cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024)" : 30 Documents clear
Bimbingan Tata Kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Bidang Kearsipan: Tinjauan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) Mutiara Auliya Khadija; Ida Setya Dwi Jayanti; Hanum Kartikasari; Fahmi Ulin Nimah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.9812

Abstract

Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) merupakan perwujudan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya dalam hal kearsipan. Hal ini juga didukung oleh Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PermenPANRB) yang menempatkan kualitas kearsipan sebagai salah satu indikator pelaksanaan reformasi birokrasi. Kearsipan digital berbasis SPBE berkontribusi secara aktif terhadap transparansi birokrasi karena berbasis teknologi dan bukan manual. Di sisi lain, Pemerintah Kota Surakarta juga telah menerapkan SRIKANDI sejak tahun 2021 dan masih diperlukan bimbingan tinjauan tentang bagaimana tata kelola SPBE bidang kearsipan baik dari sisi evaluasi sistem, persepsi dan juga tingkat kesiapan pengguna. Bimbingan diberikan kepada perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Surakarta khususnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), Dinas Kominukasi dan Informatika (Diskominfo), Sekretariat Daerah dan juga Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Adapun metode yang digunakan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini didasarkan pada metode partisipatif, dan digunakan untuk mengevaluasi partisipasi pemangku kepentingan dalam proses penilaian suatu kegiatan. Metode ini aktif secara langsung berinteraksi dengan stakeholder untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan. Hasil dari bimbingan ini yaitu para OPD menjadi paham bagaimana SRIKANDI sebagai bagian dari tata kelola SPBE bidang kearsipan ditinjau evaluasi sistem, persepsi dan juga tingkat kesiapan pengguna. Sehingga, pelaksanaan reformasi birokrasi bidang kearsipan di Pemerintah Kota Surakarta menjadi lebih maksimal.The Integrated Dynamic Records Information System (SRIKANDI) is a manifestation of the Electronic-Based Government System (SPBE) by the National Records of the Republic of Indonesia (ANRI) in order to realize clean, effective, transparent, and accountable governance as well as quality and reliable public services in terms of archives. This is also supported by PermenPANRB which places the quality of archives as one of the indicators of the implementation of bureaucratic reform. On the other hand, the Surakarta City Government has also implemented SRIKANDI since 2021 and a review guidance is still needed on how to manage SPBE in the field of records in terms of system evaluation, perception and also the level of readiness of its users. Guidance was given to representatives of OPDs in the Surakarta City Government, especially Dispersip, Diskominfo, Regional Secretariat and also Bappeda on May 17, 2023. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA) which aims to evaluate stakeholder participation in the assessment process. This method is based on participatory methods, and is used to evaluate stakeholder participation in the assessment process of an activity. The result of this guidance is that OPDs understand how SRIKANDI as part of SPBE governance in the field of records management is reviewed by system evaluation, perception and also the level of user readiness. So that the implementation of bureaucratic reform in the field of archives in the Surakarta City Government will be maximized.
Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber) Menggunakan Bayam Merah Ayu Pramita; Rosita Dwityaningsih; Mardiyana Mardiyana; Murni Handayani; Ulikaryani Ulikaryani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10091

Abstract

Pertambahan populasi penduduk yang semakin meningkat di desa Banjarwaru juga disertai meningkatnya kebutuhan pangan dimana masyarakat harus dapat mengembangkan sistem budidaya tanaman pangan yang lebih efisien dan mudah dilakukan. Di Desa Banjarwaru ini terdapat kader Posyandu dan kader PKK dari 8 dusun yang sangat aktif dalam melakukan program peningkatan ketahanan pangan secara mandiri sebagai upaya dalam mencegah stunting. Salah satunya dengan budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber) dilengkapi budidaya sayur organik pula. Dimana budidaya ini akan menghasilkan limbah makanan dan kotoran ikan tersebut yang dapat digunakan sebagai nutrisi dalam sayuran aquaponik.  Program ini bertujuan untuk memberikan informasi, pelatihan dan pendampingan tentang pemanfaatan limbah budidaya ikan lele (budikdamber) dengan menggunakan bayam merah pada aquaponik dan meminimalisir adanya kandungan limbah dari budikdamber tersebut. Rangkaian dari kegiatan ini berlangsung mulai bulan April-Agustus 2023 berlokasi di Balai desa Banjarwaru.  Adapun peserta kegiatan ini adalah para kader Posyandu dan PKK beserta perangkat desa. Metode kegiatan ini diawali dengan sosialisasi, pelatihan pembudidayaan ikan dan sayur dalam ember dan penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan ini. Dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa para kader ibu-ibu Posyandu dan PKK memperoleh informasi mengenai pemanfaatan limbah budidaya ikan lele dalam ember (budikdamber) untuk memberikan nutrisi pada bayam merah dengan sistem aquaponik.The increasing population in Banjarwaru village is also accompanied by increasing food needs, where the community must be able to develop a food crop cultivation system that is more efficient and easier to carry out. In Banjarwaru village, there are Posyandu cadres and PKK cadres from 8 hamlets who are very active in carrying out programs to increase food security independently in an effort to prevent stunting. One is cultivating catfish in buckets (budikdamber) and organic vegetables. This cultivation will produce food and fish waste, which can be used as nutrients in aquaponic vegetables. This program aims to provide information, training, and assistance regarding the use of catfish cultivation waste (budikdamber) using red spinach in aquaponics and minimizing the waste content from budikdamber. This series of activities will take place from April-August 2023 at the Banjarwaru Village Hall. The participants in this activity were Posyandu and PKK cadres, along with village officials. The method of this activity begins with socialization, training on cultivating fish and vegetables in buckets, and distributing questionnaires based on the results of this activity. From the results of this activity, it was discovered that the Posyandu and PKK women cadres obtained information regarding the use of catfish cultivation waste in buckets (budikdamber) to provide nutrition to red spinach using an aquaponics system.
Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Lokal Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dini Ramadhani; Rapita Aprilia; Dini Fitria; Bunga Mulyahati; Inge Ayudia
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10125

Abstract

Kurikulum merdeka menjadi jawaban dari tantangan pendidikan karakter saat ini dengan melalui Profil Pelajar Pancasila. Implementasi Kurikulum Merdeka, masih banyak ditemukan tantangan dan kendala di lapangan.  Sebagaimana yang ditemukan di SD Negeri Sungai Pauh Kota Langsa, masih banyaknya guru-guru belum mampu mengembangkan modul ajar yang diperolehnya dari Platform Merdeka Mengajar. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan masih banyak guru yang belum mampu mengakses PMM. Setelah ditelaah, modul ajar yang digunakan guru sama sekali tidak relevan dengan karakteristik daerah satuan pendidikan atau sekolah yang berada di daerah pesisir. Padahal di sana memiliki potensi sumber daya alam keanekaragaman hayati yang berpotensi strategis untuk dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran berbasis project bagi peserta didik dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter pada penguatan profil pelajar Pancasila. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal sebagai penguatan profil pelajar Pancasila di sekolah pesisir Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus-September, dengan peserta sebanyak 22 orang guru di SD Negeri Sungai Pauh Kota Langsa. Metode pelatihan adalah dengan pemberian bimbingan teknologi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah para guru telah mampu menggunakan Platform Merdeka belajar, memiliki wawasan tentang keanekaragaman hayati lokal, dan mampu menghasilkan modul ajar berbasis keanekaragaman hayati pesisir Kota Langsa. Simpulan dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan kegiatan penguatan profil pelajar Pancasila.The independent curriculum answers the current challenges of character education through the Pancasila Student Profile. Implementation of the Independent Curriculum, there are still many challenges and obstacles in the field. As was found at Sungai Pauh Public Elementary School, Langsa City, many teachers still have not been able to develop the teaching modules they obtained from the Merdeka Mengajar Platform. Even more worrying is that many teachers still cannot access PMM. After reviewing it, I found that teachers' teaching modules are completely irrelevant to the regional characteristics of educational units or schools located in coastal areas. There is the potential for biodiversity natural resources to be utilized as a project-based learning resource for students in internalizing character values to strengthen the Pancasila student profile. This service activity aims to increase teachers' abilities to utilize local biodiversity to strengthen the profile of Pancasila students in coastal schools in Langsa City. The activity was carried out in August-September, with 22 teachers participating at Sungai Pauh Public Elementary School, Langsa City. The training method is by providing technology guidance, training, and mentoring. The results of this service activity are that the teachers can use the Merdeka Belajara Platform, gain insight into local biodiversity, and produce teaching modules based on coastal biodiversity in Langsa City. This activity implies that teachers have the knowledge and skills to develop activities to strengthen the profile of Pancasila students from both intracurricular and co-curricular activities. This activity concludes that there is an increase in knowledge and skills in developing activities to strengthen the profile of Pancasila students.
Gerakan Sehat Reproduksi Wanita dengan Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Sadar Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) Senditya Indah Mayasari; Nicky Danur Jayanti; Dwi Norma Retnaningrum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.8823

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual dan beberapa faktor penyebab lainnya seperti perokok aktif, paritas tinggi, pada penderita HIV dan penggunaan kontrasepsi. Semakin meningkatnya angka kejadian kanker serviks di Indonesia yaitu sekitar 396 ribu kasus baru dan sekitar 234 kematian akibat kanker. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rutin dilakukannya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan beberapa metode. Salah satu metode yang mudah dan ekonomis adalah pemeriksaan IVA. Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker serviks dengan mengolesi larutan asam asetat pada dinding rahim. Metode ini sangat mudah dilakukan dan hasil segera diketahui. Hasil pengkajian data dari bidan koordinator, di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusumo Kabupaten Malang belum pernah dilakukan kegiatan pemeriksaan IVA. Tim Kesehatan Reproduksi dari Puskesmas Poncokusumo telah melaku­kan sosialiasasi dan pemeriksaan gratis di Puskesmas namun belum ada antusias dan keinginan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pengendalian kanker serviks yang dimulai dengan upaya promotif, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi dengan pemeriksaan IVA dan edukasi tentang kanker serviks. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan Poncokusmo Kabupaten Malang dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada 33 kader serta pemeriksaan IVA gratis kepada 87 wanita usia subur. Kegiatan ini dilakukan selama hampir 2 minggu, yaitu mulai 11 sampai dengan 22 September 2022. Berdasarkan hasil uji dapat dilihat nilai probabilitas 0.000 dan α=0.05 sehingga didapat nilai Z hitung lebih besar Z1 – (α/2), artinya terdapat peningkatan tingkat pengetahuan kader sebelum dan setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan. Dari pemeriksaan IVA didapatkan 82 peserta dengan hasil IVA negatif, 3 peserta IVA radang dan 2 peserta perlu dilakukan rujukan ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada kader, diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan penghubung pemberian informasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan IVA. Adanya kegiatan pemeriksaan IVA ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat bahwa sangat penting dilakukan pemeriksaan deteksi kanker serviks agar dapat meningkatkan kesejahteraan kesehatan khususnya pada wanita.Cervical cancer is a disease caused by human papillomavirus (HPV) infection, which is transmitted through sexual intercourse and several other causal factors such as active smoking, high parity, HIV sufferers, and contraceptive use. The increasing inci­dence of cervical cancer in Indonesia is around 396 thousand new cases and around 234 deaths due to cancer. One preventive measure that can be taken is to carry out routine early-detection examinations for cervical cancer using several methods. One easy and economical method is an IVA examination. IVA examination is an examination carried out to detect cervical cancer by smearing an acetic acid solution on the uterine wall. This method is very easy to do, and the results are immediately known. The results of data review from the coordinating midwife in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusumo Village, Malang Regency, and IVA examination activities have never been carried out. The Reproductive Health Team from the Poncokusumo Community Health Center has carried out outreach and free examinations at the Community Health Center. However, the public has no enthusiasm or desire to carry out examinations. This community service activity aims to control cervical cancer, starting with promotive, preventive, early detection, treatment, and rehabilitation efforts with VIA examinations and education about cervical cancer. Community service activities were carried out in Dompyong Hamlet, Dawuhan Poncokusmo Village, and Malang Regency by counseling and assisting 33 cadres and providing free IVA examinations to 87 women of childbearing age. This activity was carried out for almost two weeks, from 11 to 22 September 2022. Based on the test results, it can be seen that the probability value is 0.000 and α=0.05. Hence, the calculated Z value is greater than Z1 – (α/2), meaning there is an increase in the level of care knowledge before and after providing counseling and assistance. From the IVA examination, 82 participants had negative IVA results, 3 IVA participants had inflammation, and 2 participants needed to be referred to the Community Health Center for further examination. By providing counseling and assistance to cadres, it is hoped that this can become a bridge in providing information to the public about the importance of VIA examinations. It is hoped that this IVA examination activity can motivate the public that it is very important to carry out cervical cancer detection examinations in order to improve health welfare, especially in women. 
Pelatihan Kompetensi Literasi dan Numerasi Guru Sebagai Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Junaity Soften Sine; Ireni Irnawati Pellokila; Deviana Sibulo; Mariyanti Adu; Dina Rosina Sefi; Evelinda Fransina Nau
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10051

Abstract

Pendidikan di Indonesia masih menunjukkan persoalan pada kemampuan literasi dan numerasi para peserta didik. Sebagai respon atas permasalahan ini, pemerintah mencanangkan Kurikulum Merdeka Belajar yang fokusnya pada kamampuan literasi dan numerasi. Dalam penerapan kurikulum baru, para guru dituntut untuk cepat beradaptasi sehingga diperlukan dukungan dan pendampingan bagi mereka dalam proses persiapan penerapan kurikulum baru. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memperlengkapi para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara khusus terkait kompetensi literasi dan numerasi. Pelatihan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Semau Selatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 (tigapuluh) orang guru. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 28 Juli 2023 ini dilakukan dalam tiga tahap, yakni pembukaan, kegiatan inti, dan penutupan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan pengetahuan peserta pelatihan dimana rerata nilai pretest naik dari 65 (kategori rendah) menjadi 73 (kategori sedang). Selain itu, evaluasi kegiatan yang dilakukan menunjukkan tingkat kepuasan para guru dalam kategori tinggi, baik terkait penyelenggaraan, narasumber, maupun sarana prasarana. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil posttest dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah menjawab kebutuhan sekolah.Literacy and numeracy have been challenges for Indonesian education. To respond to such a problem, the Indonesian government has implemented Kurikulum Merdeka Belajar, focusing on literacy and numeracy competence. In implementing a new curriculum, teachers are forced to quickly adapt to it. Therefore, support and assistance for them are needed. The purpose of this Community Service activity was to equip teachers to face the implementation of Kurikulum Merdeka, especially related to literacy and numeracy competence. The training was conducted at SMA Negeri 1 Semau Selatan and involved as many as 30 (thirty) teachers. The training conducted on Friday, 28th July 2023, covered three phases: opening, training, and closing. Based on the pretest and posttest, the mean score was improved from 65 ( low category) to 73 (average category). Besides, the evaluation showed that the participants expressed satisfaction with the training, trainer, and venue. All in all, based on posttest result and evaluation, it can be concluded that the community service conducted has answered the school’s problem. 
Edukasi Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Artificial Intelegence bagi Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidiyah Muhammad Fathul Amin; Agus Rizal; Gerhana Danan Jaya; Muhammaad Farriz Adi; Anjasmoro Setyo Waloyo; Bakhrudin All Habsy; Siti Arifah; Rohana Maryam; Wardatul Mufidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.9934

Abstract

Di era digital saat ini, pemerintah di Negara Indonesia masih berusaha sejak dini dalam memasuki tentang kehidupan bermasyarakat dengan mengandalkan pemrograman dan kecerdasan buatan, yang akan digunakan untuk mengajar di Sekolah Dasar (SD). Tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikaitkan dalam bidang teknologi komunikasi dan informasi yang masih memiliki beberapa program seperti pelatihan aplikasi openAI, canva dan aplikasi yang mendukung dalam pembuatan model pembelajaran, selain mengimplementasikan upaya pemerataan literasi juga pada upaya peningkatan kompetensi bidang teknologi komunikasi dan informasi di seluruh wilayah dan kalangan masyarakat. Metodologi yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan focus group discussion (FGD) untuk memberikan pemahaman baru tentang kegiatan pelatihan Thematic Academy (TA). Adapun tujuan proses kegiatan tersebut guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta daya saing sumber daya manusia bidang teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian dari program pembangunan dilakukan dalam 3 (tiga) kali pertemuan meliputi pengenalan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Hasil temuan pada kegiatan pelatihan dibuktikan dengan tindak lanjut yang mana adanya pemahaman mengenai pembelajaran Berbasis kecerdasan buatan bagi pengajar sehingga dapat disalurkan kepada murid-murid yang diajarnya. Peserta terkait pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk menunjang pembelajaran di SD.In the current digital era, the government in Indonesia is still trying from an early age to enter into social life by relying on programming and artificial intelligence, which will be used for teaching in elementary schools. The aim of developing Human Resources (HR), which is related to the field of communication and information technology, which still has several programs such as training on OpenAI applications, Canva, and applications that support the creation of learning models, apart from implementing efforts to equalize literacy, is also an effort to increase competence in the field of communication technology and information in all regions and communities. The methodology used in community service activities uses focus group discussions (FGD) to provide a new understanding of Thematic Academy (TA) training activities. The activity aims to improve the knowledge, skills, attitudes, and competitiveness of human resources in information and communication technology as part of a development program carried out in three meetings, including the introduction of artificial intelligence. The findings from the training activities were proven by follow-up in which there was an understanding of artificial intelligence-based learning for teachers so that it could be distributed to the students they taught. Participants related to using Artificial Intelligence to support learning in elementary schools. 
Peningkatan Pengetahuan Petugas Kesehatan melalui Workshop dan Pelatihan Deteksi Dini Masalah Perkembangan dan Perilaku Anak Jafar Arifin; Rizma Adlia Syakurah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.6676

Abstract

Peran petugas kesehatan, terutama bidan, sangat krusial dalam deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak. Sayangnya, beberapa faktor menghambat kontribusi kurang optimalnya kinerja bidan dalam melaksanakan SDIDTK (Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang). Sebagai upaya peningkatan pengetahuan petugas kesehatan mengenai pemeriksaan tumbuh kembang anak yang sesuai, maka diadakan sebuah workshop dan pelatihan. Hal tersebut dikarenakan masih ditemukan petugas kesehatan yang melakukan kesalahan dalam pemeriksaan tumbuh kembang anak. Menggunakan pendekatan manajemen program, kegiatan workshop dan pelatihan dilaksanakan di Hotel Santika Premier Bandara Palembang pada 26 Februari 2022. Peserta pelatihan sebanyak 41 orang. Kuesioner pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pengetahuan peserta. Hasil kegiatan pengabdian kemudian disajikan secara deskriptif. Perencanaan dilakukan dengan pembentukan panitia dan pembagian tugas, serta menetapkan jadwal kegiatan. Kegiatan workshop dilakukan dengan metode ceramah, kemudian dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Prima dari IDAI untuk deteksi dini tumbuh kembang anak, serta sesi tanya jawab oleh peserta. Evaluasi ditentukan melalui tes awal dan tes akhir. Hasil tes menunjukkan bahwa rata-rata awal pengetahuan peserta sebesar 62,68 dan mengalami peningkatan menjadi 89,51. Hal ini mengindikasikan adanya peningktan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan tumbuh kembang anak melalui kegiatan workshop dan pelatihan. Masih ditemukan beberapa kendala dalam kegiatan, baik pada kendala internal maupun eksternal. Diharapkan kepada petugas kesehatan yang mengikuti kegiatan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan sehingga pemeriksaan tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.   Health workers, particularly midwives, play a crucial role in detecting and monitoring child growth and development early. However, suboptimal performance in implementing SDIDTK (Stimulation of Early Detection and Intervention of Growth and Development) is influenced by various factors. To address this, a workshop and training program were conducted to enhance health workers' knowledge in conducting appropriate assessments. The program took place at Santika Premier Hotel Airport Palembang on February 26, 2022, with 41 participants. Pre-test and post-test questionnaires were used for evaluation, and descriptive analysis was performed on the service activities. Planning involved forming a committee, dividing tasks, and scheduling activities. The workshop included lectures and training on the Prima application from IDAI for early detection. Question and answer sessions facilitated participant interaction. Initial and final tests were conducted for evaluation. The results showed a significant increase in participants' average knowledge score from 62.68 to 89.51. This indicates enhancing health workers' knowledge of child growth and development examination through the workshop and training. Despite encountering internal and external obstacles, participants are expected to apply their newfound knowledge to improve the examination of child growth and development.
Pelatihan Pengembangan Program Sensomotorik dalam Meningkatkan Kemampuan Memusatkan Perhatian pada Anak Usia Dini dengan Attention Deficit Disorder Dewi Ratih Rapisa; Eviani Damastuti; Dewi Juwita Susanti; Puteri Rahmatika; Cahyani Widya Safitri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10090

Abstract

Permasalahan yang sering ditemui pada anak usia dini diantaranya anak tidak dapat memusatkan perhatian, tidak mampu menuntaskan permainan atau tugas, terdistraksi dan tidak sabar dalam menunggu antrian. Perilaku tersebut mengarah pada karakteristik anak dengan Attention Deficit Disorder, namun guru-guru umumnya tidak mengenalinya. Upaya yang dapat dilakukan dalam memberikan intervensi pada anak ADD dengan memanfaatkan sensomotorik. Latihan koordinasi sensomotorik efektif dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan program latihan koordinasi sensomotorik, Pada Anak Attention Defisit Disorder (ADD). Metode yang digunakan adalah metode ceramah, demontrasi. Sosialisasi PKM dikuti oleh dua puluh guru PAUD Inklusif di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Hasil evaluasi dari kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan program sensomotorik mampu meningkatkan kemampuan memusatkan perhatian pada anak usia dini dengan ADD terbukti pada nilai sebelum pelatihan guru sebesar 19 menjadi nilai sesudah pelatihan guru sebesar 89,5. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan guru meningkat dalam memahami anak ADD dan memanfaatkan latihan sensomotorik dalam proses penanganan pembelajaran di kelas.Problems often encountered in early childhood include children being unable to focus, unable to complete games, easily distracted, and impatient waiting in line. Such behavior leads to the characteristics of a child with Attention Deficit Disorder, but teachers generally do not recognize it. Efforts can be made in providing intervention to ADD children by utilizing sensorimotor. Sensomotor coordination exercises are effective in improving concentration skills. Therefore, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) aims to provide knowledge and skills in developing sensomotor coordination training programs for children with attention deficit disorder (ADD). The methods used are lectures and demonstration methods. PKM socialization was attended by twenty Inclusive PAUD teachers in Mataraman District, Banjar Regency. The evaluation results of PKM activities show that sensorimotor program development training in improving the ability to focus attention on early childhood with Attention Deficit Disorder is proven to increase teachers' understanding and skills in understanding ADD children and utilize sensorimotor exercises in the process of handling learning in the classroom.
Pelatihan Pengintegrasian Google Suite for Education untuk Learning Management System bagi Guru SMP Harja Santana Purba; Delsika Pramata Sari; Nuruddin Wiranda; Hermanto Hermanto; Wahid Irhamna; Muhammad Fahmi Ridhani; Ahmad Sajjad Akhyari; R Ati Sukmawati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.10183

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah melakukan pelatihan pengintegrasian GSE-LMS bagi guru SMP Kabupaten Banjar. Metode pelaksanaan PkM ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan kegiatan dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan. tim PkM mempersiapkan modul praktikum GSE-LMS untuk dibagikan kepada peserta saat kegiatan Pelatihan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan selama 2 kali pertemuan secara tatap muka pada bulan Juni 2023. Pelaksanaan kegiatan PkM ini di laboratorium komputer SMPN 2 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Peserta yang hadir sebanyak 20 guru SMPN 2 Kertak Hanyar. Instrumen evaluasi kegiatan yang digunakan untuk pengumpulan data berupa angket yang diisi oleh peserta melalui Google Form. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat setuju bahwa kegiatan PkM sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan mitra di lapangan untuk mendukung inovasi pembelajaran berbantuan teknologi. Selain itu, peserta begitu bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan dan meminta kegiatan pelatihan TIK dilakukan secara kontinu ke depan untuk peningkatan kompetensi guru mengimplementasikan TIK dalam pembelajaran. Temuan yang menarik bahwa sebanyak 56,5% peserta menganggap penggunaan fitur-fitur pada Google Classroom sebagai LMS mudah dipahami dan mudah digunakan dibandingkan dengan aplikasi Google lainnya yang telah diberikan saat pelatihan. Selanjutnya, sebagai bahan masukan bagi tim PkM bahwa perlu ada pelatihan lanjutan terkait aplikasi Google lainnya yang dianggap sulit bagi guru-guru sebagai peserta. This Community Service (CS) activity aimed to conduct GSE-LMS integration training for Banjar Regency Middle School teachers. The CS implementation method consists of preparation, implementation of activities, mentoring, and evaluation of activities. The CS team prepared the GSE-LMS practicum module to be distributed to participants during training activities. This CS activity was carried out during two face-to-face meetings in June 2023. This CS activity was carried out in the computer laboratory of SMPN 2 Kertak Hanyar, Banjar Regency. Participants who attended were 20 teachers at SMPN 2 Kertak Hanyar. The activity evaluation instrument used for data collection was a questionnaire filled out by participants via Google Forms. The evaluation results showed that participants strongly agree that CS activities were very useful and by the needs of partners in the field to support technology-assisted learning innovation. Apart from that, participants were very enthusiastic about participating in training activities and asked that ICT training activities be carried out continuously to increase teacher competence in implementing ICT in learning. An interesting finding was that 56.5% of participants considered using the features in Google Classroom as an LMS easy to understand and use compared to other Google applications provided during training. Furthermore, as input for the CS team, there needs to be further training regarding other Google applications, which are considered difficult for the teachers as participants.
Pelatihan dan Pendampingan Teknik Relaksasi pada Layanan Bimbingan dan Konseling bagi Guru BK Rani Mega Putri; Nur Wisma; Silvia AR; Sigit Dwi Sucipto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.9291

Abstract

Proses pembelajaran menuntut siswa untuk mengembangkan pemikiran kreatif dan memperluas pengetahuan mereka. Tuntutan dan ruang lingkup kegiatan siswa seringkali menimbulkan stress. Permasalahan yang sering dihadapi guru BK di sekolah mitra diantaranya adalah siswa yang menunjukkan perilaku agresi, menunjukkan kebosanan dalam belajar dan kebiasaan menunda-nunda mengerjakan tugas. Salah satu strategi pendekatan yang dapat digunakan pada layanan bimbingan dan konseling untuk membantu mengatasi masalah tersebut adalah teknik relaksasi. Relaksasi adalah strategi perilaku yang dapat digunakan individu untuk mengembangkan proses internal yang positif dalam kepribadian individu tersebut. Tujuan dari pelatihan dan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman akan pengetahuan dan keterampilan seluruh guru BK di SMP Kota Prabumulih dalam menggunakan teknik relaksasi. Kegiatan ini dilakukan untuk guru BK SMP di Kota Prabumulih dan dilaksanakan selama bulan September 2022 secara blended learning dengan menggunakan beberapa metode pelatihan yaitu: 1) penyampaian materi tentang teknik relaksasi, 2) Pelatihan dan Pendampingan teknik relaksasi, 3) Praktik mandiri teknik relaksasi, dan 4) Penilaian dan evaluasi kegiatan pelatihan dan pendampingan teknik relaksasi. Meskipun terdapat beberapa tantangan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian di wilayah ini, namun kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pendampingan dan pelatihan teknik relaksasi untuk guru BK SMP Kota Prabumulih dapat terlaksana dengan lancar dan baik. Topik yang dibahas dalam pelatihan ini bersifat terkini dan guru BK belum pernah mendapatkan pelatihan mendalam mengenai metode relaksasi. Peserta antusias dan terpacu untuk berpartisipasi agar dapat memahami informasi yang disajikan sepanjang kegiatan pengabdian. Hasil postest pemahaman yang diberikan juga menunjukkan peningkatan pemahaman guru BK terhadap materi teknik relaksasi.The learning process requires students to develop creative thinking and expand their knowledge. The demands and scope of student activities often cause stress. Problems often faced by guidance and counseling teachers at partner schools include students showing aggressive behavior, boredom in studying, and the habit of procrastinating on assignments. One strategic approach a counselor can use in guidance and counseling services to help overcome this problem is relaxation techniques. Relaxation is a behavioral strategy individuals can use to develop positive internal processes in their personality. This service activity aims to increase the knowledge and skills of all Prabumulih City Middle School guidance and counseling teachers using relaxation techniques. This activity was conducted for junior high school guidance and counseling teachers in Prabumulih City. It was carried out during September 2022 in a blended learning manner using several training methods, namely: 1) delivery of material on relaxation techniques, 2) Training and Mentoring on relaxation techniques, 3) Independent practice of relaxation techniques, and 4) Assessment and evaluation of relaxation technique training and assistance activities. Even though there are several challenges and obstacles in implementing service activities in this area, the activities carried out in the form of mentoring and training in relaxation techniques for Prabumulih City Middle School guidance and counseling teachers can be carried out smoothly and well. The topics discussed in this training are current, and guidance and counseling teachers have never received in-depth training regarding relaxation methods. Participants are enthusiastic and motivated to participate so they can understand the information presented throughout the service activities. The results of the posttest understanding also showed increased guidance and counseling teachers' knowledge of relaxation technique material. 

Page 2 of 3 | Total Record : 30