Desa Mekarjaya memperoleh edukasi memanfaatkan hasil pertaniannya untuk dijadikan produk olahan lainnya agar memiliki nilai pengembalian yang lebih tinggi. Pelatihan pembuatan produk olahan juga menghasilkan beberapa produk yang bersumber dari bahan baku hasil tanam masyarakat, seperti kremesan lengkuas, abon lengkuas, lulur kunyit, dan permen jahe. Masyarakat juga memahami packaging dan promosi yang menarik dari produk yang dimiliki akan menambah nilai jual terhadap produk. masyarakat bisa menggunakan platform yang paling sederhana seperti Instagram dan whatsapp untuk proses marketing.Mekarjaya Village, Bogor, has quite a variety of agricultural potentials, such as cashews, empon-empon consisting of ginger, turmeric, lemongrass, and others, as well as a fairly extensive legkuas garden. Most of the people of Mekarjaya Village are farmers. So far, community agricultural products are sold directly to the market; there has been no other use of community agricultural products, such as processed products with community agricultural products. In addition, the community marketing model is still relatively conventional through traditional markets, not yet touching the digital market as a market expansion. The purpose of activities is to help the people of Mekarjaya Village develop a creative economy based on village potential. The methods carried out include socialization of the utilization of agricultural products, training on the manufacture of processed products, training on product branding and packaging, as well as digital marketing training. Community service activities will be held in October and November 2022. The results of the community service activities that the people of Mekarjaya Village received education on utilizing their agricultural products to be made into other processed products that have a higher selling value. Processed product manufacturing training also resulted in a number of products sourced from community-grown raw materials, such as cremesan galangal, shredded galangal, turmeric scrub, and ginger candy. The community also understands that attractive packaging and promotion of the products they own will add to the selling value of the product. The public can use the simplest platforms, such as Instagram and WhatsApp, for marketing.
Bimbingan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Microsoft PowerPoint dan I-Spring untuk Guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kabupaten Barito Kuala Hidayah Ansori; Rizki Amalia; Juhairiah Juhairiah; Mardiana Mardiana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7314

Abstract

Permasalahan yang dimiliki MGMP Matematika SMP kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan adalah perlunya penambahan pengetahuan dan keterampilan dalam hal pengembangan pembelajaran yang berbasis teknologi seperti membuat media pembelajaran dengan teknologi yang dapat membuat pembelajaran menarik dan membantu siswa memahami konsep yaitu dengan Microsoft PowerPoint yang terintegrasi I-Spring. Kedua aplikasi ini dipilih karena mudah diakses dan lebih familiar bagi guru. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah melakukan bimbingan mengenai Microsoft PowerPoint dan I-spring kepada guru peserta MGMP Matematika SMP kabupaten barito Kuala secara langsung dan instensif. Bimbingan ini berlangsung dari 15 September 2022 sampai dengan 6 Oktober 2022. Bentuk bimbingannya adalah berupa pelatihan pengembangan media pembelajaran matematika secara luring bertempat di SMPN 2 Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi secara luring, latihan/praktik, dan konsultasi secara luring dan daring melalui Zoom meeting atau WhatsApp. Peserta diberikan angket untuk mengetahui kepuasan peserta terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil angket diperoleh bahwa secara keseluruhan peserta sangat puas dengan kegiatan yang dilakukan. Saran dari peserta adalah diperlukannya waktu yang lebih banyak untuk bimbingan dalam penggunaan aplikasi untuk pembuatan media pembelajaran. Melalui kegiatan ini telah disusun modul atau tutorial membuat media pembelajaran dengan I-Spring dan telah dibagikan kepada guru dalam bentuk modul dan video tutorial.   The problem at the Mathematics teacher's working group or Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) in the Barito Kuala district of South Kalimantan is the need for additional knowledge and skills in developing technology-based learning, such as creating learning media with technology that can make learning interesting and assist students in understanding concepts, namely with Microsoft PowerPoint integrated with I-Spring. These two applications were selected since they are easily accessible and more well-known to educators. The method for implementing community service activities is to personally and thoroughly instruct and provide the participation of the junior high school Mathematics teachers working group of Barito Kuala district on Microsoft Powerpoint and I-spring. This guidance took place from 15 September 2022 to 6 October 2022. The form of guidance was offline mathematics learning media development training at SMPN 2 Alalak, Barito Kuala. The activities were conducted using offline lecture and discussion methods, exercises/practices, and offline and online Zoom meetings or WhatsApp consultations. The participants were given a questionnaire to determine their satisfaction with the activities. The questionnaire results showed that overall the participants were very satisfied with the activities. The participants of this activity suggested that additional time was required for guidance in using applications for creating learning media. This activity has developed modules or tutorials for making learning media with I-Spring. They have been distributed to teachers through modules and video tutorials.  
Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika Lingkungan Lahan Basah untuk Meningkatkan Wawasan Kearifan Lokal Guru Matematika Noor Fajriah; Chairil Faif Pasani; Yuni Suryaningsih; Ahmad Nur Eko Eryanto; Nasrullah Nasrullah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6847

Abstract

Etnomatematika lingkungan lahan basah merupakan pembahasan yang menarik untuk terus dieksplorasi oleh guru matematika di Kalimantan Selatan sebagai bahan pembelajaran yang menunjang kurikulum merdeka. Apalagi kalau bahan ajar tersebut dapat dijadikan elektronik untuk mendukung pembelajaran jarak jauh sehingga membuat siswa termotivasi untuk belajar matematika. Namun guru matematika MGMP di Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan belum ada mengembangkan bahan ajar dengan memanfaatkan etnomatematika tersebut sesuai dengan prosedur penelitian pengembangan. Penyebab utama karena belum ada pendampingan dan waktu yang tersedia. Sehingga tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mengadakan kegiatan untuk: (1) meningkatkan wawasan kearifan lokal guru matematika; (2) bahan ajar elektronik berbasis etnomatematika lingkungan lahan basah; (3) Hak Cipta untuk bahan ajar yang terbaik. Pelaksanaan PkM dilakukan secara daring melalui dua metode, yaitu sinkronus yang dilaksanakan di room zoom pada tanggal 18 Juli 2022 dihadiri oleh 23 guru mata pelajaran Matematika SMP yang tergabung dalam MGMP Kabupaten Tanah Laut; dan asinkronus melalui email dan whatsapp grup dilaksanakan tanggal 19 Juli s.d. 16 September 2022. Selanjutnya kegiatan PkM secara luring bertempat di UPTD SMPN 2 Pelaihari pada tanggal 17 September 2022.  Bahan ajar yang dihasilkan memenuhi kriteria validitas dan kepraktisan. Khusus kriteria efektif peserta diarahkan untuk melakukan masing-masing secara mandiri sebagai dasar penelitian tindakan kelas. Peserta pada masa kegiatan menjadi lebih peka dalam melakukan eksplorasi kearifan lokal. Adapun implikasi dari kegiatan PkM adalah hak cipta.The ethnomathematics of the wetland environment was an interesting discussion to be explored by mathematics teachers in South Kalimantan as learning materials that support the independent curriculum. Mainly if these teaching materials can be used electronically to support distance learning so that students were motivated to learn mathematics; however, the MGMP mathematics teacher in Pelaihari District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, has not yet developed teaching materials using ethnomathematics by development research procedures. The leading cause was that there was no assistance and time available. So the PkM Team held activities to (1) increase the knowledge of local wisdom of mathematics teachers; (2) ethnomathematics-based electronic teaching materials on wetlands; (3) Copyright for the best Teaching Materials. The PkM was carried out online through two methods, namely synchronously, which was carried out in room zoom on July 18, 2022, attended by 23 junior high school mathematics teachers who were members of the Tanah Laut Regency MGMP, and asynchronously via email and WhatsApp group held from July 19 to. September 16, 2022. Further offline PkM activities took place at UPTD SMPN 2 Pelaihari on September 17, 2022. The teaching materials produced met the criteria of validity and practicality. Specifically for the effective standards, participants were directed to carry out each independently as a basis for classroom action research. Participants, during the activity, became more sensitive to exploring local wisdom. The implication of PkM activities was copyright.Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Etnomatematika Lingkungan Lahan Basah untuk Meningkatkan Wawasan Kearifan Lokal Guru Matematika 
Edukasi Pemanfaatan Kombinasi Labu Siam dan Seledri untuk Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi di Nagari Batu Kambing Agam Mhd. Riza Marjoni; Indrie Ramadhani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7149

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan abnormal dari tekanan pada arteri yang berlangsung selama lebih dari satu periode. Kebanyakan penderita hipertensi tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala-gejala tertentu pada diri pasien, sehingga penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer. Pengobatan hipertensi selain menggunakan obat-obatan kimia juga dapat dilakukan dengan menggunakan tumbuhan yang ada di sekitar tempat tinggal. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan penggunaan bahan alam yang ada di sekitar tempat tinggal yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi hipertensi akan berdampak terhadap tingginya angka hipertensi. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk sosialisasi dan edukasi tentang pemanfaatan tanaman sebagai salah satu bentuk pertolongan pertama terhadap gangguan kesehatan dan pemanfaatan tanaman obat untuk mencegah dan mengobati hipertensi. Program kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Nagari Batu Kambing Kabupaten Agam tanggal 25 september 2022 dan dihadiri oleh 50 orang peserta. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah masyarakat Nagari batu kambing kabupaten Agam yang menderita hipertensi dengan rentang usia 50-60 tahun. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah presentasi dan praktik peracikan bahan obat tradisional untuk mengobati dan mencegah penyakit hipertensi. Dalam upaya menilai keberhasilan dari kegiatan pengabdian ini, dilakukan pengamatan langsung, diskusi dan pengisian kuesioner terhadap peserta sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam meracik labu siam dan seledri untuk mengatasi dan mencegah hipertensi. Pencegahan hipertensi membutuhkan adanya edukasi tentang penyakit hipertensi itu sendiri dan jenis-jenis pengobatan hipertensi baik secara farmakologis maupun non farmakologis dengan memanfaatkan tanaman obatA condition known as hypertension occurs when the pressure in the arteries rises abnormally and continues for an extended time. Because most victims do not express concerns or specific symptoms, hypertension is frequently called the silent killer. Treatment of hypertension, besides using chemical drugs, can also be done by using plants around the environment. The low level of public knowledge about using natural materials around the residence that can be used to reduce hypertension will impact the high rate of hypertension. Service activities aim to provide education about the use of plants as a form of first aid for health problems and the use of medicinal plants to prevent and treat hypertension. This community service activity program was conducted at Nagari Batu Kambing, Agam Regency, on September 25, 2022, and was attended by 50 participants. The main target of this activity is the people of Nagari Batu Kambing, Agam Regency, who suffer from hypertension with an age range of 50-60 years. This community service project uses the presentation and practice of compounding traditional medicinal components to treat and prevent hypertension as its strategy. To assess the success of this community service activity, direct observation, discussion and filling out questionnaires were carried out on participants before and after the activity was carried out. The conclusion that can be drawn after this community service activity is that there is an increase in community knowledge and skills about the benefits of medicinal plants and their compounding method in overcoming and preventing hypertension. In preventing hypertension, it is necessary to have education about hypertension itself and types of hypertension treatment both pharmacologically and non-pharmacologically by utilizing medicinal plants.