cover
Contact Name
Y. Th. Latupapua
Contact Email
vithaforester@gmail.com
Phone
+6281354051315
Journal Mail Official
jhppk.unpatti@gmail.com
Editorial Address
PROGRAM STUDI MANAJEMEN HUTAN PASCASARJANA UNPATTI Jl. Dr. Ir. M. Latumeten, Lantai 3 Kampus PGSD, Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil : Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan dan Pertanian
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 25411241     EISSN : 26218798     DOI : 10.30598/jhppk
Core Subject : Agriculture,
Tropical forests in the area of ??small islands have their own uniqueness. Its biodiversity and ecology depend on highly complex and interconnected systems. Managing forests in small islands in a sustainable manner require extensive application in various scientific disciplines. The small island forest journal (JHPPK) is a periodical scientific article and conceptual thinking on tropical forest management that covers all aspects of forest planning, forest policy, utilization of forest resources, forest society, forest ecology, forest inventory, silviculture, ecotourism, and regional ecosystem management. JHPPK also welcomes topics that directly or indirectly support the management of tropical forests, eg, economics, anthropology, social, and environment.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025): JHPPK" : 9 Documents clear
STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DI HUTAN LINDUNG PULAU SAPARUA NEGERI PORTO KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Tetelepta, Lukas; Mardiatmoko, Gun; Pattimahu, Debby. V.
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20077

Abstract

Adapun tujuan dalam Penelitian ini adalah: menganalisis kondisi ekologi, ekonomi, dan sosial masyarakat pengelola hutan kemasyarakatan, serta menganalisis strategi pengelolaan hutan kemasyaraktan (HKm) dan merumuskan alternatif strategi pengelolaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Nopember 2023 di Negeri Porto Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah. Pemilihan lokasi ditentukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut (1) memiliki izin pengelolaan HKm, (2) pengelolaan HKm mendukung kearifan lokal dan berbasis pada masyarakat. Pengolahan data dilakukan dari Januari - Desember 2024. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan sampel dilakukan dengan memilih kelompok (HKm) Amapolo beranggotakan 30 petani, dengan metode purposive sampling (Sugiyono 2017). Penentuan sampel mempertimbangkan beberapa indikator yaitu anggota yang aktif, umur produktif, dan petani cengkih di dalam hutan kemasyarakatan, kapasitas dan pengetahuan responden dalam memberikan informasi secara lengkap dan relevan. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, dan SWOT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aspek ekologi: Areal HKm Amapolo adalah hutan lindung yang mendukung kesuburan tanah dan air. Aspek ekonomi: petani belum merasakan manfaat langsung dari program pengembangan ekonomi berupa kopi tuni di HKm. Aspek sosial: Program HKm Amapolo belum berkembang dengan baik. Menurut hasil pembobotan dari diagram SWOT faktor internal dan eksternal, hasil analisis menunjukkan bahwa faktor internal kekuatan mencapai 1.81; faktor internal kelemahan mencapai 1.67; dan faktor eksternal peluang mencapai 1.91; dan faktor eksternal ancaman mencapai 1.80. Posisi strategi pengembangan hutan kemasyarakatan berada di kuadran 1 dengan nilai koordinat (0.14; 0.11).
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN BENCANA BANJIR DI DESA WAIHERU KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON La Enta, Restaa S; Nanlohy, Willem; Puturuhu, Ferad
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20421

Abstract

Desa Waiheru merupakan lokasi penelitian yang berada di Kecamatan Baguala Kota Ambon. Pada bulan Juli 2024 daerah Kota Ambon dilanda curah hujan yang tinggi sehingga meluapnya air sungai dan berdampak pada sejumlah rumah warga di Desa Waiheru terendam banjir. ketinggian banjir yang mencapai hingga 1m sangat berdampak buruk bagi aktivitas kegiatan masyarakat. selain rumah warga yang terendam, jalan raya sekitar waiheru juga terendam banjir. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas di daerah tersebut. Juga lahan pertanian seluas 1,5ha dari 4ha yang berada tepat dibelakang Kantor Desa Waiheru di RT 21 dan RT 04 perumnas terendam banjir sehingga menyebabkan tanaman tersebut gagal panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan bencana banjir di Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon, penelitian ini menggunakan teknik overlay dengan metote skoring dan pembobotan. Variabel yang digunakan meliputi kerentanan fisik, kerentanan sosial, kerentanan ekonomi dan kerentanan lingkungan. Hasil penellitian ini menunjukan bahwa tingkat kerentanan banjir di Desa Waiheru adalah kerentanan sedang dengan skor 0,7648. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menghasilkan peta indeks tingkat kerentanan banjir.
STUDI ETNOBOTANI PEMANFAATAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT OLEH MASYARAKAT ETNIS KAO, TOBELO DAN GALELA HALMAHERA UTARA Patty, Alfred Lodewyk; Popoko, Stefen; Hunila, Ernny; Tandisalla, Johana
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20894

Abstract

Sebagai daerah kepulauan, Maluku Utara memiliki keragaman hayati yang tinggi termasuk keragaman suku, budaya dan tradisi lokal. Tumbuhan obat merupakan suatu entitas yang tumbuh dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal untuk kepentingan peningkatan derajat kesehatan sesuai pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir jenis tumbuhan berkhasiat obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat Suku Kao, Suku Tobelo dan Suku Galela di Halmahera Utara. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survey lapangan melalui wawancara dengan 105 responden yang terseleksi melalui teknik Snowball Sampling, serta melakukan penelusuran ke lokasi/habitus tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 83 jenis tumbuhan obat dari 45 family yang dimanfaatkan oleh masyarakat suku Kao, suku Tobelo dan suku Galela dalam pengobatan tradisional berdasarkan pengetahuan lokal yang dimiliki. Spesies tumbuhan obat yang paling banyak digunakan berbentuk herba dan daun adalah bagian tumbuhan yang paling sering dipakai. Adapun metode preparasi yang paling sering dipakai adalah perebusan dan sebagain besar diaplikasikan dengan cara diminum. Berragam jenis penyakit yang diobati menggunakan ramuan dari tumbuhan obat yaitu penyakit organ dalam, penyakit kulit, penyakit otot dan persendian, serta penyakit mulut dan gigi.
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI KECAMATAN BEO SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Andasia, Anang; Pudjihartati, Endang
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.21217

Abstract

Etnobotani adalah cabang ilmu yang fokus pada hubungan antara manusia dan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatannya oleh masyarakat. Ilmu ini berperan penting dalam melestarikan identitas budaya suatu suku melalui pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitarnya. Kepulauan Talaud memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, terutama dalam hal tumbuhan berkhasiat obat. Berdasarkan hal tersebut, dilakukanlah penelitian etnobotani di desa ini yang mencakup aspek-aspek seperti profil pengguna tanaman obat, jenis tanaman yang digunakan, pengetahuan lokal dalam pemanfaatannya, cara meramu, cara mendapatkan, serta jenis tanaman yang dibidayakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasi partisipatif, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Responden berasal dari Desa Niampak dan Niampak Utara, Kec. Beo Selatan, masing-masing diwakili oleh dua puluh orang dengan metode snowball sampling. Wawancara melibatkan tujuh informan utama (dua kepala desa, empat kepala dusun, dan satu petua adat) serta sepuluh petani yang membudidayakan tanaman obat dengan nilai Relative Frequency of Citation (RFC) tertinggi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengetahuan etnobotani masyarakat di Kecamatan Beo Selatan masih sangat kuat dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi konservasi keanekaragaman hayati sekaligus pengembangan ekonomi lokal berbasis sumber daya alam.
POTENSI SUPPLY DAN DEMAND DI PANTAI KUAKO KECAMATAN AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Maruanaya, Dyo; Latupapua, Yosevita Th; Seipala, Billy B
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.21275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi supply dan demand di kawasan wisata Pantai Kuako, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang disebarkan kepada pengunjung dan pengelola wisata. Hasil penelitian menunjukkan Pantai Kuako memiliki potensi wisata alam yang tinggi dengan keindahan panorama dan keaslian lingkungan sebagai daya tarik utama. Dari sisi supply, fasilitas dasar seperti area parkir, warung makan, dan toilet sudah tersedia namun belum dikelola secara optimal, sementara investasi infrastruktur dan promosi digital masih terbatas. Dari sisi demand, minat kunjungan wisatawan cukup besar, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, menunjukkan permintaan yang terus meningkat terhadap wisata alam yang tenang dan alami. Namun, ketidakseimbangan antara kapasitas fasilitas dan pertumbuhan jumlah pengunjung menunjukkan perlunya penguatan pengelolaan, peningkatan fasilitas, dan strategi promosi terpadu agar potensi ekonomi dan keberlanjutan destinasi dapat berkembang secara optimal.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN DAN ARAHAN MITIGASI KAWASAN BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WAILOLA KECIL Istimehwa, Charunia; Nanlohy, Wilem A; Puturuhu, Ferad
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20439

Abstract

Sungai Wailola Kecil merupakan salah satu sungai yang berada di wilayah administrasi Desa Bula dan Desa Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. Sungai ini memiliki panjang 51.866,39 meter dan luas daerah aliran sungainya sebesar 11,59 km2. Setiap tahunnya sungai Wailola Kecil meluap dan menyebabkan banjir di wilayah sekitar aliran sungai. Banjir disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi tingkat kerawanan banjir dan arahan mitigasi banjir di daerah aliran sungai wailola kecil. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, metode pembobotan dan overlay peta. Berdasarkan hasil penelitian tingkat rawan terbagi menjadi tidak rawan, cukup rawan, dan sangat rawan. Kelas tidak rawan memiliki luas wilayah 2,05 Km² atau sebesar 17,72 % dari luas DAS. Tingkatan cukup rawan memiliki persentase luas terbesar yaitu 68,39% dengan luas wilayah 7,92 Km². Sedangkan tingkat sangat rawan memiliki luas wilayah terkecil yaitu 1,61 Km² dengan persentase sebesar 13,89%. Sedangkan untuk arahan mitigasi banjir dibedakan berdasarkan tingkat rawan banjir. Arahan mitigasi banjir pada daerah dengan tingkat rawan yang tinggi fokus pada pengelolaan risiko banjir yang bertujuan untuk mengurangi kerugian apabila terjadi bencana banjir. Sedangkan pada daerah cukup rawan banjir diarahkan untuk membuat prasarana sumber daya udara seperti jaringan irigasi dan sistem pengendalian banjir. Pada daerah yang tidak rawan banjir akan difungsikan sebagai daerah konservasi tanah dan udara dengan metode vegetatif.
STUDI KELIMPAHAN SATWA BURUNG DI PULAU SAPARUA BERBASIS LANSKAP PULAU-PULAU KECIL Saihitua, Aslam Hafied; Latupapua, Lesly; Boreel, Aryanto
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.19941

Abstract

Pulau-pulau kecil seperti Saparua mengalami tekanan ekologis akibat fragmentasi habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, pemukiman, dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan satwa burung dan faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan kondisi lansekap di Pulau Saparua, Maluku. Penelitian dilakukan menggunakan metode point count (Index Point of Abundance) untuk mengamati keberadaan burung di dua jenis lansekap: terfragmentasi dan utuh. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kekayaan Margalef, indeks kemerataan, serta indeks dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap utuh memiliki keanekaragaman jenis yang lebih tinggi (H’ = 2,248) dibandingkan lanskap terfragmentasi (H’ = 0,477). Tercatat 21 spesies burung dari 16 famili, dengan 15 jenis ditemukan pada lanskap utuh dan 14 jenis pada lanskap terfragmentasi. Faktor-faktor yang memengaruhi kelimpahan satwa burung meliputi kondisi ekologis (kompleksitas vegetasi), faktor antropogenik (gangguan manusia), dan cuaca. Burung-burung generalis cenderung mampu beradaptasi di lanskap terfragmentasi, sedangkan burung spesialis lebih banyak ditemukan di lanskap utuh. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keutuhan habitat dan menyusun strategi konservasi lansekap untuk mendukung kelangsungan hidup keanekaragaman burung di pulau-pulau kecil.
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PULAU SAPARUA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Pitono, Aurora Agnesia Pramuthia; Papilaya, Patrich Phill Edrich; Boreel, Aryanto
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tutupan lahan Pulau Saparua dari tahun 2019 hingga 2024. Metode yang digunakan melibatkan analisis spasial berbasis Google Earth Engine (GEE) dan Analitycal Hiearchy Process (AHP). Dalam studi ini dilakukan tahap identifikasi kelas penutupan lahan di lokasi penelitian pada tahun 2019 dan 2024 menggunakan Google Earth Engine (GEE). Selanjutnya, faktor-faktor pendorong perubahan tutupan lahan diidentifikasi dan dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat pengaruh relatif dari variabel. Menurut hasil penelitian, pertanian mendominasi kelas penutupan lahan dengan luasa 8332,45 ha pada tahun 2019 dan 8883,63 ha pada tahun 2024. Sedangkan, hutan mengalami penurunan. Pertanian menjadi faktor pendorong utama. Ini disebabkan karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian sebagai sumber penghidupan.
PENILAIAN PENGUNJUNG TERHADAP OBYEK DAYA TARIK WISATA ALAM KARANG SEWU DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT KABUPATEN JEMBRANA BALI BARAT Siahaya, Troice E; Semarang, Nadhira Juniati; Sahureka, Mersiana
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.21856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian pengunjung terhadap daya tarik Objek Wisata Alam Karang Sewu berdasarkan kriteria ODTWA (Objek Daya Tarik Wisata Alam), serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling terhadap 80 responden pengunjung. Penilaian pengunjung terhadap daya tarik wisata dianalisis menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Sementara itu, faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen tingkat keamanan memperoleh total skor 207 dan termasuk dalam kategori aman (kelas 2). Keindahan alam mendapatkan total skor 234 yang dikategorikan sangat indah (kelas 3). Aksesibilitas memperoleh skor yang menempatkannya dalam kategori mudah (kelas 2). Sistem tata ruang memperoleh total skor 187 dan tergolong kategori baik (kelas 2). Adapun fasilitas wisata mendapatkan total skor 149 yang termasuk kategori kurang lengkap (kelas 3). Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan, yaitu jarak tempuh (X3) dengan koefisien positif dan signifikan (t-hitung 5,344; Sig. 0,000), serta usia pengunjung (X4) yang juga berpengaruh positif dan signifikan (t-hitung 6,175; Sig. 0,000).

Page 1 of 1 | Total Record : 9