cover
Contact Name
Fenny Sumardiani
Contact Email
jurnallitbang@gmail.com
Phone
+6285712816604
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian Jalan Salak No.22, Bogor 16151 E-mail : jurnallitbang@gmail.com Website : http://bpatp.litbang.pertanian.go.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : http://dx.doi.org/10.21082
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian pertanian pangan hortiikultura, perkebunan, peternakan, dan veteriner yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian dan atau ketentuan kebijakan, yang ditujukan kepada pengguna meliputi pengambil kebijakan, praktisi, akademisi, penyuluh, mahasiswa dan pengguna umum lainnya. Pembahasan dilakukan secara komprehensif serta bertujuan memberi informasi tentang perkembangan teknologi pertanian di Indonesia, pemanfaatan, permasalahan dan solusinya. Ruang lingkupnya bahasan meliputi bidang ilmu: pemuliaan, bioteknologi perbenihan, agronomi, ekofisiologi, hama dan penyakit, pascapanen, pengolahan hasil pertanian, alsitan, sosial ekonomi, sistem usaha tani, mikro biologi tanah, iklim, pengairan, kesuburan, pakan dan nutrisi ternak, integrasi tanaman-ternak, mikrobiologi hasil panen, konservasi lahan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 32, No 3 (2013): September 2013" : 5 Documents clear
PEMANFAATAN KERAGAMAN GENETIK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ITIK ALABIO Suryana .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.25 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v32n3.2013.p100-111

Abstract

Itik alabio (Anas platyrhynchos Borneo) merupakan salah satuunggas lokal Kalimantan Selatan yang mempunyai keunggulansebagai penghasil telur. Itik alabio memiliki ciri fenotipik yangberbeda dan performa yang beragam dibanding itik lokal lain diIndonesia. Namun, di antara itik-itik lokal tersebut terdapat itikyang lebih unggul karena secara genetik memiliki daya adaptasiterhadap lingkungan setempat. Itik alabio memiliki keragamanyang tinggi, baik sifat kualitatif (warna bulu, paruh, kaki, dan cakar,serta bentuk tubuh), maupun sifat kuantitatif seperti bobot badandewasa, lama produksi telur, umur pertama bertelur, puncakproduksi, daya tunas, daya tetas, dan bobot tetas. Keragaman yangtinggi tersebut merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dalamprogram pemuliaan. Meskipun belum sepenuhnya dimanfaatkandalam peningkatan produktivitas, dengan pengalaman dan kearifanlokal yang dimiliki, peternak telah memanfaatkan keragamankriteria tampilan luar itik, seperti keseragaman warna bulu, paruh,besar badan, kuku, kaki, dan gigi untuk menyeleksi itik alabio jantanunggul dan itik alabio betina penghasil telur yang produktif. Sifatunggul ini diharapkan dapat diwariskan pada keturunannya.
TUMBUHAN KIRINYU Chromolaena odorata (L) (ASTERACEAE: ASTERALES) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK Spodoptera litura M. Thamrin; S. Asikin; M. Willis
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.138 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v32n3.2013.p112-121

Abstract

Kirinyu (Chromolaena odorata) adalah gulma berbentuk semakberkayu yang dapat berkembang cepat sehingga sulit dikendalikan.Tumbuhan ini merupakan gulma padang rumput yang sangatmerugikan karena dapat mengurangi daya tampung padangpenggembalaan. Selain sebagai pesaing agresif, kirinyu didugamemiliki efek allelopati serta menyebabkan keracunan bahkankematian pada ternak. Hasil penelitian menunjukkan gulma inidapat menjadi insektisida nabati karena mengandung pryrrolizidinealkaloids yang bersifat racun terhadap serangga. Makalah inimenguraikan potensi tumbuhan kirinyu sebagai insektisida nabatiuntuk mengendalikan ulat grayak. Ulat grayak adalah hama yangsulit dikendalikan karena perkembangbiakannya cepat sertamempunyai kisaran inang yang luas, yaitu hampir semua jenistanaman pangan dan hortikultura. Hama ini biasanya dikendalikandengan insektisida sintetis dengan dosis melebihi dari yangditentukan sehingga menyebabkan resistensi dan resurgensi. Olehkarena itu, perlu dicari pengganti insektisida sintetis agarpenggunaannya dapat dikurangi dengan menggunakan insektisidanabati. Ekstrak daun kirinyu efektif mengendalikan ulat grayakdengan mortalitas 80100% serta menekan tingkat kerusakan daunkedelai hingga 55,2%. Racun yang terkandung di dalam ekstrakkirinyu bersifat racun perut. Oleh karena itu, gulma ini perludikembangkan pemanfaatannya sebagai bahan insektisida nabatiagar bernilai ekonomis.
NILAI INDEKS GLIKEMIK PRODUK PANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA Abdullah bin Arif; Agus Budiyanto; Hoerudin .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v32n3.2013.p91-99

Abstract

Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pangan masyarakat telahberdampak terhadap peningkatan penyakit degeneratif, seperti diabetesmelitus (DM) dan hipertensi. DM ditandai dengan kadar glukosadarah melebihi nilai normal dan gangguan metabolisme insulin. Indeksglikemik (IG) merupakan suatu ukuran untuk mengklasifikasikanpangan berdasarkan pengaruh fisiologisnya terhadap kadar glukosadarah. Nilai IG produk pangan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antaralain kadar serat pangan, kadar amilosa dan amilopektin, kadar lemakdan protein, daya cerna pati, dan cara pengolahan. Semakin tinggi nilai/kadar serat pangan total, rasio amilosa/amilopektin, serta lemak danprotein, maka nilai IG semakin rendah. Sementara itu, daya cerna patiyang tinggi menyebabkan nilai IG yang tinggi. Cara pengolahan produkpangan dapat menurunkan atau menaikkan nilai IG produk pangantersebut. Pemahaman terhadap nilai IG bahan pangan sangat pentingkarena dapat menjadi landasan ilmiah dalam memilih jenis, bentukasupan, dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi sesuai responsglikemik seseorang.
TEKNOLOGI KONSERVASI TANAH DAN AIR UNTUK MENCEGAH DEGRADASI LAHAN PERTANIAN BERLERENG Sutrisno, Nono; Heryani, Nani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v32n3.2013.p122-130

Abstract

Degradasi atau penurunan kualitas lahan merupakan isu globalutama pada abad ke-20 dan masih menjadi isu penting dalam agendainternasional pada abad ke-21. Erosi tanah, kelangkaan air, energi,dan keanekaragaman hayati menjadi permasalahan lingkunganglobal sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Erosi tanahmenyebabkan degradasi lahan karena dapat menurunkan kualitastanah serta produktivitas alami lahan pertanian dan ekosistemhutan. Di Indonesia, laju erosi tanah pada lahan pertanian denganlereng 330% tergolong tinggi, berkisar antara 60625 t/ha/tahun,padahal banyak lahan pertanian yang berlereng lebih dari 15%,bahkan lebih dari 100% sehingga erosi tanah tergolong sangat tinggi.Konservasi tanah dan air mengarah kepada terciptanya sistempertanian berkelanjutan yang didukung oleh teknologi dan kelembagaanserta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat danmelestarikan sumber daya lahan serta lingkungan. Upaya untukmengurangi degradasi lahan dapat dilakukan melalui: 1) penerapanpola usaha tani konservasi seperti agroforestri, tumpang sari, danpertanian terpadu, 2) penerapan pola pertanian organik ramahlingkungan, dan 3) peningkatan peran serta kelembagaan petani.
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS DALAM MENCAPAI SWASEMBADA DAGING SAPI/KERBAU 2014 Rasali H. Matondang; S. Rusdiana
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v32n3.2013.p131-139

Abstract

Swasembada daging sapi 2014 dapat diwujudkan dengan menetapkankawasan perbibitan sapi nasional, yang meliputi perbibitan danpemuliabiakan sapi melalui program pemurnian sapi lokal danpengembangan bangsa sapi komersial (bakalan), serta pengembangankawasan industri terpadu sapi potong dan wilayah barupeternakan di pulau-pulau kecil. Ketersediaan pakan merupakanaspek krusial dalam budi daya ternak. Untuk menjamin ketahananpakan nasional, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah: 1)pemberlakuan tarif ekspor bahan baku pakan, 2) pembentukaninstitusi penyangga bahan baku pakan, 3) pengembangan sistemkerja sama produksi pakan antarwilayah bagi wilayah padat ternaktetapi tidak memiliki lahan untuk sumber pakan dan sebaliknya, 4)pengembangan zona produksi hijauan pakan di pedesaan dankesehatan hewan, 5) pemetaan dan revitalisasi padang penggembalaandi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan SulawesiSelatan serta wilayah bukaan baru, 6) pengembangan sistem mekanisasipakan, 7) subsidi harga bahan baku pakan, 8) strukturisasi tataniaga bahan baku pakan, dan 9) pengembangan sistem informasipakan nasional. Kelembagaan sangat memengaruhi keberhasilanswasembada daging sapi sehingga koordinasi antarsektor, antardaerah,dan antarpemangku kepentingan yang didukung denganperaturan perundangan sangat diperlukan untuk mendukung upayapeningkatan populasi sapi nasional. Penganekaragaman sumberpangan daging yang proses produksinya memerlukan waktu lebihpendek diharapkan dapat menekan laju pemotongan sapi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5